image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Kemenkop: Koperasi Sudah Alami Lompatan Besar dan Tak Ketinggalan Zaman

Andi Syafriadi

Image

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof. Rully Indrawan saat memberikan paparan dalam Seminar Intern "Manajemen Koperasi di Era Industri 4.0" Di Auditorium Gedung Hendriawan SIE Fakultas Ekonomi dan Bisnis Fakultas Ekonomi Bisnis Universtias Trisakti. Jakarta, Rabu(15/5/2019). Hadir Dalam Acara ini wakil Dekan IV FEB Universitas Trisakti Prof. Farah Margareta Ketua Prodi FEB Universitas Trisakti Bahtiar Usman Ketua Koperasi Credit Union Sauan Sibarrung sekaligus penggerak koperasi Credit Union di Indonesia Fredy Rante Taruk, Ketua Koperasi Sejahtera Bersama Iwan Setiawan, dan Peneliti Utama Kementerian Koperasi dan UKM Johny Walker Situmorang. | Andoy

AKURAT.CO Anggapan sebagian orang bahwa Koperasi berskala ekonomi kecil, hanya hidup di pedesaan dan Ketinggalan Zaman adalah pandangan yang salah. Koperasi kini telah mengalami perubahan menjadi entitas ekonomi berskala besar, berkembang dengan teknologi maju dan banyak melibatkan kalangan muda.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan saat memberikan kuliah umum di kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trisakti, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Kepada para mahasiswa yang hadir, Rully mengatakan Koperasi bukan wadah usaha yang Ketinggalan Zaman, lembaga ini mampu beradaptasi dengan perubahan. Sebab Koperasi selalu harus mampu bersaing dengan entitas usaha lainnya sehingga saat ini mudah menemukan Koperasi yang dalam pelayanannya berbasis Digital.

baca juga:

Ia menunjuk contoh dua Koperasi besar yang pengurusnya hadir dalam kuliah umum tersebut, yakni Ketua Credit Union (CU) Sauan Sibarrung, Tana Toraja Sulawesi Selatan, Fredy Rante Taruk dan Ketua KSP Sejahtera Bersama, Bogor Iwan Setiawan.

“Ini buktinya saya bawa, dua Koperasi besar yang berbasis Digital, CU Sauan Sibarrung kini sudah memiliki 34 ribu anggota dengan omzet lebih dari Rp 400 miliar. Ketua koperasinya Pak Fredy, juga lulusan doktor di Universitas Triksakti yang penuh dengan sejarah ini,” kata Rully seperti dalam keterangan resminya.

Adapun KSP Sejahtera Bersama, yang berkantor pusat di jalan Pajaran Bogor, memiliki omzet Rp 2,5 triliun dengan jumlah anggota 200 ribu orang dan 104 cabang di berbagai kota.

“Kalau memiliki omzet triliunan itu sudah setara dengan perusahaan besar. Jadi saat ini sudah banyak sekali Koperasi yang besar-besar,” kata prof Rully.

Rully menegaskan pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen melakukan rebranding Koperasi agar Koperasi semakin dikenal oleh semua kalangan.

“Kita juga melakukan rebranding Koperasi, dimana isunya disesuaikan dengan kekinian maupun perilaku kehidupan generasi milenial,” kata Prof Rully.

Rebranding Koperasi menyasar tiga kelompok, kalangan muda, perempuan dan masyarakat. Kepada kalangan anak muda, dikampanyekan Koperasi sebagai wadah yang cocok bagi berkumpulnya orang-orang yang memiliki kesamaan kepentingan, sehingga dapat menjadi co-working place bagi generasi muda millenial dimana terjadi sharing economy diantara anggotanya secara langsung.

Bagi perempuan, Koperasi mampu menciptakan efisiensi kolektif diantara anggota, sehingga kebutuhan yang sama diantara mereka dapar dipenuhi lebih murah, cepat dan berkualitas.

Rebranding kepada masyarakat, yakni Koperasi memiliki potensi utnuk menjadi crowd business sehingga adaptasi teknologi informasi dapat menjadi efektif untuk menjangkau pasarnya. Pasar yang dimaksud adalah anggota yang menjadi pelanggan sekaligus pemilik. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Iptek

MAI Foundation Kembangkan Cara Digitalisasi Berzakat

Image

Ekonomi

Kemenkop UKM Rampingkan Struktur Organisasi Untuk Efisiensi 

Image

Ekonomi

Sandiaga Uno Prihatin Banjir Jakarta Bikin UMKM Merugi

Image

Ekonomi

Menkop Dorong Sleman Bentuk Gerakan Relawan Kembangkan Koperasi dan UMKM

Image

Ekonomi

Kemenkop UKM Berburu Strategi Bantu Koperasi Kembangkan Wisata Super Prioritas

Image

Ekonomi

Dihadapan Wakil Rakyat, Bahlil Beberkan Rencana Investasi 2020-2024

Image

Ekonomi

Kemenkop UKM Genjot Daya Saing UMKM di Destinasi Wisata Super Prioritas

Image

Iptek

Kepala BPPT: Transformasi Digital Harus Kuasai Proses Bisnis

Image

Iptek

3 Fokus Program BPPT pada Tahun 2020-2024

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Maret Nanti, AISA Akan Eksekusi Private Placement

PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) mengungkapkan eksekusi private placement akan digelar sebelum semester satu tahun ini berakhir.

Image
Ekonomi

Sektor Dagang Kena Imbas Corona, Indonesia Diminta Segera Buka Pasar Alternatif

Agar Indonesia segera mencari negara lain untuk menjadi pasar alternatif.

Image
Ekonomi

Erick Thohir Ajak Swasta Jalin Kerjasama dengan BUMN

Selain membuka kerja sama dengan swasta, BUMN juga mengaku akan menerima kritik dan saran dari swasta.

Image
Ekonomi

Lippo Cikarang Rampungkan Pembangunan Orange County Mall Tahap I

Lippo Cikarang telah melakukan topping off Orange County Mall yang berlokasi di Bussiness District Orange County Lippo Cikarang, Jawa Barat.

Image
Ekonomi

Siap-siap! KKP Bakal Kembangkan Potensi Tambak Udang Indonesia

Salah satu komoditas ekspor yang memiliki nilai paling tinggi dalam ekspor sektor kelautan dan perikanan adalah komoditas udang.

Image
Ekonomi

Tarif Rp700 Ribu per Jam, Ini 5 Fakta Menarik Jasa Curhat dan Peluk yang Viral di Medsos

Ada yang tertarik dengan jasa ini?

Image
Ekonomi

LPS Yakin Kebijakan Countercyclical Mampu Genjot DPK Perbankan dan Investasi

LPS optimistis kebijakan counter cyclical pemerintah akan menggenjot dana pihak ketiga (DPK) perbankan.

Image
Ekonomi

Implementasi Kartu Pra Kerja Dimajukan Jadi Maret 2020

Menkeu Sri Mulyani mengatakan, implementasi Kartu Pra Kerja akan dilakukan pada Maret 2020.

Image
Ekonomi

Kementerian ESDM Targetkan PNBP 2020 Capai Rp181,7 Triliun

Kementerian ESDM menargetkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp181,7 triliun pada 2020.

Image
Ekonomi

AS Pasang Kriteria Baru untuk Aturan Anti-Subsidi, Ini Kata Mendag

USTR memperketat kriteria negara berkembang yang berhak mendapatkan pengecualian de minimis dan negligible import volumes pengenaan CVD.

terpopuler

  1. Kasus Makin Meroket, Wakil Menteri Kesehatan Iran Positif Terjangkit Virus Corona

  2. Raja Arab Saudi Jamu Pendeta Yahudi dari Israel untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah

  3. Masa Jabatan Hakim MA dan MK Beda, Saldi Isra: Politik Hukum Apa Yang Sedang Dibangun Pemerintah?

  4. Bagus Kahfi Hattrick, Garuda Select Tekuk Preston North End

  5. Persebaya Bakal Turunkan Empat Pemain Asing di Laga Pembuka

  6. Bantah Terima Rp7,5 M, Rano Karno: Seluruh Lalu Lintas Keuangan Diatur oleh Agus Uban

  7. Sadis, Tidak Terima Utangnya Ditagih, Seorang Seniman Pukul IRT 58 Tahun dengan Gergaji

  8. Hadapi Juventus, Kiper Lyon Soroti Ketajaman Ronaldo

  9. Sempat Kooperatif Saat Jadi Saksi, KPK Diminta Buktikan Peran DPO Nurhadi Sebagai Tersangka Suap

  10. Rumah Langganan Terendam Air, Deretan Artis Ungkapkan Kekecewaan Hadapi Banjir Jakarta

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Memimpin Tanpa Menyalahkan

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Banjir Jakarta Menghanyutkan Elektabilitas Anies Baswedan?

Image
Achmad Fachrudin

Politik Dinasti, Oligarki dan Anomali Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kepala Perpusnas: Budaya Baca Bangsa Indonesia Tidak Rendah

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Maruli Simanjuntak, Komandan Paspamres Menantu Luhut Pandjaitan

Image
News

5 Fakta Karier Rian Ernest, Politisi Muda PSI yang Maju di Pilkada Batam 2020

Image
News

Tewas Saat Luncurkan Roket Buatannya, Ini 6 Fakta Menarik Penganut Bumi Datar Mike 'Mad' Hughes