Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

BI Tahan Suku Bunga, Bagaimana Nasib Dunia Usaha?

Aji Nurmansyah

Indepth

BI Tahan Suku Bunga, Bagaimana Nasib Dunia Usaha?

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) didampingi Deputi Gubernur Bank Indonesia Erwin Rijanto (kanan) dan Mirza adityaswara (kiri) saat memberikan pemaparan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Gedung Thamrin, Kompleks Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (19/7/2018). Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) akhirnya memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI 7 Days Repo Rate di level 5,25%, setelah menaikkan bunga acuan secara agresif sepanjang Mei-Juni 2018 lalu | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Pasca digelarnya Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dilakukan 19-20 Juni 2019. Pada Akhirnya BI memutuskan untuk mempertahankan Suku Bunga Acuan. Kebijakan tersebut diambil lantaran mempertimbangkan kondisi pasar keuangan global dan neraca pembayaran.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan bahwa BI 7-day Reverse Repo Rate, tetap dipertahankan di level 6 persen. Pasalnya keputusan tersebut diyakini akan memberikan sentimen positif bagi pasar dan memperkuat stabilitas ekonomi dalam negeri. termasuk menambah ketersediaan likuiditas perbankan dalam pembiayaan ekonomi.

Kendati demikian, Perry menjelaskan jika timingnya pas maka BI tidak akan menunda-nunda untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan. "Jadi masalah penurunan suku bunga, arah ke depannya memang akan kami lakukan hanya masalah waktu,"katanya dalam keteranganya pasca berlangsungnya RDG (20/6/2019).

baca juga:

Keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan tersebut, sontak menghapuskan harapan Pemerintah. Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap BI bisa menurunkan tingkat suku bunga sebab selain berharap BI bisa melakukan penyesuai terkait suku bunga acuan Menkeu juga mendorong BI menjaga kebijakan makro prudensialnya. Pasalnya baik Kemenkeu maupun BI harus bersinergi dalam menjaga stabilitas perekonomian dmomestik dari berbagai kemungkinan internal dan eksternal.

Kekhawatiran Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini sebetulnya cukup beralasan jika merujuk pada berbagai indikator termasuk keoknya rupiah terhadap dolar. Pasalnya Pemerintah akhirnya mematok asumsu nilai tukar rupiah diangka RP 15,000 per dollarnya. hal tersebut dilakukan pasca revisi yang diusulkan oleh Menkeu diterima oleh Banggar belum lama berselang.

Akan tetapi harapan Menkeu terhadap penyesuaian suku bunga acuan BI masih belum terealiasi BI memiliki pandangan tersendiri dan pada akhirnya memutuskan mempertahankan suku bunga acuan dilevel 6 persen.

Simalakama Suku Bunga Bertahan atau Diturunkan

Ekonom The Indonesian Institute, Rifki Fadilah mengatakan kebijakan BI yang menahan suku bunga merupakan kebijakan akomodatif dan penuh dengan kehati-hatian. Padahal ada peluang dimana pertumbuhan ekonomi mengalami penguatan sehingga bisa saja BI menurunkan tingkat suku bunga. hal itu terlihat dari inflasi yang secara umum terkendali kendati Indonesia baru saja menlalui hajatan besar yaitu Idul Fitri dan Puasa Ramadan.

Akan Tetapi Rifki memahami pada akhirnya BI menekan suku bunga lantaran memperhatikan defisit transaksi berjalan yang semakin melebar. berdasarkan data terbaru BI CAD tercatat mencapai USD 7 miliar.

"Pada triwulan 1-2019 tercatat CAD USD7 miliar atau 2,6 persen dari PDB. Defisit transaksi berjalan makin melebar dari tahun sebelumnya USD 5,5 miliar pada tahun 2019,"katanya di Jakarta (20/62019).

Rifki mengkritisi alih-alih berpihak pada pada sektor riil dan dunia usaha BI justru mengambil kebijakan populis dan dinilai justru menambah keruh kondisi perekonomian domestik. Padahal seharusnya untuk mendongkrak peekonomian domestik BI dituntut menurukan tingkat suku bunga.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad menilai CAD dan stabilitas nilai tukar seringkali tidak singkron. Menurutnya negara lain bahkan melemahkan nilai tukarnya untuk mendorong ekspor namun syaratnya fundamental ekonomi nagara itu harus kuat, meliputi Foreign Direct Innvestmen yang cukup kuat dan Current Account Deficit yang terkendali.

Akan tetapi kondisi Indonesia tidak dalam kondisi CAD terkendali kendati FDI sedikit mulai pulih lantaran Indonesia dinilai jauh dari kemungkinan terjadi krisis moneter.

"Menurut saya Kebutuhan Fiskal memang perlu agar suku bunga SBI tidak mendorong nilai tukar yang terlalu kuat," kata Tauhid Ahmad.

Suku Bunga Bertahan, Bagaimana Dunia Usaha?

Ekonom Indef, Bhima Yudistira mengatakan untuk mendongkrak pertumbuhan sektor riil maka BI harus mengupayakan untuk menurunkan tingkat suku bunga. Setelah mengalami perlambatan pada tahun 2018 silam, kini pemerintah dan BI kembali mendorong pertumbuhan sektor riil. Pasalnya jika tidak, maka hal ini akan menjadi beban dan menekan dunia usaha.

"Harapannya suku bunga segera diturunkan untuk mendorong sektor riil. Selama tahun 2018 kan BI sudah layani stabilitas sektor keuangan dengan menaikan bunga berkali kali. Saatnya sektor riil yang diperhatikan. Bunga yang mahal akan jadi beban bagi dunia usaha," katanya saat dihubungi di Jakarta, Senin (17/6/2019).

Menurutnya demi membantu melancarkan dunia usaha, maka alternatif menurunkan suku bunga bisa menjadi pilihan. Sebab bagaimana pun sektor riil dan dunia usaha menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi domestik. Sejauh ini pertumbuhan ekonomi domestik stagnan lantran terkunci dengan pertumbuhan sektor riil yang tidak menjanjikan. Padahal jika saja BI mau menurukan paling tidak 25-50 Basis Point (BPS) maka sektor riil akan tumbuh dan dunia usaha akan kembali bergairah.

"Idealnya BI lakukan pre emptives dengan menurunkan paling tidak 25-50 bps,"tambahnya.

Senada dengan itu, Direktur Eksekutif CORE, Muhamad Faisal mengungkapkan bahwa di tengah kondisi ekonomi global yang cenderung melambat. Sejatinya pemerintah harus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

Sementara untuk memastikan perekonomian domestik bisa tetap bertahan dan tumbuh tanpa terpengaruh faktor melambatnya ekonomi global, salah satu ramuannya pemerintah harus mendorong sektor riil dan melibatkan dunia usaha. Namun harus dibantu dengan menurunkan tingkat suku bunga acuan BI.

"Penurunan suku bunga saat ini dibutuhkan untuk mendorong ekonomi domestik khususnya di sektor riil, terlbih di saat ekonomi global sedang mengalami tekanan," pungkasnya.[]

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Hiburan

Deretan Meme Kocak Penampilan Bernie Sanders Saat Hadiri Pelantikan Joe Biden, Ngakak Abis!

Image

Iptek

Bluebird Luncurkan Versi Anyar Aplikasi MyBlueBird 5 dengan Beragam Fitur Baru

Image

Hiburan

5 Fakta Kisah Cinta Rachel Vennya, Terbaru Kabar Rumah Tangganya di Ujung Tanduk

Image

News

Menlu Retno Sebut Ada 3 Hal yang Diharapkan dari AS untuk Dunia yang Lebih Baik

Image

Ekonomi

RUPSLB BRI 2021: BRI Perkuat Komitmen kepada UMKM

Image

Olahraga

Witan Sulaeman

Top! Witan Sulaeman Cetak Gol Perdana untuk Klub Serbia

Image

News

Bak Kena Karma, Greta Thunberg Balas Donald Trump dengan Cibiran yang Sama Persis

Image

Ekonomi

PPSBI: Ekspor Sarang Burung Walet Berpotensi Meningkat Tajam

Image

Iptek

Upbit, Bursa Perdagangan Aset Digital Terbesar di Asia Kini Hadir di Thailand

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Pelaku Usaha Mikro Banyak Bergantung pada Pembiayaan Keluarga, Perbankan Kemana?

Pelaku usaha mikro masih banyak yang bergantung pada sumber pendanaan keluarga

Image
Ekonomi

Kemenkop Pakai 6 Strategi Ini untuk Bangkitkan Koperasi dan UMKM

Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM menetapkan enam strategi yang akan diterapkan tahun ini

Image
Ekonomi

Sasar Gamers, Sharp Incar Kenaikan Penjualan Ponsel Tiga Kali Lipat

PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) mengincar penjualan 3.000 unit ponsel pintar (smartphone) per bulan atau naik 3 kali lipat.

Image
Ekonomi

Tanggapi Rencana Pembentukan Holding Ultra Mikro, Respon Bos BRI Datar

Bos BRI buka suara soal rencana Erick bentuk Holding Ultra Mikro yang merupakan gabungan perseroan dengan Pegadaian dan PNM.

Image
Ekonomi

Survei: UMKM Kesulitan Keuangan Hingga Tak Mampu Menjual Produk

Hadirnya pandemi Covid 19 membuat UMKM diujung tanduk.

Image
Ekonomi

Dear Pemerintah, Begini Langkah Selamatkan Hidup UMKM dari Jeratan Pandemi

Ada beberapa strategi yang harus dilakukan kepada para UMKM agar mampu bertahan di masa pandemi Covid 19 saat ini.

Image
Ekonomi

Lagi-lagi! Data Jadi Permasalahan Terhambatnya Bantuan ke UMKM

Lagi-lagi salah satu hambatan dalam penyaluran bantuan kepada para pelaku UMKM di tengah pandemi Covid 19 masih berkutat di persoalan Data.

Image
Ekonomi

Bank BTN Dapat Jatah FLPP Rp8,73 Triliun di 2021

Adapun nilai dana yang akan disalurkan mencapai Rp 8,73 triliun.

Image
Ekonomi

Generali Luncurkan Akuberbagi.com, Ada Fitur Wakaf Asuransi

Generali menghadirkan Digital Social Platform Akuberbagi.com, yang dilengkapi dengan fitur wakaf asuransi.

Image
Ekonomi

Ini Jawabannya, Bansos Harus Hadir untuk Masyarakat Bawah

Berly Martawardaya mengatakan penyaluran bansos untuk menjaga daya beli

terpopuler

  1. Penduduk Mulai Tinggalkan Pulau Jawa, Apa yang Terjadi?

  2. Ibunda Luruskan Pengakuan Amanda Manopo Pernah Menikah dan Bercerai

  3. Dari 10, Indonesia Hanya Mampu Loloskan 4 Wakil

  4. Ratusan Pegawainya Positif Swab Antigen, Rumah Pemotongan Ayam di Sleman Jadi Klaster COVID-19

  5. Corona di DKI Hari Ini Tembus 3.786 Kasus, Anehnya 925 Pasien Tak Diketahui Alamatnya

  6. Cetak Sejarah, BRI Jadi BUMN Pertama dengan Kapitalisasi Pasar Tembus Rp600 Triliun

  7. Menyingkap Akar Keturunan Joe Biden, Ternyata Berdarah Irlandia

  8. Kisah Lucu Ketika Abu Nawas Mengangkat Masjid

  9. 7 Fakta Menarik Zheng Shuang, Aktris Meteor Shower yang Terlibat Kontroversi

  10. Truk Seruduk Warung di Tangerang, Satu Orang Meninggal Dunia

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Gebrakan Kapolri Baru Pilihan Jokowi

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Image
UJANG KOMARUDIN

Kapolri Baru

Image
Muhammad Husen Db, M.Pd

Transformasi Episode Dalam Dimensi Merdeka Belajar

Wawancara

Image
Video

Bukan Mistis, Gangguan Jiwa Adalah Gangguan Medis | Akurat Talk (3/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Dokter Vivi Ajak Kenali Mental Sehat di Dalam Diri | Akurat Talk (1/3)

Image
News

Covid-19 Tembus 3.500 Kasus Per Hari, DKI Gagal Terapkan Program 3T?

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Habib Muhammad bin Ahmad Al-Attas, Tunaikan Haji Lebih dari 29 Kali

Image
News

4 Fakta Penting Deva Rachman, Istri Kedua Syekh Ali Jaber yang Jarang Tersorot

Image
News

Wafat di Hari Jumat, Ini 5 Fakta Penting Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf