image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up

Eskalasi Dagang Meluas, Perusahaan AS di China Mulai Kehabisan Nafas

Andi Syafriadi

Perang Dagang

Image

Ilustrasi perang dagang | REUTERS/Aly Song/File Photo

AKURAT.CO Prospek bisnis bagi Perusahaan-Perusahaan asal Amerika Serikat di China seperti Apple dan Boeing dikabarkan saat ini sedang mengalami krisis.

Disebutkan melalui laman SMCP (13/6/2019) Perusahaan tersebut saat ini mengalami penurunan pendapatan serta menurunnya kepercayaan dari para konsumen.

Sebelumnya pemerintah China menegaskan kepada para investor dari Amerika Serikat bahwa mereka akan diperlakukan secara adil.

baca juga:

Namun nyatanya, Beijing saat ini menunjukkan 'taringnya' kepada Perusahaan-Perusahaan yang dianggap oleh negata tersebut sebagai ancaman. Tak hanya itu China juga memasukan beberapa nama Perusahaan ke dalam daftar entitas yang tidak dapat diandalkan.

Mengacu kepada kebijakan Beijing, Perusahaan Amerika mana pun yang mematuhi larangan Washington untuk memasok perangkat keras atau lunak ke raksasa peralatan telekomunikasi China, Huawei, dapat dilabeli sebagai musuh.

Disebutkan pula melalui laman SMCP, Beijing sebelumnya juga memanggil Perusahaan-Perusahaan teknologi besar seperti Microsoft dan Dell. Dimana Perusahaan tersebut diperingatkan agar menghiraukan larangan dari Washington mengenai kerjasama dengan Huawei.

Namun apabila mereka tetap bersikeras mengikuti laranyan tersebut maka mau tidak mau sanksi untuk Perusahaan tersebut akan dijatuhkan oleh China.

Menurut hasil laporan angka dari administrasi bea Cukai China menyebutkan bahwa negaranya memangkas pembelian produk-produk asal Amerika secara signifikan. Dimana Impor dalam lima bulan pertama di tahun 2019 anjlok hingga 29,6% sejalan dengan periode yang sama pada tahun 2018 lalu.

Sedangkan ekspor China ke AS hanya turun sebesar 8,4% dalam periode yang sama tahun 2019. Usut punya usut sebagian besar karena konsumen Amerika berusaha untuk memuat pesanan mereka di depan putaran Tarif perdagangan terakhir, yang meningkat dari 10% menjadi 25 % pada 1 Juni lalu.

Ding Yifan selaku seorang peneliti senior di Institut Strategi Nasional Universitas Tsinghua, menyatakan bahwa bisnis Perusahaan asal AS akan dipaksa untuk membuat pilihan antara pasar China atau pasar AS. Jika Washington tetap kekeuh menerapkan sanksi terhadap Perusahaan China yang pada akhirnya hanya akan memisahkan dua ekonomi terbesar tersebut.

"Saat ini banyak Perusahaan AS sedang berada dalam bahaya kehilangan pasar China untuk selamanya, dalam skenario terburuknya, kehadiran bisnis AS akan dicopot di China, bukan karena China, akan tetapi karena pembuat kebijakan dari AS nya," ujar Ding. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Bank Royal Berganti Nama Jadi Bank Digital BCA

Image

Ekonomi

BCA Sudah Restrukturisasi Kredit Hingga Rp82,6 Triliun, dan Bakal Terus Bertambah

Image

Ekonomi

BCA Bukukan Laba Rp6,6 Triliun di Tengah Pandemi

Image

Iptek

Wabah Corona

Terapkan Metode Baru, Apple Siap Buka Kembali 100 Tokonya

Image

News

Wabah Corona

FOTO Masjid KH Hasyim Asy'ari Jadi Lokasi Isolasi Pemudik

Image

News

Kemlu Sebut 2 ABK Dilarung ke Laut Belum Dapat Hak Asuransi karena Akta Kematian

Image

News

Wabah Corona

Protes Lockdown, Seniman AS Nekat Keluar Gunakan Kostum Bikini dari Masker Bedah

Image

Ekonomi

Perang Dagang

AS-China Bersitegang, Fadli Zon Ingatkan Indonesia Jangan Ikut Campur dan Nonton Saja

Image

Olahraga

Manny Pacquiao

Pacquiao: Mayweather Iri karena Saya Masih Aktif

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Idulfitri 2020

Pasca Lebaran, Jasa Marga Catat Volume Lalin Kendaraan Arus Balik ke Jakarta Turun 66 Persen

Jasa Marga mencatat total 111.022 kendaraan menuju ke Jakarta dari arah Timur, arah Barat dan arah Selatan selama H2 Lebaran hingga H1.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Menperin Tegaskan Aktivitas Industri Wajib Disesuaikan dengan Protokol New Normal

Menperin menyampaikan sektor industri manufaktur diwajibkan melakukan penyesuaian dalam menghadapi situasi new normal akibat pandemi.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

New Normal Bisa Saja Dihentikan Jika Gelombang Kedua COVID-19 Muncul

Pemerintah bisa saja menghentikan kebijakan new normal jika muncul penularan virus COVID-19 gelombang kedua.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Kemristek Anggarkan Rp5 Miliar Guna Tahap Awal Riset Vaksin COVID-19 di Indonesia

Kemristek akan mendanai riset vaksin sampai diperoleh hasil berupa prototipe vaksin COVID-19.

Image
Ekonomi

Kemendes Klaim 4,9 Juta Warga Sudah Terima BLT Dana Desa

Jumlah penyaluran BLT Dana Desa akan terus bertambah, mengingat masih terdapat desa yang belum melakukan penyaluran.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Jubir Erick: Tinggal 6 Persen BUMN Belum Setor Protokol New Normal

Perusahaan yang belum siap menerapkan protokol "new normal" karena alasan protokol yang belum detail dan terkait proses bisnis.

Image
Ekonomi

Bank Royal Berganti Nama Jadi Bank Digital BCA

Saat ini Bank Digital BCA telah memiliki modal inti sebesar Rp1,3 triliun.

Image
Ekonomi

BCA Sudah Restrukturisasi Kredit Hingga Rp82,6 Triliun, dan Bakal Terus Bertambah

Restrukturisasi kredit tersebut berasal dari sekitar 72 ribu debitur atau 10 persen dari total debitur di seluruh segmen.

Image
Ekonomi

BCA Bukukan Laba Rp6,6 Triliun di Tengah Pandemi

Laba ini meningkat 8,6 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Sekitar 43.030 Desa Telah Salurkan BLT Dana Desa

Pagu dana desa pada APBN 2020 tercatat sebanyak Rp71,2 triliun.

terpopuler

  1. Puncak Dipadati Mobil Plat B, Polisi: Banyak Orang Jakarta Naik ke Puncak untuk Melepas Penat

  2. Ganjar: Jangan ke Jakarta, Wong Sudah Dikasih Tahu Kok, Kecuali yang Kerjanya Kantoran, Pasti Pulangnya Kemarin Pakai Izin

  3. Eggi Sudjana Alami Kecelakaan Tunggal, Pergelangan Kakinya Patah

  4. Tak Miliki SIKM, Lima Pendatang di Stasiun Gambir Langsung Dikarantina

  5. Maret-Mei, Ormas Pemuda Pancasila Terjunkan 97.534 Relawan Lawan Covid-19

  6. Dua Anggota Polisi di Aceh Timur yang Pukul Orang Gila Tidak Dibenarkan dan Lakukan Pelanggaran

  7. Emrus Sihombing Nilai Pengerahan TNI-Polri Disiplinkan Masyarakat Sudah Tepat

  8. Bukan Saudara, Ini 5 Pasang Pesepak Bola yang Wajahnya Mirip Seperti Kembar

  9. Sherina Unggah Potret Kebersamaan dengan Afgan, Warganet: Jodoh Gak Kemana

  10. Banyak Warga Tak Punya SIKM Diputarbalik, Anies: Mungkin Mereka Tidak Nyaman, Tapi Lebih Tidak Nyaman Jutaan Warga Jakarta

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Pertama)

Image
Sunardi Panjaitan

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Image
Zainul A. Sukrin

Merayakan Negara yang Keluar dari Tempurung

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Dari Kantor Hukum ke Kursi Sutradara, Ini 5 Fakta Menarik Iman Brotoseno yang Kini Jadi Dirut TVRI

Image
News

Jarang Tersorot, 6 Potret Hangat Fadli Zon saat Bersama Keluarga

Image
News

Anti Jaim, 6 Aksi Kocak Ridwan Kamil yang Mengundang Tawa