breaking news: Trio Ikan Asin Jalani Sidang dengan Agenda Putusan Sela

image
Login / Sign Up

Pasca Kisruh Laporan Keuangan, Garuda Indonesia Kembali Berulah Soal Stiker

Atikah Umiyani

Indepth

Image

Heboh tulisan 'Terima kasih Jokowi' pada badan pesawat Garuda Indonesia yang akan memberangkatkan Haji. | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Tahun ini tahun yang penuh tantangan bagi maskapai pelat merah Garuda Indonesia. Belum usai kisruh laporan keuangan, maskapai pelat merah Garuda Indonesia kembali menuai kontroversi lantaran memasang stiker bertuliskan "Terimakasih Pak Jokowi, do'akan kami menjadi Haji yang mabrur" di badan pesawat saat memberangkatkan jamaah haji kloter pertama.

Kisruh Laporan Keuangan

Kabar terakhir, perseroan berkode emiten GIAA itu diwajibkan membayar sanksi administratif berupa denda mencapai Rp1,25 miliar. Adapun denda tersebut diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sanksi atas penyajian laporan keuangan yang dinilai janggal.

baca juga:

Viral Stiker "Terima Kasih Pak Jokowi" di Badan Pesawat Garuda Indonesia

Kejadian ini bermula dari video unggahan di instagram feed milik perseroan. Dalam video itu diberitakan Direktur Utama Garuda Indonesia, Bapak Ari Askhara melepas keberangkatan pertama dari Bandara Adi Soemarmo, Solo.

"Penerbangan fase keberangkatan akan terus berlangsung hingga 5 Agustus nanti dan Garuda Indonesia Group berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik untuk para jemaah hingga kepulangan ke Tanah Air. Semoga seluruh jemaah senantiasa selamat dalam perjalanan dan mendapatkan ibadah yang sempurna,” dalam video tersebut.

Dan pada detik antara delapan hingga sepuluh di video, stiker tulisan "Terima Kasih Pak Jokowi" tersebut akan jelas terlihat di badan pesawat Garuda.

Garuda Benarkan Perihal Stiker "Terima Kasih Pak Jokowi"

Manajemen Garuda Indonesia melalui VP Corporate Secretary M. Ikhsan Rosan membenarkan tulisan ucapan terimakasih tersebut dituliskan pihaknya di badan pesawat Garuda. Namun ia mengungkapkan tulisan tersebut sebagai ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo.

"Karena (Jokowi) direncanakan akan melepas keberangkatan penerbangan pertama jemaah haji embarkasi Solo, dan atas penambahan kuota jemaah haji kita," jelasnya.

Akan tetapi karena suatu dan lain hal, schedule berubah akhirnya Jokowi tidak jadi melepas jemaah haji kloter satu di Solo tersebut.

Ikhsan juga menegaskan, ucapan terima kasih di badan pesawat tersebut juga dibuat hanya untuk kepentingan hari pelepas saja. "Setelah itu badan pesawat dibersihkan kembali," jelas Ikhsan.

Banjir Kritikan dari Warganet Hingga Politisi di Twitter

Banyak netizen mempertanyakan maksud tersebut, bahkan ada beberapa politisi yang mendesak Jokowi untuk mencopot direksi lantaran telah berbuat nyeleneh tersebut.

Salah satunya, Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaen yang menilai hal tersebut berlebihan di tengah permasalahan laporan keuangan.

Ia juga beranggapan, manajemen Garuda Indonesia memanfaatkan momen haji untuk mengambil hati Presiden Jokowi dengan ucapan tersebut.

"Menurut saya Garuda berlebihan membuat tulisan itu. Mungkin motifnya untuk mengambil hati pak Jokowi di sela masalah laporan keuangan yang dihadapi Garuda," cuit Ferdinand di Twitter yang dipantau Akurat.co.

Ferdinand berharap Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara segera dicopot dari jabatannya, terkait banyaknya masalah yang menerpa Garuda. "Saya yakin pak @jokowi tidak senang dengan ini dan semoga Dirut Garuda ini segera dipecat. @KemenBUMN," kata Ferdinand.

Senada dengan Ferdinand, politisi Dahnil Anzar Simanjuntak juga mendesak Jokowi untuk segera memecat para direksi Garuda yang melakukan kehebohan ini.

"Saran saya Pak @jokowi pecat saja Direksi Garuda Indonesia yang menginisiasi tulisan pesan tsb, di tengah skandal Laporan Keuangan yang bermasalah masih bisa menunjukkan laku menjilat teramat sangat, yang justru mempermalukan Presiden," kata dia dalam akun Twitternya, @Dahnilanzar.

Bahkan Direktur Centre for Strategic and Policy Studies (CSPS) Indonesia Prijanto Rabbani mengatakan apa yang dilakukan Garuda merupakan hal ceroboh. "Ini tindakan ceroboh dan jauh dari etis... Sudah selayaknya direksi @IndonesiaGaruda diberi sanksi, bahkan dipecat... Mencoreng nama Garuda Indonesia," kata dia dalam akun Twitternya, @PriRabbaniReal.[]

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

Indonesia Persiapkan Labuan Bajo untuk Pertemuan G20, Jokowi: Ini Sebuah Pekerjaan Besar

Image

News

Rustam: Saya Harap Jokowi Sangat Sensitif dan Tidak Diam terhadap Kasus-kasus Intoleransi

Image

Ekonomi

Kinerja Investasi RI 5 Tahun Terakhir, Faisal Basri: Tidak Buruk-Buruk Amat

Image

News

Jokowi Diminta Segera Bentuk Satgassus Asuransi

Image

Ekonomi

Jokowi Sebut Labuan Bajo Bakal Jadi Destinasi Super Premium, Ini Sederet PR yang Bakal Dibenahi

Image

Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Belum Juga Terakselerasi, Faisal Basri: Kurang Usaha Keras Apa Lagi?

Image

News

Hari Ini Pramugari Garuda Indonesia Diperiksa Polisi

Image

Ekonomi

Ke Labuan Bajo, Jokowi Bakal Tinjau Proyek Terminal Multipurpose hingga Resmikan Hotel

Image

News

Pemecatan Helmy Yahya Baru Masuk Akal Kalau Satu dari Tiga Hal Ini Terpenuhi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Dihadapan DPR, Menkes Putus Asa Soal Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

pada akhirnya peserta kelas III mandiri BPJS Kesehatan tetap dikenakan kenaikan iuran.

Image
Ekonomi

Pemerintah Belum Tetapkan BUMN Penerima PMN Rp1 Triliun

Pemerintah belum memutuskan BUMN penerima dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1 triliun pada APBN 2020.

Image
Ekonomi

Meningkatkan Kualitas Investasi Jadi Tantangan Besar RI

Ekonom Faisal Basri menyebut tantangan terbesar Indonesia adalah bagaimana meningkatkan kualitas investasi.

Image
Ekonomi

Total Investasi Induk BUMN Tambang Capai Rp24 Triliun di 2020

Proyek strategis 2020 dari MIND ID di antaranya dalam membangun proyek PLTU Sumatera Selatan

Image
Ekonomi

Legislator Singgung Insentif Direksi BPJS Kesehatan Capai Rp4,11 Miliar

Insentif yang diterima Dewas per bulannya sebesar Rp211,14 juta per bulan.

Image
Ekonomi

Pemerintah Janji Cari Titik Keseimbangan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja

Menurut Moeldoko, omnibus law diajukan ke DPR RI dengan tujuan menciptakan lapangan kerja dan penataan pajak.

Image
Ekonomi

Bank Commonwealth Jelaskan Pembobolan Uang Ratusan Juta Milik Ilham Bintang, Faktanya Mengejutkan!

memberikan klarifikasi mengenai kasus pencurian dana di rekening milik nasabahnya.

Image
Ekonomi

DPR Klaim Bakal Akomodir Seluruh Kepentingan Melalui RUU Cipta Lapangan Kerja

DPR belum secara resmi menerima draf Naskah Akademik (NA) RUU Cipta Lapangan Kerja dari pemerintah.

Image
Ekonomi

Pasca Keluarkan Helmy Yahya, Dewas TVRI Titahkan 5 Hal untuk Karyawannya

Dewan Pengawas Televisi Republik Indonesia (TVRI) menyampaikan lima arahan.

Image
Ekonomi

Legislator Murka, BPJS Kesehatan Ingkar Soal Kenaikan Iuran Peserta Kelas III Mandiri

Berdasarkan rapat terakhir disepakati bahwa iuran BPJS Kesehatan Kelas III tidak akan mengalami kenaikan.

terpopuler

  1. 5 Fakta Menarik Fany Kurniawaty, Pramugari yang Disebut Calon Istri Sule

  2. Gagal Bersinar, 5 Artis Bollywood ini Justru Terjerumus Dunia Prostitusi

  3. 10 Potret Manis Nadia, Anak Ekki Soekarno yang Eksis jadi Reporter

  4. Tengku Marah: Manusia Ini Telah Memfitnah Isteri Saya yang Masih Sehat Dikatakan Sudah Mati

  5. Ada yang Bergelar Raden Ajeng, 5 Artis Tanah Air Ini Ternyata Masih Keluarga Keraton

  6. Pelajar Bunuh Begal, Ferdinand Ingatkan Kejaksaan "Jangan Konyol Ah!"

  7. Pelajar Bunuh Begal, Hotman: Si Laki-laki Muda Itu Membunuh karena Membela Kehormatan Pacar yang Hendak Diperkosa

  8. Warga Binaan Masuk Islam: Setiap Lihat Rekan-rekan Sesama Usai Salat, Mereka Terlihat Tenang

  9. Ditanya Keberadaan Harun Masiku, Puan Maharani: Tanya ke Partai, Bukan ke Ketua DPR

  10. Dulunya Bermarkas di AS, Ini 5 Fakta Menarik Saudi Aramco, Perusahaan Minyak Terbesar di Dunia

fokus

Toleransi vs intoleransi
Problematika Kota
Masa Depan Buruh

kolom

Image
Ujang Komarudin

Dicari Pimpinan KPK Bernyali Tinggi

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Politik Dinasti Jokowi dalam Pilkada 2020

Image
Harmaini Sitorus

Menimbang Tes DNA dalam Penetapan Hak Waris

Image
Abdul Aziz SR

Kerusakan Moral dalam Politik

Wawancara

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Sosok

Image
News

Tutup Usia, 5 Fakta Penting Pendiri MER-C Dokter Joserizal Jurnalis

Image
News

Liburan hingga Nongkrong Bareng, 10 Potret Hangat Helmy Yahya bersama Keluarga

Image
News

Angkat Tema Berkuda, 7 Potret Prewedding Aspri Prabowo Subianto, Ridwan Dhani Wirianata