image
Login / Sign Up

Aturan Transportasi Online Menghambat, Ekonom: Driver Tak Minta Uang Ke Negara!

Aji Nurmansyah

Image

Ribuan ojek online yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) melakukan unjuk rasa di jalan Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (27/3). Mereka menuntut pengakuan eksistensi legal sebagai bagian dari sistem transportasi, penetapan tarif standar sebesar Rp4.000 per kilometer dan perlindungan hukum bagi ojek online sebagai bagian dari tenaga kerja di Indonesia. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Keluhan para driver terkait dengan penarikan berbagai promo dan diskon menjadi polemik yang dengan cepat mengkhawatirkan banyak pihak, diantaranya mitra pengemudi Ojek Online (Ojol) dan pengguna jasa transportasi online. Kementerian Perhubungan diminta untuk tidak ikut campur masalah tarif promo, sebab yang menjadi tugas pokok Kemenhub selaku regulator adalah lebih pada perlindungan keselamatan.

Menanggapi hal itu, Ekonom Indef BhimaYudistira mengaku tak habis pikir dengan kebijakan pemerintah yang terkesan plin plan dan berpotensi merugikan mitra pengemudi transportasi online. Pasalnya, menurut Bhima Pemerintah seharusnya justru mendukung dan memfasilitasi hak-hak mitra pengemudi transportasi online.

Terlebih di tengah kondisi ekonomi yang melambat,  tak dapat dipungkiri transportasi online mampu menyerap tenaga kerja dan menghidupkan perekonomian domestik. Menurutnya Pemerintah justru harus mengapresiasi bukan malah menghambat. Belum lagi terkait dengan masalah urus Izin yang dinilai kemahalan.

"Ditengah kondisi ekonomi yang melambat ini, kehadiran transportasi online perlu mendapat dukungan. Driver itu kan tidak minta uang ke negara, justru menghidupkan perekonomian. Harusnya aturan yang menghambat tumbuhnya taksi online di evaluasi kembali,"tuturnya saat dihubungi di Jakarta, (17/6/2019).

baca juga:

Terkait dengan khususnya perizinan transportasi online itu, Bhima menilai harus kembali dievaluasi. Pasalnya pungutan Rp5 juta untuk mengurus perizinan transportasi online dinilai memberatkan. Sebab para mitra pengemudi juga memiliki kewajiban dan tanggungan lainnya yang sudah cukup berat di tengah ekonomi yang melambat.

"Harusnya aturan yang menghambat tumbuhnya taksi online dievaluasi kembali. Pungutan Rp5 juta untuk urus Izin itu kelewat mahal. Kan itu setara cicilan mobil satu bulan, kurang make sense. Negara sudah dapat penerimaan dari Pajak ppn 10 persen tiap transaksi. Kenapa malah memberatkan driver lagi?,"katanya.

Ke depan Bhima berharap kondisi yang berpotensi memberatkan para mitra pengemudi baik taksi online maupun ojek online tidak terulang lagi. Sebab ojol maupun taksi online tidak membebani negara,j negara diuntungkan dari Pajak 10 persen setiap kali transaksi dilakukan.

Pemerintah harus mulai membuka mata dan mendukung setiap kebijakan yang berpotensi membangun perekonomian domestik melalui peran transportasi online.[]

 

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

DPR RI

DPR Ingin Layanan Internet Lebih Terjangkau Bagi Semua Kalangan

Image

Ekonomi

Pemerintah Diminta Percepat Keluarkan Protokol COVID-19 di Sektor Industri

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Stimulus Ekonomi Tidak Terserap Optimal, Pengamat Nilai Pemerintah Tidak Bisa Kerja

Image

News

Menhub Minta SIKM Dihapus, Gerindra: SIKM itu Penting 

Image

News

Kemenhub Minta Pemprov DKI Hapus Aturan Wajib SIKM, Anak Buah Anies Singgung Keppres 12/2020

Image

Ekonomi

Menhub Usulkan Agar SIKM Dihapus

Image

News

INFOGRAFIS Peneng: Tanda Lunas Pajak Sepeda

Image

News

Bekas Kepala Kantor Pajak Yul Dirga Divonis Penjara 6,5 Tahun

Image

News

Dibantah Kemenhub, Ini 4 Fakta Penting Pajak Sepeda

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Kementerian PUPR Bangun Gerbang Klangon Samudraraksa di KSPN Borobudur

Kementerian PUPR terus mendukung pengembangan infrastruktur KSPN Candi Borobudur dalam rangka mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Akademisi UGM Dukung Inovasi Kalung Antivirus Eucalyptus

Akademisi UGM Zullies Ikawati mendukung upaya Balitbang Kementan melakukan inovasi kalung dari tanaman eucalyptus sebagai produk kesehatan.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

ILO: Jam Kerja Global Anjlok 14 Persen Setara 400 Juta Pekerja Berhenti

Jam kerja global diperkirakan anjlok hingga 14 persen pada kuartal II-2020 sebagai akibat dari pandemi COVID-19.

Image
Ekonomi

Legislator Dukung Penggunaan BBM RON Tinggi Ramah Lingkungan

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyatakan setuju dengan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) RON tinggi yang ramah lingkungan.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Gubernur Bank Sentral Pakistan Sebut Lockdown COVID-19 Hanya Untungkan Orang-orang Kaya

Gubernur bank sentral Pakistan, Reza Baqir mengungkapkan pandemi COVID-19 sudah bukan lagi sekadar krisis kesehatan.

Image
Ekonomi

Pemerintah Rogoh Kocek Rp243,28 Miliar untuk Bedah Rumah 13.902 Unit di Jabar

PUPR mengalokasikan anggaran sebesar Rp243,28 miliar guna melakukan bedah rumah untuk 13.902 unit rumah tidak layak huni di Provinsi Jabar.

Image
Ekonomi

Pasca Kebakaran KCP Pasar Baru, Bank Syariah Mandiri Pastikan Dokumen Nasabah Aman

Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) memastikan dokumen nasabah termasuk agunan aman.

Image
Ekonomi

Selain di Dunia Nyata, Ilmu Bisnis Juga Dapat Dipelajari Lewat Game Loh!

Tak semua game yang beredar di pasaran hanya memberikan hiburan semata.

Image
Ekonomi

Alasan Kenapa Orang Kaya Iritnya Gila-gilaan!

Kamu mungkin enggak akan percaya sama hal ini. Tapi beberapa orang sukses dan kaya, justru ada yang punya gaya hidup irit seirit-iritnya.r

Image
Ekonomi

KKP: Model Klaster Mampu Genjot Produktivitas Komoditas Udang

KKP meyakini model klaster percontohan di lima lokasi di berbagai daerah, ke depannya bakal mampu menggenjot produktivitas komoditas udang.

terpopuler

  1. Tetap Gagah, Ini Penampakan Ronaldo Kalau Kenakan 5 Jersey Klub Berbeda Jika Tinggalkan Juventus

  2. Para Petani Karet di Kabupaten Tebo Berhasil Kembangkan Tanaman Holtikultura di Masa Pendemi Covid-19

  3. TikTok Diblokir Pemerintah India, Google Balas Hapus Mitron dari Play Store

  4. Warga Perlu Waspada, Gempa di Blitar Pagi Tadi Sangat Dekat Sumber Gempa Agustus 1896

  5. Boy Rafli Sebut Gerakan Terorisme Manfaatkan Pandemi COVID-19 Sebagai Celah

  6. Pendukung PDIP Sudah Tak Panas Lagi, Ruhut: Bukti Partai yang Dewasa, Patuh Perintah Megawati

  7. Dikabarkan Dekat dengan Susan Sameh, 5 Fakta Menarik Arysah Rasyid Mantan Pacar Maudy Ayunda

  8. Denny Siregar: Mau Dilaporin Balik Gak?

  9. 7 Petuah Sunan Kalijaga, Filofosi Hidup yang Penuh Makna

  10. Kemarahan Jokowi karena Kepuasan Publik kepada Pemerintah Beda Tipis dengan Pengurus RW

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Renasionalisasi BUMN

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Kami Cinta Polisi Sekaligus NKRI

Image
UJANG KOMARUDIN

Marah-marah dan Ancaman Reshuffle

Image
Riyanda Barmawi

Lobster Edhy Dalam Bayang-Bayang Susi

Wawancara

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Image
News

Interview Mardani Ali Sera: Tidak Urgen, Stop dan Batalkan RUU HIP!

Sosok

Image
News

Jadi Pengusaha Daging, 6 Potret Terbaru Mantan Istri BTP Veronica Tan

Image
News

Lewat YouTube Daniel Mananta, BTP Ungkap Usahanya Pertahankan Rumah Tangga dengan Veronica Tan

Image
News

6 Potret Lawas Kenangan Presiden Soeharto Bersama Keluarga