image
Login / Sign Up

Bamsoet: Indonesia Butuh Peran Swasta dalam Mendongkrak Perekonomian

Siti Nurfaizah

Memprediksi Iklim Investasi

Image

Ketua DPR Bambang Soesatyo menjadi keynote speaker pada acara IndoSterling Forum yang bekerjasama dengan Akurat.co dengan tema 'Memprediksi Iklim Investasi Indonesia Pasca Pilpres 2019,' di Jakarta, Kamis (16/5/2019). Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan upaya memacu pertumbuhan ekonomi nasional tidak cukup hanya mengandalkan pengeluaran pada sektor publik. Terlebih, kemampuan fiskal pemerintah saat ini sangat terbatas. Hadir sebagai pembicara lain Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Anggota Komisi IX Fraksi Partai Golkar DPR RI Mukhamad Misbakhun, Peneliti Senior INDEF Enny Sri Hartati dan Direktur IndoSterling Aset Manajemen Stevan Purba. | AKURAT.CO/Sopian

Akurat.CO Ketua Akurat.co/indeks?tag=DPR' class='related-tag'>DPR RI Akurat.co/indeks?tag=Bambang+Soesatyo' class='related-tag'>Bambang Soesatyo menegaskan upaya memacu pertumbuhan ekonomi nasional tidak cukup hanya mengandalkan pengeluaran pada sektor publik. Terlebih, kemampuan fiskal pemerintah saat ini sangat terbatas.

Karenanya, Bamsoet (panggilan akrabnya) mengatakan bahwa Ekonomi Indonesia perlu peran serta pihak Swasta, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk melakukan penanaman modal.

Akurat.co/indeks?tag=Investasi' class='related-tag'>Investasi merupakan indikator yang dapat menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi dalam perekonomian suatu negara. Melalui Akurat.co/indeks?tag=Investasi' class='related-tag'>Investasi akan tersedia berbagai sarana produksi yang dapat dioptimalkan untuk menghasilkan output dan nilai tambah yang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi,” ujar Bamsoet.

baca juga:

Ia menyampaikan hal tersebut saat menjadi keynote speaker pada acara Akurat.co/indeks?tag=Indosterling' class='related-tag'>Indosterling Forum yang bekerjasama dengan Akurat.co, dengan tema 'Memprediksi Iklim Akurat.co/indeks?tag=Investasi' class='related-tag'>Investasi Indonesia Pasca Pilpres 2019,' di Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Hadir sebagai pembicara lain Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Anggota Komisi IX Fraksi Partai Golkar Akurat.co/indeks?tag=DPR' class='related-tag'>DPR RI Mukhamad Misbakhun, Peneliti Senior INDEF Enny Sri Hartati dan Direktur Akurat.co/indeks?tag=Indosterling' class='related-tag'>Indosterling Aset Manajemen Stevan Purba.

Sebelumnya mengingat pentingnya peran Akurat.co/indeks?tag=Investasi' class='related-tag'>Investasi dalam pertumbuhan ekonomi, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menekankan pentingnya menciptakan iklim usaha dan Akurat.co/indeks?tag=Investasi' class='related-tag'>Investasi yang kondusif. Karena iklim Akurat.co/indeks?tag=Investasi' class='related-tag'>Investasi yang kondusif akan menarik minat investor untuk menanamkan modalnya.

“Berdasarkan data yang dirilis World Bank, indeks kemudahan berusaha atau ease of doing business (EODB) Indonesia tahun 2018 berada pada peringkat ke-73. Secara total, nilai EODB Indonesia naik 1,42 poin menjadi 67,96. Indikator yang menyumbang kenaikan nilai bagi Indonesia adalah indikator memulai usaha, memperoleh kredit dan pendaftaran properti,” tutur Bamsoet.

Namun demikian, lanjut Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini, tahun 2018 merupakan tahun yang berat bagi iklim Akurat.co/indeks?tag=Investasi' class='related-tag'>Investasi Indonesia. Nilai realisasi penanaman modal atau Akurat.co/indeks?tag=Investasi' class='related-tag'>Investasi asing di Indonesia sekitar 392,7 triliun rupiah, turun 8,8 persen dibandingkan tahun 2017.

“Turunnya nilai Akurat.co/indeks?tag=Investasi' class='related-tag'>Investasi asing Indonesia di tahun 2018 yang lalu diakibatkan oleh gejolak nilai tukar rupiah serta perang dagang di pasar global. Akan tetapi bila dilihat secara historis, iklim Akurat.co/indeks?tag=Investasi' class='related-tag'>Investasi Indonesia memiliki lima kendala utama yang kerap dikeluhkan oleh investor. Kendala tersebut adalah tumpang tindihnya regulasi dan ketidakpastian hukum, pajak, tenaga kerja, perizinan serta infrastruktur,” jelas Bamsoet. 

Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen ini menjelaskan, pemerintah telah bekerja keras membuat kebijakan dan terus berupaya untuk meminimalisir berbagai kendala yang dihadapi. 

Seperti melakukan perubahan paradigma pembangunan dari Jawa centris menjadi Indonesia centris melalui pembangunan infrastruktur yang masif dan merata, pemberian fasilitas fiskal dan melakukan reformasi di bidang perizinan.

“Merubah sikap mental dan budaya birokrasi tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Diperlukan pengawasan dan evaluasi secara terus menerus. Akurat.co/indeks?tag=DPR' class='related-tag'>DPR sendiri dalam berbagai kesempatan tidak henti-hentinya melalukan pengawasan kepada pemerintah mengenai pentingnya mengatasi defisit transaksi perdagangan dengan memperbaiki berbagai regulasi dan iklim Akurat.co/indeks?tag=Investasi' class='related-tag'>Investasi, baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” pungkas Bamsoet. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

Ketua DPRD DKI Minta Pemprov Membuka Rumah Ibadah dengan Mengedepankan Protokol Kesehatan

Image

News

DPR RI

Gus Nabil: Nilai-nilai Pancasila Harus Disegarkan Agar Tidak Tergerus Akibat Krisis COVID-19

Image

News

DPR RI

Sebelum Sekolah Kembali Dibuka di Era Normal Baru, Ketua DPR Sarankan Pemerintah Lakukan Hal Ini

Image

News

Hari Lahir Pancasila, Komisi A DPRD DKI: Komunisme, Liberalisme, Marxisme Dan Khilafah Tak Pantas di Indonesia

Image

Video

Wabah Corona

VIDEO Aktor Dwi Sasono Terjerat Kasus Narkoba

Image

Video

Wabah Corona

VIDEO Petani Sayur di Bekasi Merugi Akibat PSBB

Image

News

Presiden Tidak Bisa Dijatuhkan Hanya Karena Kebijakan Menghadapi Pandemi

Image

News

DPR RI

Mardani: Pancasila Tak Hanya Jargon Maupun Hafalan Belaka, Tapi Implementasi dan Aksi!

Image

Video

Wabah Corona

VIDEO Persiapan Museum Bahari Sambut New Normal

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Karena Lockdown Jumlah Pengangguran di India Capai 122 Juta Orang

Sekitar 122 juta orang India terpaksa terkena PHK dan berhenti bekerja pada bulan lalu.

Image
Ekonomi

Jasa Marga Catat 422 Ribu Kendaraan Kembali ke Jakarta

Untuk distribusi lalu lintas menuju Jakarta sebesar 35,2 persen dari arah Timur, 33,0 persen.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

BEI Klaim New Normal Mampu Angkat Saham yang Turun Selama COVID-19

Saat ini harga saham sudah mulai mengalami kenaikan.

Image
Ekonomi

PT PPI Klarifikasi Isu Soal Keterlibatan Impor Daging Tahun 2016

Prinsip good corporate governance juga penting untuk dijalankan dalam proses bisnis.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Menaker Pastikan Tenaga Medis Hingga Relawan COVID-19 Dilindungi Program Jaminan Kecelakaan Kerja

Pekerja/buruh yang dapat dikategorikan memiliki risiko khusus/spesifik yang dapat mengakibatkan PAK karena COVID-19.

Image
Ekonomi

Mentan Sebut Kelahiran Pancasila Momentum Tingkatkan Gotong Royong Bangun Pertanian

COVID-19 memberi tantangan-tantangan baru, termasuk pada perekonomian dunia.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Penghentian Sementara Layanan Bus AKAP-AKDP Jabodetabek Diperpanjang

Penghentian operasi pelayanan tidak berlaku bagi angkutan perkotaan dan lintas wilayah di dalam Jabodetabek.

Image
Ekonomi

TKA China Untuk Bangun Smelter, Said Didu: Sejak 60 Tahun Indonesia Sudah Kelola Nikel!

Kedatangan 500 TKA China ke Indonesia pada akhir Juni atau awal Juli 2020.

Image
Ekonomi
Hari Lahir Pancasila

Hari Lahir Pancasila, Menkeu Ajak Masyarakat Indonesia Gotong Royong Lawan COVID-19

Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam menjalani kehidupan sehari-hari akan mampu membawa Indonesia menjadi lebih maju ke depannya.

Image
Ekonomi

Kementerian PUPR Bangun Rumah Khusus Nelayan di Konawe Utara

Rumah khusus nelayan untuk para nelayan dibangun di atas lahan seluas satu hektar milik Pemerintah Desa Laimeo.

terpopuler

  1. Kekasih Gelandang Madrid Ini Mengaku Lakukan Seks Sekali Sehari, Sangat Kompetitif

  2. Bikin Plong, Ini 5 Cara Membersihkan Paru-paru Secara Alami

  3. Heboh Slip Gaji Guru Honorer Hanya Rp35 Ribu per Bulan, Warganet: Nangis Liatnya

  4. Gagah Abis, Ini 3 Potret Ravi Murdianto saat Berseragam Tentara

  5. Pertokoan Kawasan Jembatan Merah Diamuk si Jago Merah

  6. Ucapan Ahok, Khofifah dan Edy Rahmayadi Sambut Hari Lahir Pancasila

  7. Viral Foto Diduga Warga Bogor Camping di Tengah Pandemi, Warganet: Senja, Kopi, dan COVID-19

  8. Tantenya Meninggal Dunia, Maia Estianty Ingatkan Warga Jangan Remehkan COVID-19

  9. Prajurit TNI Selamatkan Aset UN di Kongo

  10. Nenek 100 Tahun Asal Surabaya Sembuh dari COVID-19, Ini Kunci Keberhasilannya

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Salah Urus dan Salah Pengurus

Image
IMAM SHAMSI ALI

Anarkis Itu Suara yang Tak Terdengarkan

Image
Siti Nur Fauziah

Covid-19, Bagaimana dengan Indonesiaku Hari Ini?

Image
Achsanul Qosasi

Memaknai Silaturahim Virtual

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Jualan Donat hingga Ciptakan Aplikasi Bersatu Lawan COVID-19, Ini 5 Fakta Menarik Ahmad Alghozi Ramadhan

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit