image
Login / Sign Up

Wujudkan Indonesia Bebas Merkuri di 2030, Pemerintah Terbitkan Perpres RAN PPM

Aji Nurmansyah

Image

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat memberikan penjelasan dalam rapat kerja dengan komisi VII terkait upaya penanganan tumpahan minyak Teluk Balikpapan di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (16/4). Dalam Rapat kerja dilangsungkan bersamaan dengan rapat dengar pendapat Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Kapolda Kalimantan Timur, dan Kepala Badan Pegatur Hulu Minyak dan Gas (BPH Migas). Rapat ini membahas mengenai terjadinya insiden kebocoran pipa minyak di Teluk Balikpapan yang telah menelan korban jiwa. Dalam kebocoran pipa ini, Pertamina telah mengalami kerugian kurang lebih sebesar 85.000 barel, karena kelalaian yang dilakukan oleh Kapal MV Ever Judger dalam menurunkan jangkar seberat 12 ton di kawasan terlarang | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia Bebas Merkuri 2030 dengan menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri (RAN PPM).

Perpres tersebut merupakan implementasi Konvensi Minamata yang bertujuan melindungi kesehatan manusia dan lingkungan hidup dari emisi dan lepasan Merkuri dan senyawa Merkuri antropogenik. Sebagai langkah penerapannya, KLHK menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) RAN PPM di Jakarta (22/7).

Sekretaris Jenderal KLHK, Bambang Hendroyono saat membuka Rakernis RAN PPM menyampaikan Indonesia telah meratifikasi Konvensi Minamata pada tahun 2017 dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pengesahan Konvensi Minamata mengenai Merkuri dan kemudian dituangkan kedalam Perpres 21/2019 tentang pelaksanaan RAN PPM.

baca juga:

'Rapat Kerja Teknis ini merupakan salah satu wadah untuk memperkuat komitmen pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan Perpres RAN PPM tersebut,”katanya di Jakarta, Senin (22/7/2019).

Sementara itu,  Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3), Rosa Vivien Ratnawati menjelaskan bahwa Merkuri yang juga dikenal sebagai raksa merupakan Bahan Berbahaya dan Beracun. Merkuri bersifat toksik, sulit terurai, bersifat bioakumulasi dan dapat berpindah tempat dalam jarak jauh melalui atmosfer. Merkuri secara global telah dilarang, baik produksi maupun penggunaannya.

Namun demikian, di sektor tertentu seperti sektor kesehatan dan industri, Merkuri masih dipergunakan dengan beberapa aturan.

“Khusus di sektor pertambangan emas, penggunaan Merkuri telah dilarang seluruhnya,” tegas Vivien.

Perpres 21/2019 mengenai RAN PPM bertujuan untuk menetapkan target dan strategi pengurangan dan penghapusan Merkuri pada 4 bidang prioritas yaitu manufaktur, energi, pertambangan emas skala kecil, dan kesehatan. Peraturan ini juga mewajibkan daerah untuk membuat Rencana Aksi Daerah (RAD) di tiap daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota sebagai tindak lanjut pelaksanaan RAN PPM dengan jeda waktu paling lama satu tahun setelah Perpres 21/2019 ditandatangani.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

News

KLHK: PT AER dan PT ABP Siap Disidang Di Pengadilan Kasus Kebakaran Hutan

Image

News

Timsus Maleo Polda Sulut Ungkap Kasus Peredaran Ilegal Merkuri

Image

Iptek

KLHK Pantau Pergerakan Gajah Sumatera dengan Aplikasi Mobile Berbasis GPS

Image

News

FOTO Menteri Siti Nurbaya Bahas Program Kerja 2020 di DPD

Image

News

Gagal Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan Jadi Alasan Pemerintah Putus Kerjasama dengan WWF Indonesia

Image

Iptek

Dukung Kualitas Lingkungan, KLHK Luncurkan Mobil Laboratorium

Image

News

Terlihat dari Bumi saat Lintasi Matahari, ini 5 Fakta Menarik Planet Merkurius

Image

News

Pemprov Kalteng Dukung KLHK Tertibkan Perusahaan Perkebunan Melanggar Aturan

Image

News

Dari Hujan Meteor hingga Penampakan Merkurius, Ini 5 Fenomena Astronomi di Bulan November

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Menkeu Targetkan Dividen BUMN Tembus Rp26,1 Triliun, Terlalu Tinggi?

Menkeu targetkan PMB melalui dividen BUMN sebesar Rp26,1 triliun pada RAPBN 2021.

Image
Ekonomi

Dear Jokowi, Food Estate Jangan Hanya Fokus ke Beras Saja

Indef : food estate yang tengah dibangun pemerintah untuk perkuat cadangan pangan sebaiknya tidak berfokus hanya pada beras saja.

Image
Ekonomi

Kredit Mudah di Rumah Saja dengan Program KPR BTN Merdeka

Selain untuk meningkatkan program PEN, KPR BTN Merdeka diluncurkan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.

Image
Ekonomi

Pemerintah Targetkan Tingkat Kemiskinan Tahun 2021 Tetap Terjaga Single Digit

Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan berada di kisaran 9,2-9,7 persen pada 2021.

Image
Ekonomi

Erick Thohir Bakal Fokus Lanjutkan Program PMN untuk BUMN di 2021

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pihaknya pada 2021 akan fokus untuk menlanjutkan berbagai program PMN ke sejumlah BUMN.

Image
Ekonomi

Perancang Gim Angry Birds Cuan Rp242 Miliar Selama Pandemi

Rovio Entertainment melaporkan lonjakan 160 persen dalam laba operasi pada kuartal II-2020.

Image
Ekonomi

Native Ad Network popIn Discovery Tembus 10 Miliar Tampilan Halaman Per Bulan

Popln mengumumkan pencapaian terbarunya, yaitu 10 miliar tampilan halaman per bulan pada Juli 2020.

Image
Ekonomi

Proyek Pemindahan Ibu Kota Negara Statusnya Masih 'Standby'

Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menegaskan, pemindahan ibu kota negara (IKN) statusnya masih tetap bersiap.

Image
Ekonomi

Pengusaha: Target Pertumbuhan Ekonomi 2021 Terlampau Tinggi dan Sulit Tercapai

Apindo menilai target pertumbuhan ekonomi 2021 yang dipatok pemerintah sebesar 4,5-5,5 persen terlampau tinggi atau optimistis.

Image
Ekonomi

Menko Airlangga: Kontraksi Ekonomi RI Lebih Baik Dibandingkan Negara Lain yang Double Digit

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tren perekonomian Indonesia terlihat masih membaik

terpopuler

  1. Tengku Zul Bandingkan Pendapatan Negara dengan Aset Sinar Mas Group, Netizen: Gajah Sama Semut Bos!

  2. Selain Tak Terima Ditegur Main HP di Pesawat, Putra Bungsu Amien Rais Berani Tantang Wakil Ketua KPK

  3. Doa yang Dianjurkan Dibaca Pada Pagi Jumat

  4. Jadi Idola Masa Kecil, Bek Muda Bayern Ini Tak Percaya Bakal Berhadapan dengan Lionel Messi

  5. 5 Meme Lucu Kekalahan Atletico Madrid, Liverpudlian ikut Ngakak Lebar

  6. Dicibir Dongkrak Popularitas Lewat Rizky Billar, Lesti Membantah: Sudah Ditakdirkan Allah

  7. Kisah Perjalanan RB Leipzig ke Semifinal Liga Champions Ini Bikin Melongo

  8. Pelatih RB Leipzig Ungkap Pertikaiannya dengan Diego Simeone 

  9. Langkah Politik Negarawan ala Jokowi

  10. Gerindra: Pidato Presiden Gambarkan Rakyat Indonesia Bisa Bangkit dari Pandemi

Akurat Solusi-1

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Merindukan Kemerdekaan Sejati

Image
Afriadi, S.Fil.I, M.IKom

Langkah Politik Negarawan ala Jokowi

Image
Arli Aditya Parikesit

Jadilah Insan Cemerlang dalam Menghadapi COVID-19

Image
Egy Massadiah

Doni Menengok Putaran Roda Zaman

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Garuda PHK Karyawan Besar-besaran Karena Bisnis Limbung?

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Protokol Kesehatan Mutlak di Garuda Demi Keselamatan Penumpang

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Bukan Orang Airlines, Ternyata Begini Perasaan Irfan Setiaputra Selama Memimpin Garuda

Sosok

Image
News

5 Potret Gagah Jokowi Kenakan Baju Adat NTT di Sidang Tahunan MPR RI

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain