image
Login / Sign Up

Perekonomian Rakyat Pun Terluka

Denny Iswanto

Kerusuhan Pemilu

Image

Para Demonstran membuat kericuhan saat menggelar Aksi 22 Mei di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Aksi unjuk rasa itu menyikapi putusan hasil rekapitulasi nasional Pemilu serentak 2019 yang dianggap terjadi kecurangan. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO "Sudah cukup adik-adik, kalian pulang ke rumah. Nanti tidak bisa Lebaran. Kami polisi bukan musuh kalian," kata Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Harry Kurniawan dari atas mobil komando mengimbau massa yang melakukan aksi demonstrasi berlebihan hingga berujung ricuh untuk membubarkan diri.

"Silakan kalian pulang, sebelum jatuh korban. Sudah cukup. Ini rumah kita, ini rumah kita. Sudah, pulang. Kalian kami imbau untuk pulang sebelum jatuh korban" kata Kapolres, kembali menegaskan bahwa jangan sampai ada kerugian lagi yang terjadi di kedua belah pihak sebagai satu bangsa yang seharusnya bersatu.

Demo Ricuh di Bawaslu. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Seruan-seruan ini sepertinya akan sangat familiar di telinga semua masyarakat Indonesia yang melihat siaran berita di TV ataupun membaca peristiwa yang terjadi di media cetak atau online dalam beberapa hari ini.

baca juga:

Kekacauan dalam aksi demonstrasi ini memang sebagai buntut kekecewaan terhadap hasil pemilu yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa dini hari (21/5/2019) lalu.

KPU memang telah mengumumkan hasil perolehan suara sebesar 55,50 persen diraih pasangan capres nomor urut 01 Joko Wido-Ma'ruf Amin, dan 44,50 persen untuk pasangan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno. Namun para pendukung kubu 02 tidak merasa puas dengan hasil ini dan menuntut akan adanya keadilan.

Para pendukung tersebut pun menggelar aksi demo di depan Bawaslu, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat di Jalan KS Tubun Raya, Jakarta Barat, dan di Fly Over Slipi, Jakarta Barat. Dan pada Rabu dini hari (22/5/2019) hingga malam hari di waktu yang sama, aksi demo berlangsung ricuh. Kerusuhan ini mengakibatkan sebanyak 6 orang meninggal dunia dan sekira 200 orang luka-luka.

Asal tahu saja, di negara demokrasi, aksi demonstrasi sebagai salah satu bentuk penyampaian pendapat, memang sama sekali bukanlah hal terlarang dan ditakutkan. Namun, Negara yang menjamin kebebasan bersuara sejatinya ialah negara yang juga menjamin rasa aman setiap rakyatnya.

Ruang demokrasi yang terbuka bukanlah arena untuk para perusuh dan aksi-aksi inkonstitusional, yang hanya ingin merusak persatuan. Berulang kali melalui berbagai forum para tokoh bangsa juga mengingatkan pentingnya kedewasaan dalam berdemokrasi agar keutuhan negara dapat terus lestari.

Pasalnya peristiwa ini praktis mengundang kekhawatiran semua pihak, karena jika masih terus berlanjut bisa berdampak negatif. Tidak saja terhadap situasi politik nasional, namun juga terhadap perekonomian bangsa. Tengok saja harga saham-saham di Bursa Efek Indonesia pada pembukaan pasar di hari Rabu (22/5/2019), langsung anjlok begitu pula dengan nilai tukar rupiah yang juga loyo tak berdaya.

Demo Ricuh di Bawaslu. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Harga saham-saham di Bursa Efek Indonesia pada pembukaan pasar anjlok sebesar 2,99 persen menjadi 5.948,38 poin. Selanjutnya pada penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus merosot ke level 5.939,64 poin. Sejalan dengan itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar uang juga melemah 45 poin atau 0,31 persen menjadi Rp14.525 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.480 per dolar AS.

Semuanya terjadi karena sentimen negatif dari peristiwa domestik menurut para pengamat pasar. Kerusuhan ini menyebabkan pelaku pasar meninggalkan dan melakukan 'profit taking' di pasar Indonesia. Kendati demikian sejumlah kalangan memperkirakan kondisi pelemahan ini tidak akan terus berlanjut dengan catatan, bahwa situasi keamanan harus terjaga dan situasi harus kembali kondusif.

Di sisi lain kerusuhan demo penolakan hasil pemilu ini juga berimbas pada roda ekonomi riil di lapangan. Aksi demo 'over dosis' berujung ricuh yang berlangsung dari pagi hari, siang hingga dinihari tersebut, sempat membuat lumpuh Pasar Tanah Abang, di Jakarta Pusat.

Aktivitas di pusat perdagangan tekstil dan garmen terbesar di Asia Tenggara ini terpaksa tutup karena berada di dekat aksi demo Bawaslu, Jalan KS Tubun maupun Fly Over Slipi. Toko-toko yang biasanya menjual oleh-oleh haji di Jalan Mas Mansyur tutup. Begitu pula dengan pertokoan Blok A, Blok B, Blok F dan Blok G.

PD Pasar Jaya memperkirakan Pasar Tanah Abang akan menelan kerugian yang mencapai ratusan miliar rupiah akibat penutupan seluruh toko untuk mencari aman. Pasalnya perputaran uang di pusat perdagangan tekstil dan garmen terbesar di Asia Tenggara ini per harinya bisa mencapai Rp200 miliar, apalagi pasti ada lonjakan di bulan Ramadan seperti saat ini.

Demo Ricuh di Bawaslu. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Demikian juga pusat perbelanjaan Sarinah Thamrin, yang berhadapan langsung dengan Gedung Bawaslu titik utama aksi demo, tutup sejak Selasa (21/5/2019). Menurut perhitungan pengelola pertokoan, dengan tutupnya operasional dalam satu hari saja, Sarinah bisa menderita kerugian yang tidak sedikit.

Untuk hari biasa, secara harian Sarinah mampu mengantongi pendapatan sekitar Rp400 juta hingga Rp500 juta. Sementara untuk bulan Ramadan seperti saat ini, pendapatan bisa mencapai dua kali lipatnya yakni Rp 1 Miliar.

Sedangkan di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, dan Pasar Glodok, Jakarta Barat, akvitas perdagangan masih berlangsung, meskipun tutup lebih awal untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Biasanya pasar Jatinegara yang terkenal menjadi pusat penjualan pakaian jadi ini tutup jam 17.00 atau 18.00 WIB, namun ditutup lebih cepat sekitar 14.00 WIB.

Pasar Tanah Abang Masih Ditutup Hingga 25 Juni. AKURAT.CO/Sopian

Belum lagi aktivitas kerja kantoran yang harus tersendat karena lokasinya berdekatan dengan aksi massa. Banyak karyawan dipulangkan lebih awal bahkan ada perusahaan yang meliburkan karyawannya demi menjaga keselamatan dan keamanan.

Bisnis transportasi pun harus memutar otak agar mampu melayani masyarakat dengan maksimal di tengah banyaknya penutupan akses jalan demi terwujudnya keamanan.

Aksi kekerasan berkedok demonstrasi yang berujung kerusuhan memang masih saja berlanjut hingga Kamis dini hari (23/5/2019) tadi. Masih banyak provokator yang sengaja memanfaatkan kumpulan massa untuk menciptakan instabilitas, dan sudah diburu oleh pihak berwenang. Sejumlah kendaraan masih saja dibakar dan ratusan orang masih keluar masuk kamar perawatan akibat cidera.

Negara menyatakan akan bersikap tegas dan tak menoleransi siapa pun yang hendak mengganggu keamanan, mengganggu proses demokrasi, dan mengganggu persatuan bangsa. Begitu pula dengan kubu 02 yang telah menyerukan penarikan massa agar tidak terjadi kericuhan yang berkelanjutan.

Kedewasaan demokrasi Indonesia memang sedang diuji, namun semua pihak harus menyatukan diri untuk menggapai kesejahteraan, bukannya mencerai-beraikan yang menjerumuskan bangsa ini ke jurang kehancuran. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Kurs Dolar AS Amblas, Investor Berpaling ke Aset Safe Haven

Image

Ekonomi

Saham-saham Wall Street Bervariasi Setelah AS Rilis Data Ekonomi

Image

News

FOTO Menyoal Sistem Pilkada yang Berbiaya Tinggi dalam Diskusi Dialektika Demokrasi

Image

News

Ketua Majelis Syuro PKS: Semakin Kita di Luar Pemerintah, Semakin Kita Dipeluk

Image

Ekonomi

Kembangkan Ekonomi Syariah, Indonesia Bakal Belajar dari Malaysia

Image

News

Airlangga Minta Kader Golkar Kedepankan Demokrasi saat Pemilihan Ketum

Image

Ekonomi

Gubernur BI Imbau Pelaku Ekonomi Syariah Jangan Lupakan Digitalisasi

Image

News

Mahasiswa China Tinggalkan Hong Kong saat Kampus-kampus Membara

Image

News

Hindari Perpecahan Usai Pemilihan Ketum, Bamsoet Ingatkan Kader Golkar Tetap Kedepankan Asas Demokrasi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Usai Kunjungi RS, Jokowi: Tata Kelola BPJS Memang Harus Diperbaiki

Menurut Presiden pendisiplinan pembayaran iuran perlu diintensifkan.

Image
Ekonomi

Progres Proyek Jambaran Tiung Biru 25 Persen, Pertamina Klaim Lebih Cepat dari Target

Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina EP Cepu (PEPC) terus menggenjot proyek Jambaran Tiung Biru (JTB). Sebagai proyek strategis nasi

Image
Ekonomi

2020, PPA Bakal Perkuat Investasi dan Pengelolaan NPL Himbara

Total investasi PPA sampai dengan triwulan II 2019 sebesar Rp3,1 triliun.

Image
Ekonomi

IHSG Menguat Berkat Perekonomian Jerman dan Harga Komoditi yang Melonjak

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan Jumat (15/11/2019) menguat 0,28% atau 16,8 poin ke 6115,75.

Image
Ekonomi

Rupiah Akhirnya Menguat Setelah Beberapa Hari Tumbang

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pasar spot awal perdagangan Jumat (15/11/2019) menguat 16 poin Rp14.063.

Image
Ekonomi

Jokowi: Pembangunan Infrastruktur Tetap Lanjut, Prioritas Sedikit Berbeda

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, fokus pemerintah pada lima tahun ke depan adalah membangun sumber daya manusia (SDM).

Image
Ekonomi

Kaya Bahan Baku Alami, Impor Bahan Baku Industri Kosmetik Bakal Ditekan

Kementerian Perindustrian terus memacu pengembangan industri komestik di dalam negeri agar bisa lebih berdaya saing di kancah global.

Image
Ekonomi

PPA Bakal Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun

PPA bakal terbitkan obligasi Rp1 triliun dengan 3, 5, 7, atau 10 tahun dalam upaya guna memenuhi kebutuhan pendanaan jangka panjang.

Image
Ekonomi

Peneliti SMRC Sindir Said Didu: Kalau Pengangkatan Ahok Mengembalikan Arogansi, Pengangkatan Prabowo Mengembalikan Rezeki?

Sindiran itu keluar lantaran, Said Didu berpendapat bahwa menempatkan Ahok di salah satu BUMN akan mengembalikan arogansi pendukungnya.

Image
Ekonomi

Pegawai BUMN Terlibat Terorisme, Ini Kata Erick Thohir

Terorisme adalah tindak kejahatan yang bisa menimbulkan ketakutan masif, menimbulkan korban, merusak objek vital yang strategis.

Available

trending topics

terpopuler

  1. Said Didu Berceloteh Soal Ahok, Profesor USU: Kau Punya Pengaruh Apa?

  2. Ditertawakan di Indonesian Idol hingga jadi Bintang di Malaysia, ini 5 Fakta Mengejutkan Karier Gabe “Wely"

  3. Sarankan Menteri BUMN Konsultasi dengan KPK Soal Ahok, Andre Rosiade Kena 'Tampar' Profesor USU

  4. Kata Sandiaga Uno Soal Ahok yang Santer Dikabarkan jadi Bos BUMN

  5. Sandiaga: Setelah Ahok Resmi Pimpin BUMN, Kita Wajib Dukung

  6. 5 Seleb Hollywood Ini Mengaku Kecanduan Seks, Ada yang Pernah Tiduri Lima Ribu Wanita!

  7. Pengamat Intelejen: Polisi Jadi Sasaran Teror Karena Kerap Gagah-gagahan di Televisi

  8. Diajak Bertemu dengan Pelaku, Roy Kiyoshi: Jempolmu, Mulutmu adalah Harimaumu

  9. Rumah Guru Terduga Pelaku Bom Medan di Belawan Kerap Digunakan untuk Pengajian

  10. Rumah bagi Biliuner, Ini 7 Kota Paling Kaya di Dunia, Ada yang Tembus Rp42 Kuadriliun!

Available

fokus

Nasib Sumber Air
Tantangan Pendidikan
Pejuang Kanker Payudara
Available

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Memerangi Radikalisme

Image
Abdul Aziz SR

Pentingnya Tenaga Ahli DPRD

Image
Hasan Aoni

Secuil Kabar dari Amerika tentang Sri

Image
UJANG KOMARUDIN

Inspirasi Hari Pahlawan

Available

Wawancara

Image
News

Pemidanaan Korporasi Atas Karhutla Di Mata Praktisi Hukum

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag 2 - selesai)

'Pertandingan Paling Berkesan Adalah Menang'

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag-1)

'Suatu Hari Nanti Saya Ingin Melatih Timnas'

Sosok

Image
News

6 Potret Hangat Fadli Zon Antar Ibunda Pulang Kampung ke Payakumbuh

Image
News

Liburan ke Lombok hingga Nongkrong di Kafe, 8 Potret Terbaru Mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan

Image
News

Tengah Hamil Tua, 7 Potret Gista Putri yang Tetap Memesona