image
Login / Sign Up

10 Cara Ini Bisa Kurangi Beban Pajakmu Secara Legal, Mau?

Siti Nurfaizah

Image

Ilustrasi - Pajak | AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selalu mengatakan bahwa ada dua hal yang tidak bisa dibindari oleh seseorang, yakni kematian dan membayar pajak.

Pajak adalah pungutan wajib yang dibayar rakyat untuk negara dan akan digunakan untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat umum.

Nah, karena sifatnya kewajiban, bila kamu adalah warga negara yang taat hukum dan memenuhi kualifikasi sebagai wajib pajak, suka atau tidak suka kamu harus membayar pajak.

baca juga:

Supaya kewajiban membayar pajak tidak menjadi sebuah hal yang membebani, kamu bisa memikirkan 10 strategi mengurangi beban pajak dengan cara legal yang sudah Akurat.co rangkum dari sumber halomoney.co.id, diantaranya :

1. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Milikilah Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah cara paling mudah mengurangi beban pajak pribadi kamu. Dengan memiliki NPWP, beban pajak yang dikenakan oleh negara bisa lebih ringan.

Hal ini karena pajak penghasilan yang dikenakan untuk wajib pajak yang memiliki NPWP adalah 5 persen dari penghasilan. Sedangkan tarif pajak penghasilan bagi wajib pajak yang tidak memiliki NPWP dipatok 20 persen lebih tinggi, yaitu 6 persen.

Contoh, jika saat ini kamu tercatat bekerja di sebuah perusahaan di mana pajak penghasilan kamu langsung dipotong oleh kantor tetapi kamu memiliki NPWP, kantor akan memotong sebesar 5 persen. Sedangkan bila kamu tidak memiliki NPWP, kamu akan terkena 6 persen.

Belum punya NPWP? Urus saja kepemilikan NPWP dengan mudah melalui cara online.

2. Bayar zakat/Sumbangan keagamaan

Bagi yang beragama Islam, kamu bisa memanfaatkan aktivitas pembayaran zakat ini untuk mendukung efisiensi beban pajak pribadi. Sumbangan keagamaan lain selain zakat juga dapat menjadi pengurang pajak penghasilan.

Jadi, bila kamu membayar zakat atau sumbangan keagamaan melalui lembaga-lembaga tersebut, maka nilai yang kamu sumbangkan bisa menjadi pengurang pajak.

Mekanismenya, cantumkan jumlah zakat yang telah kamu bayarkan melalui BAZNAS di kolom penghasilan bruto. Jangan lupa pula melampirkan bukti setor zakat dari BAZNAS dalam laporan pajak tahunan kamu.

3. Alihkan Menjadi Pajak Final

Penghasilan yang jumlahnya di atas batas PTKP (Pendapatan Tidak kena Pajak), akan terkena pajak penghasilan. Obyek pajak penghasilan antara lain gaji, honorarium, upah, tunjangan, dan lain sebagainya. Jadi, bila mendapatkan penghasilan tersebut, kamu bisa mengalihkan menjadi penghasilan yang tidak dikenakan pajak penghasilan.

Contoh, kamu mendapatkan warisan dari orangtua. Lalu, kamu menjual warisan itu dan menempatkan hasil penjualan warisan tersebut dalam bentuk deposito. Kelak, pada pelaporan pajak tahunan (SPT Tahunan), aset tersebut tidak akan terkena pajak penghasilan. Pasalnya, deposito sudah terkena pajak final.

4. Alihkan Aset Pada Orang Lain

Beberapa pajak dikenakan dengan skema progresif, misalnya, kendaraan bermotor seperti mobil. Anggaplah kamu hendak membeli mobil kedua dan ketiga. Supaya beban pajak pribadi yang harus kamu bayar kelak tidak banyak, kamu bisa mengatasnamakan mobil tersebut atas nama orang lain sehingga tidak terkena pajak progresif.

Misalnya, kamu atasnamakan ibu mertua atau adik kandung. Selama tidak tercantum dalam satu Kartu Keluarga, kamu tidak terkena pajak progresif.

5. Simpan Bukti Potong

Setiap kali kamu mendapatkan penghasilan atau honor, misalnya dalam kapasitas kamu sebagai profesional, jangan pernah lupa meminta bukti pemotongan pajak.

Selain bisa membantu tertib administrasi keuangan, kamu juga bisa menghindarkan diri dari pembayaran pajak dobel hanya karena kamu tidak bisa membuktikan bahwa pendapatan tersebut telah dipotong pajak. 

6. Tingkatkan tabungan pensiun

Kontribusi terhadap dana pensiun merupakan salah satu pengurang pajak penghasilan. Bila kamu menempatkan dana rutin sebagai tabungan pensiun di produk dana pensiun, maka nilai penghasilan yang terkena pajak menjadi lebih sedikit.

Sebagai contoh, setiap karyawan di perusahaan biasanya memiliki tabungan wajib per bulan untuk dana pensiun. Nah, bagian penghasilan yang dipotong untuk tabungan pensiun ini menjadi salah satu pengurang pajak. Semakin besar dana yang kamu setorkan untuk dana pensiun, semakin kecil besar penghasilan yang dibebani pajak.

7. Miliki satu NPWP saja

Bagi suami istri yang memiliki NPWP masing-masing tetapi tidak memiliki perjanjian pemisahan harta (perjanjian pra nikah), maka ada baiknya memutuskan memiliki satu NPWP saja. Atas nama suami, misalnya.

Suami dan istri yang memiliki NPWP sendiri-sendiri berisiko membayar pajak lebih besar sehingga beban pajak pribadi menjadi lebih banyak. Ada risiko kurang bayar pajak yang bisa menjadi utang pajak pribadi.

Bila ingin mengurangi beban pajak pribadi, usahakan untuk memiliki NPWP satu saja dalam pernikahan.

8. Perbarui jumlah tanggungan

Saat ini, nominal Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) adalah Rp 54 juta per tahun atau Rp 4,5 juta per bulan. Bila pendapatan kamu sebesar itu atau di atasnya, kamu sudah resmi menjadi wajib pajak yang harus membayar pajak penghasilan.

Nah, nominal PTKP bisa lebih besar bila kamu memiliki tanggungan, apakah itu istri atau anak.

Setiap jumlah tanggungan, maka ditambahkan PTKP Rp 4,5 juta. Sehingga, supaya beban pajak kamu tidak besar, jangan lupa langsung memperbarui informasi jumlah tanggungan atau status pernikahan kamu.

9. Tempatkan aset dalam emas atau perhiasan

Emas batangan saat ini memang tidak lagi bebas pajak. Pembelian emas batangan di PT Antam Logam Mulia dikenakan pajak. Namun, kamu masih bisa menghemat biaya pajak pembelian emas bila kamu menyertakan NPWP saat membeli.

Bagi kamu yang memiliki NPWP, pembelian emas akan dikenakan pajak 0,45 persen. Sedangkan bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP, dikenakan pajak lebih mahal yaitu 0,9 persen dari harga emas yang dibeli.

Jadi, anggaplah kamu membeli emas batangan seharga Rp20 juta, maka kamu akan terkena pajak sekitar Rp 90.000 bila kamu memiliki NPWP. Sedang bila kamu tidak memiliki NPWP, kamu akan terkena pajak sekitar Rp 180.000 atau dua kali lipatnya.

10. Miliki pembukuan usaha yang baik

Bagi kamu yang saat ini mengelola sebuah usaha kecil atau menengah, ada baiknya bila kamu memiliki pembukuan usaha yang baik. Pemerintah memberikan faktor pengurang pajak bagi orang pribadi pemilik usaha yang memiliki catatan pembukuan usaha yang baik.

Bagi usaha dengan minimal omset setahun sebesar Rp4,8 miliar, dia sudah wajib membayar pajak. Semakin besar angka yang tertera pada catatan biaya operasional maka penghasilan bersih perusahaan bisa lebih kecil sehingga beban pajak terutang juga lebih kecil.

Sebaliknya, bila selaku pengusaha, kamu tidak memiliki catatan keuangan yang baik, pemerintah akan mengenakan pajak berdasarkan norma yaitu sebesar 30 persen dari omset usaha. Ini berisiko membuat kamu membayar pajak lebih banyak.

Maka itu, mulailah memiliki pembukuan usaha yang rapi supaya beban pajak terutang bisa lebih terkelola.[] 

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Realisasi Pendapatan Negara Masih Jauh dari Target

Image

Ekonomi

Defisit APBN per Oktober 2019 Melebar Rp289,1 Triliun

Image

News

Polisi Ringkus Empat Pelaku Penipuan Pajak yang Merugikan Negara Hingga Rp98 Miliar

Image

News

FOTO Peringatan Satu Tahun Gerakan Rompi Kuning di Paris Berujung Ricuh

Image

Ekonomi

Bukan Pilihan Politik, Sistem Demokrasi-lah yang Buat Masyarakat Taat Bayar Pajak

Image

Ekonomi

Survei: Tingkat Kesadaran Masyarakat Membayar Pajak Tembus 90 Persen

Image

Ekonomi

Sri Mulyani Beberkan Ciri-Ciri Desa 'Hantu'

Image

Ekonomi

Menkeu Tak Sabar Tunggu Gebrakan Nadiem Cetak SDM Berkualitas

Image

News

Suap Restitusi Pajak, KPK Tahan Darwin Maspolim Pemilik Saham Dealer Mobil Mewah

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Realisasi Pendapatan Negara Masih Jauh dari Target

Menkeu Sri Mulyani mencatat pendapatan negara hingga Oktober 2019 hanya mencapai Rp1.508,9 triliun atau 69,7 persen dari target APBN 2019.

Image
Ekonomi

Dengar Ahok Pimpin BUMN, Dahlan Iskan: Apakah Ahok Itu Orang Berprestasi?

Mantan Menteri BUMN ikut buka suara terkait wacana pengangkatan Ahok di salah satu BUMN.

Image
Ekonomi

Layak Dicoba, 5 Peluang Bisnis Kreatif yang Belum Pernah Ada di Indonesia

Tentunya tidak ada salahnya untuk menjadikan usaha kreatif di luar negeri ini untuk dikembangkan di Indonesia.

Image
Ekonomi

Di Hadapan Komisi XI, OJK Ajukan Anggaran Rp6,06 Triliun Pada 2020

OJK mengajukan anggaran untuk tahun depan sebanyak Rp6,06 triliun atau naik sebanyak 10% dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp5,53 triliun.

Image
Ekonomi

Tak Hanya Emas, Reksa Dana Kini Juga Jadi Investasi 'Primadona'

Tokopedia sendiri memang terjadi peningkatan investasi emas.

Image
Ekonomi

Ada yang hanya Rp422 Ribu, ini 7 Kepala Negara dengan Gaji Paling Rendah

Gaji Presiden Kuba Miguel-Diaz Canel hanya sebesar Rp422,2 ribu, jauh di bawah pendapatan per kapita dari penduduk Kuba yakni Rp10 juta.

Image
Ekonomi

Tok, Chandra Hamzah Bakal Jabat BUMN Sektor Keuangan

Pemilihan dan penempatan pucuk pimpinan di lima BUMN Strategis akan selesai akhir tahun ini.

Image
Ekonomi

Temui Menteri Teten, ICCI Pamer Konsep Start Up Coop dan Koperasi Platform

Koperasi-koperasi eksisting dinilai perlu terutama untuk yang sektor keuangan bergerak ke arah teknologi finansial.

Image
Ekonomi

Defisit APBN per Oktober 2019 Melebar Rp289,1 Triliun

Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Oktober 2019 mengalami defisit cukup lebar yakni mencapai Rp289,1 triliun.

Image
Ekonomi

DPR Cecar Pertanyaan ke OJK, Soal Apa?

Banyak kasus yang mencuat mengenai buruknya kesehatan beberapa perusahaan jasa keuangan, dan hal itu mengancam stabilitas sistem keuangan.

Available

trending topics

terpopuler

  1. Ferdinand: Penggusuran di Era Anies Tanpa Solusi, di Zaman Ahok Dipindah ke Rusun

  2. Arie Gumilar Provokasi Karyawan Tolak Ahok, Denny Siregar 'Sentil' Erick Thohir?

  3. Anthony: Keputusan Wasit Tidak adil

  4. Ngeri! Ini Tanda-tanda Orang Dijadikan Tumbal Pesugihan

  5. Korban Penggusuran Sunter Nyesel Doakan Anies Jadi Gubernur Saat Pilkada DKI 2017?

  6. 5 Gaya Maria Vania saat Beraksi di Ranjang, Bikin Gagal Fokus

  7. Pukul TKO Petinju Afsel, Daud Yordan Rebut Gelar IBA dan WBO

  8. Viral, Abu Janda Baca Puisi ‘Tukang Gusur’ untuk Anies Baswedan 

  9. Bandingkan Nabi Muhammad dengan Soekarno, Habiburokhman Yakin Sukmawati Tak Ada Niat Lecehkan Agama

  10. Aksi Sadio Mane Bawa Botol Minuman Banjir Komentar Positif, Salut

Available

fokus

Stop kekerasan
Nasib Sumber Air
Tantangan Pendidikan
Available

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Benarkah Bersistem Presidensial?

Image
Erizky Bagus Zuhair

Heritage Port Sunda Kelapa, dari Rempah-rempah ke Pariwisata

Image
UJANG KOMARUDIN

Memerangi Radikalisme

Image
Abdul Aziz SR

Pentingnya Tenaga Ahli DPRD

Available

Wawancara

Image
Video

VIDEO Sepak Terjang Erna Hernawati Mengawal UPN Veteran Jakarta

Image
News

Pemidanaan Korporasi Atas Karhutla Di Mata Praktisi Hukum

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag 2 - selesai)

'Pertandingan Paling Berkesan Adalah Menang'

Sosok

Image
News

7 Potret Bahagia Keluarga Menparekraf Wishnutama Sambut Kelahiran Salima Putri Tama

Image
News

Dipuji Presiden Jokowi, Ini 5 Fakta Menarik Arvila Delitriana Sosok Perancang Jalur LRT Jabodetabek

Image
News

Dari Basket hingga Lari, 8 Gaya AHY saat Berolahraga