image
Login / Sign Up

Pengamat Nilai Seleksi Calon Anggota BPK Cacat Prosedural

Siti Nurfaizah

Seleksi Anggota BPK RI

Image

Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia | AKURAT.CO/Denny Iswanto

AKURAT.CO Direktur Eksekutif Center for Badget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai ada cacat prosedural pada tahap seleksi administrasi calon pimpinan BPK yang dilakukan Tim Seleksi calon pimpinan BPK di DPR RI, yakni penilaian makalah yang tidak dihadiri para calon, tapi hanya dilakukan secara sepihak oleh Tim Seleksi.

"Itu artinya cacat prosedural. Kalau tidak dihadiri calon dalam penilaian makalah, dan mereka 32 calon yang gugur dapat mengadukannya ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), karena merasa dirugikan atas proses seleksi itu," kata Uchok Skay Khadafi, melalui telepon selulernya, di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Uchok Sky Khadafi mengatakan hal itu, di Jakarta, Kamis, menanggapi 32 calon pimpinan BPK yang berhasil lolos seleksi administrasi Tim Seleksi Komisi XI DPR RI, dari 64 calon pimpinan BPK. Sebanyak 32 calon anggota BPK lainnya yang dinyatakan gugur, empat diantaranya adalah auditor profesional yang memiliki CPA.

Menurut Uchok, seharusnya dalam penilaian sebuah makalah harus disertakan si pembuatnya, dan dilakukan secara terbuka seperti uji kelayakan dan kepatutan. "Pemberian penilaian makalah calon ini terlalu dini. Seharusnya makalah itu dinilai ketika didengarkan pemaparannya dalam sesi uji kelayakan dan kepatutan," katanya dilansir dari Antara. 

Kalau makalah dinilai pada sesi uji kelayakan dan kepatutan, menurut Uchok, dapat diketahui apakah makalah tersebut murni hasil pemikirannya atau bukan. "Hal itu dapat dinilai dari pendalaman makalah, apakah si calon tersebut benar-benar menguasai materi makalah tersebut. Nanti akan ketahuan," katanya.

Uchok menyatakan menyayangkan Tim Seleksi calon pimpinan BPK DPR RI sudah memberikan penilaian makalah lebih dulu, sebelum mendengarkan penjelasan dari calon. Uchok juga mempertanyakan standar penilaian terhadap makalah yang diterapkan dalam proses seleksi persyaratan administrasi calon pimpinan BPK.

"Seharusnya dalam melakukan seleksi administrasi yang dinilai adalah kelengkapan prasyaratnya, tapi Tim Seleksi sudah melakukan penilaian substansi pada proses administrasi," katanya. Menurut Uchok, publik nantinya akan memberikan penilaian, bahwa kerja Tim Seleksi calon pimpinan BPK DPR RI asal-asalan, sehingga hasilnya pun akan asal-asalan.

Sementara itu, mantan Komisioner Bidang Penindakan KPK Haryono Umar mengusulkan, agar anggota BPK sebaiknya adalah para auditor profesional yang telah memiliki kompetensi dengan memiliki certified public accountant (CPA).

"Anggota BPK idealnya adalah para auditor profesional yang memiliki CPA serta sangat memahami audit korupsi. Selama ini yang terpilih menjadi pimpinan KPK adalah dari partai politik atau politisi," kata Haryono Umar melalui telepon selulernya, di Jakarta, Kamis.

Haryono yang berlatar belakang sebagai auditor di BPK dan BPKP ini juga mengingatkan, dalam proses seleksi calon pimpinan BPK, selain mengutamakan faktor kompetensi, juga mempertimbangkan independensinya.

Direktur Lembaga Anti Fraud (Latifa) Perbanas Institute ini menyatakan, heran dengan pemberian penilaian makalah para calon pimpinan BPK yang dilakukan dalam tahap seleksi administrasi, bukan pada tahap uji kelayakan dan kepatutan yang juga dinilai aneh.[] 

baca juga:

Editor: Prabawati Sriningrum

Sumber: Antara

berita terkait

Image

News

PDIP Dukung Jokowi Evaluasi Menteri Kabinet yang Berkinerja Buruk di Tengah Pandemi

Image

Ekonomi

Komisi XI Tak Ragu 'Kocok Ulang' Pimpinan OJK dan BI Jika Belum Perbaiki Kinerja

Image

News

Siswa Gagal Seleksi PPDB Terancam Putus Sekolah, PSI Minta Anies Siapkan SubsidiĀ 

Image

Ekonomi

DPR Buka Opsi 'Reshuffle' Pimpinan BI dan OJK, Ada Apa?

Image

News

Wabah Corona

BPKH Sebut Pendaftar Haji Turun 50 Persen karena Corona

Image

News

Haji 2020 Dibatalkan, BPKH Usul Ada Kebijakan Nilai Manfaat Bagi Jemaah

Image

News

Datangi Kejagung, DPR: Ada Oknum Lindungi Djoko Tjandra Sejak Jadi Buron

Image

News

Soal RUU HIP, Budayawan NU Heran Sifat Politicking Parpol Lebih Dominan

Image

News

Ace Hasan: Bansos Tunai Harus Tepat Waktu dan Tepat Sasaran

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Capai Rp17,2 Triliun! Ini 5 Perampokan ATM Paling Merugikan di Dunia

Ada yang terjadi hanya dalam waktu beberapa jam saja

Image
Ekonomi

Mana Lebih Cuan, Investasi di Fintech, Deposito, atau Reksa Dana?

Instrumen investasi produk keuangan kini beragam jenisnya. Mulai dari reksa dana, deposito, dan fintech, kira-kira mana yang menguntungkan?

Image
Ekonomi

Tak Terpengaruh Corona, Penyaluran Pinjaman Fintech Masih Tumbuh Subur

Perusahaan teknologi finansial pinjam meminjam (fintech peer-to-peer lending) masih bertahan di tengah pandemi virus corona saat ini.

Image
Ekonomi

Menteri KKP Klaim Tak Ada Potensi Lobster Punah

Adanya pembudidayaan lobster tentu bisa membantu meningkatkan jumlah lobster yang bisa tumbuh menjadi besar dan dapat dinikmati masyarakat.

Image
Ekonomi

New Normal Transportasi Laut, Pelni Optimis Jumlah Penumpang Meningkat

Pelni tetap mematuhi peraturan yang berlaku terkait kegiatan naik turun penumpang kapal.

Image
Ekonomi

Gerindra Dapat Untung dari Ekspor Benih Lobster, Begini Kata Edhy Prabowo

Pendapatan para nelayan juga menurun, bahkan harus berurusan dengan hukum ketika menangkap benih lobster.

Image
Ekonomi

Komisi XI Tak Ragu 'Kocok Ulang' Pimpinan OJK dan BI Jika Belum Perbaiki Kinerja

Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto mengatakan pihaknya akan mengevaluasi kepemimpinan di BI dan OJK.

Image
Ekonomi

5 Startup Fintech dengan Layanan Paling Keren, Ada yang Bisa untuk Salurkan Dana Sosial

Dunia fintech Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya

Image
Ekonomi

Lowongan Kerja MRT Jakarta Terbaru Juli 2020 Nih, Cus Daftar!

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta membuka kesempatan lowongan pekerjaan.

Image
Ekonomi

Peningkatan Aktivitas Ekonomi Gairahkan IHSG Hari Ini

IHSG dibuka menguat 17,53 poin atau 0,35 persen ke posisi 5.006,39.

terpopuler

  1. Hati-hati! Begini Modus Baru Penjahat di Ruang ATM

  2. Ditemukan Mutasi Baru Virus Corona, Lebih Cepat Menular namun Sakitnya Tak Lebih Parah

  3. Modus Pura-pura Bikin Surat Bebas COVID-19, Pria Berjimat Kelabui ART hingga IRT

  4. 5 Gempabumi Terbesar di Indonesia

  5. Unik dan Kreatif, Cewek Jogja ini Dinamai Dita Leni Ravia Oleh Orang Tuanya

  6. Anak Buah Anies Baswedan Diduga Lakukan Pungli di Pasar Johar Baru

  7. Ini Penjelasan Kenapa Tidak Ada Penalti untuk Injakan Sergio Ramos ke Raul Garcia

  8. Pamer Nggak Sengaja Masuk TV, Pria ini Malah Jadi Candaan Warganet

  9. Tekad Ingin Kurus, Ivan Gunawan Pamer Foto Perut Sixpack

  10. Kelakar Sultan HB X Usai PSSI Coret Mandala Krida Jadi Venue Pildun U-20 Karena Merapi

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Renasionalisasi BUMN

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Kami Cinta Polisi Sekaligus NKRI

Image
UJANG KOMARUDIN

Marah-marah dan Ancaman Reshuffle

Image
Riyanda Barmawi

Lobster Edhy Dalam Bayang-Bayang Susi

Wawancara

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Image
News

Interview Mardani Ali Sera: Tidak Urgen, Stop dan Batalkan RUU HIP!

Sosok

Image
News

Kenang Masa Awal Pernikahan, Ini 5 Foto Lawas Mesranya Arumi Bachsin dan Emil Dardak

Image
Gaya Hidup

Mengenal Herni Ekamawati, Pecinta Kopi yang Jadi Ratu EO

Image
News

Terseret Kasus Bank Bali hingga Jadi Buronan, 5 Fakta Penting Djoko Tjandra