breaking news: Bill Gates: Prioritas Obat COVID-19 untuk yang Membutuhkan, Bukan Orang Kaya

image
Login / Sign Up

Strategi Proteksionisme Bergaya 'Old Style' Amerika Bakal Jadi Bumerang

Andi Syafriadi

Perang Dagang

Image

Ilustrasi Perang Dagang China-AS | YICAIGLOBAL.COM

AKURAT.CO Praktik proteksionisme gaya lama tampaknya kembali menjadi strategi yang dipakai oleh Amerika Serikat (AS) baru-baru ini. Dimana praktik tersebut memberikan peningkatan eskalasai Perang dagang dengan China.

Namun, praktik berat sebelah tersebut yang biasa digunakan oleh AS nyatanya akan menjadi bumerang, melukai dirinya sendiri dan menimbulkan dampak negatif terhadap perekonomian global.

Sebelumnya, Washington menaikkan Tarif tambahan untuk produk asal China senilai USD 200 miliar dari 10% menjadi 25% pada 10 Mei lalu. Langkah tersebut memperparah gesekan Perdagangan yang telah berlangsung sepanjang tahun antara dua negara gajah tersebut, meskipun sudah ada 11 putaran diskusi Perdagangan bilateral.

baca juga:

Akibatnya China membalasnya dengan mengenakan Tarif tambahan terhadap AS yang akan berlaku 1 Juni mendatang.

Strategi proteksionisme yang dipakai AS menunjukkan pola pikir zero-sum (menang-kalah) yang bertentangan dengan realitas globalisasi ekonomi. Padahal Perdagangan global, sebagian besar merupakan hasil dari keunggulan komparatif berbagai negara yang berbeda yang mendorong pertumbuhan ekonomi bersama dan meningkatkan standar hidup bagi orang-orang di berbagai penjuru dunia.

Suatu hal yang normal bagi suatu negara untuk memiliki defisit dan surplus Perdagangan terhadap beberapa negara lain. Karena sejatinya suatu negara tidak dapat memiliki keunggulan komparatif di semua sektor.

Melalui perkembangan globalisasi pun saat ini juga terjadi peningkatan spesialisasi industri dan teknologi, saling ketergantungan dan saling melengkapi merupakan karakteristik ekonomi internasional.

Rantai pasokan produk teknologi tinggi sering kali melibatkan banyak negara. Memakai Tarif sebagai senjata demi mewujudkan permintaan yang tidak masuk akal hanya akan membahayakan rantai pasokan global. Yang juga menjadi tempat bergantung bagi banyak perusahaan AS dan mengikis vitalitas yang dibutuhkan perekonomian Negeri Paman Sam untuk bertumbuh.

Pemerintahan Trump juga telah memberlakukan Tarif dimana mereka mengancam akan memberlakukannya terhadap produk-produk baja dengan mitra dagang lainnya, termasuk Uni Eropa.

Sudah lazim bahwa Tarif akan dibayar oleh importir negara yang memberlakukan Tarif dan akhirnya dibebankan kepada konsumen, hal ini tidak akan dapat menyelesaikan defisit Perdagangan Barang antara China dan AS.

Proteksionisme berpikiran sempit tersebut tidak akan membawa kemakmuran bahkan kekuatan dalam jangka panjang, justru sebaliknya malah dapat membuat perekonomian Amerika itu sendiri lesu.

Dengan tindakan balasan dari China, banyak petani dan perusahaan AS berisiko kehilangan pasar dimana negara China merupakan salah satu pasar terbesar untuk menjual komoditas pertanian Amerika.

Bulan lalu, menurut laman Reuters, Perang dagang antara dua gajah tersebut telah meningkatkan risiko resesi AS dimana sebagian besar ekonom hasil survei Reuters menyatakan peluang resesi terjadi dalam dua tahun ke depan adalah 40%.

"Kita sudah berada dalam situasi yang mengkhawatirkan, ketika tingkat Tarif yang diberlakukan terealisasi maka selama beberapa pekan ke depan benar-benar akan merugikan, karna pada dasarnya langkah untuk menerapkan Tarif 25% terhadap semua yang kita Impor dari China merupakan hambatan yang sangat nyata dalam perekonomian," ujar Michael Hanson selaku kepala strategi makro global TD Securities.

Bagi China, dengan pertumbuhan sebesar 6,4% pada kuartal pertama, perekonomian negara tersebut tetap solid dan kuat, hal ini berkat keterbukaan, inovasi dan potensi besar konsumsi domestiknya, serta upaya untuk memfasilitasi Perdagangan dan investasi dua arah.

Sedangkan menurut kementrian Perdagangan China menyatakan bahwasanya, Investasi langsung asing ke China meningkat 6,4% year-on-year senilai Rp638 triliun pada periode Januari-April.

Sedangkan sektor manufaktur berteknologi tinggi mencatatkan pertumbuhan 12,3% year-on-year dalam penggunaan aktual investasi asing, menunjukkan kepercayaan perusahaan-perusahaan asing yang solid terhadap perekonomian China.

Maka dengan itu, sejatinya semakin berlanjutnya Perang dagang maka pada akhirnya tidak akan melahirkan pemenang, bahkan sang inisiator lebih mungkin menderita.

Salah satu solusinya adalah kedepankan kepentingan semua pihak untuk menjunjung tinggi kerja sama yang positif dan multilateralisme, membangun ekonomi global yang terbuka serta berjuang untuk terus tumbuh bersama dan inklusif. Kebijakan egois dan autarkis sungguh tidak realistis dan tidak menuju ke mana pun.

Gesekan Perdagangan AS-China harus diselesaikan melalui konsultasi dan dialog di bawah prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan, bukannya proteksionisme dan berbalas Tarif.

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Reuters, Xinhua

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Ahli Virologi China Bocorkan 'Kebenaran' tentang COVID-19 yang Ditutup-tutupi Pemerintah

Image

Olahraga

Tim Nasional Indonesia U-16

Pemain Timnas yang Tak Bisa Jaga Berat Badan Bakal Didenda

Image

Olahraga

Tim Nasional Indonesia U-16

Cegah Penularan Corona Lewat Udara, TC Timnas U-16 Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Image

News

Aniaya ABK, Satgas TPPO Tangkap Mandor Kapal Lu Huang Yuan Yu 118

Image

Olahraga

Asian Beach Games 2020

OCA Pertimbangkan Penjadwalan Ulang Asian Beach Games 2020

Image

Iptek

Sains

Kucing Ternyata Sudah Jadi Hewan Peliharaan Manusia Sejak 1000 Tahun Lalu

Image

News

FOTO Upaya Pencarian Aktris Naya Rivera yang Hilang di Danau Piru

Image

Iptek

Samsung Electronics Raih Top Brand di Asia 9 Tahun Berturut-turut

Image

Ekonomi

Vaksin Imbangi Peningkatan Kasus Virus, Dolar AS Terpeleset

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Jangan Ragu Berbisnis Online, Simak Nih Tipsnya Biar Sukses!

Bisnis online merupakan salah satu jenis usaha yang mulai banyak dilakukan di era modern seperti saat ini.

Image
Ekonomi

KKP Dorong Pengembangan Budi Daya Ikan Sidat

KKP mendorong berbagai pihak termasuk pemda dan pelaku usaha perikanan mengembangkan budi daya ikan sidat.

Image
Ekonomi

Gak Sabar Ingin Liburan? Nih 5 Rekomendasi Tempat Wisata di Jakarta Saat New Normal!

fase new normal diharapkan bisa menggulirkan roda perekonomian lagi.

Image
Ekonomi

Mau Tambah Penghasilan? Cobain Nih 7 Ide Pekerjaan yang Bisa Dilakukan di Rumah

Berikut 7 ide pekerjaan yang bisa dicpba bagi kamu yang ingin menambah penghasilan dari rumah.

Image
Ekonomi

Email Perintahkan Karyawan Hapus TikTok Bocor, Amazon: itu Kesalahan!

Amazon klarifikasi isu karyawan diminta hapus TikTok dari smartphobenya adalah kesalahan.

Image
Ekonomi

Implementasi Kartu Prakerja Lewat Digitalisasi Mampu Kurangi Korupsi

Pelaksanaan program Kartu Prakerja melalui digitalisasi bisa meminimalisasi praktik korupsi dalam implementasi kebijakan.

Image
Ekonomi

Mau Mulai Gowes? Ini 3 Rekomendasi Sepeda Lipat Murah Meriah Mulai 1 Jutaan

Intip nih rekomendasi sepeda lipat harga mulai 1 jutaan dan dibawah 3 jutaan yang cocok menunjang hidup sehatmu dimasa pandemi.

Image
Ekonomi

5 Fakta Menarik Bangunan Hagia Sophia yang Kembali Jadi Masjid

Seperti diketahui Mahkamah Agung Turki memutuskan untuk mengembalikan status museum Hagia Sophia sebagai masjid.

Image
Ekonomi

Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

BGR Logistics menggandeng HARA Technology guna memperkuat aplikasi pangan saat pandemi COVID-19.

Image
Ekonomi

Kamu Milenial dan Sering Kehabisan Uang? Hati-hati dengan 3 Hal Ini Ya!

Berikut 3 penyebab milenial seringkali kehabisan uang serta cara mengatasi agar hal itu tidak terjadi lagi.

terpopuler

  1. Pembobol Data Denny Siregar Ditangkap, Zara: Kaya Gini Cepat, Giliran Harun Masiku Lemot

  2. Anies Baswedan: Reklamasi Era Ahok Langgar Amdal dan Bikin Jakarta Banjir

  3. 4 Ilustrasi Adu Kekar Pesepakbola Dunia, Lucu Nih Pamer Otot Gede

  4. Bak Pasangan Muda, 6 Momen Kebersamaan Menag Fachrul Razi dan Istri

  5. Membahayakan Pasien, Apoteker Indonesia Gugat Permenkes Nomor 3 Tahun 2020 ke MA

  6. Anies Akui Penimbunan Laut di Ancol Disebut Reklamasi, Tapi Beda dengan Reklamasi 17 Pulau Era Ahok

  7. 4 Rekomendasi Film Terbaik di Netflix untuk Temani Akhir Pekan

  8. Sindir Pedas Telkomsel, Denny Siregar: Jangan Lepas Tangan dari Masalah Besar!

  9. Akhirnya Buka Suara, Anies Baswedan Klaim Perluasan Lahan di Ancol Bukan Reklamasi

  10. Aksi Bakar Lilin di Depan Kejaksaan Agung RI Ungkit Kasus Sarang Burung Walet

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Sense of Crisis

Image
Egy Massadiah

Petuah Bangkit dari 'Sunrise of Java'

Image
Dr. Tantan Hermansah

Memaknai Demam Sepeda di Musim Pandemi

Image
UJANG KOMARUDIN

Melestarikan Pancasila

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Restrukturisasi, Babak Baru Pertamina Melangkah ke Kancah Dunia

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Sosok

Image
Ekonomi

Bermental Baja Walau Jadi Korban Bullying, Begini Perjalanan Karier Kekeyi

Image
News

Bak Pasangan Muda, 6 Momen Kebersamaan Menag Fachrul Razi dan Istri

Image
News

Penampilan Terbarunya Bikin Pangling, Ini 5 Potret Transformasi Menlu Retno Marsudi