image
Login / Sign Up

Menko Darmin Tegaskan Sangat Fokus Pengembangan Vokasi

Siti Nurfaizah

Image

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution saat memimpin Rapat Koordinasi DNKI, di kantornya, Senin (21/1/2019). | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, sebanyak 55 persen orang Indonesia yang bekerja memiliki Pendidikan tertinggi hanya setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Maka itu telah diputuskan bahwa pemerintah akan sangat fokus terhadap Pendidikan dan pelatihan Vokasi.

Fokus pemerintah dalam bidang Vokasi sampai 2024 adalah merevitalisasi 3 tingkatan lembaga Vokasi, yaitu Politeknik untuk menyiapkan Tenaga Kerja high level thinking, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk menyiapkan Tenaga Kerja level operator, dan Balai Latihan Kerja (BLK) yang ditujukan untuk memberikan pelatihan bagi angkatan kerja berpendidikan rendah, re-skilling bagi Tenaga Kerja terdampak krisis ekonomi atau otomatisasi, dan up-skilling agar angkatan kerja mampu beradaptasi dengan teknologi baru.

Hal itu dikatakan ketika memberikan keynote speech pada acara Dies Natalis XI Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia sekaligus peluncuran Program Pelatihan Jarak Jauh Bersertifikat yang merupakan kolaborasi antara Universitas Indonesia (UI) dengan Universitas Terbuka (UT), di Depok, Senin (22/7/2019).

baca juga:

“Sejalan dengan fokus terhadap ketiga lembaga tersebut, untuk melakukan revitalisasi Pendidikan dan pelatihan Vokasi tak dapat dilakukan secara parsial, tetapi harus komprehensif dari hulu sampai hilir. Sains memang tetap dibutuhkan, tapi Vokasi tak kalah diperlukan, sebab kita ingin menjawab tantangan masa kini di mana ada persaingan dengan negara lain,” kata Menko Darmin.

Hal tersebut dimulai dengan mereformasi lembaga Vokasi melalui penyesuaian kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan industri, memperbanyak tenaga pengajar produktif melalui Training of Trainer (ToT), hingga memperbaiki sistem sertifikasi serta meningkatkan kualitas akreditasi lembaga Vokasi.

“Oleh karena itu, kita membutuhkan satu kelembagaan sertifikasi dan akreditasi tingkat nasional. Jadi kita bisa semakin mengembangkan Vokasi kita, dan standarnya akan bisa sama antara satu kota dengan lainnya. Ini namanya basis scaleability yang menyatarakan kompetensi secara nasional,” ungkap Menko Darmin.

Terkait dengan Pendidikan tinggi Vokasi, pemerintah mendorong peningkatan jumlah lulusan Pendidikan tinggi Vokasi dari 721 ribu mahasiswa pada 2019 menjadi sekitar 2,7 juta mahasiswa pada 2024. Upayanya dengan meningkatkan jumlah kapasitas perguruan tinggi Vokasi non politeknik menjadi 572 ribu mahasiswa pada 2024.,

Sedangkan daya tampung politeknik juga akan terus ditingkatkan dari 365 ribu mahasiswa di tahun ini menjadi 731 ribu mahasiswa di 2024. Pemerintah juga akan mendorong penambahan jumlah program studi (prodi) sektor-sektor prioritas nasional dengan membangun 265 politeknik baru hingga 2024. 

Disisi lain, agar lebih banyak industri yang terlibat dalam pengembangan Vokasi, pemerintah melakukan terobosan kebijakan yakni memberikan insentif pajak super deduction tertinggi sebesar 200 persen yang telah diterbitkan pada bulan ini dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP) No. 45 tahun 2019.

Kemudian, PP ini akan disusun aturan turunan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang akan mengatur mekanisme pemberian fasilitas insentif tersebut. Untuk mempermudah Wajib Pajak (WP) memanfaatkan fasilitas super deduction, prosedur dilakukan secara online melalui OSS, dengan tujuan menghindari proses birokrasi yang panjang.

Terdapat 487 kompetensi yang dapat diberikan fasilitas super deduction. Dari jumlah tersebut, ada 313 kompetensi yang menjadi prioritas pada politeknik dan perguruan tinggi yang menyelenggarakan program diploma atau Vokasi.

“Sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk merevitalisasi Pendidikan dan pelatihan Vokasi, saya mengapresiasi Program Pelatihan Online Bersertifikat yang diinisiasi oleh Program Vokasi Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Terbuka (UT) untuk memperluas akses Pendidikan dan pelatihan Vokasi kepada masyarakat di daerah terpencil, terluar dan tertinggal," jelasnya.

Keunggulan dari pemanfaatan e-learning yaitu Pendidikan dan pelatihan Vokasi dapat dilakukan secara masif dan terukur; pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan standar yang sama antara pulau jawa maupun di daerah pelosok, dan melalui teknologi digital, industri dapat dengan mudah mendapatkan talenta terbaik dari seluruh Indonesia.

Turut hadir dalam acara dies natalis ini antara lain Direktur Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Sigit P. Hadiwardoyo, DEA, Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat, Dip.Mgt. M.Bus., Ph,D, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing KUKM Kemenko Perekonomian Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, MEM, Wakil Rektor UI Bidang SDM dan Kerjasama Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA, serta Wakil Rektor UT Bidang Pengembangan Institusi dan Kerjasama Dr. Liestyodono Bawono Irianto, M.Si.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

News

Akademisi Minta Pemerintah Fokus Gelontorkan Dana BOS Demi Akselerasi Pendidikan di Tengah Pandemi

Image

News

Akademisi: Meski Diterjang Pandemi, Akselerasi Transformasi Pendidikan Harus Dilanjutkan

Image

Ekonomi

Krisis COVID-19, Paksa Indonesia Ganti Channel Cara Bekerja!

Image

News

Wabah Corona

Siswa yang Bersekolah Tatap Muka Diminta Tak Lewati Zona Merah Saat Perjalanan

Image

News

Nadiem Makarim: Meski Sekolah Sudah Tatap Muka Tapi Hanya 50 Persen Diikuti Siswa

Image

News

DPR RI

Komisi X: Kurikulum di Tengah Pandemi HarusĀ  Fokus dan Punya Target Jelas

Image

Ekonomi

TKA China Terus Masuk RI, Fadli Zon: Tak Ada Kata-kata Lagi, Masihkah Kita Tuan di Negeri Sendiri?

Image

News

Pemkab Garut Dukung Penerapan Sekolah Tatap Muka di Tengah Pandemi

Image

News

Dianggap Tidak Punya Inovatif di Dunia Pendidikan, Anak Zulhaz Minta Menteri Nadiem Mundur

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Siap-siap! Ada Beberapa Agenda Penting OJK ke Depan

Pada sektor jasa keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit selama triwulan II tetap tumbuh.

Image
Ekonomi

Pupuk Indonesia Siapkan 775 Ribu Ton Pupuk Nonsubsidi

Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan 775.704 ton pupuk nonsubsidi yang tersedia mulai dari lini I sampai lini IV.

Image
Ekonomi

Kemenkop Pacu Pertumbuhan Ekonomi di Daerah dengan Pelatihan Koperasi dan UMKM

Kemenkop dan UKM berupaya memacu percepatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah daerah melalui kegiatan pelatihan bagi pegiat koperasi dan UMKM.

Image
Ekonomi

Jamkrindo Hadirkan Semangat Kebangsaan di Geopark Ciletuh

Melalui berbagai kegiatan ini, perusahaan penjaminan kredit tersebut ingin menghadirkan semangat kebangsaan bagi semua kalangan.

Image
Ekonomi

IPO Subholding Pertamina Bukan Upaya Privatisasi BUMN

Ekonom : rencana IPO subholding Pertamina bukan bentuk privatisasi BUMN sebab yang masuk bursa adalah anak usaha bukan saham BUMN Pertamina

Image
Ekonomi

Dukung Ekosistem Perumahan, BTN Cetak 24.000 Lebih Developer Muda

Puluhan ribu lulusan tersebut merupakan bagian dari program pelatihan di bidang properti yang diinisiasi Bank BTN.

Image
Ekonomi

Kritik Menohok Misbakhun Soal Rencana Penyesuaian Tarif Cukai Hasil Tembakau Pemerintah

Kritis tegas Misbakhun soal rencana pemerintah sesuaikan kembali tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada tahun 2021.

Image
Ekonomi

Bank Mandiri Kembangkan UMKM Agar Ekonomi Nasional Pulih

Bank Mandiri tengah mengembangkan UMKM sebagai salah satu upaya memulihkan ekonomi dalam negeri.

Image
Ekonomi
UMKM Pahlawan Ekonomi

Dengan Modal Rp6 Juta, Kini Omzet Nur Hasanah Pemilik House of Nuy Mencapai Rp1 Miliar

Ibu tiga anak ini pun menggunakan sistem Amati Tiru, Modifikasi (ATM) dalam menjalani bisnisnya

Image
Ekonomi

Tembus Rp93 M! Ini 7 Boneka Termahal di Dunia

Tertarik mengoleksinya?

terpopuler

  1. Ingin Habisi Semua Anggota Keluarga, Pria India Nekat Campuri Es Krim Buatan Ibu dengan Racun Tikus

  2. Langkah Politik Negarawan ala Jokowi

  3. Wujudkan Impian Ibunda, Putra Kedua Mendiang Omaswati Siap Jadi Pelawak

  4. Kasus Keributan dalam Pesawat, Musni Umar: Jangan Bawa-bawa Amien Rais

  5. Polling Tengku Zulkarnain, Habib Rizieq - UAS vs Puan - Gibran, Siapa Menang?

  6. Dituding Gelapkan Dana Nasabah Rp58 Miliar, Pemilik dan Direksi PT Kreshna Dilaporkan ke Polisi

  7. Viral Seorang Mahasiswa Bayar UKT di Bank Pakai Uang Receh, Senilai Rp3,5 Juta!

  8. Ustaz Hilmi Ngaku Diserang Buzzer Gegara Komentari Logo HUT RI

  9. 4 Rekomendasi Posisi Seks di Pagi Hari, Bikin Puas dan Nagih!

  10. Gandeng AS, Inggris Borong 60 Juta Dosis Vaksin Corona dari Novavax

Akurat Solusi-1

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Rival Aqma Rianda

75 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Bonus Demografi dan Transformasi Zaman

Image
UJANG KOMARUDIN

Merindukan Kemerdekaan Sejati

Image
Afriadi, S.Fil.I, M.IKom

Langkah Politik Negarawan ala Jokowi

Image
Arli Aditya Parikesit

Jadilah Insan Cemerlang dalam Menghadapi COVID-19

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Garuda PHK Karyawan Besar-besaran Karena Bisnis Limbung?

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Protokol Kesehatan Mutlak di Garuda Demi Keselamatan Penumpang

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Bukan Orang Airlines, Ternyata Begini Perasaan Irfan Setiaputra Selama Memimpin Garuda

Sosok

Image
News

5 Potret Gagah Jokowi Kenakan Baju Adat NTT di Sidang Tahunan MPR RI

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain