image
Login / Sign Up

Upaya Meningkatkan Nilai Tambah Komoditas Rumput Laut Lewat Hilirisasi Industri

Dhera Arizona Pratiwi

Image

Para petani rumput laut Indonesia menuntut ganti rugi lebih dari Rp1,9 triliun (200 juta dollar Australia) dari perusahaan minyak milik Thailand PTT Exploration and Production (PTTEP) yang beroperasi di Australia. | MSN.com

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan nilai tambah komoditas Rumput Laut di Tanah Air melalui Hilirisasi Industri. Sebab, Rumput Laut merupakan salah satu komoditas strategis yang berpeluang dikembangkan di dalam negeri karena ketersediaannya masih cukup besar dan mampu menggerakkan sektor ekonomi di wilayah pesisir.

Rumput Laut dapat digunakan dalam Industri farmasi, serta Industri makanan sebagai stabilator, bahan pengental, pembentuk gel, pengemulsi, dan lainnya,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih melalui keterangannya di Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Menurut Gati, dalam Industri Rumput Laut, tingkatan yang paling hilir adalah teknologi formulasi. Produk yang dihasilkan biasanya digunakan oleh Industri pangan dan non-pangan. Dalam Industri pangan, produk formulasi Rumput Laut digunakan untuk makanan campuran kemasan kaleng, roti, bakso, nugget, sirup, susu kental, es krim, yoghurt, jus, jeli dan lainnya.

baca juga:

Pada Industri non-pangan, Rumput Laut dapat digunakan untuk Industri cat, tekstil, pasta gigi, kosmetik seperti lotion, masker, krim wajah, lulur, sabun, sampo. Sedangkan dalam Industri farmasi dapat diolah untuk cangkang obat kapsul dan salep. 

"Limbah dari hasil pengolahan Rumput Laut dalam bentuk padatan dan cairan dapat digunakan untuk bahan pupuk atau zat penumbuh tanaman serta khusus limbah padatan sebagai pakan ternak,” ujarnya.

Gati menuturkan, potensi budidaya Rumput Laut di Indonesia tersebar di 23 provinsi yang didukung 10 besar sentra budidaya Rumput Laut, yakni Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Tenggara, Maluku, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Kalimantan Utara, dan Bali.

“Melihat potensi tersebut, Kemenperin giat melaksanakan program pengembangan Industri Rumput Laut di beberapa daerah potensi Rumput Laut sejak tahun 2011 hingga 2019,” tuturnya. 

Misalnya di NTB, potensi areal budidaya Rumput Laut seluas 22.270 hektare dengan jumlah produksi 972.148 ton per tahun.

Gati mengungkapkan, beberapa program pengembangan komoditas Rumput Laut yang dilakukan Kemenperin, antara lain pengembangan sentra Industri Kecil Menengah (IKM) pengolahan Rumput Laut melalui kegiatan pelatihan, pendampingan oleh tenaga ahli, dan fasilitasi bantuan mesin pengolahan Rumput Laut.

Kemenperin juga, terus berkomitmen membangun pengolahan Rumput Laut melalui peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), memfasilitasi bimbingan teknis atau pelatihan, bantuan mesin peralatan pengolah Rumput Laut dan sertifikasi mutu produk. 

"Kemudian didorong juga penumbuhan Wirausaha Baru IKM berbasis Rumput Laut, serta, menggiatkan peningkatan promosi dan pameran produk Rumput Laut,” ungkap Gati.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Argo Kemenperin Abdul Rochim menyampaikan, salah satu program pengembangan peningkatan daya saing komoditas rumput, pemerintah telah melakukan kerja sama dengan kalangan akademisi di Tanah Air. Contohnya Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang telah memelopori pengembangan cangkang obat kapsul berbahan baku Rumput Laut di Indonesia dengan kapasitas 3,6 juta cangkang kapsul per hari.

Industri cangkang kapsul berbahan baku Rumput Laut sebagai pengganti gelatin sangat potensial di Tanah Air, karena Rumput Laut sebagai bahan baku utama sangat melimpah di sepanjang pesisir Indonesia,” ungkapnya.

Rochim menyebut, kebutuhan cangkang kapsul nasional sebanyak 6 miliar butir per tahun. Saat ini, produksi domestik cangkang kapsul berbahan baku gelatin mencapai 5 miliar butir per tahun.

Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan cangkang kapsul dipasok dari Thailand Bangladesh, India, dan Cina yang dibuat dari gelatin. Bahan baku gelatin sendiri merupakan produksi dari kulit, jaringan, tulang sapi, dan kerbau.  

“Kebutuhan cangkang kapsul di dalam negeri saat ini perlu dioptimalkan oleh Industri, sehingga cangkang kapsul berbahan Rumput Laut memiliki potensi yang sangat luar biasa,” tegasnya.

Rochim menambahkan, karena potensi Rumput Laut yang sangat besar, Kemenperin terus mendorong peningkatan produksi di Tanah Air. Selain untuk kebutuhan dalam negeri, Rumput Laut juga sudah diekspor ke beberapa negara seperti Cina, Amerika Serikat, dan Korea Selatan. “Produksi Rumput Laut di Indonesia adalah yang terbesar di dunia, bahkan kontribusi Indonesia sebagai penghasil Rumput Laut telah diakui dunia internasional,” tandasnya.

Berdasarkan data Kemenperin, ekspor Rumput Laut Indonesia pada tahun 2014 sampai 2018 memiliki tren positif yang naik hingga 0,81 persen. Pada periode Januari-April 2019, ekspor Rumput Laut sebesar USD92,92 juta atau naik 3,98 persen dibanding capaian di periode yang sama tahun lalu USD89,37 juta.

Ekspor Rumput Laut Indonesia tertinggi didominasi oleh ekspor Rumput Laut mentah Euchema sppdalam bentuk kering atau freshyang dapat dikonsumsi manusia dengan total ekspor pada tahun 2018 mencapai USD140,41 juta. Indonesia sendiri merupakan penghasil Rumput Laut kering terbesar di dunia dengan produksi 328 ribu ton atau 61,18 persen total produksi dunia di tahun 2017. Rumput Laut juga diekspor dalam bentuk agar dan karagenan. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Industri Ritel Jatim Berpotensi Rugi Rp11 Triliun Gara-gara Corona

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Pengusaha Industri Swasta Diminta Bantu Produksi Massal APD Untuk Lawan Corona

Image

Ekonomi

Didominasi Tenaga Kerja Perempuan, Pelaku Industri Hasil Tembakau Harapkan Perlindungan Pemerintah

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Corona Masih Mewabah, Kemenperin Jaga Produktivitas Industri Demi Penuhi Kebutuhan Konsumen

Image

Iptek

Wabah Corona

Riset Facebook Sebut Industri Travel Sepi Peminat di Ramadan Tahun Ini

Image

Ekonomi

Kemendag Alihkan 250.000 Ton Gula Industri Menjadi Gula Konsumsi

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Didesak Pengusaha Tekstil, Erick Malah 'Lempar Bola' ke Sri Mulyani Cs

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Erick Buka Suara Soal Meninggalnya Dua Pejabat Kemenperin yang Diduga Terpapar COVID-19

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Erick Respon Desakan Pengusaha Tekstil Soal Diskon Tarif Listrik PLN

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Instruksi Menteri PUPR: Hak-hak Pekerja Konstruksi Tetap Dijamin di Tengah Pandemi COVID-19

Kementerian PUPR tetap berkomitmen menyelesaikan pembangunan infrastruktur dalam rangka menjaga keberlanjutan kegiatan ekonomi.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pemerintah Apresiasi Bank yang Berikan Keringanan Kredit bagi UMKM

Pemerintah mengapresiasi sejumlah bank yang sudah mempersiapkan diri dalam memberikan relaksasi pinjaman kredit bagi UMKM.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Butuh Stimulus Fiskal Rp1.000 Triliun untuk Menahan Dampak Corona

Dibutuhkan stimulus fiskal sebesar Rp1.000 triliun untuk menahan dampak COVID-19 bagi perekonomian nasional.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

China Berisiko Terkena Gelombang Kedua Wabah Covid-19 Karena Impor

Tercatat sebanyak 693 kasus akumulatif yang masuk ke China dari luar negeri.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Menteri BUMN Minta Masyarakat Benar-benar Tidak Mudik Tahun Ini

Kementerian BUMN Erick minta masyarakar tidak mudik demi mencegah penyebaran COVID-19.

Image
Ekonomi

Berikut Tips Aman Transaksi Lewat ATM

Seiring dengan perkembangan teknologi dan internet, kejahatan siber terutama berhubungan dengan kartu kredit dan kartu debit makin marak.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Indef: Karantina Wilayah Penting, Harapannya Mampu Memutus Rantai Virus Corona

Ekonom senior lembaga kajian ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Fadhil Hasan mengharapkan pemerintah segera

Image
Ekonomi
Wabah Corona

APDHI Minta Pemerintah Pidanakan atau Denda Rp50 Miliar Penimbun APD dan Antiseptik

Agar Alat Pelindung Diri (APD) dan antiseptik dimasukkan ke dalam peraturan barang penting.

Image
Ekonomi

2 Cara Efektif, Kaya dengan Menabung Ala Orang Korea

Masing-masing negara ternyata punya cara menabung yang unik. Di Korea, ada yang namanya kalender saku. Pernah dengar?

Image
Ekonomi

Ingin Hemat Pengeluaran Bulanan? Simak Caranya Yuk!

Ada banyak cara untukmu jika ingin menghemat pengeluaran bulanan, salah satunya seperti yang disarankan oleh founder dan CEO Financially.

terpopuler

  1. Risma ke Para Bos: Saya Mohon Para Manajer atau Direktur Keluarkan Pegawainya 15 Menit Saja Biar Kena Sinar Matahari

  2. Gagal Terapkan Kebijakan 'Social Distancing', PKS Nilai Pemerintah Tidak Siap Hadapi Covid-19

  3. Mike Tyson: Wilder Kalah karena Kurang Percaya Diri

  4. Kisah Nabi Isa dan Lelaki Berpenyakit Kusta

  5. Gubernur Kalimantan Tengah: Diizinkan atau Tidak, Demi Keselamatan Masyarakat, Kami akan Tetap Tutup Bandara Tjilik Riwut

  6. Anggota DPR: 102 Orang Meninggal Dunia, Hari Ini, Entah Sore atau Malam, Kiranya Keluar Sebuah Kebijakan dari Istana

  7. Kacaunya Suasana Lockdown di India, Pekerja Urban Mudik Ramai-ramai

  8. Takut Corona, Warga Lockdown Kampung Sendiri Pakai Bambu

  9. Gempa 5,8 SR di Sigi, Daryono BMKG: Ketika Terjadi Gempa, Orang Ingin Lari Keluar Rumah, Tapi Bagaimana Saat Ini Sedang Terjadi Wabah Virus, Orang Harus di Rumah

  10. Pesan Risma ke Warganya: Sekali Waktu Datang ke Balai Kota Surabaya, Kami Ada Putih Telur dan Pokak untuk Jaga Stamina Tubuh

ibunda jokowi

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Zainul A Sukrin

Pandemi Covid-19 dan Keseimbangan Kekuasaan dalam Budaya Jawa Tradisional

Image
Reza Fahlevi

Gotong Royong Melawan Covid-19

Image
Azhar Ilyas

Video Call Jadi Komunikasi ‘Normal’ Sejak Pandemi Covid-19

Image
Ujang Komarudin

Pilkada di Tengah Corona

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
Ekonomi

Masuk Forbes hingga Hobi Berkebun, Ini 5 Fakta Menarik Amanda Susanti, Pendiri Sayurbox

Image
News

Diberhentikan Secara Tidak Hormat, 5 Fakta Penting Komisioner KPU Evi Novida Ginting

Image
News

Wabah Corona

Sri Mulyani hingga Retno Marsudi, 8 Potret Menteri Srikandi Jalani WFH