Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Ada Aroma Lemon di Kopi Arabica Bajawa Flores

Rizal Mahmuddhin

Varian Kopi Nusantara

Ada Aroma Lemon di Kopi Arabica Bajawa Flores

AKURAT.CO, Pagelaran Jakarta Coffee Week yang diselenggarakan oleh Sco-pi akhir pekan lalu nyatanya memiliki magnet tersendiri dan mampu menarik respon positif dari masyarakat.

Hal tersebut ditandai dari turut sertanya berbagai perwakilan koperasi, petani, pengusaha hingga para pencinta kopi dari banyak daerah di seluruh Indonesia. Salah satu perwakilan kopi dari daerah yang turut meramaikan ajang tahunan itu yakni kopi asal Flores, Arabica Flores Bajawa.

Ketua Koperasi Primer Kagho Masa, dari Desa Radabata, Golewa, Ngada, Flores NTT Marselina Walu mengatakan, pihaknya sengaja membawa dua produk unggulan mereka yakni, Kopi Arabica Flores Bajawa dan Arabica Flores Manggarai sebagai upaya dalam mempromosikan kedua komiditi khas Flores tersebut.

baca juga:

"Keunikan dari kopi Flores ini punya aroma dan rasa herbal yang tinggi, lebih ke aroma flora. Kalau Flores Manggarai lebih ke bumbu-bumbuan dan madu, kalau Bajawa ada ke lemon, (rasa) madunya juga dapat," kata Marselina menerangkan saat ditemui akurat.co.

Tak hanya itu, Marselina juga menuturkan, selama masa tanam, kopi Flores juga tidak menggunakan pupuk-pupuk kimia. Sementara pada proses dari kebun sampai pengolahan pihaknya nyaris tidak menggunakan mesin karena dilakukan secara alami dan manual.

"Artinya minim, kalau yang pakai mesin cuma proses grinder biji, tapi yang kita bawa kesini manual, kita tumbuk pakai lesung itu kopi," jelasnya.

Terkait pemasaran, selama ini dalam menjual kopi Flores pihaknya menggandeng PT Indokom Persada. Dimana kopi yang masih berupa HS basa, yaitu ceri kopi yang memiliki kadar air sekitar 25 hingga 30 persen akan di serahkan pada perusahaan yang sudah berkolaborasi dengan para petani kopi Flores sejak tahun 2015 itu.

"Kalau untuk green been kami sudah sampai ke Australia. Bekerja sama dengan Mountain Top Coffee," imbuhnya.

Tak hanya Australia, pada tahun lalu Arabica Flores Bajawa juga sempat di kirim untuk dijual sekaligus guna mengikuti ajang kompetisi kopi dunia di Amerika, dan terpilih menjadi kopi terbaik ke 13 dari 80 kopi yang berasal dari Indonesia.

Sementara untuk pasar lokal, Marselina mengatakan, produk kopi Flores sudah tersebar di hampir seluruh kafe-kafe di Indonesia, yakni dari Medan sampai Bali.

Iya menjelaskan kendati menjual melalui PT Indokom Persada, namun merek kopi Green Bean Coffee Arabica Flores Bajawa tidak hilang.

"Kita sudah terdaftar di kementerian Hukum dan HAM, jadi walaupun eksportirnya dari PT Indokom, tetap bawa nama Green Bean Coffee Bajawa." Terang Marselina.

Ia menjelaskan bahwa Arabica Flores Bajawa terhimpun dalam koperasi sekunder, dimana koperasi sekunder adalah bagian dari koperasi premier yang terdiri dari 5 kelompok koperasi. Tersebar di tiga kecamatan, total anggota dari 5 koperasi itu mencapai sekitar 1800an petani.

Terkait omzet, total pemasukan dari koperasi kopi di Flores itu pada tahun 2016 mencapai Rp 9 miliar, namun sayang, disebabkan faktor alam pada 2017 penjualan mengalami penurunan menjadi Rp 7 miliar.

Disinggung mengenai peran pemerintah sejauh ini, Marselina mengakui sudah cukup baik dalam menggandeng petani-petani lokal.

"Peran pemerintah sudah oke, kerjasama dan kolaborasinya dengan masyarakat, dengan perusahaan-perusahaan sudah oke. Tapi ada hal yang mungkin perlu dievaluasi yakni terkait subsidi pupuk dan bibit yang diberikan ke petani," tuturnya.

Ia menyarankan kepada pemerintah, sebelum membagikan pupuk dan bibit kepada masyarakat, ada baiknya melakukan verifikasi terlebih dulu terkait cocok tidaknya bibit tersebut dengan kondisi lahan di daerahnya.

"Bibit ini harus dilihat dulu apa cocok dengan kondisi tanah, ketinggian dan sebagainya. Jangan sampai asal subsidi sebab nanti dalam jangka panjang justru akan merusak, satu dua tahun kemudian mati itu dia tanaman karena kering. Mungkin tanah itu memang tidak cocok sama bibit (pemberian Pemerintah), Contohnya, sebenarnya tanah kami cocoknya untuk kopi, jadi tak perlu lah itu program holtikultura di sana, jika tanah sudah cocok dengan kopi ya sudah tidak perlu tanaman holtikultura, masyarakat jadi bingung," tandas Marselina.

Ia menambahkan, "Lalu soal pupuk, kalau tanah asal kita kan sebenarnya cukup pakai pupuk alami, nah, kalau pupuk subsidi itu ada unsur kimia, bisa rusak itu nanti tanah lama-lama,"

Tak cukup sampai disitu, Marselina juga merekomendasikan, jika memang mau terus mensubsidi pupuk, pemerintah harus memastikan masyarakat tahu cara mengaplikasikannya dengan benar.

"Itu, saat pupuk subsidi itu datang, PPL-PPL yang didatangkan pemerintah harusnya memberi penyuluhan atau briefing kepada petani bagaimana cara mengaplikasikan pupuk itu dengan benar," tegasnya.

Lebih lanjut Marselina juga menuturkan ketidaksepakatannya dengan program bantuan tunai yang diberikan pemerintah. sebab, menurutnya program tersebut dirasa tidak efektif dan justru membuat masyarakat menjadi tidak produktif.

"Itu uang hibah, artinya kan perasaan memiliki tidak ada, habis itu uang untuk konsumtif, tidak untuk pengembangan," pungkasnya kemudian. []

Editor:

berita terkait

Image

Video

VIDEO Sajian Tradisional yang Kekinian Ala Kafe Betawi

Image

News

Forkopimda Dikritik Gegara Kasus HRS, Ketua DPRD DKI: Kalau Pecah Belah, Bingung Masyarakat

Image

News

MPR RI

Lestari Moerdijat: Kokohkan Kearifan Lokal Agar Tahan Terhadap Infiltrasi Budaya Asing

Image

News

Petani Mandailing Natal Keluhkan Anjloknya Harga Kopi

Image

Gaya Hidup

Jakarta Coffee Week Kembali Digelar Akhir November

Image

Gaya Hidup

Bersama Tokopedia, Jakarta Coffee Week 2020 Akan Digelar Online

Image

Gaya Hidup

Kopi Instan Buruk Bagi Kesehatan? Ini Penjelasannya

Image

News

INFOGRAFIS Cita Rasa Kopi Lintong

Image

Ekonomi

Sejak Kookmin Masuk DPK Bukopin Melonjak Rp1,6 Triliun, Semua Asal Korea!

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Skenario Vaksin Jadi 'Obat' Manjur Bagi Pasar Keuangan

Saat ini pasar keuangan sangat optimis dengan skenario vaksin tersedia secara bertahap tahun depan dan ekonomi kembali normal

Image
Ekonomi

UNS Gandeng Pelaku UMKM Kembangkan Potensi Produk Kecap Khas Wonogiri

tim pengabdian masyarakat membuat mesin multifungsi terotomasi yang dapat membantu proses pengadukan sekaligus membantu proses produksi

Image
Ekonomi

Sains Indonesia Peroleh Dana Hibah Rp3,7 Miliar dari Inggris, Untuk Apa?

UKICIS mendapatkan hibah dana sebesar 200 ribu poundsterling atau setara Rp3,7 miliar dari Pemerintah Inggris

Image
Ekonomi

Agresif Gairahkan Pemulihan Ekonomi Nasional, Kemenperin Kucurkan Ini ke Daerah

Kemenperin bersama KMWI kembali menggelar kegiatan untuk menekan penyebaran Covid-19

Image
Ekonomi

Industri Pengolahan Nonmigas Diramal Bakal Pulih Tahun Depan

Kemenperin memproyeksi industri pengolahan nonmigas bakal tumbuh 3,95 persen pada 2021

Image
Ekonomi

Sawah di OKU Timur Kini Miliki Pompa Air Listrik

Sawah di daerah sentra produksi beras Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur kini dapat merasakan program listrik masuk sawah

Image
Ekonomi
Lawan Covid-19

Inggris Peroleh 2 Juta Vaksin Covid-19 dari Moderna Inc

Pemerintah Inggris peroleh dua juta vaksin Covid-19 dari Moderna Inc, yang akan tersedia di Eropa awal musim semi

Image
Ekonomi

Investor Pasar Modal di Sumut Semakin Ramai

Jumlah investor pasar modal di Sumatera Utara hingga Oktober 2020 mencapai 69.706 atau bertambah 19.683 dari sepanjang 2019

Image
Ekonomi

Kawasan TOD, Menhub Budi Tinjau Proyek LRT di Dukuh Atas

Menhub Budi Karya Sumadi meninjau proyek LRT Jabodebek di Dukuh Atas, Jakarta

Image
Ekonomi

Pertamina Beri Sanksi Tegas Satu Unit SPBU Nakal di Batanghari

Pertamina memberikan sanksi kepada satu unit SPBU di Jalan Jambi-Bungo Sungai Paur Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari

terpopuler

  1. Sempat Dimasukan ke Ruang NICU, Ini Kondisi Terbaru Anak Keempat Oki Setiana Dewi

  2. Lagi-lagi HRS, Guntur Romli: Gara-gara 1 Orang ini Kok Jadi Ribet Semua

  3. Diisukan Minggat dari RS UMMI, Ferdinand Singgung Ternyata Kabur adalah Bakat

  4. Ketua KPK Bantah Operasi Penangkapan Edhy Prabowo Ada Kepentingan Politik

  5. Kelakar Denny Siregar: Ternyata Kabur Bukan Lagi Kata Sifat Tapi Kata Kerja Bagi HRS

  6. Gus Nadir: Tidak Mungkin Habibana Rizieq Shihab Kabur dari RS, ya Kan?

  7. Aziz Yanuar Sebut Penyebar Kabar HRS Kabur dari RS Orang Gangguan Jiwa

  8. Gubernur Sulut Terbitkan Edaran Terkait Pelaksanaan Natal di Masa Pandemi

  9. Geledah Kantor Edhy Prabowo, Ketua KPK: Tidak Ada yang Berlebihan

  10. MPLI 2020 Hari Kedua: Alter Ego Pukul Evos 2-0

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Utang Pemerintah dan Kehati-hatian

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Image
Achsanul Qosasi

Pelajaran Demokrasi dari Biden dan Trump

Image
Faizuddin Ahmad

Mendongeng Berperan Meningkatkan Kecerdasan Anak

Wawancara

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Bkleen Hadirkan Solusi Fogging Ramah Lingkungan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Perangi Pandemi Bersama Bkleen, Antimicrobial Solution Yang Praktis dan Mudah | Akurat Talk (1/2)

Image
Gaya Hidup

Missies.id dan Strategi Survive Berbisnis untuk Cewek Milenial

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting KH Miftachul Akhyar, Ketum MUI Baru Gantikan Ma'ruf Amin

Image
News

Mengenal Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliantoro Jalmaf

Image
News

3 Kali Gantikan Posisi Menteri yang Kosong, Ini Kiprah Politik Luhut Binsar Panjaitan