image
Login / Sign Up

Menunggu Keseriusan Pemerintah Soal Sinkronisasi RUU Minerba

Aji Nurmansyah

Indepth

Image

Ilustrasi - Pertambangan | AKURAT.CO/Candra Nawa

AKURAT.CO, Komisi VII DPR RI kembali melempar bola kepada pemerintah terkait rencana pengesahan Rancangan Undang-Undang Mineral dan Batu bara (RUU Minerba).

Pasalnya dalam waktu yang dianggap begitu singkat dan hanya menyisakan 3 minggu sebelum reses. Namun belum ada sinkronisasi terkait daftar isian masalah dari Pemerintah yang dalam hal ini diwakili oleh Kementerin ESDM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan dan Kemendagri.

Kendati Komisi VII DPR RI melempar bola kepada pemerintah dan menunggu secepatnya pemerintah mengembalikan Daftar Isian Masalah (DIM) yang sudah melalui sinkronisasi antar Kementerian, tetapi Anggota Komisi VII DPR RI siap untuk menyelesaikan RUU Migas tersebut sebelum masa akhir Jabatan DPR RI mengalami pergantian.

baca juga:

Ketua Komisi VII Gus Irawan Pasaribu mengatakan DPR sudah beberapa kali berusaha menyelesaikan tapi belum teroganisir karena belum ada DIM yang sudah tersingkroniasi dari pemerintah, kendati DIM yang dari Kementerian ESDM sudah dikirim pada 27 juni 2017.

"Saat ini, Komisi VII DPR RI akan memulai membahas ini,"katanya di Jakarta, Jumat (18/7/2019).

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Tamsil Linrung mengungkapkan kunci dari sukses atau tidaknya RUU Minerba dapat disahkan pada sebelum masa pergantian anggota DPR menurut dia ada pada pemerintah. Sebab jika pemerintah bergerak cepat dan melakukan sinkronisasi antar Kementerian dalam RUU Minerba, maka DPR dapat segera mengebut pembahasannya melalui panja. Dengan demikian, DIM relatif sudah tidak ada masalah tinggal menunggu dari sisi pemerintah.

"Kuncinya di pemerintah, kalau pemerintah menjamin bisa sinkronisasi saya kira dalam waktu 3 minggu bahkan kurang, bisa kita selesaikan,"katanya.

Pemerintah Menjawab Isu Sinkronisasi

Menjawab isu Sinkronisasi terkait dengan RUU Minerba, Pemerintah seolah gamamg dan sebab dengan waktu yang relatif singkat beberapa masalah krusial belum ketemu penyelesaiannya.

Beberapa masalah yang menjadi isu penting yang harus diselesaikan secara singkroniasi meliputi isu terkait luas wilayah perizinan terhadap operator perusahaan tambang yang dalah hal ini harus melibatkan Kementerian Dalam negeri, Dalam hal ini Kementerian ESDM harus meyakinkan pihak Kementerian Dalam Negeri sehingg DIM yang meyangkaut luas wilayah izin usaha bisa tersingkronisasi dengan baik.

Selain itu menyangkut masalah penerimaan negara yang juga belum putus dan belum terjadi singkronisasi oleh pihak pemerintah. Kedua Masalah ini menjadi point penting yang dibahas dan ditunggu oleh Komisi VII DPR RI untuk segera diselesaikan. Sehingga memuluskan jalan DPRUntuk mengesahkan RUU Minerba.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menuturkan kendati pemerintah belum secara bulat mengirim daftar isian masalah sebab belum disinkronisasi antar beberapa Kementerian. Kendati demikian, Airlangga mengaku optimis RUU Minerba bisa terlaksana.

"Saya menggaris bawahi dari Menteri ESDM pemerintah belum bulat mengirim DIM, tadi sudah dielaborasi isunya terkait luasan wilayah dari Kemendagri dan dari Kemenkeu terkait penerimaan negara. Selama ini menjamin perubahan UU ini bisa meningkatkan penerimaan negara saya yakin Kemenkeu akan menerima," imbuhnya.

Senada dengan itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengatakan bahwa perlu ada upaya dan kerja bersama antara Pemerintah dan DPR RI agar dapat memuluskan RUU Minerba untuk segera disahkan. Sebab dalam waktu yang relatif sangat singkat, perlu ada kecepatan dalam menangani masalah.

"Sebelum kami masuk materi mau lanjut atau tidak, karena ini menurut saya kalau lanjut harus full speed," ujarnya di Jakarta, Jumat (18/7/2019).

RUU Minerba Mendesak untuk Disahkan

Menurutnya RUU Minerba sangat penting dan urgen untuk segera diselesaikan lantaran terkait dengan tata kelola hilirisasi industri minerba ke depan. Terlebih harus ada pergerakan industrialiasi sektor Mineral dan batu bara secara masif agar bisa mendatangkan nilai tambah dan multiplier effect terhadap sektor ketenagakerjaan dan lainnya.

Selain itu, untuk menambahkan hilirisasi dan sumber bahan baku industri sama seperti PLTU mulut tambang, nantinya melalui RUU Minerba bisa mengubah mulut tambang menjadi royalti. Adapun jika dari industri ini tidak maksimal hilirisasinya karena ada hambatan di sektor insentif dan regulasi yang lain.

"Sambil menunggu sinkronisasi pemerintah, silahkan yang ditetapkan. Pemerintah terus berjalan tapi karena masa sidang tinggal sekali lagi perlu ada komitmen apakah akan fast track dan sebagainya,"katanya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menuturkan kendati pemerintah belum secara bulat mengirim daftar isian masalah sebab belum disinkronisasi antar beberapa Kementerian. Kendati demikian, Airlangga mengaku optimis RUU Minerba bisa terlaksana.

"Saya menggaris bawahi dari Menteri ESDM pemerintah belum bulat mengirim DIM, tadi sudah dielaborasi isunya terkait luasan wilayah dari Kemendagri dan dari Kemenkeu terkait penerimaan negara. Selama ini menjamin perubahan UU ini bisa meningkatkan penerimaan negara saya yakin Kemenkeu akan menerima," imbuhnya. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

DPR RI

Target Pertumbuhan Ekonomi Pemerintah Ambisius, Jangan Sampai Utang Menumpuk

Image

Gaya Hidup

Bro, Punya Nyali Besar Jadi Menantu Fahri Hamzah? Ini Syaratnya

Image

Gaya Hidup

Bukan Kekinian, Fahri Hamzah Terbiasa Bersepeda Sejak Kecil Tuk Jualan

Image

News

Pengamat: RUU Cipta Kerja Akomodasi Perkembangan Zaman

Image

News

DPR RI

PKB: Lompatan Besar Pasca Pandemi Bukan Mimpi Kosong

Image

Ekonomi

Ketua DPR Janji Pembahasan RUU Cipta Kerja Bakal Transparan

Image

News

FOTO Pidato Pengantar RUU APBN 2021 dan Nota Keuangan di Persidangan DPR

Image

News

Influencer dan Artis Dukung RUU Ciptaker, PKS: Ini Pembodohan Publik

Image

News

Gerindra: Pidato Presiden Gambarkan Rakyat Indonesia Bisa Bangkit dari Pandemi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Di Malang, Mentan Resmikan Taman Sains Pertanian Jeruk

Menurut Mentan, sektor pertanian menjadi yang paling minim dalam penyebaran virus covid-19.

Image
Ekonomi

Pembiayaan Berbasis Digital Bisa Buat UMKM Lepas dari Ketergantungan Bank

Fithra Faisal menilai pembiayaan berbasis digital bisa menjadi alternatif bagi pelaku UMKM.

Image
Ekonomi

Defisit Anggaran Diperlebar 5,5 Persen Guna Tekan Kemiskinan dan Pengangguran

Menteri PPN : defisit 5,5 persen dalam RAPBN 2021 untuk menekan laju kemiskinan dan pengangguran sebagai dampak pandemi COVID-19.

Image
Ekonomi
DPR RI

Target Pertumbuhan Ekonomi Pemerintah Ambisius, Jangan Sampai Utang Menumpuk

Legislator : target PE 2021 sebesar 4,5 sampai 5,5 persen merupakan hal yang bagus dan ambisius.

Image
Ekonomi

Target Penerimaan Perpajakan Dipatok Rp1.481,9 Triliun, CITA: Masih Masuk Akal!

CITA : target penerimaan perpajakan dalam RAPBN 2021 sebesar Rp1.481,9 triliun masih masuk akan untuk dicapai oleh pemerintah.

Image
Ekonomi

Menkeu Targetkan Dividen BUMN Tembus Rp26,1 Triliun, Terlalu Tinggi?

Menkeu targetkan PMB melalui dividen BUMN sebesar Rp26,1 triliun pada RAPBN 2021.

Image
Ekonomi

Dear Jokowi, Food Estate Jangan Hanya Fokus ke Beras Saja

Indef : food estate yang tengah dibangun pemerintah untuk perkuat cadangan pangan sebaiknya tidak berfokus hanya pada beras saja.

Image
Ekonomi

Kredit Mudah di Rumah Saja dengan Program KPR BTN Merdeka

Selain untuk meningkatkan program PEN, KPR BTN Merdeka diluncurkan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.

Image
Ekonomi

Pemerintah Targetkan Tingkat Kemiskinan Tahun 2021 Tetap Terjaga Single Digit

Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan berada di kisaran 9,2-9,7 persen pada 2021.

Image
Ekonomi

Erick Thohir Bakal Fokus Lanjutkan Program PMN untuk BUMN di 2021

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pihaknya pada 2021 akan fokus untuk menlanjutkan berbagai program PMN ke sejumlah BUMN.

terpopuler

  1. Tengku Zul Bandingkan Pendapatan Negara dengan Aset Sinar Mas Group, Netizen: Gajah Sama Semut Bos!

  2. Selain Tak Terima Ditegur Main HP di Pesawat, Putra Bungsu Amien Rais Berani Tantang Wakil Ketua KPK

  3. Doa yang Dianjurkan Dibaca Pada Pagi Jumat

  4. Jadi Idola Masa Kecil, Bek Muda Bayern Ini Tak Percaya Bakal Berhadapan dengan Lionel Messi

  5. 5 Meme Lucu Kekalahan Atletico Madrid, Liverpudlian ikut Ngakak Lebar

  6. Dicibir Dongkrak Popularitas Lewat Rizky Billar, Lesti Membantah: Sudah Ditakdirkan Allah

  7. Langkah Politik Negarawan ala Jokowi

  8. Gerindra: Pidato Presiden Gambarkan Rakyat Indonesia Bisa Bangkit dari Pandemi

  9. Pelatih RB Leipzig Ungkap Pertikaiannya dengan Diego Simeone 

  10. Kisah Perjalanan RB Leipzig ke Semifinal Liga Champions Ini Bikin Melongo

Akurat Solusi-1

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Merindukan Kemerdekaan Sejati

Image
Afriadi, S.Fil.I, M.IKom

Langkah Politik Negarawan ala Jokowi

Image
Arli Aditya Parikesit

Jadilah Insan Cemerlang dalam Menghadapi COVID-19

Image
Egy Massadiah

Doni Menengok Putaran Roda Zaman

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Garuda PHK Karyawan Besar-besaran Karena Bisnis Limbung?

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Protokol Kesehatan Mutlak di Garuda Demi Keselamatan Penumpang

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Bukan Orang Airlines, Ternyata Begini Perasaan Irfan Setiaputra Selama Memimpin Garuda

Sosok

Image
News

5 Potret Gagah Jokowi Kenakan Baju Adat NTT di Sidang Tahunan MPR RI

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain