image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

KAI Antisipasi Titik Rawan Jelang Arus Mudik Lebaran

Rizal Mahmuddhin

Image

Kendaraan saat melintasi rel kereta api yang tanpa palang pintu perlintasan di kawasan Kelingkit, Rawa Buaya, Jakarta Barat, Kamis (21/2/2019). Rel kereta tanpa adanya palang pintu penutup kendaraan saat kereta api melintas ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kecelakaan. Diperlukan perhatian pihak terkait untuk bisa menyediakan fasilitas keamanan yang bisa mencegah terjadinya kecelakaan bagi kendaraan atau warga yang melintasi rel kereta tersebut. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengantisipasi titik rawan menjelang arus Mudik Lebaran 2019 dengan melakukan inspeksi jalur kereta.

"Ini direksi maupun komisaris melakukan inspeksi dua jalur karena Lebaran biasanya jalur utara dan selatan diperiksa, termasuk di stasiun-stasiun antara dan stasiun destinasi kami upayakan siap melayani Lebaran," kata Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro di Solo, Jawa Tengah, Rabu(24/4/2019).

Ia mengatakan jalur yang harus diantisipasi adalah lokasi titik rawan dan langkah apa saja yang harus disiapkan.

"Misalnya seandainya ambles apa yang dilakukan, kalau longsor apa yang dilakukan. Pemeriksaan selesai tanggal 25 besok dan dimulai 23 April. Pemeriksaan kami lakukan sampai Banyuwangi," katanya.

Ia mengatakan bahwa kesiapan ini untuk operasi Lebaran selama 26 Mei-16 Juni 2019 atau tepatnya H-10 sampai H2+10.

"Nanti kami juga dibantu oleh TNI dan Polri untuk melakukan pengamanan, KAI tidak mungkin begini bagus kalau tidak bergandengan dengan TNI dan Polri. Selain itu kami juga menambahkan jumlah penjaga jalan lintasan (PJL) ekstra sebanyak 1.480 petugas," katanya.

Ia mengatakan bahwa langkah tersebut diperlukan karena pada momentum Lebaran terjadi peningkatan kepadatan pengguna jalan baik  mobil maupun frekuensi kereta api.

Pada kesempatan yang sama, Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 6 Eko Budiyanto mengatakan setiap perlintasan merupakan titik rawan karena perpotongan sebidang antara jalan raya dengan jalan rel bisa berpotensi kecelakaan.

"Kalau banjir dan longsor sudah diantisipasi oleh Daop 6, tetapi perlintasan tadi lebih karena terkait dengan perilaku masyarakat dalam berkendara, misalnya tidak sabaran dan swafoto di dekat rel KA," katanya.

Ia mengatakan untuk di Daop 6, titik rawan longsor yaitu di rute Kalioso-Gundi. "Tetapi oleh Daop 6 kan sudah difondasi, diperbaiki, dan ditalud. Imbauan kami masyarakat juga lebih waspada, sekarang kan sudah dua jalur, kalau biasanya mau melintas hanya menengok ke  satu arah, nanti harus menengok kanan dan kiri," katanya.[]

baca juga:

Editor: Prabawati Sriningrum

Sumber: Antara

berita terkait

Image

News

KKSB Egianus Kogoya Serang Pos TNI, Dua Orang Luka-luka Satu Tewas

Image

News

FOTO Persiapan Logistik Pulau Sebaru Kecil Terkait Observasi ABK World Dream

Image

News

Panglima TNI Harap Observasi Kedua di Pulau Sebaru Bisa Sukses

Image

News

Setelah Dirusak Warga, Polri dan TNI Jaga Mal AEON Cakung

Image

Gaya Hidup

Gaya Musim Dingin Menyenangkan ala Irina Shayk

Image

News

5 Fakta Penting Gatot Nurmantyo, Mantan Panglima TNI yang Masuk Daftar Capres Unggulan 2024-2029

Image

News

Hasil Survei: Masyarakat Puas Atas Kinerja TNI dan Polri

Image

Ekonomi

KAI Pastikan Jalur Kereta Api Aman Selama Curah Hujan Tinggi

Image

News

Komandan Pusdikzi Sebut Pelatihan Bela Negara Perkuat Nasionalisme

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Aviliani: Keputusan AS Keluarkan RI dari Negara Berkembang Pengaruhi Kinerja Neraca

Keputusan sepihak dari pemerintah AS yang mengeluarkan Indonesia dari daftar negara berkembang pengaruhi kinerja neraca Indonesia.

Image
Ekonomi

AJI: Kehadiran Omnibus Law Hanya Akan Makin Gencet Jurnalis!

UU Pers menyebutkan pemberian sanksi terhadap media yang dari awal akan dikenakan sebesar Rp500 juta malah berubah menjadi Rp2 miliar.

Image
Ekonomi

Didepak dari Negara Berkembang, 5 Komoditas Andalan RI Ini Bakal Merugi

Indef mengatakan, lima komoditas andalan Indonesia yang diekspor ke AS bakal menurun seiring dikeluarkannya Indonesia dari negara berkembang

Image
Ekonomi

PPATK Targetkan Indonesia Jadi Anggota Penuh FATF pada 2021

PPATK menargetkan Indonesia menjadi anggota penuh FATF (Financial Action Task Force) pada 2021.

Image
Ekonomi

Kritik Omnibus Law, Faisal Basri: Jauh Panggang dari Api

Faisal Basri menentang dan menilai RUU Omnibus Law bukan strategi untuk transformasi ekonomi.

Image
Ekonomi

Pemerintah Diminta Deklarasikan Status Indonesia Masih sebagai Negara Berkembang

Indef meminta Pemerintah Indonesia untuk mendeklarasikan diri sebagai negara berkembang.

Image
Ekonomi

Garuda Indonesia Usul Insentif dari Pemerintah Berupa Voucher

Skema ini masih dibahas bersama dengan Kementerian Perhubungan.

Image
Ekonomi

Genjot Investasi Lewat Omnibus Law, Faisal Basri: Buat Apa?

Dalam tahap pembahasan pemerintah dinilai lebih mengutamakan kepentingan investasi.

Image
Ekonomi

RI Dicoret dari Negara Berkembang, AS Siapkan Tarif Balasan?

Dikeluarkannya Indonesia dari daftar negara berkembang akan membuat AS melakukan penyelidikan atas berbagai produk impor Indonesia.

Image
Ekonomi

Gara-gara Corona, Stok Bawang Putih Domestik Hanya Cukup untuk 2 Bulan Lagi

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi mengatakan stok bawang putih hanya cukup untuk dua bulan lagi

terpopuler

  1. Santap Menu Angkringan hingga Nikmati Es Teh Plastikan, 10 Aksi Gibran Rakabuming Kulineran di Pinggir Jalan

  2. Ini Alasan Pemilik Mobil Pukul Sopir Ambulan

  3. Amien Rais Minta Pemerintah Tidak Sahkan Kepengurusan PAN Periode 2020-2025

  4. Pengamat: Pembebasan Lahan untuk Normalisasi Itu Gampang, Yang Sulit itu Jika Tidak Ada Kemauan

  5. Pilih Melukai daripada Terlukai, 5 Zodiak Ini Cenderung Miliki Karakter Tak Setia

  6. Batu Alam di Monas Rusak karena Pengaspalan Formula E, Jakpro: Nanti Diperbaiki Lagi

  7. Perayaan Pra-Paskah: Paus Imbau Warga Dunia Berhenti Menghina Orang Lain di Medsos

  8. Dihantam Banjir Beruntun selama Dua Bulan, Pemprov DKI Janji Kembali Lakukan Pengerukan

  9. Ratusan Karyawan BUMN Geruduk Kantor Erick Thohir, Mau Apa?

  10. 5 Fakta Penting Kekalahan Madrid dari Man City di Bernabeu, Zidane Salahkan Konsentrasi

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Banjir Jakarta: Menenggelamkan atau Menaikkan Popularitas Anies?

Image
Zainul A. Sukrin

Membaca Hambatan Anies di 2024

Image
Achsanul Qosasi

Memimpin Tanpa Menyalahkan

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Banjir Jakarta Menghanyutkan Elektabilitas Anies Baswedan?

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kepala Perpusnas: Budaya Baca Bangsa Indonesia Tidak Rendah

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

6 Potret Danpaspampres Maruli Simanjuntak Bareng Putrinya, Kompak di Berbagai Kesempatan

Image
News

Santap Menu Angkringan hingga Nikmati Es Teh Plastikan, 10 Aksi Gibran Rakabuming Kulineran di Pinggir Jalan

Image
News

5 Fakta Penting Maruli Simanjuntak, Komandan Paspampres Menantu Luhut Pandjaitan