image
Login / Sign Up

Pasar Modal Bisa Disinergikan untuk Lunasi Utang Negara

Denny Iswanto

Image

Layar pergerakan saham di Bursa Efek Jakarta, Senin (10/6/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin ini menguat setelah libur panjang Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriah. IHSG dibuka menguat 68,18 poin atau 1,1 persen ke posisi 6.277,29. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 17,47 poin atau 1,78 persen menjadi 1.000,35.  | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Senior Stock Trader & Block Investors, Vier Abdul Jamal mengatakan pasar modal dapat disinergikan untuk meringankan beban utang luar negeri. Apalagi jumlahnya per akhir April 2019 untuk utang pemerintah dan bank sentral sudah sebesar 189,7 miliar dolar AS, serta utang swasta (termasuk BUMN) sebesar 199,6 miliar dolar AS.

“Solusi melunasi utang negara dan swasta dengan menggunakan struktur pasar modal bisa mempersingkat waktu penyelesaian utang. Bahkan, ke depan bisa menjadi sumber pendanaan bagi pemerintah atau swasta,” ujar Vier Abdul Jamal, senior Stock Trader & Block Investors, di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Ia mengatakan kekuatan pasar modal kita yang memiliki transaksi harian berkisar Rp 8-10 triliun, tak bisa mengabaikan kontribusi BUMN yang sudah bercokol sejak lama di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sebut saja misalnya, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Mandiri (Perseo) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Keempatnya pada 2017 masuk dalam 10 emiten dengan kapitalisasi terbesar pada 2017 dengan torehan Rp1.443 triliun per 29 Desember 2017.

Kapitalisasi emiten BUMN terus merangkak naik dari tahun ke tahun, jika pada 2014 sebesar Rp 1.339 triliun, melonjak menjadi Rp 1.839 triliun per 29 Desember 2017.

Bila BUMN yang telah melantai di BEI melakukan aksi korporasi dalam penerbitan saham baru Right Issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan leverage 10 kali dan rasio 1 : 99 maka puluhan, bahkan ratusan triliun lembar saham dapat dicetak dari proses ini. Dengan asumsi masing – masing BUMN yang listing di Bursa Efek Indonesia menerbitkan 250 triliun saham baru, maka dengan hanya empat perusahaan BUMN yang tercatat saja sudah bisa menerbitkan 1.000 triliun saham.

“Lalu, jika harga per lembar sahamnya naik menjadi dua kali lipat, maka dapat dipastikan mencetak 2.000 triliun,” papar Vier Abdul Jamal.

Hasil aksi korporasi yang menghasilkan 2.000 triliun saham baru tersebut, tambahnya, dapat dicairkan dengan menjualnya ke pasar untuk diserap investor ritel maupun institusi, negara dapat mengantongi minimal uang tunai Rp 2.000 triliun.

Struktur lainnya, jelas Vier Abdul jamal, adalah saham baru hasil Right Issue/HMETD tersebut dapat dijadikan sebagai Asset Back Securities dalam menerbitkan National Bond yang dapat dijual murah, misalnya Rp 50.000/unit.

Guna memuluskan strategi ini seluruh bank pemerintah dan swasta bisa menjadi agen penjualan ke investor ritel dan institusi. National Bond yang diterbitkan memberikan tenor waktu tertentu, misal tiga atau lima tahun dengan pilihan saat maturity date si pembeli bond boleh memilih menebus bond tersebut kembali dengan uang tunai plus return yang telah dijanjikan diawal.

“Atau, dikonversi ke saham – saham BUMN yang tercatat di BEI dengan capital gain atau deviden dari masing – masing saham tersebut,” tukasnya.

National Bond di atas dapat dikategorikan sesuai dengan kebutuhan pemerintah. Misal, untuk infrastruktur pembangunan Bandara, pelabuhan, dan jalan tol, pemerintah bisa menerbitkan National Infrastructure Development Bond. Contoh lainnya, National Tourism Development Bond dan National Education Development Bond.

Jurus menyinergikan BUMN yang melantai di bursa dengan konsep di atas, maka tanpa disadari kita seperti telah membangun National Federal Reserve yang nantinya memiliki cadangan uang banyak untuk membangun negara sekaligus melunasi utang–utang Indonesia.

Lewat konsep National Development Bond di atas seluruh warga negara dapat ikut berpartisipasi membangun negaranya. Termasuk melibatkan aparatur sipil negara (ASN), polisi, dan tentara nasional Indonesia (TNI) bahkan karyawan BUMN.

"Misal, dengan memotong Rp 50.000 gaji ASN, anggota TNI, anggota Polri, dan karyawan BUMN untuk membeli National Development Bond dan mendapatkan imbal hasil kedepannya dari negara, rasa-rasanya tidak ada abdi negara yang tidak mau membantu negaranya,” kata Vier Abdul Jamal. []

baca juga:

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

IHSG Masih Perkasa Berkat Efek Damai Dagang AS-China

Image

Ekonomi

MIND ID Caplok 20 Persen Saham Vale, Ferdinand: Direksi Jangan Gunakan Akal Sakit!

Image

Ekonomi

Menteri Rini Angkat Farida Mokodompit Jadi Plt Dirut Perum Perindo

Image

Ekonomi

Meski Melambat, ULN Indonesia Naik Hingga US$393,5 Miliar

Image

Ekonomi

IHSG Menguat Karena Sinyal Positif dari BI dan China

Image

Ekonomi

Said Didu Sarankan Menkominfo Larang PNS Hingga Pegawai BUMN Bermedsos

Image

Ekonomi

Hati-hati IHSG Berpotensi Lesu, Pilih Saham-saham Ini

Image

Ekonomi

IHSG Menguat Karena Sinyal Damai Perang Dagang

Image

Ekonomi

Bos BEI Ajak Perusahaan-perusahaan di Bursa Bantu Entaskan Kemiskinan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Perundingan Dagang Regional Dilanjutkan, Pengamat: Bisa Atasi Ketidakpastian Ekonomi Global

Pengamat perdagangan internasional Fithra Faisal Hastiadi memberikan apresiasi atas upaya pemerintah yang kembali membahas RCEP.

Image
Ekonomi

Pemerintah Bakal Revitalisasi BLK di Lampung Barat

Kementerian Ketenagakerjaan bakal merevitalisasi Balai Latihan Kerja di Lampung Barat guna mendorong implentasi program vokasi.

Image
Ekonomi

Beda dengan RI, Pemda China Justru 'Sikut-Sikutan' Beri Karpet Merah kepada Investor

Lambatnya investasi yang masuk ke Indonesia disinyalir akibat kurangnya dukungan dari pemerintah daerah (Pemda).

Image
Ekonomi

Apindo: Industrialisasi Solusi Tekan Defisit Neraca Dagang

Apindo menyebut pengembangan industrialisasi di hulu merupakan faktor utama penekan defisit neraca perdagangan.

Image
Ekonomi

Pengusaha Minta Pemerintah Tak Anggap Enteng Defisit Neraca Dagang

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengimbau pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kondisi neraca perdagangan yang defisit.

Image
Ekonomi

Alat Bayar Tol Bakal Terkoneksi ke Kartu Kredit dan Debit

Alat pembayaran tol elektronik yang saat ini menggunakan uang elektronik (e-money) berbasis chip akan diubah berbasis server.

Image
Ekonomi

Esther Duflo, Raih Nobel Ekonomi Karena Penelitiannya Tentang SD Inpres Indonesia

Esther Duflo merupakan wanita kedua dan juga orang termuda peraih nobel ekonomi sejak 50 tahun terakhir.

Image
Ekonomi

Dear Pemerintah, Investor Tak Butuh Pengurangan Pajak Tapi Kepastian Hukum

Chief Economist PT Bahana Sekuritas, Putera Satria Sambijantoro menilai kebijakan tersebut harus di pertimbangkan sebab ini akan beresiko me

Image
Ekonomi

5 Potret Garasi Legendaris Cikal Bakal Perusahaan Pengubah Dunia

Perusahaan mana saja?

Image
Ekonomi

Soal Dirjen Pajak Baru, Pengamat: Orang Luar Atau Dalam Bukan Determinan

Siapapun penggantinya baik orang dari luar atau dalam Kementerian Keuangan, bukan menjadi faktor penentu utama.

Available

trending topics

terpopuler

  1. Istri Zul Zilvilia Terkejut Ternyata Suaminya Turut Terlibat dalam Menimbang Ekstasi

  2. Mahfud MD Sebut Insiden Wiranto Settingan Bisa Dipenjara, Mustofa: Sumbu-sumbu Pendek Masih Aja Main!

  3. Nekat Terobos Jalur Beton Basah, Pengendara Motor ini Dicuekin Pekerja Proyek

  4. Said Didu Sarankan Menkominfo Larang PNS Hingga Pegawai BUMN Bermedsos

  5. Kerap Lari Pagi, Wanita ini Terekam Kamera Berkali-kali BAB di Jalanan Perumahan

  6. Putranya Tolak Maju Pilkada, Wali Kota Solo: Kalau Bawa-bawa Nama Orang Lain Jadinya Menang Ora Kondang, Kalah Ngisin-ngisini

  7. Usai Penusukan Wiranto, Menteri Nila Moeloek: Saya Kaget Kenapa Tiba-tiba Dijemput Sama Pak Kapolres

  8. Anggota DPRD DKI Minta Gaji Rp500 Juta, Warganet: Mending Mundur Aja Pak

  9. Sempat Ramai Soal Bersihnya Banjir di Jepang, Namun Ternyata...

  10. Babak I: Irkham Mila Batalkan Keunggulan Arab Saudi

Available

fokus

Masa Lansia
Kisah dari Cilincing
Hari Tani Nasional
Available

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Partai Politik Tuna Ideologi

Image
Dr. Moh. Saleh

Perpu KPK Berpotensi Inkonstitusional

Image
Ujang Komarudin

Demokrasi Yang Tak Direstui

Image
Rozi Kurnia

Penampilan Luar Biasa Joker Dari Seorang Joaquin Phoenix

Available

Wawancara

Image
News

DPR RI

Apa Sih Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia? Farah Puteri Nahlia Akan Menjelaskannya untuk Kamu...

Image
News

DPR RI

Farah Puteri Nahlia, Politisi Termuda DPR RI yang Ingin Perjuangkan RUU KKS

Image
Hiburan

Anggy Umbara Bicara Perkembangan CGI di Perfilman Indonesia

Sosok

Image
News

Namanya Dibandingkan dengan Awkarin oleh Budiman Sudjatmiko, Ini 5 Fakta Penting Tri Mumpuni

Image
News

Dari Akademisi hingga Sosok Penuh Kontroversi, 6 Fakta Menarik Abdul Somad

Image
News

Jadi Trending Topic di Twitter, Ini 5 Fakta Menarik Wanda Hamidah