image
Login / Sign Up

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Aji Nurmansyah

Roda Ekonomi Ramadan

Image

Direktur Keuangan dan Operasional Dompet Dhuafa, Anna Rahmawati, saat wawancara khusus di Gedung Dompet Dhuafa Philanthropy, Jakarta Selatan, Selasa (21/05/2019). Ia membahas beberapa agenda di bulan ramadan yang akan dilakukan oleh Dompet Dhuafa. AKURAT.CO/Sopian | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Jum'at siang usai melakukan ibadah solat jumat, tiba-tiba saja handpone kami berdering. "Halo mas selamat siang, sudah sampai mana? Jangan lupa siang ini ada wawancana ekslusif dengan Ibu Direktur habis Jum'atan," kata suara berat dari seberang sana.

Panggilan tersebut datang dari Mas Bani, humas salah satu lembaga amil zakat Dompet Dhuafa. Hampir saja kami lupa, ternyata beberapa hari lalu, kami sudah bikin janji mau melakukan wawancana ekslusif dengan ibu Anna Rahmawati salah satu Direksi Dompet Dhuafa.

Segera saja kami bergegas menuju kantor Dompet Dhuafa Filantropi di daerah Pejanten, Jakarta Selatan. Beruntung jalanan Ibu Kota sedikit lengang sehingga dalam waktu tak berapa lama aku sudah sampai di kantornya.

baca juga:

Setelah melapor pada resepsionis, dengan diantar mas Bani kami naik lift lantai 5 Gedung Dompet Dhuafa Filantropi. Seorang perempuan berkacamata dengan wajah teduh sudah menunggu tim kami di ruangannya.

Berbincang dengan Direktur Keuangan dan Operasional Dompet Dhuafa Filantropi, Anna Rahmawati yang akrab disapa Bu Anna ini, ternyata berjalan sangat cair, kami bisa mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang seluk-beluk bagaimana mengelola zakat. 

Lantas bagaimana dengan potensi pengelolaan zakat di Indonesia yang katanya memiliki penduduk muslim terbesar di dunia itu?

Anna menjelaskan jika melihat pada potensi zakat secara nasional, sebenarnya baru sekitar kurang lebih 3 persen atau sekitar Rp8 triliun dari potensi zakat yang sudah bisa dijangkau oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) termasuk Dompet Dhuafa dan beberapa lembaga amil zakat lainnya. Padahal potensi zakat secara nasional bisa mencapai Rp200 triliun.

"Kalau versinya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), kemudian Dompet Dhuafa juga sempat ngeluarin juga tapi kita kalau kita lihat potensinya Rp200 triliun. Tapi realisasinya Baznas sendirikan kalau nggak salah Rp8 triliun seluruh Indonesia mulai Provinsi dan Daerah,"ujar Anna Rahmawati saat berjumpa dengan tim Akurat.co di Jakarta, belum lama ini.

Profil Yuli Pujihardi. AKURAT.CO/Sopian

Sungguh miris negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, namun sayangnya potensi zakat yang begitu besar belum bisa dioptimalkan baik oleh pemerintah maupun oleh lembaga amil zakat swasta. 

Ada banyak tantangan kenapa potensi zakat tersebut belum optimal. Antara lain masyarakat masih lebih prioritas menyerahkan sendiri zakatnya ketimbang melibatkan lembaga amil. Selain itu, dukungan pemerintah juga belum maksimal. Ini juga di samping kurangnya pengetahuan masyarakat bahwa zakat bisa menimbulkan multiplayer efect dan dampak berkelanjutan.

Padahal menurut Anna, melalui lembaga amil zakat seperti Dompet Dhuafa maupun amil-amil lainnya, seperti PKPU, Rumah Zakat dan Baznas sendiri manfaatnya jauh lebih banyak karena sudah di dukung dengan program yang berkelanjutan.

Berikut adalah bincang-bincang Akurat.co bersama Anna, salah satu Direksi dari Dompet Dhuafa berkenaan dengan potensi zakat di Indonesia ini:

Bagaimana dengan potensi zakat dari tahun ke tahun?

Ada banyak angka disitu sebetulnya, ada beberapa versi ada yang versinya Baznas. Kemudian Dompet Dhuafa juga sempat mengeluarkan juga tapi kita kalau kita lihat Rp200 Triliun.

Tapi realisasinya di Baznas sendirikan kalau nggak salah baru Rp8,1 triliun seluruh Indonesia mulai provinsi dan daerah.

Kalau Dompet Dhuafa (DD) saja tahun lalu masih Rp300 Miliaran dan itu tidak hanya zakat, ada infaq dan sudah termasuk kemanusiaan dan kebetulan tahun lalu ada bencana kebetulan besar di Palu dan Lombok dan Serang, Banten.

Target Dompet Dhuafa Sendiri tahun ini?

Di cabang-cabang kita belum pada tahu. Tapi mestinya kalau di total ditambahin cabang-cabang yang lain, paling tidak Rp 300 Miliar.

Dari total Rp200 triliun berapa persen yang sudah digarap?

Tadi sempat baca di data BAZNAS mereka kan menyatakan bahwa dana zakat baru terkumpul Rp 8,1 triliun atau baru 3% dari potensi zakat Indonesia. Biasanya kalau Baznas itu kan dia rekap semuanya (semua lembaga amil zakat) nggak cuman Baznas aja termasuk lembaga amil yang swastanya kayak Dompet Dhuafa. PKPU, Rumah Zakat.

Nah melihat data itu baru 3% dari potensi Rp200 trilun, jadi ya masih jauh yang sudah digarap ya.

Profil Yuli Pujihardi. AKURAT.CO/Sopian

Potensi kenaikan dari tahun ke tahun secara Nasional?

Kalau Dompet Dhuafa (DD) pada tahun kita total-total ada kenaikan 17%, itu di DD saja ya. Tadi saya baca di Baznas itu dari tahun lalu ada kenaikan 35%. Nah kalau di DD saja beda-beda sebarannya. Kalau DD 17% itu rata-rata ada cabang yang kenaikannya tinggi misalnya di Riau.

Penerimaan zakat di Jawa dan Luar Jawa gapnya signifikan? 

Kalau kasus di DD Itu iya, di kita itu tertinggi di Riau 68% peningkatannya dari Rp 2,5 miliar menjadi Rp6,1 miliar. Jadi kalau ditanya pusat dan daerah DD yang pusat itu kebanyakan di Jakarta itu 294 cabang kita ada 10 cabang di dalam negeri saja.

Jadi Penerimaan zakatnya 88% di Jakarta 12% dan selainnya itu tersebar di Jawa seperti Semarang, Jogja, Surabaya dan Banten itu masih masuk dalam 12% dan luar jawa. 

Kawasan Timur pendapatan berapa persen? 

Saat ini baru di sulawesi Selatan, Makassar, Lombok dan Pare Pare. Tapi yang Lombok dan Pare Pare itu lebih ke program sebenarnya. Itu lebih ke koordinasi programnya.

Di beberapa kota kita lebih menonjolkan semangat untuk berzakat lebih ke filantropinya nah target itu baru muncul belakangan.

Mungkin itu sebabnya kenapa angkanya tidak terlalu besar, karena cabang-cabang kita ada bagian penghimpunan dan penyalurannya juga. Kita awalnya menebarkan semangat kebaikan.

Profil Yuli Pujihardi. AKURAT.CO/Sopian

Bagaimana mengedukasi Masyarakat, bahwa zakat ini dampaknya luas?  

Kalau sementara ini karena sifatnya masih berupa himbauan, kita kan tidak punya ototitas untuk mengambil karena kalau di Alquran itu (Khuz : ambillah).

Kalau kita sekedar menghimbau jadi kegiatan-kegiatan kalau dari dulu dari sepanduk kemudian tulisan yang menggugah tentang zakat dan sekarang menurut saya berhasil. Karena awalnya tidak ada yang kepikiran oh zakat itu bisa kepakai untuk program yang lebih berkelanjutan. Masyarakat 25 tahun lalu itu belum terpikirkan.

Sekarang orang sudah bicara zakat itu ikut memajukan perekonomian dan berhasil mungkin ini juga jangan dilihat dari zakat yang sudah dihimpun. 

Sekarang ini semuanya berlomba-lomba membuat kegiatan temporer lah untuk donasi misalnya hari jumat berkah itu ada dimana-mana kan. Kemudian aplikasi seperti kita bisa itu juga artinya mengugah semangat orang dan juga keinginan untuk berbagi juga sudah tumbuh gitu. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

Ombudsman Ingatkan Presiden, Perubahan Nomenklatur Kementerian Berpontensi Maladministrasi

Image

News

3,7 Juta Warga Jawa Tengah Miskin

Image

Ekonomi

Menteri Rini Tunjuk Irvandi Gustari Jadi Direktur Keuangan Pelindo III

Image

News

BMKG: Gempa 5,9 Guncang Enggano-Bengkulu Tidak Berpotensi Tsunami

Image

Ekonomi

Sebaran Investor Belum Merata, BKPM Luncurkan Potensi Investasi Regional

Image

News

BPBD Potensi Longsor Tinggi saat Hujan Pasca Kemarau

Image

Olahraga

Liga Europa 2019-2020

Hasil Lengkap Liga Europa 2019-2020 3-4 Oktober

Image

News

Gempa Bumi Magnitudo 3,5 Guncang Timur Banda Maluku

Image

Olahraga

FOTO Kalahkan Lazio, Inter Milan Duduki Puncak Klasemen Serie A

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Omzet Capai Rp200 Juta! 5 Fakta Menarik Bisnis Kaus Kaki Milik Rima Mega Dayanthi

Hanya bermodal Rp30 ribu lho!

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Teten Masduki Bawa Misi Jokowi Angkat UMKM dan Modernisasi Koperasi

Dalam serah terima jabatan (sertijab) kali ini, Teten membawa misi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menaikkelaskan UMKM.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Rosan Roeslani Soal Mendag Baru: Orangnya Tidak Banyak Bicara Tapi Banyak Bekerja

Dalam sertijab itu tampak hadir Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Sertijab Mendag Tertutup, Agus Suparmanto Enggan Umbar Janji Kerja

Serah terima jabatan (sertijab) dari Enggartiasto Lukita kepada Menteri Perdagangan baru Agus Suparmanto, dilakukan tertutup.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Agus Gumiwang Sanjung Airlangga Sebagai Sosok Menperin yang Sempurna

Agus Gumiwang Kartasasmita resmi menjabat sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Airlangga Hartarto yang ditunjuk sebagai Menteri Koordi

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Edhy Prabowo Jadi Menteri KKP, Ini Harapan Pengusaha

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai sosok Edhy cukup mumpuni diberikan amanat memajukan sektor perikanan nasional.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Dirut BUMN Hingga Konglomerat Hadiri Serah Terima Jabatan Erick Thohir

Kedatangannya ini disambut palang pintu berisi pantun yang dipersembahkan oleh karyawan BUMN.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Menteri ESDM Arifin Tasrif Janji Langsung Benahi Defisit Neraca Migas

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan akan berfokus untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan (current account defisit/CAD).

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Sertijab Bappenas Diiringi Tangis Perpisahan Bambang Brodjonegoro kepada Jajarannya

Serah terima jabatan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) kepada Suharso.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Suharso Akan Diskusikan Pemindahan Ibu Kota Baru Sampai ke Tempat Tidur

Suharso Monoarfa akan mendiskusikan pemindahan Ibu Kota tidak hanya di kantor, tapi hingga di dalam rumah.

Available

trending topics

terpopuler

  1. Tokoh Papua: Terimakasih Pak Jokowi, Kabinet Jilid II Tak Ada Keterwakilan Orang Asli Papua

  2. Paranormal: Terima Kasih Pak Prabowo

  3. Sikapi Kabinet Baru Jokowi, Presiden PKS Keluarkan Maklumat: Ketahuilah Ini Bukan Pilihan Ideal, Bahkan Pilihan Berat

  4. Sudah Miliki Lahan 16 Tahun, Warga Ini Tiba-tiba Kaget Karena Ini

  5. Pelaku Teror Bom di Pelantikan Jokowi Ditangkap, Budiman: Pembunuh-pembunuh Berdarah Dingin

  6. Kadernya Tak Masuk Kabinet Jokowi-Ma'ruf, Demokrat Pasrah

  7. Apresiasi Susunan Kabinet Indonesia Kerja Jokowi-Ma'ruf, PSI: Ini Menjanjikan!

  8. Baru Tiga Jam Dilantik, Menkominfo Johnny Lupa Kepanjangan Nama Kementeriannya

  9. Rusli Bisiki Ilham Habibie: Jangan Mau Jadi Menteri, Kamu Fokus Saja Bikin Pesawat, Lanjutkan Cita-cita Bapakmu

  10. Hendak Foto Prewedding, William Dipalak Rp750.000 oleh Petugas Taman Lapangan Banteng

Available

fokus

Kabinet Jokowi-Ma'ruf
Menunggu Eksekusi
Menyambut Presiden-Wakil Presiden 2019-2024
Available

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Berharap Kepada Parlemen Daerah

Image
Ujang Komarudin

Rontoknya Kekuatan Oposisi

Image
Achmad Fachrudin

Memperbaiki Marwah DPD 2019-2024

Image
Abdul Aziz SR

Partai Politik Tuna Ideologi

Available

Wawancara

Image
News

DPR RI

Perjuangan Muh Aras, Pebisnis-Politisi yang Berhasil Masuk ke Senayan

Image
News

DPR RI

Apa Sih Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia? Farah Puteri Nahlia Akan Menjelaskannya untuk Kamu...

Image
News

DPR RI

Farah Puteri Nahlia, Politisi Termuda DPR RI yang Ingin Perjuangkan RUU KKS

Sosok

Image
Gaya Hidup

Menteri PPPA Ingin Akrab dengan Media dan LSM

Image
Gaya Hidup

Sempat Kaget Ditunjuk Jadi Menteri PPPA, Bintang Tak Malu Bertanya ke Anak Buah

Image
News

Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Jumlah Kekayaan 5 Menteri Srikandi Kabinet Indonesia Maju, Ada yang 'Hanya' Miliki Rp4 Miliar