image
Login / Sign Up

Perusahaan AS Terpaksa Harus Pindah dari China Agar Selamat

Wayan Adhi Mahardika

Perang Dagang

Image

Pengiriman kontainer terlihat di pelabuhan di Shanghai, China 10 Juli 2018. Pelabuhan-pelabuhan utama China telah mulai membereskan barang-barang dari Amerika Serikat pada hari Senin, karena tarif baru impor AS telah diberlakukan, tiga sumber mengatakan kepada Reuters, karena pertikaian perdagangan antara Beijing dan Washington meningkat menjadi sebuah perang langsung Jumat lalu. | REUTERS/Aly Song

AKURAT.CO Meningkatnya Perang Dagang antara pemerintahan Trump dengan China telah membuat Perusahaan-Perusahaan Amerika tidak punya banyak pilihan. 

Mereka harus mengurangi ketergantungan mereka pada produsen China atau menyesuaikan dengan biaya yang lebih tinggi dengan margin keuntungan yang lebih kecil.

Dengan belum jelasnya Perang Dagang, Perusahaan terpaksa harus beralih ke negara berbiaya lebih rendah di Asia dan Amerika untuk mencari pemasok alternatif.  Masalahnya adalah semakin sulit untuk menemukan negara yang tidak juga menjadi sasaran  Tarif Presiden Trump.

baca juga:

Dengan kenaikan Tarif baru-baru ini pada barang-barang Cina menjadi 25%, dan ancaman terhadap Tarif tambahan USD300 miliar pada barang-barang Cina, Perusahaan-Perusahaan seperti tambang, Canary LLC, semakin mencari pemasok baru untuk menghindari pungutan dan menjaga keuntungan. 

Canary memandang Meksiko sebagai penyedia peralatan penting di dekat pantai yang layak untuk dibangun kilang minyak.

"Namun keputusan Trump untuk mengancam Meksiko dengan kenaikan Tarif menyebabkan beberapa Perusahaan AS kebingungan lagi," ungkap juru bicara perushaaan Canary seperti dilansir dari CNN, Rabu (12/6/2019).

Bukan cuma Canary namun kebijakan Trunp untuk mengenakan Tarif pada mobil dan suku cadang Impor, yang akan merugikan produsen mobil Eropa dan Jepang, membuat Perusahaan AS yang bergantung pada rantai pasokan global bertanya-tanya, apakah ada tempat yang aman.

Mengurangi ketergantungan Amerika pada Impor China memang akan sehat dalam jangka panjang.  Menurunkan defisit perdagangan dengan China akan memberi Washington pengaruh lebih besar dalam negosiasi di masa depan atas masalah ekonomi dan geopolitik strategis. Tapi itu akan menyakitkan bagi Perusahaan dan konsumen Amerika dalam waktu dekat.

Namun apakah kemandirian seperti diimpikan AS masih relevan? menurut laporan baru dari ekonom Federal Reserve New York,  Impor China pada maret mengalami  penurunan 18% pada Maret namun peningkatan Import malah beralih ke negara lain.

Negara di Asia Tenggara sebagian besar mengantikan Impor China untuk AS. Menurut data Biro Sensus baru-baru ini, Impor AS dari Taiwan naik menjadi 22% dalam empat bulan pertama tahun 2019, sementara Impor dari Vietnam naik 38%.  Sementara Impor kuartal pertama dari Korea Selatan naik 17%.

Seperti Perusahaan AS lainnya, mereka menyadari bahwa berbisnis dengan pemasok China saat ini tidak menguntungkan. 

Untuk saat ini, langkah cerdas para Perusahaan AS  adalah membangun hubungan bisnis yang kuat di negara-negara di luar China yang memiliki hubungan kuat dengan AS. []

Editor: Denny Iswanto

Sumber: CNN

berita terkait

Image

News

Buruh PT Sari Keramindo International Menangkan Gugatan Lawan Pengusaha

Image

News

Korea Utara Sebut AS Hanya Jadikan Perundingan Sebagai Alat Politik

Image

News

WHO Sebut Laporan Pertama Tentang Corona Bukan dari China

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

DBD Jalan Bareng Corona, Dokter Reisa Minta Kamu Fokus ke Nyamuk

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Tersamar Corona, DBD Makin Banyak Bunuh Orang

Image

News

Awas DBD Meningkat di Tengah Pandemi COVID-19, Lakukan Hal Ini untuk Cegah Penularan

Image

Olahraga

Jack Grealish

Sherwood: Saya Rasa Grealish Sudah "Deal" dengan MU

Image

News

Sri Asiyah Menangis Haru Saat Tahu Akan Miliki Rumah Layak Huni

Image

Iptek

Perluas Kehadiran Secara Global, Tencent Hadirkan Studio Baru di Amerika Serikat

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Komisi X DPR Setujui Anggaran Perpusnas 2020 Dipangkas 30 Persen

Komisi X DPR RI setujui pemotongan anggaran Perpusnas pada 2020 sebesar Rp204,21 miliar atau dipotong 30,9 persen dari anggaran semula.

Image
Ekonomi

Dear Perbankan Syariah BUMN, Jangan Hanya Biayai Korporasi Besar!

Perbankan syariah BUMN dimunta untuk tidak membiayai korporasi besar tetapi fokus untuk dorong pertumbuhan UKM.

Image
Ekonomi

Kenaikan IPM Bukti Kebijakan Pemulihan Ekonomi Berjalan

Menperin : kenaikan IPM menjadi 39,1 pada Juni 2020 menunjukkan kebijakan pemerintah sudah berjalan (on the track) untuk pulihkan ekonomi.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Tensi Ketidakpastian Ekonomi Global Karena COVID-19 Mulai Menurun

Menko Airlangga : ketidakpastian ekonomi global yang disebabkan pandemi COVID-19 mulai menurun. Ia menyebutkan ada cahaya di ujung.

Image
Ekonomi

Kepala BRG: Rencana Cetak Sawah Sama Dengan Program Restorasi Gambut

Kepala BRG : rencana pemerintah cetak sawah sama dengan restorasi gambut yakni revitalisasi sumber mata pencaharian masyrakat.

Image
Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2020 Bakal Minus 3,1 Persen

Menko Airlangga prediksi PE kuartal II tahun 2020 bakal berada di minus 3,1 persen.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Investor Reksa Dana Tidak Perlu Panik di Tengah Pandemi

Parto Kawito menyarankan investor untuk tidak mudah panik dalam situasi krisis akibat pandemi seperti saat ini.

Image
Ekonomi

Capai Rp120 M per Unit, Ini 5 Bunker Termahal di Dunia, Anti Nuklir hingga Pandemi!

Berlindung di bunker jadi cara orang super kaya untuk menghindari kiamat di Bumi

Image
Ekonomi
Wabah Corona

BPJS Kesehatan Relaksasi Tunggakan Peserta Saat Pandemi COVID-19

BPJS Kesehatan lakukan relaksasi tunggakan bagi peserra JKN-KIS di masa pandemi COVID-19.

Image
Ekonomi

Kinerja Pelayanan Bank DKI Sabet Peringkat Terbaik di Sektor BPD

Bank DKI menjadikan kepuasan nasabah sebagai prioritas utama dalam memberikan pelayanan.

terpopuler

  1. Sindir Muhammad Nasir Usir Dirut PT Inalum, Dedek Prayudi: Contoh Marah-marah tanpa Isi

  2. Selain Intip Payudara Pengunjung, Pegawai yang Mainkan Zoom CCTV Ternyata Naksir dengan Kasir Starbucks

  3. Mumtaz Rais Digadang-gadang Jadi Menteri Jokowi, PSI: Bukti sebagian Besar Orang Hari ini Sakit Hati

  4. Bisnis Pertamini Cuan Rp3 Juta per Bulan, Balik Modal Cuma 4 Bulan

  5. Jadi Pengusaha Daging, 6 Potret Terbaru Mantan Istri BTP Veronica Tan

  6. Dikabarkan Didekati oleh Rizky Febian, 5 Fakta Menarik Selebgram Anindita Hidayat

  7. Sebut Suaminya Korban, Dhawiya Zaida Kaget Muhammad Divonis 5 Tahun Penjara

  8. Lakukan Revenge Porn, Mantan Pacar Goo Hara Resmi Dipenjara

  9. Ikonik! 5 Kloningan Selebrasi Para Pesepak Bola Legendaris

  10. Priyanka Chopra Dikabarkan Jadi Artis Paling Dibenci di Bollywood, Ini 5 Faktanya Menariknya

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Renasionalisasi BUMN

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Kami Cinta Polisi Sekaligus NKRI

Image
UJANG KOMARUDIN

Marah-marah dan Ancaman Reshuffle

Image
Riyanda Barmawi

Lobster Edhy Dalam Bayang-Bayang Susi

Wawancara

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Image
News

Interview Mardani Ali Sera: Tidak Urgen, Stop dan Batalkan RUU HIP!

Sosok

Image
News

Jadi Pengusaha Daging, 6 Potret Terbaru Mantan Istri BTP Veronica Tan

Image
News

Lewat YouTube Daniel Mananta, BTP Ungkap Usahanya Pertahankan Rumah Tangga dengan Veronica Tan

Image
News

6 Potret Lawas Kenangan Presiden Soeharto Bersama Keluarga