image
Login / Sign Up

Bisa Fatal! Hindari 11 Kesalahan Ini dalam Berinvestasi Saham

Anggi Dwifiani

Image

Pekerja memotret menggunakan smartphone pergerakan layar pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/10/2018). Saham perusahaan penerbangan raksasa Boeing turun sekitar 6,6 persen yang terburuk sejak Februari 2016. Setelah salah satu pesawat pabrikannya yang dibawa maskapai Lion Air terjatuh di kawasan Karawang, Jawa Barat pada (29/10). Seri Boeing 737 MAX 8 yang dibawa Lion Air telah menjadi produk andalan bagi Boeing untuk penerbangan komersial perusahaan dalam beberapa waktu terakhir. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO Investasi memang menggiurkan, tetapi seiring tingginya risiko, tinggi juga imbal hasilnya, begitupun sebaliknya. Tak menutup kemungkinan, ada segelintir orang yang gagal dalam berinvestasi mengingat hal tersebut.

Namun, kegagalan orang - orang ini harus Anda pelajari agar tidak terulang bagi siapapun pengalaman menyakitkan ini. Berikut kegagalan yang bisa Anda petik hikmahnya dan perlu hindari kegagalan ini.

Hanya Terpaku Pada Satu Saham

baca juga:

Hanya terpaku pada satu saham sangatlah berbahaya, karena membuat investor saham menjadi tidak rasional dalam menilai sahamnya. Saat seorang investor sudah jatuh cinta kepada sebuah saham, ia pun cenderung mengabaikan hal buruk tentang saham favoritnya, hanya ingin mendengar hal baik saja (confirmation bias).

Gunakanlah saham sebagai media atau alat yang dapat menuntun Anda kepada tujuan keuangan Anda, tapi jangan terlalu terpaku padanya, karena pada akhirnya saham tersebut tetap akan Anda lepas untuk memenuhi tujuan keuangan Anda.

Tidak Paham Sisi Fundamental

Fundamental perusahaan seharusnya menjadi analisa mendasar dalam mengambil keputusan untuk membeli sebuah saham. Sayangnya banyak investor lebih suka melihat tren sesaat dalam analisa teknikal.

Hasrat ingin menghasilkan profit cepat di pasar modal, membuat investor saham cenderung mengabaikan fundamental perusahaan. Padahal laba rugi perusahaan yang menjadi pemicu harga saham sangat tergantung fundamental perusahaan. Anda bisa bayangkan risiko yang mengancam investor jika sisi fundamental diabaikan.

Mudah Putus Asa

Memiliki saham, artinya memiliki sebagian kecil persentase dari sebuah bisnis. Investasi saham pun dapat dianalogikan dengan berbisnis. Anda pun harus siap dengan risiko yang ada, yaitu ketidakpastian. Artinya, Anda harus siap bukan hanya ketika mendapat keuntungan, tapi juga siap terhadap risiko kerugiannya.

Pengusaha yang sukses pasti pernah mengalami jatuh bangun dalam menjalankan bisnisnya, demikian pula dengan investor saham. Ketika Anda sebagai investor saham pemula membuat kesalahan dalam investasi, jangan mudah putus asa dan meninggalkan bursa. Belajarlah dari kegagalan tersebut, dan perbaiki cara Anda berinvestasi, sehingga dapat menjadi investor cerdas bermental baja.

Terjebak Saham Murah, Padahal Tidak Potensial

Sudah menjadi hukum bisnis, seorang investor ingin mendapatkan harga murah dan menjual saat harga tinggi. Tidak terkecuali di dunia saham. Sayangnya, banyak investor pemula salah memahami strategi investasi ini dengan mengambil saham dengan harga murah namun sejatinya memang saham tersebut berasal dari perusahaan yang tidak bagus.

Hal yang mendorong investor pemula membeli saham dengan harga murah adalah karena keterbatasan modal. Banyak investor pemula membeli banyak saham bernilai kecil dengan harapan dapat untung banyak, padahal aksi investasi seperti ini justru cenderung merugikan.

Pengembalian tingkat investasi Anda tidak bergantung pada berapa banyak jumlah lembar saham yang Anda pegang, melainkan dari masa depan perusahaan yang sahamnya ada di tangan Anda. Peluang lebih besar untuk mendapatkan keuntungan bisa didapatkan apabila Anda membeli sedikit saham unggul ketimbang membeli ribuan saham recehan.

Takut Membeli Saham Saat Pasar Turun

Kondisi ekonomi bergerak secara siklus, terkadang di atas dan terkadang di bawah. Saat perekonomian bagus, bursa saham bergairah dan mengangkat harga saham naik (bullish). Investor pun lebih menyukai membeli saham saat pasar bullish.

Sebaliknya, saat ekonomi memburuk, bursa saham akan lesu, dan investor akan pesimis. Hal ini pun akan memengaruhi harga saham, sehingga nilainya akan turun (bearish). Jika kita lihat dengan seksama, pasar yang bearish menawarkan kesempatan investasi untuk membeli saham bagus dengan harga murah.

Misalnya pada awal tahun 2016, saham komoditas batu bara sedang tertekan sampai nilainya jauh di bawah ekuitasnya. Saat ekonomi membaik, dan harga batu bara kembali naik, saham-saham tersebut pun kembali naik sesuai harga wajarnya. Bagi pelaku investasi saham yang pintar ini adalah sebuah peluang yang bagus.

Terjebak Transaksi Jangka Pendek yang Berisiko

Transaksi jangka pendek (short selling) memang menggiurkan. Anda bisa bayangkan jika punya modal besar hanya dalam beberapa menit saja bisa meraup keuntungan jutaan rupiah dengan sistem seperti ini. Namun sejatinya, transaksi seperti ini sangat menguras waktu, energi, dan emosi.

Di luar itu, risiko yang mengancam juga relatif besar. Harga yang berfluktuasi dengan cepat menuntut kemampuan investor saham yang berpengalaman dan bisa mengontrol emosi untuk melakukan transaksi pada saat yang tepat.

Meraih profit dalam waktu singkat dengan model transaksi seperti ini akan sangat berisiko. Sejatinya Untuk hasil maksimal, pasar saham hampir selalu menghasilkan return positif dalam jangka panjang, yaitu di kisaran tiga tahun atau lebih.

Tidak Peduli Portofolio

Ada kejadian investor yang membeli suatu perusahaan dan sengaja membiarkannya dalam jangka panjang dan setelah beberapa tahun kemudian perusahaan itu sudah besar dan sahamnya profit. Sekilas investasi seperti ini menguntungkan, namun sejatinya bukan suatu cara berinvestasi yang bagus.

Berapapun portofolio saham yang Anda miliki, Anda harus memonitor secara berkala. Tujuannya adalah jika saham perusahaan yang Anda miliki semakin bagus kinerjanya, maka Anda bisa menambah portofolio sehingga potensi keuntungan semakin baik dan jika sahamnya turun Anda tidak terlambat mengambil keputusan untuk menjualnya.

Mudah Terbawa Situasi Panik

Panic selling adalah peristiwa yang terjadi karena para investor berpanik ria akan kejatuhan harga saham. Dalam fenomena panic selling, para investor ingin segera melepas sahamnya tanpa peduli harganya, karena takut harganya akan semakin jatuh. Tindakan ini dipicu oleh emosi dan ketakutan daripada analisis yang rasional.

Hindarilah menjual saham karena terbawa kepanikan. Analisislah saham yang ingin Anda jual, apakah secara fundamental saham tersebut masih layak Anda pegang. Ingat! Memiliki saham yang bagus sama saja seperti memiliki seperbagian kecil dari perusahaan yang bagus dan bonafit. Mengapa harus menjualnya dengan harga yang murah?

Terlalu Takut Rugi

Terlalu berani dan terlalu takut rugi dalam investasi saham sama berbahayanya. Salah satu kebiasaan investor saham yang keliru adalah gemar mencairkan profit kecil-kecilan, tetapi mereka seringkali enggan untuk menanggung rugi dengan cut loss pada saham-saham yang sedang ‘tenggelam’.

Celakanya lagi saat harga saham turun drastis, investor tersebut tetap saja terus memegang saham yang sedang jatuh itu tanpa mempedulikan fundamentalnya dengan harapan bahwa harganya akan kembali naik. Tindakan seperti ini justru semakin membuat investor rugi semakin besar.

Salah Masuk Pasar

Pasar saham sangat sensitif terhadap kondisi di luar yang dimasukkan oleh media, bisa saja naik ataupun turun drastis. Seringkali kepanikan pasar melahirkan harga saham yang overpriced atau underpriced. Idealnya, harga saham harus proporsional dengan total kapital dan prospek pendapatan sebuah perusahaan.

Aksi ikut-ikutan beli saham saat kondisi pasar bullish, membuat investor terjebak membeli saham-saham yang over priced. Seringkali investor tersebut terlewat optimistis dan mengharapkan harga terus menanjak. Sebaliknya, di pasar bearish, investor berubah pesimistis dan berusaha menjual saham justru di saat-saat mereka seharusnya berusaha membeli.

Investor saham yang sukses selalu mendasarkan investasinya pada nilai intrinsik saham dan mengejar saham-saham yang murah dengan basis itu. Mereka akan membeli saham perusahaan dengan fundamental kuat saat harganya di pasar turun, lalu baru menjualnya saat harga lebih tinggi.

Kuncinya, jangan mengambil keputusan ekstrim saat kondisi pasar sedang bullish (sangat fluktuatif).

Salah Mengikuti Tips Saham

Teknologi memudahkan kita dalam berkomunikasi, salah satunya dalam berbagi tips jual beli saham. Namun sayangnya, tidak semua tips berasal dari sumber yang tepercaya. Lagi pula, dalam investasi tidak bisa diprediksi 100% bisa sukses atau gagal. Pahami juga bahwa nama besar saja tidak menjamin masa depan suatu perusahaan.

Investor saham yang baik memiliki kestabilan emosi yang baik pula sehingga tidak mudah menerima tip maupun saran dari sumber yang tidak jelas, tanpa melakukan analisis terlebih dahulu.

Dalam berinvestasi saham, tak ada yang bisa menjamin sepenuhnya akan sukses. Selain butuh pengetahuan yang cukup untuk analisa fundamental perusahaan dan rajin mengamati kondisi makro ekonomi agar bisa melakukan jual dan beli saham di saat yang tepat. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Bos BPS Akui Kenaikan Cukai Rokok Berpotensi Tingkatkan Inflasi

Image

Ekonomi

IHSG Lesu Karena Cukai Rokok dan Kembali Bergejolaknya Sentimen Eksternal

Image

Ekonomi

IHSG Masih Akan Lesu, Coba Intip Saham-saham Ini

Image

Ekonomi

Menkeu Pastikan Penerbitan Peraturan Super Deduction Pengembangan Vokasi

Image

Gaya Hidup

Jangan Minder Kalau Kurus, Yuk Tambah Berat Badan

Image

Ekonomi

BJ Habibie Tutup Usia

Fakta-fakta Meisterstadt, Megaproyek Berikon BJ Habibie di Batam

Image

Gaya Hidup

Ingat, Istri Tak Melulu Jadi Si 'Menteri Keuangan' dalam Berumah Tangga

Image

Ekonomi

Intip Cara Kaya dengan Investasi Ala Jennifer Lopez

Image

Ekonomi

BJ Habibie Tutup Usia

Cara Atur Keuangan Agar Rumah Tanggamu Seromantis Habibie dan Ainun

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Pemerintah Gagalkan Penyalahgunaan Impor Post Border Senilai Rp1 Miliar

Barang yang dimusnahkan terdiri dari lampu swaballast, kertas dinding, dan kertas rekam senilai kurang lebih Rp1 miliar.

Image
Ekonomi

Rupiah Lesu Karena Rilis Neraca Perdagangan dan Kembali Bergejolaknya Perekonomian Global

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (16/9/2019) melemah 75 poin atau 0,54% menjadi Rp14.040 terhadap USD1.

Image
Ekonomi

BPS: Indeks Perilaku Anti Korupsi 2019 Naik Jadi 3,70 Persen

Indeks perilaku anti korupsi di Indonesia 2019 sebesar 3,70 persen atau naik dibandingkan capaian 2018 yang tercatat 3,66 persen.

Image
Ekonomi

Industri Porno 'Amatir' Tumbuh Subur Berkat Aplikasi Langganan Berbayar

Di luar negri sana ada perempuan berumur 18 tahun bernama Dolly yang bekerja membuat konten porno amatir berhasil meraup untung besar.

Image
Ekonomi

Misbakhun Sebut Eropa Tak Ingin Ekonomi Indonesia Kuat Dengan Sawit

Eropa tidak ingin ekonomi Indonesia menjadi kuat.

Image
Ekonomi

Buruh Tak Terima Kenaikan Iuran, Dirut BPJS Kesehatan: Kontribusinya Sangat Kecil

Dengan bertambahnya tarif iuran maka BPJS sebagai badan penyelenggara bakal meningkatkan kualitas pelayanan.

Image
Ekonomi

Bos BPS Akui Kenaikan Cukai Rokok Berpotensi Tingkatkan Inflasi

Bos BPS merespon kebijakan pemerintah yang menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23 persen dan harga jual eceran 35 persen pada Januari 2020.

Image
Ekonomi

Berpotensi Besar, KNKS Dorong Pengembangan Ekonomi Digital Syariah Lebih Masif

Belanja umat muslim diperkirakan akan terus tumbuh mencapai USD 3 triliun pada tahun 2023 mendatang.

Image
Ekonomi

Kominfo Ingin Sawit Jadi Kekuatan Ekonomi Indonesia

Keunggulan minyak sawit dalam persaingan pasar internasional telah melahirkan kampanye hitam soal sawit.

Image
Ekonomi

Impor RI Dari Tiongkok Turun USD358,7 Juta

Impor Indonesia dari Tiongkok pada Agustus 2019 mengalami penurunan menjadi USD3,58 juta.

Available
Banner Mandiri

trending topics

terpopuler

  1. KPK Diminta Buka Suara Terkait Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

  2. Haduh Mubazir, Pria Ini Bangun Rumah Bermain Tuk Anaknya dari 2.000 Mie Instan

  3. PDIP Siap Pasang Badan Hadapi Penghina Presiden Jokowi

  4. Alexander-Arnold: Firmino Tak Ternilai Untuk Liverpool

  5. Nggak Sabar Punya Momongan, Ichal-Dafina Segera Honeymoon ke Bali dan Labuan Bajo

  6. Tak Merasa Gerah Awal Berhijab, Irish Bella: Tergantung Niat

  7. Ingin Punya Anak Kembar, Ichal Muhammad Ingin Temui Syahnaz dan Irish Bella

  8. Tinjau Karhutla Riau, Panglima TNI: Kita Akan Kirim Eskavator untuk Perlebar Parit

  9. Mahfud MD: Amien Rais Tidak Pernah Hina Habibie, Kalau Kritik Memang Iya

  10. LG G Pad 5, Tablet Baru dengan Chipset Lawas

Available

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan
Available

kolom

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Image
Abdul Aziz SR

Perempuan dan Jabatan Publik

Image
Mujamin Jassin

Bamsoet dan Agenda Modernisasi Golkar

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

Bak Pasangan Muda, 8 Potret Romantis Gubernur Riau Syamsuar Bersama Istri

Image
News

10 Potret Syarif Muhammad Fitriansyah, Asisten Ajudan Jokowi yang Curi Perhatian

Image
News

10 Potret Regina Nadya Suwono, Anggota Legislatif Muda yang Memesona