image
Login / Sign Up

Jamaluddin al-Afghani, Penentang Naturalisme dan Prinsip Aliran Ekonomi Sosialis

Rizal Mahmuddhin

Roda Ekonomi Ramadan

Image

Ilustrasi | ISTIMEWA

AKURAT.CO Bicara perihal pembaharuan Islam, maka nama Jamaluddin al-Afghani tak bisa dipisahkan sebagai salah satu figur sentral terkait gerakan krusial tersebut.

Bernama asli Sayyid Muhammad bin Safdar al-Husayn, Jamaluddin al-Afghani merupakan aktivis politik, nasionalis Islam, pencetus, perintis Islamisme dan Pan Islamisme. Sejumlah tempat sempat ia tinggali diantaranya di Afganistan, Indonesia, Iran, Mesir, dan Kesultanan Ottoman pada abad ke-19.

Berikut sejumlah hal terkait kehidupan dan pemikiran Jamaluddin al-Afghani yang Akurat.co himpun dari berbagai sumber.

1. Anak Cergas

baca juga:

Lahir di Afghanistan pada tahun 1839 dan meninggal dunia di Istambul pada tahun 1897, Jamaluddin al-Afghani muda adalah seorang anak yang cergas. Sejak umurnya 12 tahun, ia telah menghafal Alquran.

Kemudian menginjak usianya ke 18 tahun, ia mendalami pelbagai bidang ilmu keislaman dan ilmu umum. Al-Afghani dikenal sebagai orang yang banyak menghabiskan hidupnya hanya demi kemajuan Islam.

2. Hidup Berpindah-pindah

Jamaluddin al-Afghani kerap berpindah dari suatu negara ke negara yang lain demi menyebarkan pemikiran-pemikiran revolusinya, demi mengangkat posisi dan martabat Islam yang jauh ketinggalan dari dunia barat.

Ia dikenal seorang yang suka mengembara. Berbagai tempat pernah ia singgahi seperti Najaf, India, Makkah, Tehran dan Khurasan.

3. Perjuangan Melawan Dominasi Politik Barat

Ia digambarkan sebagai pribadi yang lebih memperjuangkan kaum Muslim terhadap dominasi politik Barat dibandingkan masalah teolog. Dirinya banyak menulis dalam majalah al-'Urwat al-Wuthqa.

Semasa hidup Jamaluddin al-Afghani berusaha memecah tembok eksklusif kaum muslimin dan membawa mereka memasuki dunia lebih terbuka. Ia tetap optimis meskipun menghadapi realitas adanya kemajemukan bangsa, budaya dan agama.

Baginya agama itu sendiri, khususnya agama rumpun Semitik --Yahudi, Kristen dan Islam-- bukan menjadikan faktor perpecahan. Menurutnya perpecahan hanya terjadi bila dieksploitasi oleh kepentingan-kepentingan semata, oleh orang yang berkepentingan.

Menurut dia perpecahan di kalangan penganut agama lebih banyak dicetuskan oleh para pedagang agama, Merekalah yang menimbulkan isu perselisihan dan memperniagakannya di warung agama masing-masing untuk mengambil keuntungan peribadi.

4. Produktif Berkarya

Selain essay, kolom dan opini yang dimuat di jurnal dan majalah, ada beberapa buku yang ditulis langsung oleh al-Afghani atau ada penulis yang mengumpulkan karya-karyanya antara lain;

Tatimm?t al-Bay?n f? T?r?kh al-Afg?n (Cairo, 1879). Buku sejarah politik, sosial dan budaya Afghanistan.

Brochure about Naturalism or Materialism, ditulis dengan bahasa Persia. Ini adalah karya intelektual Afghani paling utama yang diterbitkan selama hidupnya. Merupakan suatu kritik pedas dan penolakan total terhadap materialisme dan naturalisme. Buku ini telah diterjemahkan ke dalam Arab oleh Muhammad Abduh dengan judul Ar-Radd ‘al? ad-Dahriyy?n.

At-Ta’l?q?t ‘al? Shar? ad-Daww?ni li al-‘Aq?`id al-‘A???iyyah (Cairo, 1968). Berupa catatan Afghani atas komentar Dawwani terhadap buku kalam yang terkenal dari ‘Ia?uddin al-'Ijiy yang berjudul al-‘Aq?`id al-‘A???iyyah.

Ris?lah al-W?ridah f? Sirr at-Tajalliy?t (Cairo, 1968). Suatu tulisan yang didiktekan oleh Afghani kepada siswanya Muhammad Abduh ketika ia di Mesir.

Kh??ir?t Jam?l dl-D?n al-Afganiy al-Husayni (Beirut, 1931). Kompilasi disusun oleh Muhammad Pasha al-Mahzumi wartawan Libanon. Mahzumi hadir dalam kebanyakan forum pembicaraan al-Afghani pada bagian akhir dari hidupnya. Buku berisi informasi yang penting tentang gagasan dan hidup al-Afghani.

Al-‘A’m?l al-K?milah li Jam?luddin al-Afganiy. Buku ini juga semacam kumpulan karya dan tulisan-tulisannya yang disusun oleh Muhammad Imarah.

5. Pemikiran Ekonomi Jamaluddin al-Afghani

Selama masa perjuangannya, pembaharuan dalam bidang ekonomi memang jarang disebutkan. Tetapi bila semua tujuan pembaharuannya adalah kesejahteraan rakyat. Tingkat pendidikan dan ilmu pengetahuan mempengaruhi situasi ekonomi dan kesejahteraan. Kolonialisme dan penjajahan sangat mengganggu perekonomian. Rezim yang dipimpin oleh penguasa yang zalim dan tidak adil merupakan sebab terkikisnya kesejahteraan rakyat.

Saat itu ekspansi Negara-negara Eropa ke Negara Islam dan Asia sedang menjamur, tujuannya tak lain adalah menguasai perdagangan  bahkan memonopoli hasil bumi yang tidak mereka miliki. Keserakahan dan kehidupan foya-foya para penguasai mereka jadikan alat agar bisa menyuntik pinjaman dengan bunga yang sangat tinggi. Fenomena inilah yang membuat Jamaluddin al-Afghani masuk dalam dunia politik dan menentang penjajahan dan tujuan utama ketika mencetuskan Pan-Islamisme.

Bukunya “The Refutation of The Materialistis”, yang berisi penangkalan terhadap kaum-kaum pemuja masa, materalistik juga membongkar teori Evolusi Darwin banyak berbicara tentang kehidupan ekonomi.

Jamaluddin al-Afghani menentang teori naturalisme dan prinsip aliran ekonomi sosialis yang memaksa kesamaan dalam setiap hal termasuk pendapatan dan kebutuhan. Doktrin ini membuat manusia bermalas-malasan, hanya mengambil jalan yang mudah dan tidak ada usaha yang lebih.

Apabila doktrin ini menyebar maka dipastikan kegiatan ekonomi akan lesu dan tidak berkembang. Dalam buku ini juga al-Afghani menentang Kapitalisme yang berprinsip materialistik yang menempuh segala cara untuk mencapai keinginan tanpa memperhatikan kerugian orang lain.[]

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

rahmah

Ternyata Ini Jenis Kucing Peliharaan Rasulullah

Image

rahmah

Dari Kurma Hingga Ara, Ini 6 Buah Kesukaan Rasulullah

Image

rahmah

5 Pesan Rasulullah pada Abdullah bin Abbas agar Selalu Mendapat Penjagaan Allah

Image

rahmah

Seolah Baru saat Dipakai Tahun Depan, 5 Tips Menyimpan Gamis Usai Lebaran Agar Tak Cepat Usang

Image

News

Din Syamsudin: Menurut Teori Islam, Pemakzulan Seorang Pemimpian Bisa Dilakukan

Image

News

Guru Besar Nimatul Huda Diteror, Fahri Hamzah: Saya Usul UII Lapor Sinuwun Aja

Image

rahmah

Umat Islam Harus Tahu, Ini 5 Peristiwa Bersejarah yang Terjadi di Bulan Syawal

Image

News

Wabah Corona

Pemerintah Jangan Paksakan New Normal di Pesantren Jika Tidak Siap

Image

Hiburan

Tetap Cetar dan Cantik, 7 Pesona Syahrini dalam Balutan Busana Muslim

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Es Teh hingga Daun Pisang! 5 Bisnis Murah sekaligus Mudah ini Bikin Cuan Makin Bergairah

Kamu berminat membuka bisnis?

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Waskita Karya Rampungkan Ruang Rawat Isolasi RSUP Fatmawati

Pembangunan dilaksanakan selama 30 hari kalender, yaitu sejak 22 April hingga 21 Mei 2020.

Image
Ekonomi

UMKM Didorong Bangkit Jalankan Ekonomi di Era Normal Baru

Melalui gerakan tersebut para produsen terutama pelaku UMKM dapat kembali berproduksi secara efisien lewat dukungan modal ringan.

Image
Ekonomi

Nilai Tukar Petani Menurun, SPI Minta Pemerintah Segera Ambil Kebijakan

SPI meminta pemerintah segera mengambil kebijakan pertanian agar kerugian petani tidak terus berlanjut, seiring dengan masih menurunnya NTP.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pertamina Siap Jalankan Protokol New Normal untuk Pelayanan di SPBU

Pertamina telah menyiapkan protokol atau Standar Operasional Prosedur (SOP) di SPBU dalam rangka menghadapi era New Normal.

Image
Ekonomi

Harga Gula Masih Melambung, Pemerintah Diminta Evaluasi Pengurusan Izin Impor

CIPS menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap pengurusan izin impor untuk gula.

Image
Ekonomi

Mantan Menteri BUMN Tegaskan Dana Kompensasi Wajib Dibayarkan Pemerintah ke BUMN!

Ketika BUMN mempergunakan dana tersebut untuk membayar berbagai kewajiban mereka kepada pihak lain.

Image
Ekonomi

LMAN Tidak Danai Semua Pengadaan Lahan Proyek Strategis Nasional

LMAN menyatakan, tidak semua pengadaan lahan untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) dibiayai oleh lembaga tersebut.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Menkeu Sebut Insentif Tenaga Medis Rp10,45 Miliar Sudah Cair

Menkeu menyebutkan realisasi insentif untuk tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 telah dicairkan sebesar Rp10,45 miliar.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Kemenparekraf Prioritaskan Industri MICE Domestik Selama Normal Baru

Estimasi kerugian dari 1.218 organizers di seluruh Indonesia antara 2,7 hingga Rp 6,9 triliun.

terpopuler

  1. Hebohnya Komentar Warga Indonesia yang Rekam Demonstrasi George Floyd di AS

  2. Demo Kematian George Floyd Rusuh, Sarah Azhari Kabarkan Kondisinya di Los Angeles

  3. Dokter Wuhan yang Kulitnya Menghitam karena Corona Akhirnya Meninggal

  4. Tak Setuju Dana Haji untuk Intervensi Pasar, MPR: Jangan Menambah Kekecewaan Rakyat

  5. Mahfud MD: Penangkapan Nurhadi Bukti KPK Kerja Tanpa Koar-koar

  6. Ungkap Kesedihan, Kekasih George Floyd: Ia Tak Akan Pernah Melihat Putrinya Tumbuh Dewasa

  7. Komentari Kematian George Floyd, Justin Bieber: Masalah Kulit Hitam adalah Masalah Kita Semua

  8. AHY Bangga dan Memujinya karena Berani Lockdown, Wali Kota Tegal: Saya Lawan Virus Corona dengan Virus Psikologi

  9. Ternyata Ini Lho Alasan Mengapa Indonesia Jadi Negara Tujuan Investasi

  10. Tanggapan PKS Soal New Normal di Panti Pijat: Bagaimana Bisa Pelayanannya kan Harus Bersentuhan

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Imam Shamsi Ali

Rasisme Itu Dosa Asal Amerika

Image
Muhammad Adlan Nawawi

Pendidikan di Era New Normal

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Kota di Masa Pandemi

Image
Abdul Aziz SR

Salah Urus dan Salah Pengurus

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Ngopi di Teras hingga Main Bareng Cucu, 6 Potret Santai Bamsoet saat di Rumah

Image
Hiburan

Cerita Kocak WFH, Yang Dilakukan Emak-emak ini Sambil Rapat Kantor Bikin Ngakak

Image
Ekonomi

Terjerat Narkoba hingga Distributor Resmi 7 Brand Kaca Film, 5 Fakta Menarik Christopher Sebastian, Pendiri Makko Group