image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Kementerian PUPR Dorong Generasi Milenial Miliki Rumah Layak Huni

Dhera Arizona Pratiwi

Image

Pekerja merampungkan pekerjaan perumahan untuk kalangan menengah di Kelurahan Palupi, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (11/2). Pemerintah memangkas anggaran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari Rp 9,7 triliun menjadi Rp 3,1 triliun di 2018 karena berdasarkan evaluasi, tingkat penyerapannya tidak mencapai 50 persen. | ANTARA FOTO/Basri Marzuki/pd/18

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan terus mendorong Generasi Milenial untuk dapat memiliki Rumah yang layak huni. Adanya berbagai pilihan tempat tinggal seperti Rumah tapak maupun Rumah susun serta bantuan KPR Bersubsidi dapat membantu Generasi Milenial dalam menentukan tempat tinggal yang mereka inginkan.

"Kementerian PUPR memiliki berbagai program perumahan bagi para Generasi Milenial yang memiliki karakteristik beragam. Salah satunya adalah hunian bagi para generasi milenial," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Dadang Rukmana melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (19/4/2019).

Menurut Dadang, berdasarkan riset yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Rumah Generasi Milenial sekarang ini bukanlah menjadi tujuan akhir setelah melaksanakan kegiatan sehari-hari. Akan tetapi, Rumah merupakan tempat transit sementara.

baca juga:

Meskipun demikian, Kementerian PUPR juga harus tetap mendorong program satu juta Rumah dengan menyasar Generasi Milenial yang jumlahnya diperkirakan mencapai angka lebih dari 81 juta jiwa di masa mendatang.

"Generasi Milenial itu memiliki karakteristik yang beragam. Mobilitas mereka yang tinggi tentunya harus disesuaikan dengan tempat tinggal yang dekat dengan moda transportasi salah satunya dengan membangun hunian berkonsep transit oriented development (TOD)," terangnya.

Adanya sinergi antara Kementerian PUPR dengan Kementerian BUMN dalam mewujudkan Transit Oriented Development (TOD) membuat generasi muda memiliki pilihan tempat tinggal yang layak. Keberadaan TOD yang dekat dengan moda transportasi seperti KRL akan semakin mempermudah mobilitas para Generasi Milenial dalam beraktifitas.

"Bangunan TOD itu juga ada yang bersubsidi namun jumlahnya terbatas. Bagi mereka yang ingin tinggal di TOD maupun Rumah bersubsidi dapat memanfaatkan KPR Bersubsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan," terangnya.

Sementara itu, salah seorang pegawai Generasi Milenial Kementerian BUMN, Erwin menyatakan, salah satu hal yang menjadi kesulitan Generasi Milenial dalam memiliki Rumah adalah tingginya uang muka KPR. Terkadang Generasi Milenial lebih memilih membeli barang-barang konsumtif seperti handphone dan laptop untuk mendukung gaya hidup.

"Kami sebenarnya juga ingin tinggal di hunian yang dekat dengan kantor sehingga lebih hemat ongkos transportasi. Tapi jika memang pemerintah punya program Rumah untuk milenial tentunya kami juga senang karena Rumah bisa menjadi aset kami di masa depan," katanya. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Video

VIDEO Jasa Unik Perias Wajah Manekin di Jakarta Barat

Image

News

Setiap Malam Jumat Ahli Kubur Pulang ke Rumah, Benarkah Demikian?

Image

News

Geledah Rumah Mertua Nurhadi di Tulungagung, KPK Tak Bawa Satu Pun Dokumen Penting

Image

News

Bupati Sidoarjo Benarkan Ibnu Ghopur Terlibat dalam Kasus Suap Proyek Dinas PUPR

Image

Gaya Hidup

Beberapa Cara Simpel yang Bikin Vagina Tetap Kencang

Image

News

Menteri PUPR: Atasi Banjir di Bekasi Butuh Rp4,4 Triliun

Image

Ekonomi

Menjembatani Mimpi Milenial Miliki Hunian Idaman

Image

Hiburan

Aksi Dua Lansia di Rumah Sakit ini Bikin Mewek, Bukti Romantis Tak Kenal Usia

Image

Gaya Hidup

Yuk Coba Obat Rumahan untuk Mengobati Kudis

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Aviliani: Keputusan AS Keluarkan RI dari Negara Berkembang Pengaruhi Kinerja Neraca

Keputusan sepihak dari pemerintah AS yang mengeluarkan Indonesia dari daftar negara berkembang pengaruhi kinerja neraca Indonesia.

Image
Ekonomi

AJI: Kehadiran Omnibus Law Hanya Akan Makin Gencet Jurnalis!

UU Pers menyebutkan pemberian sanksi terhadap media yang dari awal akan dikenakan sebesar Rp500 juta malah berubah menjadi Rp2 miliar.

Image
Ekonomi

Didepak dari Negara Berkembang, 5 Komoditas Andalan RI Ini Bakal Merugi

Indef mengatakan, lima komoditas andalan Indonesia yang diekspor ke AS bakal menurun seiring dikeluarkannya Indonesia dari negara berkembang

Image
Ekonomi

PPATK Targetkan Indonesia Jadi Anggota Penuh FATF pada 2021

PPATK menargetkan Indonesia menjadi anggota penuh FATF (Financial Action Task Force) pada 2021.

Image
Ekonomi

Kritik Omnibus Law, Faisal Basri: Jauh Panggang dari Api

Faisal Basri menentang dan menilai RUU Omnibus Law bukan strategi untuk transformasi ekonomi.

Image
Ekonomi

Pemerintah Diminta Deklarasikan Status Indonesia Masih sebagai Negara Berkembang

Indef meminta Pemerintah Indonesia untuk mendeklarasikan diri sebagai negara berkembang.

Image
Ekonomi

Garuda Indonesia Usul Insentif dari Pemerintah Berupa Voucher

Skema ini masih dibahas bersama dengan Kementerian Perhubungan.

Image
Ekonomi

Genjot Investasi Lewat Omnibus Law, Faisal Basri: Buat Apa?

Dalam tahap pembahasan pemerintah dinilai lebih mengutamakan kepentingan investasi.

Image
Ekonomi

RI Dicoret dari Negara Berkembang, AS Siapkan Tarif Balasan?

Dikeluarkannya Indonesia dari daftar negara berkembang akan membuat AS melakukan penyelidikan atas berbagai produk impor Indonesia.

Image
Ekonomi

Gara-gara Corona, Stok Bawang Putih Domestik Hanya Cukup untuk 2 Bulan Lagi

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi mengatakan stok bawang putih hanya cukup untuk dua bulan lagi

terpopuler

  1. Santap Menu Angkringan hingga Nikmati Es Teh Plastikan, 10 Aksi Gibran Rakabuming Kulineran di Pinggir Jalan

  2. Ini Alasan Pemilik Mobil Pukul Sopir Ambulan

  3. Amien Rais Minta Pemerintah Tidak Sahkan Kepengurusan PAN Periode 2020-2025

  4. Pengamat: Pembebasan Lahan untuk Normalisasi Itu Gampang, Yang Sulit itu Jika Tidak Ada Kemauan

  5. Pilih Melukai daripada Terlukai, 5 Zodiak Ini Cenderung Miliki Karakter Tak Setia

  6. Batu Alam di Monas Rusak karena Pengaspalan Formula E, Jakpro: Nanti Diperbaiki Lagi

  7. Perayaan Pra-Paskah: Paus Imbau Warga Dunia Berhenti Menghina Orang Lain di Medsos

  8. Dihantam Banjir Beruntun selama Dua Bulan, Pemprov DKI Janji Kembali Lakukan Pengerukan

  9. Ratusan Karyawan BUMN Geruduk Kantor Erick Thohir, Mau Apa?

  10. 5 Fakta Penting Kekalahan Madrid dari Man City di Bernabeu, Zidane Salahkan Konsentrasi

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Banjir Jakarta: Menenggelamkan atau Menaikkan Popularitas Anies?

Image
Zainul A. Sukrin

Membaca Hambatan Anies di 2024

Image
Achsanul Qosasi

Memimpin Tanpa Menyalahkan

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Banjir Jakarta Menghanyutkan Elektabilitas Anies Baswedan?

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kepala Perpusnas: Budaya Baca Bangsa Indonesia Tidak Rendah

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

6 Potret Danpaspampres Maruli Simanjuntak Bareng Putrinya, Kompak di Berbagai Kesempatan

Image
News

Santap Menu Angkringan hingga Nikmati Es Teh Plastikan, 10 Aksi Gibran Rakabuming Kulineran di Pinggir Jalan

Image
News

5 Fakta Penting Maruli Simanjuntak, Komandan Paspampres Menantu Luhut Pandjaitan