image
Login / Sign Up

Gerindra Serukan Masyarakat Agar Tak Bayar Pajak dan Boikot Pemerintahan

Denny Iswanto

Image

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono saat memaparkan materi dalam diskusi Dialektika Demokrasi diruang Pressroom, Nusantara III, Komplesk Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (11/10/2018). Diskusi ini mengambil tema " Milliaran, Dana Annual Meeting IMF Darimana? ". Dalam diskusi ini mempertanyakan penyelenggaraan IMF-World Bank 2018 yang tengah berlangsung di Bali, dimana nilai anggaran hingga 810 Milliar. Dengan dana tersebut apakah akan menguntung atau merugikan bagi Indonesia. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Wakil Ketua Umum Partai GerindraArief Poyuono, menyerukan agar para pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, tidak membayar Pajak karena tidak perlu untuk mengakui pemerintah yang terbentuk pada periode 2019-2024.

Pasalnya ia berpendapat bahwa ini adalah wujud nyata untuk menolak hasil resmi Pilpres yang akan ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Tolak bayar Pajak kepada Pemerintahan hasil Pilpres 2019 yang dihasilkan oleh KPU yang tidak legitimate itu adalah hak masyarakat karena tidak mengakui Pemerintahan hasil Pilpres 2019," kata Arief, melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

baca juga:

Ia juga menyerukan bahwa masyarakat yang telah memberikan pilihan pada Prabowo Sandi tidak perlu lagi mengakui hasil Pilpres 2019.

"Dengan kata lain jika terus dipaksakan hasil Pilpres 2019 untuk membentuk Pemerintahan baru, maka masyarakat tidak perlu lagi mengakui Pemerintahan yang dihasilkan Pilpres 2019," ujar Arief.

Ia juga menyarankan para pendukung melakukan aksi diam dan tidak melontarkan kritik apapun terhadap Pemerintahan yang tidak konstitusional, karena dihasilkan dari Pilpres yang tidak legitimate.

Arief Poyuono menyatakan, gerakan Boikot hasil Pilpres 2019 meniru apa yang pernah dilakukan Megawati Sukarnoputri saat Orde Baru berkuasa. 

"Kita lakukan gerakan Boikot Pemerintahan hasil Pilpres 2019 seperti yang pernah diajarkan oleh Ibu Megawati ketika melawan rezim Suharto yang mirip dengan rezim saat ini," tuturnya.

Selain itu Arief memandang, anggota legislatif partai Gerindra dan partai koalisi Indonesia Adil Makmur tidak perlu ikut andil dalam pembentukan DPR untuk lima tahun ke depan. Menurutnya, itu merupakan sebuah jalan untuk tidak mengakui Pemerintahan hasil Pilpres 2019.

"Dengan kita menolak bayar Pajak dan tidak mengakui Pemerintahan yang dihasilkan Pilpres 2019, dan anggota DPR RI Gerindra dan partai koalisi tidak perlu ikut membentuk DPR RI 2019-2024 adalah jalan untuk tidak mengakui Pemerintahan hasil Pilpres 2019," tegasnya

"Ini penting agar sistem demokrasi yang jujur, bersih dan adil bisa kita pertahankan," tutupnya. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

Penundaan Pilkada hingga Desember 2020 Dinilai Cukup Ideal

Image

News

Pilkada 2020

KPU RI Diminta Segera Laksanakan Perppu Nomor 2 tentang Pilkada Serentak 2020

Image

News

Pilkada Dilaksanakan 9 Desember, Sejumlah KPPS di Maluku Utara Belum Terbentuk

Image

News

Menjadi (kan) Pemilih Antifobia Covid-19

Image

News

Ruslan Buton Ditangkap Usai Minta Jokowi Mundur, Fadli Zon: Standar Demokrasi Macam Apa yang Kita Pakai?

Image

News

Pilkada 2020

Ridwan Kamil Minta KPU Jabar Responsif dan Inovatif Selama Pandemi COVID-19

Image

News

Khasiatnya Tak Kalah dari Vitamin Impor, Sandi Uno Dorong UMKM Kembangkan Usaha Jamu di Era New Normal

Image

News

Twit Lawas Diduga Milik Iman Brotoseno Soal Bokep Viral, Istri Sandiaga Uno: Masih Mau Nonton TVRI?

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Insentif Pajak Bisa Jadi Ruang Likuiditas untuk Gerakkan Perekonomian

komentar

Image

1 komentar

Image
Dymas Sedhayu

Ya ndak papa, gak mau bayar pajak tidak menghilangkan kewajiban membayar pajak. Toh nanti juga akan ditagih secara hukum, karena udah diatur oleh undang undang. malah nanti ditambah sanksi atas telat bayar dan telat lapor.

terkini

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Karena Lockdown Jumlah Pengangguran di India Capai 122 Juta Orang

Sekitar 122 juta orang India terpaksa terkena PHK dan berhenti bekerja pada bulan lalu.

Image
Ekonomi

Jasa Marga Catat 422 Ribu Kendaraan Kembali ke Jakarta

Untuk distribusi lalu lintas menuju Jakarta sebesar 35,2 persen dari arah Timur, 33,0 persen.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

BEI Klaim New Normal Mampu Angkat Saham yang Turun Selama COVID-19

Saat ini harga saham sudah mulai mengalami kenaikan.

Image
Ekonomi

PT PPI Klarifikasi Isu Soal Keterlibatan Impor Daging Tahun 2016

Prinsip good corporate governance juga penting untuk dijalankan dalam proses bisnis.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Menaker Pastikan Tenaga Medis Hingga Relawan COVID-19 Dilindungi Program Jaminan Kecelakaan Kerja

Pekerja/buruh yang dapat dikategorikan memiliki risiko khusus/spesifik yang dapat mengakibatkan PAK karena COVID-19.

Image
Ekonomi

Mentan Sebut Kelahiran Pancasila Momentum Tingkatkan Gotong Royong Bangun Pertanian

COVID-19 memberi tantangan-tantangan baru, termasuk pada perekonomian dunia.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Penghentian Sementara Layanan Bus AKAP-AKDP Jabodetabek Diperpanjang

Penghentian operasi pelayanan tidak berlaku bagi angkutan perkotaan dan lintas wilayah di dalam Jabodetabek.

Image
Ekonomi

TKA China Untuk Bangun Smelter, Said Didu: Sejak 60 Tahun Indonesia Sudah Kelola Nikel!

Kedatangan 500 TKA China ke Indonesia pada akhir Juni atau awal Juli 2020.

Image
Ekonomi
Hari Lahir Pancasila

Hari Lahir Pancasila, Menkeu Ajak Masyarakat Indonesia Gotong Royong Lawan COVID-19

Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam menjalani kehidupan sehari-hari akan mampu membawa Indonesia menjadi lebih maju ke depannya.

Image
Ekonomi

Kementerian PUPR Bangun Rumah Khusus Nelayan di Konawe Utara

Rumah khusus nelayan untuk para nelayan dibangun di atas lahan seluas satu hektar milik Pemerintah Desa Laimeo.

terpopuler

  1. Kekasih Gelandang Madrid Ini Mengaku Lakukan Seks Sekali Sehari, Sangat Kompetitif

  2. Bikin Plong, Ini 5 Cara Membersihkan Paru-paru Secara Alami

  3. Heboh Slip Gaji Guru Honorer Hanya Rp35 Ribu per Bulan, Warganet: Nangis Liatnya

  4. Gagah Abis, Ini 3 Potret Ravi Murdianto saat Berseragam Tentara

  5. Pertokoan Kawasan Jembatan Merah Diamuk si Jago Merah

  6. Ucapan Ahok, Khofifah dan Edy Rahmayadi Sambut Hari Lahir Pancasila

  7. Viral Foto Diduga Warga Bogor Camping di Tengah Pandemi, Warganet: Senja, Kopi, dan COVID-19

  8. Tantenya Meninggal Dunia, Maia Estianty Ingatkan Warga Jangan Remehkan COVID-19

  9. Prajurit TNI Selamatkan Aset UN di Kongo

  10. Nenek 100 Tahun Asal Surabaya Sembuh dari COVID-19, Ini Kunci Keberhasilannya

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Salah Urus dan Salah Pengurus

Image
IMAM SHAMSI ALI

Anarkis Itu Suara yang Tak Terdengarkan

Image
Siti Nur Fauziah

Covid-19, Bagaimana dengan Indonesiaku Hari Ini?

Image
Achsanul Qosasi

Memaknai Silaturahim Virtual

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Jualan Donat hingga Ciptakan Aplikasi Bersatu Lawan COVID-19, Ini 5 Fakta Menarik Ahmad Alghozi Ramadhan

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit