image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Abu Ubaid, Anak Budak Peletak Dasar Sejumlah Konsep Ekonomi Islam

Rizal Mahmuddhin

Roda Ekonomi Ramadan

Image

Ilustrasi | ISTIMEWA

AKURAT.CO Pemikir muslim sekaligus ulama besar Abu Ubaid barangkali masih asing di telinga kebanyakan orang. Kendati demikian, tahukah Anda bahwa pemikiran-pemikirannya telah menjadi pijakan ilmu ekonomi barat yang bahkan Bapak Ekonomi Modern sekaliber Adam Smith pun pernah mengakui dan "tunduk" pada karyanya?

Lantas siapa sebenarnya Abu Ubaid ini? Berikut sejumlah hal tentang Tokoh muslim yang satu ini dilansir dari berbagai sumber:

1. Anak Seorang Budak

Abu Ubaid Al-Qasim bin Sallam bin Miskin bin Zaid Al Harawi Al Azadi Al Baghdadi atau dikenal dengan nama Abu Ubaid merupakan salah satu Ekonom muslim sekaligus ulama yang hidup di zaman Bani Abbasiya, tepatnya pada masa khalifah al-Mahdi.

baca juga:

Ia anak dari seorang budak dan lahir pada tahun 154 H dikota Harrah, Khurasan, sebelah barat laut Afghanistan dan wafat di Makkah tahun 224H. 

2. Menguasai Berbagai Disiplin Ilmu

Menginjak usia 20 tahun, ia menuntut ilmu ke berbagai kota seperti Kufah, Basrah dan Baghdad. Berbagai disiplin ilmu yang ia pelajari, diantara mencakup ilmu tata bahasa Arab, Hadits, tafsir, qira'at, fiqh dan sejarah.

Abu Ubaid belajar dengan banyak guru dan ulama, diantaranya adalah Syarik bin Abdillah al-Qadi, Ismail bin Jafar, Imam Asy-Syaibani, Yahya bin Adam, Sufyan bin Uyaynah, dan masih banyak lagi paling tidak ada sekitar 52 guru dalam ilmu hadits

3. Menelurkan Sejumlah Karya

Semasa hidup, tercatat karya Abu Ubaid ada sekitar 20, baik dalam bidang ilmu nahwu, qira'ah, fikih, syair, dan lainnya. Namun yang terbesar dan terkenal adalah kitab Al-Amwal dalam bidang fiqh.

Kitab Al-Amwal merupakan kumpulan hadits Nabi dan atsar para sahabat dan tabi'in yang seluruhnya berkaitan dengan sumber-sumber pemasukan, pengeluaran, dan penggunaan keuangan publik dari berbagai periode.

Dalam kitabnya Abu Ubaid lebih fokus pada permasalahan yang berkaitan dengan standar etika politik bukan pada permasalahan ekonomi saat itu. Dimana kitab tersebut tidak menyinggung kelemahan pemerintah tetapi lebih pada efisiensi pengelolaannya dan penditeksian sistem perekonomian berdasarkan Alquran dan Hadits melalui reformasi dasar-dasar kebijakan keuangan dan institusinya atau yang bersifat profesional dan teknokrat yang bersandar pada kemampuan teknis.

Pengertian Amwal dalam kitab ini tidak mencakup keseluruhan jenis harta, Abu Ubaid membatasi hanya kepada harta-harta yang dimiliki oleh negara dimana semua warga negara berhak menerima pembagiannya sesuai dengan ketentuan syariah.

4. Pemikiran Terkait Ekonomi

Terdapat sejumlah pemikiran Abu Ubaid  terkait ekonomi. Diantara yakni mengenai Baitul Mal, Harta Kekayaan Negara, Harta Zakat, Mata Uang, Konsep kepemilikan, dan hukum pertanahan.

Baitul mal

Menurut Abu Ubaid Baitul mal merupakan institusi negara yang bertugas mengelola segala pemasukan dan pengeluaran negara saat itu.

Harta kekayaan negara

Dalam pandangan Abu Ubaid terdapat tiga sumber utama penerimaan negara, yakni fai, khums, dan shadaqah termasuk zakat yang merupakan kewajiban pemerintah untuk mengurus dan mendistribusikannya kepada masyarakat.

Harta-harta Zakat

Menurutnya, zakat tidak boleh disalurkan kepada selain mereka, baik untuk kepentingan negara maupun umat. Jadi, harta zakat tidak dicampur jadi satu dengan harta-harta lain semisal ghanimah dan kharaj, tapi ditempatkan dalam kas tersendiri yang terpisah.

Abu Ubaid sangat menentang pendapat yang menyatakan bahwa pembagian harta zakat harus dilakukan secara merata di antara delapan kelompok penerima zakat dan cenderung menentukan suatu batas tertinggi terhadap bagian perorangan.

Karena pada dasarnya setiap kebutuhan orang berbeda-beda, maka hal yang paling penting bagi Abu Ubaid adalah memenuhi kebutuhan dasar. Ia juga melarang zakat disalurkan kepada selain 8 golongan yang disebutkan didalam Alqur'an.

Abu Ubaid tidak memberikan hak penerimaan zakat kepada orang-orang yang memiliki 40 dirham atau harta lainnya yang setara, di samping baju, pakaian, rumah, dan pelayan yang dianggapnya sebagai suatu kebutuhan standar hidup minimum.

Abu Ubaid juga menganggap bahwa seseorang yang memiliki 200 dirham, yakni jumlah minimum yang terkena wajib zakat, sebagai "orang kaya" sehingga mengenakan kewajiban zakat terhadap orang tersebut.

Abu Ubaid pun menjelaskan : "berkaitan dengan zakat binatang ternak (mawasih), biji-bijian (habb) dan buah (thimar) tidak ada yang bisa mengelola itu semua kecuali pemerintah. Pemilik kekayaan jenis itu tidak boleh menyembunyikan dari pemerintah. Jika seseorang mendistribusikan dan menyampaikannya bahkan kepada penerima yang berhak, dia dianggap tidak melaksanakan kewajibannya. Dia harus mengembalikannya kepada pemerintah"

Abu Ubaid mengindikasikan adanya tiga kelompok sosio-ekonomi yang terkait dengan status zakat, yaitu Kalangan kaya yang terkena wajib zakat; Kalangan menengah yang tidak terkena wajib zakat tetapi juga tidak berhak menerima zakat; dan Kalangan penerima zakat.

Mata uang

Abu Ubaid meyakini ada 2 fungsi uang. Pertama, sebagai standar nilai pertukaran (standard of exchange value). Dan kedua, sebagai media pertukaran (medium of exchange).

Pernyataan Abu Ubaid tentang uang : "Adalah hal yang tidak diragukan lagi bahwa emas dan perak tidak layak untuk apapun juga kecuali keduanya menjadi harga dari barang dan jasa. Keuntungan yang paling tinggi yang dapat diperoleh dari kedua benda ini adalah penggunaannya untuk membeli sesuatu (infaq)" .

Konsep kepemilikan

Abu Ubaid mengakui adanya kepemilikan pribadi dan kepemilikan publik. kebijakan pemerintahan, seperti iqta' (enfeoffment) tanah gurun dan deklarasi resmi terhadap kepemilikan individual atas tanah tandus yang disuburkan, sebagai insentif untuk meningkatkan produksi pertanian.

Oleh karenanya, tanah yang diberikan dengan persyaratan untuk diolah dan dibebaskan dari kewajiban membayar pajak, jika dibiarkan menganggur selama tiga tahun berturut-turut, akan didenda dan kemudian dialihkan kepemilikannya oleh penguasa.

Hukum pertanahan

Hukum pertanahan yang dikemukakan Abu Ubaid terbagi tiga macam. Pertama, Iqtha, yaitu tanah yang diberikan oleh kepala negara kpd seorang rakyatnya untuk menguasai sebidang tanah dengan mengabaikan yang lainnya.

Kedua, Ihya al-Mawat, yaitu tanah yang mati, tandus, tidak terurus, tidak ada pemiliknya dan tidak dimanfaatkan. Sehingga membuka kembali lahan yang mati itu dengan membersihkannya, mengairi, mendirikan bangunan dan menanamkan kembali benih-benih kehidupan pada lahan tersebut.

Ketiga, hima atau perlindungan, menurut Abu Ubaid adalah tempat dari tanah yang tidak berpenduduk yang dilindungi kepala negara untuk tempat mengembala hewan-hewan ternak.[]

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Iptek

CEO Microsoft Sebut Masa Depan Indonesia akan Ditentukan Golongan Ini

Image

Ekonomi

INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Nyungsep ke 4,5 Persen Karena Corona

Image

Iptek

Presiden Jokowi Mengaku Banyak Ditawari Obat Penggemuk Badan di Instagram

Image

Ekonomi

Investor Cermati Data Ekonomi, Wall Street Bervariasi di Tengah Corona

Image

News

Rumah Deretan Tokoh Publik Ini Terendam Banjir Jakarta, Sampai Ngeluh ke Anies Baswedan

Image

Ekonomi

Pemerintah Siapkan Skenario Perlemahan Ekonomi Akibat Dampak Virus Corona

Image

Ekonomi

IHSG Tambah Lesu Karena Corona dan Status RI Jadi Negara Maju

Image

Ekonomi

G20 Bersama-sama Pantau Ekonomi Global Akibat Wabah Virus Corona

Image

News

Polri Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan Lewat Penanaman Mangrove

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Mulai dari Rp500! Ini 7 Aplikasi Investasi Emas Terbaik di Indonesia

Tokopedia juga menawarkan investasi dalam bentuk emas. Bahkan, kamu bisa berinvestasi mulai dari Rp500.

Image
Ekonomi

Jokowi Bahas Rencana Pemindahan Ibu Kota bersama Tony Blair dan Masayoshi Son

Presiden Jokowi bertemu dengan CEO Softbank Masayoshi Son dan eks Perdana Menteri Inggris Tony Blair beserta delegasi di Istana Merdeka.

Image
Ekonomi

DJKN Kemenkeu Catat Transaksi Hasil Lelang Capai Rp27 Triliun

Kementerian Keuangan mencatat nilai transaksi lelang selama 2019 mencapai Rp27 triliun atau naik dibandingkan tahun sebelumnya.

Image
Ekonomi

Buwas Jamin Ketersediaan Beras Selama Ramadhan dan Idul Fitri 2020

Stok beras nasional yang ada di gudang Bulog di seluruh Indonesia saat ini mencapai 1,7 juta ton.

Image
Ekonomi

Jadi Negara Mitra Resmi Hannover Messe 2020, RI Siap Tarik Peluang Investasi

Kemenperin menyatakan persiapan Indonesia sebagai negara mitra resmi (official partner country) Hannover Messe 2020 masih berjalan baik.

Image
Ekonomi

Miliki Pabrik Terbesar se-Asia Tenggara hingga Cetak Rekor MURI, 5 Fakta Menarik Es Krim AICE

Berdiri tahun 2014

Image
Ekonomi

Rupiah Masih Lemas Parah Karena Corona

Nilai tukar rupiah pada akhir perdagangan Jumat (28/2/2020) melemah 2,23% atau 313 poin ke Rp14.348 per satu dollar AS di pasar spot.

Image
Ekonomi

IHSG Masih Tak Bertenaga Karena Corona

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan Kamis (27/2/2020) masih lesu. Pelemahan ini mencapai 1,5% atau 82,9 poin ke 5452,7

Image
Ekonomi

Penghentian Umrah Karena Corona, Dirut CIMB Syariah Klaim Belum Terdampak Bagi Perbankan

Perjalanan umrah lebih banyak dilakukan oleh agen travel.

Image
Ekonomi

Erick Angkat Loto Srinaita Ginting Jadi Komut Pegadaian

Loto Srinaita Ginting telah lama berpengalaman dalam bidang keuangan.

terpopuler

  1. Jadi Salah Satu Film Legendaris Bollywood, 5 Fakta Menarik 'Mohabbatein' yang Jarang Diketahui Publik

  2. CEO Microsoft Sebut Masa Depan Indonesia akan Ditentukan Golongan Ini

  3. Manohara Benarkan Dirinya Sudah Berpindah Agama

  4. Andy Ruiz Jr: Wilder Goyah Usai Alami Pukulan di Telinga

  5. Tiga Maskapai Penerbangan Tidak Boleh ke Arab Saudi, 1.300 Jemaah Umrah Gagal Berangkat

  6. Stadion GBLA Tengah Berbenah Sambut Bergulirnya Liga

  7. Gara-gara Corona, Stok Bawang Putih Domestik Hanya Cukup untuk 2 Bulan Lagi

  8. Warga Setuju Jika Jalan di Sawangan Dilebarkan, Asal Ganti Ruginya Sesuai

  9. Pemerintah Diminta Deklarasikan Status Indonesia Masih sebagai Negara Berkembang

  10. Harta Tak Habis hingga Jaminan Surga, Ini 5 Keutamaan Orang Dermawan Menurut Islam

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Banjir Jakarta: Menenggelamkan atau Menaikkan Popularitas Anies?

Image
Zainul A. Sukrin

Membaca Hambatan Anies di 2024

Image
Achsanul Qosasi

Memimpin Tanpa Menyalahkan

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Banjir Jakarta Menghanyutkan Elektabilitas Anies Baswedan?

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kepala Perpusnas: Budaya Baca Bangsa Indonesia Tidak Rendah

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Agus Maftuh Abegebriel, Dosen UIN Sunan Kalijaga yang Jadi Dubes RI untuk Arab Saudi

Image
News

6 Potret Danpaspampres Maruli Simanjuntak Bareng Putrinya, Kompak di Berbagai Kesempatan

Image
News

Santap Menu Angkringan hingga Nikmati Es Teh Plastikan, 10 Aksi Gibran Rakabuming Kulineran di Pinggir Jalan