image
Login / Sign Up

WALHI Sayangkan Pidato Jokowi yang Gunakan Diksi 'Ancaman' untuk Penghambat Investasi

Andi Syafriadi

Image

WALHI (Wahana Lingkungan Hidup) | Andoy

AKURAT.CO Pidato Visi lndonesia yang disampaikan Presiden terpilih 2019-2024 Joko Widodo (Jokowi) di Sentul, Bogor pada tanggal 14 Juli 2019 lalu, memberikan proyeksi buruk menurut Wahana Lingkungan Hidup (WALHI).

Khalisah Khalid selaku Koordinator desk Politik WALHI menyoroti penggunaan diksi ancaman 'hajar bagi para penghambat Investasi' dalam pidato yang dikemukakan oleh Jokowi. Menurutnya apa yang disampaikan oleh Jokowi hanya akan meningkatkan kerentanan tehadap masyarakat yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup dan sumber daya alam. 

"Alih-alih menggenjot Investasi, bahkan dengan menggunakan diksi ancaman bagi siapa saja yang menghambat investasi dikhawatirkan akan meningkatkan kerentanan terhadap masyarakat yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup dan SDA. Karena selama ini para pejuang Lingkungan Hidup sering kali diberikan label sebagai kelompok orang yang menghambat investasi dan pembangunan," ujar Khalisah ketika ditemui di Kantor Eksekutif WALHI, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

baca juga:

Tidak hanya diksi 'hajar saja', dirinya juga menyayangkan arahan jokowi yang merelasikan semangat reformasi birokrasi dengan perihal percepatan pemberian izin. WALHI merekam ada arahan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk tetap 'menutup mata' dalam memberikan izin lahan. Hal tersebutlah justru terlihat sangat kontradiktif dengan semangat penyelesaian konflik agraria dan SDA yang terus berlangsung.

"Disini jelas terlihat sangat bertentangan dengan semangat mengeluarkan kebijakan permanen untuk menyelamatkan kemanusiaan dan lingkungan hidup Indonesia yang mulai dijanjikan sejak 2014 silam. Dimana sejumlah rancangan regulasi juga mengabaikan lingkungan hidup dan rakyat Indonesia," ujarnya.

"Pada akhirnya ini semua bukan tentang aku atau kamu, juga bukan tentang kami atau mereka melainkan ini tentang nasib lingkungan hidup dan masa depan generasi bangsa. Kami hanya berharap agar Presiden dan Wakil presiden terpilih periode (2019-2024) tidak lagi main-main dengan urusan yang terkait dengan keselamatan hidup rakyat dan konsisten dalam menjalankan nawacita untuk memastikan keberlanjutan lingkungan hidup dan menjalankan pembangunan yang berkeadilan sosial dan ekologis," tutup Khalisah.

Hadir dalam kesempatan yang sama, Boy Even Sembiring selaku Manager Kajian Kebijakan WALHI menyatakan bahwa menguatnya narasi undangan Investasi seluas-luasnya dalam rangka menciptakan lapangan pekerjaan nyatanya hanya mempertegas skenario 'bermuka dua' yang dimainkan oleh Jokowi selama 5 tahun ini.

Bahkan, lanjut Even, beberapa pernyataan Jokowi mengenai kebijakan dan dokumen janji politiknya bersebrangan jauh antara keberpihakannya terhadap lingkungan dan kemanusiaan melawan keberpihakannya terhadap investasi.

"Nyatanya menggenjot Investasi untuk membuka kran lapangan pekerjaan guna meningkatkan kesejahteraan rakyat tidak lebih hanya sebagai pandangan Trickle Down Effect bagi rakyat kebanyakan yang pada akhirnya menjadi sebuah logika yang dipaksa untuk logis," ujar Even.

Dirinya menambahkan, Rakyat seharusnya dijadikan sebagai Subjek yang mampu mengelola kekayaan alamnya melalui kebijakan yang memberikan perlindungan terhadap wilayah kelola rakyat, bukan ditaruh di pinggiran dan tergerus. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Iptek

Audi Investasi 100 Juta Euro untuk Infrastruktur Pengisian Daya Mobil Listrik

Image

Hiburan

Mulan Jameela Angkat Bicara Soal Investasi Bodong MeMiles

Image

News

Jokowi Sebut Menkumham Pengurus Partai, Jansen Demokrat: Kacau Benar Landasan Berpikirnya

Image

News

Erdogan: Uni Eropa Hadapi Ancaman Teror jika Pemerintahan Tripoli Jatuh

Image

Ekonomi

Tata Motor Optimis Penjualan Mobilnya Akan Meroket Tahun Ini

Image

Ekonomi

Sandi Urun Saran Soal Jiwasraya: Harus Dilakukan Audit Forensik

Image

Ekonomi

Defisit Perdagangan Melebar, Investasi China ke Indonesia Justru Naik

Image

News

Polisi: Korban Investasi Bodong MeMiles Sebanyak 264 Ribu Orang

Image

News

Ada Larangan Beli Dagangan Putra Jokowi, Kaesang Pangarep Malah Bersyukur

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Proyek Terpadu Pesisir Ibu Kota Perlu Dilanjutkan Demi Tangkal Banjir

NCICD) di pesisir Jakarta harus dilanjutkan dalam rangka menanggulangi banjir rob agar tidak menahan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Image
Ekonomi

Ada 840.000 Hektare Lahan Belum Dimanfaatkan Maksimal untuk Budidaya Rumput Laut

Ada sekitar 840.000 hektare lahan efektif yang belum termaksimalkan.

Image
Ekonomi

Simak Tips Atur Keuangan Jelang Imlek Biar 'Ga Tekor'

Tinggal menghitung hari, warga keturunan Tionghoa akan merayakan tahun baru Imlek.

Image
Ekonomi

Ke Labuan Bajo, Jokowi Bakal Tinjau Proyek Terminal Multipurpose hingga Resmikan Hotel

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Negara Iriana pada hari ini bertolak menuju Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Image
Ekonomi

Berikut 5 Ide Usaha Kuliner Terlaris di Musim Hujan, Yuk Coba!

Ada beberapa makanan yang justru lebih digandrungi. Biasanya yang hangat atau pedas karena cocok dengan cuaca yang dingin.

Image
Ekonomi

Sektor Pengolahan Perikanan Akan Tumbuh 20 Persen Tahun Ini, Jika...

Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) memprediksi sektor pengolahan perikanan akan tumbuh.

Image
Ekonomi

Komunitas Pengusaha Batam Tolak PMK 199 Soal Ambang Batas Impor, Kenapa?

Komunitas pelaku usaha dalam jaringan Kota Batam (Batam Online Community/BOC) menolak pemberlakuan 199/PMK.04/2019.

Image
Ekonomi

BI Dorong Sertifikasi Halal Bagi Para Pelaku UMKM

Bank Indonesia (BI) mendorong sertifikasi halal produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Image
Ekonomi

KKP Bebaskan Nelayan yang Tertangkap Aparat Maritim Malaysia

KKP berhasil membebaskan nelayan Indonesia yang ditangkap oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).

Image
Ekonomi

Menhub Tinjau Infrastruktur Transportasi di Labuan Bajo

Budi Karya Sumadi melakukan tinjauan ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, untuk melihat kesiapan sejumlah infrastruktur transportasi.

terpopuler

  1. Banjir Rendam Kawasan Cikini, Anak Buah Anies Kompak Salahkan Kontraktor Revitalisasi TIM 

  2. Ketimbang Beli Toa, Pengamat Sarankan Anies Tidak Gengsi Kembangkan Aplikasi Warisan Ahok

  3. Monas Digunduli, Ferdinand: Gubernurnya Gagal Fokus dengan Masalah Jakarta

  4. Jokowi Sebut Menkumham Pengurus Partai, Jansen Demokrat: Kacau Benar Landasan Berpikirnya

  5. Newcastle Beri Chelsea Kekalahan Menyakitkan

  6. McGregor Kalahkan Cerrone Lewat TKO dalam 45 Detik

  7. Hapus Dahaga Juara di Indonesia, Apriyani Tak Kuasa Menahan Tangis

  8. Jaksa Hilangkan Nama Khofifah di Tuntuan Rommy, Pakar Hukum Bilang Begini

  9. Erdogan: Uni Eropa Hadapi Ancaman Teror jika Pemerintahan Tripoli Jatuh

  10. Juarai Indonesia Masters, Anthony Ginting Hapus Puasa Gelar

fokus

Problematika Kota
Masa Depan Buruh
Waspada Hoaks

kolom

Image
Ujang Komarudin

Dicari Pimpinan KPK Bernyali Tinggi

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Politik Dinasti Jokowi dalam Pilkada 2020

Image
Harmaini Sitorus

Menimbang Tes DNA dalam Penetapan Hak Waris

Image
Abdul Aziz SR

Kerusakan Moral dalam Politik

Wawancara

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Sosok

Image
Ekonomi

Dirikan Startup di Usia 21 Tahun hingga Raih Women in Tech, 10 Fakta Menarik Alamanda Shantika

Image
Hiburan

Lama Tak Terdengar Kabarnya, 'Dukun Cilik' Ponari Akan Segera Menikah

Image
News

Didukung Amien Rais Jadi Caketum PAN, 5 Fakta Sepak Terjang Karier Mulfachri Harahap