image
Login / Sign Up

IMB Anies dan Saham Pengembang yang Laris Manis

Dhera Arizona Pratiwi

Image

Kawasan reklamasi teluk Jakarta yang terhenti di kawasan Jakarta Utara, Rabu (3/4/2019). Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan resmi mencabut izin prinsip dan pelaksanaan proyek pembangunan 13 pulau buatan yang dikembangkan swasta. Proyek reklamasi dihentikan setelah Badan Koordinasi Pengelolaan Reklamasi Pantai Utara Jakarta bentukan Anies melakukan verifikasi ketentuan perizinan dan kewajiban pengembang. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk pulau Reklamasi. Ia mengaku menjalankan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 206 Tahun 2016 yang dibuat oleh mantan Gubernur sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, sebelum terbitnya peraturan rencana tata kota diatur oleh Peraturan Daerah Rencana Detail Tata Ruang (Perda RDTR).

"Dalam kasus Reklamasi, di tahun 2016 itu belum ada Perda RDTR, lalu Gubernur saat itu (Ahok) membuat Peraturan Gubernur yaitu Pergub 206/2016 yang isinya adalah rencana tata kota, atau biasa disebut dengan nama resmi Panduan Rancang Kota (PRK)," kata Anies beberapa waktu lalu.

Anies mengaku dengan Pergub teresebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta selaku salah satu pihak dalam Perjanjian Kerja Sama sekaligus regulator, mau tidak mau menerbitkan IMB untuk pulau Reklamasi. Pasalnya, IMB diperlukan karena bangunan telah berdiri melalui Pergub 206/2016 dan menjalankan semua keputusan pengadilan yang ada, termasuk membayar denda.

baca juga:

"Jika tidak ada Pergub 206/2016 itu maka tidak bisa ada kegiatan pembangunan apapun di sana, otomatis tidak ada urusan IMB dan lain-lain karena memang tidak punya dasar hukum untuk ada kegiatan membangun. Begitu ada Pergub maka pengembang punya dasar hukum atas bangunan yang terjadi di sana," lanjut Anies.

Atas dasar hal tersebut, Reklamasi pulau-pulau G, D, dan C yang terletak di pantai utara Jakarta tidak jadi dicabut. Adapun dampaknya yakni memberi sentimen positif bagi persepsi investor, salah satunya terhadap pengembang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) yang memiliki Pulau G, lewat anak usaha perseroan yakni PT Muara Wisesa Samudra (MWS).

Pada penutupan perdagangan Rabu (19/6/2019), Saham Emiten properti PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) ditutup melesat hingga 25,13 persen di level Rp234 per Saham. Adapun nilai transaksi sahamnya tercatat Rp102 miliar dengan volume perdagangan 459,43 juta Saham. Investor asing hari tersebut masuk mencapai Rp3,60 miliar di pasar reguler.

Kemudian pada Jumat (21/6/2019), Saham APLN ditutup naik 8,85 persen dilevel Rp246 per Saham. Padahal sebelumnya, pada perdagangan Rabu (19/6/2019) ditutup melesat hingga 25,13 persen di level Rp234 per Saham. Adapun nilai transaksi Saham yang diperdagangkan saat itu tercatat Rp59 miliar dengan volume perdagangan 246,29 juta Saham.

Agung Podomoro Land (APLN). RTI Bisnis

Namun, sayangnya penguatan Saham APLN yang terjadi tidak beriringan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Bursa Saham Indonesia ditutup memerah 0,3 persen di level 6.315,44.

Kendati bukan hanya sentimen Reklamasi, yang mendukung kenaikan harga Saham Emiten properti APLN. Analis PT Oso Sekuritas, Sukarno Alatas menilai, ada sentimen positif salah satunya keputusan pemerintah membebaskan PPnBM hunian mewah di bawah Rp 30 miliar. Sentimen ini, menurut Sukarno menjadi dominan dan positif untuk Emiten properti.

Selain itu, kebijakan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (The Fed) dan juga Bank Indonesia turut berdampak terhadap Emiten properti. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

Pilkada 2020

Isdianto Sebut Hanura Sudah Mendukungnya Jadi Calon Gubernur Kepri

Image

News

Wabah Corona

FOTO PSBB Transisi Diperpanjang, Wisata di Jakarta Berangsur Buka

Image

News

Survei IPO: Anies dan Ganjar Paling Responsif Tangani Corona

Image

News

Dapat Jatah Lahan 5 Persen dari Reklamasi Ancol, Ini Wejangan Gerindra untuk Anies

Image

News

FOTO Kurangi Pengguna Kendaraan, Pemprov DKI Sediakan Bike Sharing

Image

News

Bela Anies, Politisi Gerindra: Reklamasi Ancol Tidak Ada Korelasinya dengan Janji Kampanye

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Tensi Ketidakpastian Ekonomi Global Karena COVID-19 Mulai Menurun

Image

News

Serikat Guru: PPDB DKI Zonasi Bina RW Potensi Timbulkan Masalah Baru

Image

News

BMKG: Hujan Ringan Diprakirakan Guyur Jakarta Selatan Sabtu Siang

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Pengamat Desak Realisasi Simplifikasi Cukai Tembakau Sesuai RPJMN

Abdillah mengharapkan pemerintah bisa kembali merealisasikan kebijakan penyederhanaan atau simplifikasi struktur cukai hasil tembakau.

Image
Ekonomi

Kementerian PUPR Alokasikan Rp243,28 Miliar untuk Bedah Rumah di Jabar

Kementerian PUPR PUPR) mengalokasikan anggaran bedah rumah sebesar Rp243,28 miliar untuk 13.902 unit rumah tidak layak huni di Provinsi Jawa

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Rayakan HUT, BNI Satukan Energi untuk Lawan COVID-19

BNI rayakan HUT ke-74 dengan menyatukan semangat dan energi optimia untuk Indonesia lantaran dirayakan saat pandemi COVID-19.

Image
Ekonomi

Pengamat: Ekspor Perikanan Harus Berimbas Pada UMKM

Meningkatnya ekspor perikanan harus dapat berimbas atau memberikan manfaat optimal bagi pelaku UMKM perikanan nasional.

Image
Ekonomi

Menteri Edhy Sebut Budidaya Lobster Jadi Prioritas Utama

Edhy Prabowo menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah mengembangkan budi daya lobster dan bukan ekspor.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pemerintah Optimistis Pemulihan Ekonomi Segera Terealisasi di Kuartal III

Airlangga Hartarto optimis pemulihan akan makin cepat masuk kuartal tiga tahun ini.

Image
Ekonomi

Terkait Antivirus Eucalyptus, Kementan Hanya Melakukan Penelitian

Kementerian Pertanian (Kementan) hanya melakukan penelitian serta uji laboratorium saja.

Image
Ekonomi

DPR Setujui Pemangkasan Anggaran Kemenparekraf Sebesar Rp2,04 Triliun

DPR menyetujui perubahan anggaran Kemenparekraf tahun anggaran 2020 dipangkas Rp2,045 triliun.

Image
Ekonomi

Jokowi: Kita Punya Peluang Keluar dari Middle Income Trap

Indonesia bisa kembali naik status menjadi negara berpendapatan tinggi, dan keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.

Image
Ekonomi

Kementan Gandeng Swasta Perbanyak Antivirus Buatan Anak Bangsa

Langkah ini ditujukan sebagai bagian dari ikhtiar pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam menyikapi pandemi covid

terpopuler

  1. Sudah Pernah Diingatkan Agar Tak Korupsi, Bupati Kutai Timur ternyata Bandel

  2. Gara-gara Singgung Ahok, Andre Ngaku Diserang Buzzer

  3. Jadi Idola Baru, 7 Potret Sandrinna Michelle Pemeran Wulan di Sinetron 'Dari Jendela SMP'

  4. Begini Jadinya Jika 5 Tim Sepak Bola Ini Kenakan Logo Liga Domestiknya di Atas Jersey

  5. Ladeni Penipuan Lewat SMS, Warganet: Akhirnya Tahu Nama Bendahara Shopee

  6. Honggo Wendratno Dihukum Kurungan 16 Tahun, Jaksa hanya Bisa Eksekusi Barbuk dan Uang Pengganti

  7. Ruhut Sitompul: Kita Doakan Pak Joko Widodo dan Para Pembantunya

  8. Kapal Asing Terekam Masuk Perairan Indonesia, Fadli: Ini Ancam Kedaulatan RI, Harus Berani Usir Mereka

  9. Usai Dirobohkan, Masjid Amir Hamzah TIM Dibangun dan Kini Sudah Jadi, HNW: Semoga Berkah

  10. Reklamasi Ancol Gunakan Tanah Kerukan dari 13 Sungai di Jakarta

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Renasionalisasi BUMN

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Kami Cinta Polisi Sekaligus NKRI

Image
UJANG KOMARUDIN

Marah-marah dan Ancaman Reshuffle

Image
Riyanda Barmawi

Lobster Edhy Dalam Bayang-Bayang Susi

Wawancara

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Image
News

Interview Mardani Ali Sera: Tidak Urgen, Stop dan Batalkan RUU HIP!

Sosok

Image
News

Jadi Pengusaha Daging, 6 Potret Terbaru Mantan Istri BTP Veronica Tan

Image
News

Lewat YouTube Daniel Mananta, BTP Ungkap Usahanya Pertahankan Rumah Tangga dengan Veronica Tan

Image
News

6 Potret Lawas Kenangan Presiden Soeharto Bersama Keluarga