image
Login / Sign Up

Tips Hemat Setelah Boros di Libur Lebaran

Wayan Adhi Mahardika

Lebaran 2019

Image

Para porter saat membawa barang milik pemudik yang baru turun dari kereta di stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (9/6/2019). Ramainya pemudik menggunakan kereta api saat Lebaran membawa berkah tersendiri bagi mereka yang nafkah hidup dari bekerja sebagai kuli panggul alias porter. Meski tidak ada tarif namun untuk sekali membawa barang dikenakan biaya mulai dari Rp10 ribu hingga Rp30 ribu. Hari Libur Idul Fitri membawa keuntungan bagi para porter karena banyaknya pemudik yang menggunakan kereta sebagai transportasi sehingga pendapatan mereka bisa mencapai Rp300 ribu. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Biasanya penyakit setelah lebaran  Keuangan bulanan menjadi tak stabil karena pengeluaran hari raya begitu besar, mulai dari biaya untuk memasak, bagi-bagi angpao THR dan belanja. Apalagi kita yang memiliki Konsumsi tinggi dan memiliki sifat hedon, tentu saja setelah lebaran ini tantangan besar.

Dari pada pusing mikirin Keuangan habis lebaran, yuk ikuti tips berhemat setelah lebaran agar finansial stabil dibulan mendatang :

1. Kurangi ke Mall

baca juga:

Tidak salah jika jalan-jalan ke mall, cuci mata atau refresh pikiran. Tapi jika terlalu sering itu bahaya. Bisa dibilang pusat perbelanjaan itu sumber godaan. Mall yang dipenuhi barang-barang mewah berpontesi menimbulkan niat belanja yang tidak terencana sebelumnya.

Jika memang punya niat belanja, buatlah daftar belanja dari rumah. Jangan sampai niatnya hanya jalan-jalan, namun akhirnya uang ludes gara-gara belanja barang tidak penting.

2. Prioritaskan Kebutuhan

Harus kalian pahami bahwa kebutuhan dan keinginan itu berbeda. Kebutuhan jauh lebih tinggi dari sekedar keinginan atau keperluan. Cara menyeimbangkan Keuangan salah satunya dengan memprioritaskan kebutuhan.

Keinginan bisa dipenuhi setelah kebutuhan terpenuhi. Intinya buatlah skala prioritas terhadap barang-barang yang benar-benar dibutuhkan. Ada kebutuhan yang sifatnya urgent dan itu wajib diprioritaskan. Setelah itu baru berkir memenuhi kebutuhan yang tingkat urgensinya lebih rendah.

3. Membuat Anggaran Belanja

Dampak hedonisme sangat kuat terhadap finansial, jadi penting buat kalian untuk membuat Anggaran belanja. Ini merupakan cara efektif untuk mengatur aliran dana yang masuk atau keluar. Dalam Anggaran belanja ini tentu saja fokus kalian adalah perencanaan pengeluaran.

Buatlah poin-poin kebutuhan harian, mingguan, dan bulanan. Namun ingat, setiap pengeluaran perlu kalian atur di pos-pos yang jelas.

Dengan membuat Anggaran belanja, kalian lebih mudah mendapat gambaran besaran pengeluaran dalam satu bulan, termasuk dana yang harus dipersiapkan. Intinya dengan membuat Anggaran belanja, kalian sudah memiliki parameter untuk menentukan target pengeluaran.

Kalian juga harus disiplin dan konsekuen terhadap Anggaran yang sudah dirumuskan. Jadi harus mampu menepati semua Anggaran yang kalian buat sendiri. Kendalikan diri sehingga Anggaran yang tersedia untuk kebutuhan utama tidak kalian alokasikan ke pos-pos yang tidak penting.

4. Hindari Penggunaan Credit Card

Abaikan rayuan bank dengan promo-promo produk kartu kreditnya. Ibarat ‘setan’ Kartu Kredit mudah merayu kalian terjebak gaya hidup konsumtif. Dengan Kartu Kredit kalian sangat mudah belanja apa saja, kapan saja, dan dimana saja, termasuk belanja barang-barang yang sebenarnya tidak kalian butuhkan.

Belanja dengan Kartu Kredit harus punya komitmen tinggi, jika lost control itu berbahaya. Sekadar diketahui, dalam perencanaan Keuangan proporsi ideal untuk pos utang dalam Kartu Kredit adalah 30 persen dari penghasilan per bulan dan persentase itu sudah harus maksimal.

Jika pengeluaran Kartu Kredit melampaui persentase tersebut kondisi finansial kalian bisa goyah. Berikutnya bisa jadi kalian mengalami kesulitan Keuangan, bahkan terlilit utang. Ini belum diperparah dengan cicilan utang credit card yang bunganya rata-rata 2-3 persen setiap bulannya. Jadi bunga per-tahun mencapai 24-36 persen.

Apa risikonya jika Kartu Kredit tidak segera dilunasi? Tentu saja uang kalian habis terkuras karena dalam Kartu Kredit berlaku suku bunga efektif. Jadi akan terus terhitung jika kalian hanya membayar minimum cicilan saja.

Sisa bunga yang belum terbayar kemudian berbunga, begitu seterusnya sampai gaya hidup hedonisme memaksa kalian harus berhadapan dengan debt collector. Ibaratkan sedang sakit kalian harus berusaha untuk sembuh. Tidak ada sakit yang tidak ada obatnya.[]

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Serupa Tapi Tak Sama, Kuy Kepoin Beda Alfamart dan Indomaret!

Image

Ekonomi

Ekonomi Suram, Sederet Desakan dari Pengusaha Untuk Pemerintah!

Image

Ekonomi

Ekonom Nilai Kompetensi Bankir Semakin Diuji di Tengah Pandemi

Image

Ekonomi

3 Pelajaran Hidup Bisa Dipetik Selama Corona Menyapa Ala Bos BI

Image

Ekonomi

Pemda Bebas Usulkan Besaran Pinjaman PEN ke Pemerintah Pusat

Image

Ekonomi

Hindari Resesi, Pemulihan Ekonomi RI Perlu Dibarengi Tekan Laju Penyebaran COVID-19

Image

Ekonomi

OJK Optimalkan Sinergi Kebijakan Demi Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional

Image

Ekonomi

Pemda Harus Penuhi Syarat-syarat Ini Jika Ingin Dapat Pinjaman PEN

Image

Ekonomi

Setelah Netflix dkk, Giliran 10 Perusahaan Digital Ini Wajib Kenakan PPN ke Konsumen

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Garap PLTU Jawa 9&10, Barito Pacific Dikucur Pinjaman dari Bangkok Bank

PLTU Jawa 9 & 10 berkapasitas 2x1.000 MW nantinya akan menggunakan teknologi ultra super-critical.

Image
Ekonomi

BPJT: Konstruksi Tol Krian-Manyar Rampung Akhir 2020

PUPR menargetkan konstruksi jalan tol Krian - Legundi - Bunder - Manyar Seksi 1 - 3 di Jawa Timur selesai akhir tahun ini.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Ngarep Bantuan Rp600 Ribu dari Pemerintah, Cek Dulu Caranya!

Insentif tersebut dikabarkan akan diberikan bagi pekerja yang memiliki upah di bawah Rp5 juta loh.

Image
Ekonomi

Stok Berlimpah, Harga Batu Bara Acuan Agustus 2020 Turun ke US$50,34 per Ton

Harga Batu Bara Acuan (HBA) bulan Agustus 2020 mengalami penurunan sebesar 3,49 persen.

Image
Ekonomi

Jokowi Ajak Masyarakat Belanja Produk Lokal Agar Ekonomi Tak Masuk Jurang Resesi

Presiden Jokowi mengajak masyarakat untuk membeli produk pertanian, perikanan, dan serta produk UMKM dalam negeri.

Image
Ekonomi

Meski Belum Mau Gantung Raket, Ternyata Mohammad Ahsan Sudah Merintis Bisnis Properti

Namun demikian, Ahsan sendiri diketahui sudah mulai menyiapkan sumber penghasilan baru jika dirinya pensiun dari dunia bulutangkis.

Image
Ekonomi

Serupa Tapi Tak Sama, Kuy Kepoin Beda Alfamart dan Indomaret!

Sebab sepertinya keduanya tampak serupa alias sami mawon.

Image
Ekonomi

Anak Kuliahan Bisa Kok Nyambi 5 Pilihan Bisnis Ini, Lumayan Nambah Uang Saku Guys

Ide peluang bisnis sampingan yang menjanjikan tapi enggak bakal mengganggu aktivitas sekolah ataupun kuliah.

Image
Ekonomi

Ini 4 Syarat Pegawai Formal Swasta untuk Bisa Dapatkan Bantuan Rp600 Ribu per Bulan

Masih aktif sebagai karyawan swasta dan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan menjadi syarat untuk mendapatkan bantuan sosial

Image
Ekonomi

11 Bank Penyalur FLPP Dapat Tambahan Kuota

PPDPP menyatakan, 11 bank penyalur atau pelaksana dana FLPP TA 2020 mendapatkan tambahan kuota.

terpopuler

  1. 3 Amalan yang Pahalanya Mengalir Deras Sampai Alam Kubur

  2. Bela Ibas, Hinca Bilang Begini ke PDIP

  3. Viral Besan Menikah, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Ini Penjelasannya

  4. Arogan, Mentang-Mentang Anak Pejabat, Cewek Ini Menolak Bayar Denda Karena Tidak Pakai Masker

  5. Ekonomi Jeblok, Fadli Zon: Dari Awal Pemerintah Sudah Salah Resep, Ganti Kokinya!

  6. Sempat Desak Pemindahan Asam Natrium dari Beirut, Kolonel Lebanon Tewas 'Secara Misterius'

  7. Polisi Cari Identitas Pembakar Foto Habib Rizieq dan Ustaz Abdul Somad

  8. Jaga Serangan Siber, Lintasarta Raih Secure SD-WAN Excellence Award

  9. Misteri Kematian Mahasiswi Universitas Mataram Mulai Terkuak

  10. Seakan-akan Meroket, Ekonomi RI Zaman SBY Ternyata Tidak Istimewa Juga

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit  

Diskursus antara WHO dan Sains 'Vis a Vis Post-truth' Era Pandemi COVID-19

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Image
Video

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (1/2)

Sosok

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk

Image
Ekonomi

Foto Lawas Cita-cita Masa SD Desainer Asal Medan ini Viral, Bikin Bangga!

Image
Hiburan

5 Potret Memesona Dian Syahfitri, Guru SMK di Deli Serdang yang Jadi Idola Para Murid