image
Login / Sign Up

Kementerian PUPR Bangun Pengendali Banjir Tukad Mati Denpasar

Rizal Mahmuddhin

Image

Ilustrasi - Banjir | AKURAT.CO/r

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merampungkan prasarana pengendali Banjir Tukad (Sungai) Mati yang berada di Provinsi Bali. Program penataan dan normalisasi Sungai tersebut akan memberi manfaat dalam mengurangi risiko bencana Banjir di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, termasuk area Kuta, Seminyak, dan Legian yang menjadi pusat kegiatan pariwisata internasional
.

Tukad Mati merupakan aliran Sungai yang tidak memiliki pusat mata air yang memiliki fungsi utama sebagai drainase wilayah perkotaan. Tukad Mati membelah sebagian Kota Denpasar dan Kabupaten Badung dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 39,43 km2 dan panjang Sungai utama 22,49 km.  

Selama ini Banjir diakibatkan oleh Tukad Mati yang tidak dapat menampung debit air hujan sehingga meluap dan menggenangi wilayah sekitarnya, ditambah terjadinya air rob dari muara. Tukad Mati memiliki area genangan seluas 94 Ha dengan tinggi genangan sampai 2 meter dengan lama genangan air cukup lama yakni sekitar 4-6 jam.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan perubahan iklim menjadi tantangan dalam pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Pergeseran dan perubahan masa musim hujan dan kemarau, serta pola hujan dengan durasi pendek namun intensitasnya tinggi kerap mengakibatkan Banjir.

baca juga:

“Saya mengajak semua pihak untuk menjaga daerah tangkapan air melalui penghijauan kembali dan menahan laju alih fungsi lahan,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Pembangunan prasarana pengendalian Banjir Tukad Mati yang dilakukan Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Bali Penida Ditjen Sumber Daya Air (SDA) dibagi dalam dua segmen, yakni Tukad Mati Hilir dan Tengah. Pelaksanaan proyeknya dikerjakan secara bertahap melalui kontrak tahun jamak (multi years) yang ditargetkan selesai tahun 2019.

Penataan dan normalisasi Tukad Mati Hilir berada di wilayah Lingkungan Patasari, Kuta sepanjang 1,9 km dengan lebar 50 meter. Cakupan pekerjaan mulai pembangunan tanggul, kisdam, pengerukan sendimen, pembuatan jalan inspeksi, dan pembangunan bendung gerak.

Fungsi bendung gerak adalah meminimalisir air laut masuk ke hulu Sungai ketika kondisi pasang dimana pada saat bersamaan terjadi Banjir di hulu Sungai. Dengan adanya bendung gerak, Banjir yang  terjadi di hulu Sungai diharapkan dapat tetap mengalir ke hilir tanpa terganggu rob akibat pasang air laut.

Total biaya pengerjaan pengendali Banjir Tukad Mati Hilir sebesar Rp 183,8 miliar dengan masa pelaksanaan tahun 2017 – 2019. Saat ini progres pembangunan telah mencapai 92 persen. Pembangunannya akan berkontribusi mengurangi debit Banjir seluas 35 Ha. 

Penataan Tukad Mati Tengah dikerjakan sepanjang 4,5 Km dengan lebar 20 meter dari Jalan Gatot Subroto, Gunung Soputan, Sunset Road, termasuk melewati Legian dan Kuta. Selain pengerjaan dinding penahan Sungai dan tanggul, segmen ini juga dikerjakan pemasangan dua pompa air berkekuatan 1.500 meter kubik per detik.

Saat ini progres pekerjaannya mencapai 77,4 persen dengan biaya sebesar Rp132,2 miliar. Terselesainya pembangunan segmen Tukad Mati Tengah akan mengurangi risiko Banjir seluas 59 Ha.

Selain sebagai pengendali Banjir, penataan Tukad Mati juga bertujuan memperbaiki kualitas air Sungai yang sebelumnya kotor, dan beraroma tidak sedap bisa menjadi bersih sehingga mendukung fungsi Kota Denpasar dan Kabupaten Badung sebagai tujuan pariwisata di Pulau Bali.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

News

KPK Tetapkan Bupati Kutai Timur dan Istrinya Sebagai Tersangka Kasus Suap Infrastruktur

Image

News

Pemukimannya Dilanda Banjir, Ratusan Warga Diungsikan ke Gedung Bele Li Mbui Gorontalo

Image

News

Satpol PP Akhirnya Amankan ODGJ Ngamuk Bawa Sajam di Jalan Hasanudin Denpasar

Image

News

FOTO Kapal Feri Tenggelam di Bangladesh, 32 Penumpang Tewas

Image

News

Diakui UNESCO hingga Dirayakan Google Doodle, 5 Fakta Menarik Subak Bali

Image

News

Wagub DKI: Ternyata Titik Banjir Paling Banyak di Jakarta Timur

Image

News

Tetap Siap Siaga Menghadapi Ancaman Bahaya, Khususnya Hidrometeorologi

Image

Ekonomi

Per 26 Juni 2020, Penyaluran Pembiayaan FLPP Capai Rp7,11 Triliun

Image

News

FOTO Jembatan Penghubung RTH Kalijodo dengan Area Parkir Baru

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Investor Reksa Dana Tidak Perlu Panik di Tengah Pandemi

Parto Kawito menyarankan investor untuk tidak mudah panik dalam situasi krisis akibat pandemi seperti saat ini.

Image
Ekonomi

Capai Rp120 M per Unit, Ini 5 Bunker Termahal di Dunia, Anti Nuklir hingga Pandemi!

Berlindung di bunker jadi cara orang super kaya untuk menghindari kiamat di Bumi

Image
Ekonomi
Wabah Corona

BPJS Kesehatan Relaksasi Tunggakan Peserta Saat Pandemi COVID-19

BPJS Kesehatan lakukan relaksasi tunggakan bagi peserra JKN-KIS di masa pandemi COVID-19.

Image
Ekonomi

Kinerja Pelayanan Bank DKI Sabet Peringkat Terbaik di Sektor BPD

Bank DKI menjadikan kepuasan nasabah sebagai prioritas utama dalam memberikan pelayanan.

Image
Ekonomi
DPR RI

DPR Ingin Layanan Internet Lebih Terjangkau Bagi Semua Kalangan

Pada masa wabah seperti saat ini, banyak aktivitas mulai dari pekerjaan hingga kegiatan belajar, banyak yang harus dilakukan secara daring.

Image
Ekonomi

Belanja di Warung Tetangga Diyakini Mampu Buat Toko Tradisional Bersaing dengan Ritel Modern

Pada 2020 ini ditargetkan akan ada 15.000 warung tradisional yang terlibat dalam Program Belanja di Warung Tetangga.

Image
Ekonomi

Gara-gara Hal Ini, BPKN Yakin Jiwasraya Bayar Kewajiban ke Nasabah

Jiwasraya diketahui telah menyelesaikan pembayaran kepada nasabah dengan nilai Rp480 miliar.

Image
Ekonomi

Kena Denda KPPU, Pengamat: Semoga Grab Mau Bayar!

Grab pada akhirnya dikenakan biaya denda sebesar Rp7,5 miliar atas pelanggaran pasal 14.

Image
Ekonomi

Pemerintah Diminta Percepat Keluarkan Protokol COVID-19 di Sektor Industri

Indef meminta pemerintah untuk lebih memperketat dan mengawasi protokol COVID-19 untuk industri.

Image
Ekonomi

Rupiah Melemah Sepekan Terakhir, BI Ungkap Faktor Penyebabnya

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan pelemahan rupiah sepekan ini disebabkan oleh faktor domestik.

terpopuler

  1. Sindir Muhammad Nasir Usir Dirut PT Inalum, Dedek Prayudi: Contoh Marah-marah tanpa Isi

  2. Selain Intip Payudara Pengunjung, Pegawai yang Mainkan Zoom CCTV Ternyata Naksir dengan Kasir Starbucks

  3. Mumtaz Rais Digadang-gadang Jadi Menteri Jokowi, PSI: Bukti sebagian Besar Orang Hari ini Sakit Hati

  4. Lakukan Revenge Porn, Mantan Pacar Goo Hara Resmi Dipenjara

  5. Ungkap Sosok Dul Jaelani, Amanda Caesa: Dia Tuh Sweet Banget Anaknya

  6. Baim Wong Akui Giveaway Memang dari Sponsor, Nikita Mirzani: Aduh Malu

  7. Kejagung Usut Peranan Pengusaha Robert dalam Kasus Penyelundupan Tekstil

  8. Bisnis Pertamini Cuan Rp3 Juta per Bulan, Balik Modal Cuma 4 Bulan

  9. Berikut 5 Zodiak yang 'Gila Kerja' Bahkan Menolak Liburan

  10. Jadi Pengusaha Daging, 6 Potret Terbaru Mantan Istri BTP Veronica Tan

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Kami Cinta Polisi Sekaligus NKRI

Image
UJANG KOMARUDIN

Marah-marah dan Ancaman Reshuffle

Image
Riyanda Barmawi

Lobster Edhy Dalam Bayang-Bayang Susi

Image
Zainul A Sukrin

Polemik RUU HIP, Antara Oligarki dan Populisme Politik Islam?

Wawancara

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Image
News

Interview Mardani Ali Sera: Tidak Urgen, Stop dan Batalkan RUU HIP!

Sosok

Image
News

Jadi Pengusaha Daging, 6 Potret Terbaru Mantan Istri BTP Veronica Tan

Image
News

Lewat YouTube Daniel Mananta, BTP Ungkap Usahanya Pertahankan Rumah Tangga dengan Veronica Tan

Image
News

6 Potret Lawas Kenangan Presiden Soeharto Bersama Keluarga