image
Login / Sign Up

Mencari Titik Temu Polemik Pungutan Ekspor Sawit

Wayan Adhi Mahardika

Indepth

Image

Petani menimbang kelapa sawit di Kinali, Pasaman Barat, Sumatra Barat, Sabtu (1/12/2018). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, sektor kelapa sawit menghadapi penurunan harga crued palm oil (CPO) sebesar 24 persen, dari 636 dolar AS per ton menjadi 485 dolar AS per ton hingga akhir Oktober 2018. | ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

AKURAT.CO Langkah pemerintah yang ingin memberlakukan kembali Pungutan Ekspor Sawit mendapat reaksi beragam dari Petani' class='related-tag'>Petani Sawit itu sendiri. Sebagian pihak mensetujui ini namun banyak juga yang tak setuju karena di tuduh penyebab turunnya harga buah tandan segar (TBS). 

Sejak akhir tahun lalu, pemerintah membuat kebijakan tidak mengenakan Pungutan Ekspor Sawit karena rendahnya harga CPO. Kemudian pemerintah telah menerbitkan beleid yang membebaskan industri dari Pungutan Ekspor Sawit.

Beleid ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan No.23/PMK.05/2019 tentang perubahan kedua atas Peraturan Menteri Keuangan No 81/PMK.05/2018 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

baca juga:

Regulasi tersebut  berlaku mulai 11 Maret 2019 yang berlaku hingga 31 Mei 2019. Dalam aturan disebutkan bahwa Pungutan Ekspor tetap dibebaskan setelah 1 Juni 2019 dan seterusnya, apabila harga CPO di bawah USD 570.

Selanjutnya, CPO dan produk turunan dengan harga antara USD570 - USD619 per ton dikenakan tarif Pungutan bervariasi sesuai jenis di rentang US$5 hingga US$25 per ton. Kemudian, CPO dan produk turunan dengan harga di atas US$619 per ton juga akan dikenakan tarif bervariasi sesuai jenis di kisaran USD10 hingga USD50 per ton.

Berdasarkan penetapan Kementerian Perdagangan (Kemendag), harga Crude Palm Oil (CPO) untuk penetapan Bea Keluar (BK) periode Juli 2019 adalah USD 542,45 per MT. Artinya, saat ini, tidak ada Pungutan Ekspor Sawit.

Mengapa Pungutan Ekspor Sawit harus dilanjutkan?

Petani' class='related-tag'>Petani yang pro akan kembalinya ada Pungutan adalah Asosiasi Petani' class='related-tag'>Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) yang meminta pemerintah untuk melanjutkan kebijakan Pungutan Ekspor Sawit.

Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat ME Manurung mengatakan, dana Pungutan telah dirasakan Petani' class='related-tag'>Petani melalui berbagai kegiatan seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), beasiswa anak Petani' class='related-tag'>Petani serta buruh Sawit, dan pelatihan kompetensi Petani' class='related-tag'>Petani.

Dia menilai Pungutan sangat berdampak positif bagi Petani' class='related-tag'>Petani. Sejak pertengahan 2015, dana Pungutan yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) sangat bermanfaat bagi para Petani' class='related-tag'>Petani khususnya.

Sebagai contoh, ada 10 ribu Petani' class='related-tag'>Petani Sawit Apkasindo di 22 provinsi dan 116 Kabupaten/Kota yang mendapatkan pelatihan teknis berkebun. Selain itu, dana Pungutan juga dimanfaatkan bagi pengembangan riset dan kegiatan promosi Sawit di dalam serta luar negeri. Adapula lebih dari 50 ribu hektar lahan Petani' class='related-tag'>Petani sudah mendapatkan hibah Rp25 juta per hektare untuk program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

"Yang harus dicatat, PSR ini kebijakan strategis pemerintahan Joko Widodo dalam rangka meningkatkan kesejahteraan Petani' class='related-tag'>Petani. Program tersebut dapat terjadi karena Presiden menerbitkan Perpres 61 Tahun 2015 dan berdirinya BPDP-KS. Selama negara ini berdiri, belum ada kebijakan strategis seperti itu," tegas dia.

Gulat juga membantah pernyataan yang menyebut jika Pungutan Ekspor menjadi biang keladi turunnya harga tandan buah segar (TBS) Sawit Petani' class='related-tag'>Petani belakangan ini. Itu sebabnya, Pungutan Ekspor perlu diberlakukan kembali walaupun besarannya perlu disesuaikan.

"Sebab lagi-lagi saya katakan, PE (Pungutan Ekspor) tidak ada kaitannya dengan penurunan harga TBS Petani' class='related-tag'>Petani," kata dia.

Selain itu Apkasindo berpendapat bahwa Pungutan Ekspor dapat mendorong ekspansi pengusaha Sawit ke sektor hilir. Meski lebih murah Pungutan pada sektor hilir, banyak pelaku usaha lebih memilih Ekspor produk mentah CPO lantaran lebih mudah, praktis, dan cepat.

Namun, Gulat mengakui pandangannya berbeda dengan asosiasi Petani' class='related-tag'>Petani lainnya yang justru menentang adanya Pungutan Ekspor Sawit karena dianggap membebani. Padahal, dengan mengembangkan sektor hilir, menurutnya penyerapan Tandan Buah Sawit (TBS) akan lebih stabil. Selain itu, penyerapan TBS tidak akan terpengaruh oleh kampanye negatif di Eropa.

Pungutan Ekspor Sawit biang kerok rendahnya TBS

Disisi kontra Serikat Petani' class='related-tag'>Petani Kelapa Sawit (SPKS) menilai punggutan Ekspor penyebab jatuthnya harga TBS. hal itu disebabkan ekportir menutup biaya punggutan dengan memberatkan kepada Petani' class='related-tag'>Petani dengan membeli harga yang murah. Sederhananya, para pengusaha membayar Pungutan Sawit dengan memotong harga beli TBS kelapa Sawit dari tingkat Petani' class='related-tag'>Petani.

"Terbukti dengan Pungutan 50 USD/ton harga tandan buah segar (TBS) Petani' class='related-tag'>Petani telah mengalami penurunan sekitar Rp 120-150/kg," tutur Mansuetus Darto.

Sementara itu, Petani' class='related-tag'>Petani Sawit anggota SPKS Tanjabar, Jambi, Vincentius Haryono mengatakan, selain adanya Pungutan dana Sawit, program biodiesel juga dipandang jadi salah satu penyebab jatuhnya TBS Sawit di tingkat Petani' class='related-tag'>Petani.

Petani' class='related-tag'>Petani, tak punya pilihan selain menjual TBS kelapa Sawit mereka ke tengkulak dengan harga rendah, lantaran kalangan industri lebih senang menyerap kelapa Sawit mereka sendiri untuk kebutuhan Biodiesel ketimbang menyerap kelapa Sawit dari Petani' class='related-tag'>Petani.

Selain itu Asosiasi Petani' class='related-tag'>Petani Plasma Kelapa Sawit Indonesia (APPKSI) pada Juni lalu menuntut pemerintah mencabut kebijakan Pungutan Ekspor minyak Sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Pasalnya Pungutan USD50 per ton Ekspor CPO mengakibatkan harga tandan buah segar (TBS) merosot, sehingga menyengsarakan Petani' class='related-tag'>Petani.

APPKSI mengatakan selama tiga tahun hasil Pungutan Ekspor CPO yang dihimpun Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDKS) hanya dinikmati konglomerat pemilik industri biodiesel. Mereka mendapatkan dana yang dihimpun dari Pungutan Ekspor CPO sebagai dana untuk menyubsidi industri biodiesel.

"Hanya 0,1 persen saja dana Pungutan Ekspor CPO yang digunakan untuk program replanting kebun Petani' class='related-tag'>Petani. Itu pun Petani' class='related-tag'>Petani dibebani dengan bunga pinjaman bank yang tinggi jika ikut program replanting dari BPDKS," ungkap Ketua Umum APPKSI Andri Gunawan.

Andri bilang, dalam tiga bulan terakhir Petani' class='related-tag'>Petani Sawit baru menikmati peningkatan harga TBS. Sejak Mei 2016 diadakan Pungutan Ekspor CPO, harga TBS Sawit anjlok hingga mencapai harga yang dianggap sangat merugikan.

Selain menyengsarakan Petani' class='related-tag'>Petani, ucap Andri, Pungutan Ekspor CPO juga bakal menyebabkan jatuhnya harga CPO Indonesia. Jika demikian, CPO Indonesia akan sulit bersaing dengan produk Ekspor CPO Malaysia yang tidak dibebani Pungutan Ekspor oleh pemerintah mereka.

Banyak Petani' class='related-tag'>Petani kelapa Sawit menilai Pungutan Ekspor minyak Sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang hanya untuk kepentingan industri biodiesel. Sebab, hampir 99 persen dari dana tersebut diperuntukkan untuk insentif program Biodiesel Sawit.

Serikat Petani' class='related-tag'>Petani Kelapa Sawit (SPKS) mengatakan dana Pungutan Ekspor CPO yang dirasa sangat minim memberikan manfaat bagi para Petani' class='related-tag'>Petani kepala Sawit. Dana tersebut justru lebih banyak digunakan untuk kepentingan industri biodiesel .

Dari total dana Pungutan yang terkumpul sebanyak Rp 43 triliun sejak 2015, dialokasikan untuk insentif yang diterima oleh produsen biodiesel sekitar Rp 38,7 triliun dalam periode 2015-2019 atau rata-rata insentif mencapai Rp 7-8 triliun per tahun.

Sementara yang disalurkan untuk bantuan Petani' class='related-tag'>Petani melalui dana replanting hanya sekitar Rp 702 miliar sampai dengan tahun 2018 atau sekitar 1,6 persen.

"Karena itu, dapat dikatakan pengunaan dana Sawit selama ini alokasinya salah kaprah karena hanya untuk kepentingan industri biodiesel. Alasan industri untuk pasar baru dan stabilisasi harga hanya akal-akalan saja," tandasnya. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

DPR RI

Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertanian Meningkat, Ini Pesan Cak Imin untuk Pemerintah

Image

News

Jalan Tengah Penyelesaian Sawit Rakyat dalam Kawasan Hutan

Image

Ekonomi

Kewajiban Sertifikasi ISPO Buat Petani Sawit Ketar-ketir

Image

Ekonomi

NTP Juli 2020 Naik 0,49 Persen Jadi 100,09

Image

News

Didampingi BPP Kostratani, Pesisir Selatan Panen dan Tanam di Lokasi IPDMIP

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Ekonomi Minus Hingga 18,5 Persen, Spanyol Resmi Masuk Jurang Resesi

Image

Ekonomi

Salurkan Penjaminan Kredit, LPEI Gandeng 15 Bank

Image

Gaya Hidup

Eksis di Tengah Pandemi, Petani Milenial Wonogiri bangun Agrowisata Barro Tani Manunggal

Image

News

Kisah Petani Kosta Rika yang Hijaukan Kembali 7 Hektar Hutan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Kemenkeu Terbitkan 4 SUN Lewat Penempatan Langsung ke BI Senilai Rp82,1 Triliun

Pemerintah menetapkan hasil penerbitan empat seri SUN dengan cara penempatan langsung kepada BI senilai Rp82,1 triliun.

Image
Ekonomi

Ekonomi Jeblok, Fadli Zon: Dari Awal Pemerintah Sudah Salah Resep, Ganti Kokinya!

Perekonomian yang jeblok akibat Pemerintah salah resep.

Image
Ekonomi

Bos BKPM Klaim RUU Cipta Kerja Mampu Beri Kepastian Investasi

Saat ini ada sekitar 17 juta hingga 18 juta orang yang tengah membutuhkan pekerjaan.

Image
Ekonomi

Guyuran Insentif Rp2,4 Juta dari Pemerintah Bikin Buruh Semringah

KSPI mengapresiasi terhadap rencana pemerintah yang akan memberikan insentif kepada 13 juta pekerja/buruh bergaji di bawah Rp5 juta/bulan.

Image
Ekonomi

Jouska Sarankan Klien Jual Rumah buat Beli Saham, Perencana Keuangan: Keterlaluan!

Perencana Keuangan Safir Senduk merasa saran yang diberikan Jouska adalah tindakan yang melampaui batas.

Image
Ekonomi

Foto Lawas Cita-cita Masa SD Desainer Asal Medan ini Viral, Bikin Bangga!

Cita-citanya berhasil ia gapai!

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Wapres Ma'ruf Amin Sesumbar Ekonomi Kerakyatan Syariah Mampu Bertahan di Masa COVID-19

Ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu instrumen alternatif dalam rangka pemerataan kesejahteraan.

Image
Ekonomi

Koperasi BMT Bisa Dapat Dana Bergulir Hingga Rp100 M, Begini Syaratnya!

Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk LPDB sebesar Rp1 triliun akan habis terserap pada September 2020.

Image
Ekonomi

Dear HRD, Jangan Samakan Pekerjaan Marketing dan Sales

Seorang warganet mencurahkan kegusarannya kepada HRD dan perusahaan yang sering menyamakan posisi marketing dan sales.

Image
Ekonomi

Data Jegal Penyaluran Bantuan Pekerja Gaji Di bawah Rp5 Juta

Saat ini terdapat 2,1 juta pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) berdasarkan data yang dikumpulkan Kemnaker.

terpopuler

  1. Guyonan Fahri Hamzah: Puluhan Kali Saya ke Istana Belum Pernah Duduk di Meja

  2. Mantap Jiwa, 3 Zodiak Bakal Dikejar Rezeki di Agustus!

  3. Viral! Pelanggan PLN Protes, Tagihan Listriknya Bengkak Hingga Rp19 Juta

  4. Asing Resmi Caplok Bukopin, Anggota BPK: Bank Milik Gerakan Koperasi Kini Tinggal Kenangan

  5. Kemenkes Bantah Obat Herbal Dapat Sembuhkan Covid-19, Jonru: Kalau Kalung Corona Bisa?

  6. 7 Orang Terseret Ombak saat Main di Pantai Goa Cemara Bantul, 2 Meninggal Dunia

  7. Sindir Resesi Ekonomi, Yunarto Langsung Kepret Tengku Zul dengan 2 Pertanyaan

  8. Hadi Pranoto Klaim Ratu Elizabeth Pesan Obat Covid-19 Miliknya, Yunarto: Enough with This Guy

  9. Tekad AHY, Insya Allah Pemilu 2024 Demokrat Kembali Kuasai Kursi DPR

  10. Upaya Denny Indrayana Menjadi Gubernur Kalsel Terganjal Kasus Payment Gateway

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit  

Diskursus antara WHO dan Sains 'Vis a Vis Post-truth' Era Pandemi COVID-19

Image
DR TANTAN HERMANSAH

“Nyate” dan Perubahan Mikro Sosial

Image
Lasmardi Iswondo

Menjaga Kemabruran Haji

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Image
Video

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (1/2)

Sosok

Image
Ekonomi

Foto Lawas Cita-cita Masa SD Desainer Asal Medan ini Viral, Bikin Bangga!

Image
Hiburan

5 Potret Memesona Dian Syahfitri, Guru SMK di Deli Serdang yang Jadi Idola Para Murid

Image
Hiburan

Sisi Sederhana Ulama NU Gus Baha Kembali Terungkap, Ternyata Tak Punya WA