breaking news: Glenn Fredly Tutup Usia

image
Login / Sign Up

Benarkah Indonesia Masuk Perangkap Deindustrialisasi

Dhera Arizona Pratiwi

Indepth

Image

Ilustrasi - Kawasan Industri | AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO Isu terkait Industri di Indonesia tengah mengalami Deindustrialisasi hingga saat ini masih santer terdengar. Jika ditelisik ke belakang, isu ini pertama kali mencuat pada pertengahan tahun lalu.

Saat itu, Institute for Development of Economics & Finance (Indef) menyebutkan, kontribusi Industri terhadap perekonomian sedang mengalami penurunan. Deindustrialisasi ini dianggap sudah terjadi 10 tahun terakhir.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan, pertumbuhan ekonomi selama ini belum bersandar pada Industri manufaktur yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi. Padahal penyerapan tenaga kerja bisa memacu pertumbuhan ekonomi.

baca juga:

Bahkan sebelumnya kontribusi Industri manufaktur pada produk domestik bruto (PDB) tercatat sebesar 26 persen. Kini jumlah tersebut menurun menjadi hanya 20 persen.

“Kalau Deindustrialisasi ini dibiarkan, maka serapan tenaga kerja secara nasional bisa kurang optimal,” ucapnya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (26/6/2018).

Ia mengatakan, selama bertahun-tahun Indonesia terus mengandalkan pertumbuhan ekonomi pada berbagai sektor yang serapan tenaga kerjanya rendah seperti sektor jasa.  Masalah lain yang juga dihadapi adalah, sebaran usaha sektor jasa yang terlalu terkonsentrasi di perkotaan.

“Padahal, lebih dari separuh penduduk Indonesia tinggal di perdesaan,” ujarnya.

Idealnya, Industri manufaktur menjadi sektor andalan yang ditunjang oleh sektor lainnya seperti sektor jasa, pertanian, dan investasi. Untuk itu, kata Bhima, seluruh pemangku kepentingan perlu menyatukan pandangan dan upaya untuk mengembalikan sektor Industri sebagai motor pembangunan.

Apa benar Deindustrialisasi di Indonesia makin parah?

Menjelang akhir tahun, publik semakin dikejutkan oleh pernyataan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro yang menyebutkan Indonesia tengah mengalami Deindustrialisasi prematur. Ini terjadi lantaran porsi manufaktur di dalam PDB kian mengecil.

Padahal, kata Bambang, Indonesia pernah disebut sebagai negara Industri karena porsi manufaktur dalam PDB mencapai 30 persen.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) kuartal III-2018 bahkan menunjukkan porsi Industri manufaktur tercatat sebesar 19,66 persen terhadap PDB. Pertumbuhan Industri manufaktur hanya 4,33 persen, atau lebih rendah dibanding pertumbuhan ekonomi 5,17 persen.

"Indonesia belum berhasil reindustrialisasi, tapi yang terjadi adalah Deindustrialisasi prematur. Dulu sempat kontribusi Industri mencapai 30 persen terhadap PDB, tapi kini tercatat 20 persen saja meski memang porsinya masih paling besar," jelas Bambang, Kamis (22/11/2018).

Lebih lanjut ia menuturkan, turunnya kontribusi Industri manufaktur pada PDB disebabkan karena booming harga komoditas yang terjadi usai krisis ekonomi tahun 1998 silam.

"Makanya Indonesia pernah punya ekonomi bagus karena harga komoditas lagi booming. Tapi begitu harganya turun, ya pertumbuhan ekonomi ikut melesu. Padahal, harga-harga yang stabil adalah harga manufaktur, bukan harga komoditas," paparnya.

Muncul di perdebatan pemilu

Setelah sekian lama tenggelam, isu Deindustrialisasi kembali mencuat belum lama ini, lantaran dibicarakan oleh salah satu Paslon dalam Debat Kelima Capres-Cawapres di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Saat itu, Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto pun menyampaikab, Deindustrialisasi saat ini terjadi di Indonesia. Hal ini dianggap berbanding terbalik dari negara-negara lainnya yang ada di dunia yang mengalami Industrialisasi.

"Kemudian terjadi Deindustrialisasi, kalau negara lain Industrialisasi, kita Deindustrialisasi," ucapnya saat menyampaikan visi misi.

Bahkan, ia juga menuturkan, industri di dalam negeri kini tidak lagi mampu menghasilkan produk atau memproduksi apapun. Selama ini dianggap hanya bisa mengandalkan penerimaan bahan-bahan produksi dari negara-negara lain.

"Sekarang bangsa Indonesia tidak produksi apa-apa, kita hanya bisa menerima bahan-bahan produksi dari negara lain," paparnya.

Indonesia masih on the track Industrialisasi

Kementerian Perindustrian pun tidak tinggal diam. Dalam pernyataan tertulis yang diterima pada Senin (15/4/2019), disebutkan bahwa kontribusi Industri manufaktur Indonesia sebagai penopang perekonomian dinilai masih cukup besar. Hal ini terlihat melalui pertumbuhan sektor, peningkatan investasi, penambahan tenaga kerja dan penerimaan devisa dari ekspor.

“Gejala Deindustrialisasi itu ketika kontribusi Industri terhadap PDB sangat rendah, artinya menurun drastis. Tetapi sekarang kan masih cukup tinggi. Apalagi industrinya semakin tumbuh dan investasi terus jalan," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar.

Kemenperin mencatat, kontribusi Industri manufaktur pada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional berada di angka 20 persen. Kondisi ini menjadikan Indonesia peringkat ke-5 di antara negara G-20, setelah China (29,3 persen), Korea Selatan (27,6 persen), Jepang (21 persen) dan Jerman (20,7 persen).

“Padahal, rata-rata kontribusi sektor manufaktur dunia saat ini hanya sebesar 17 persen,” ujar Haris.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pun turut menegaskan tidak benarnya kondisi Indonesia mengalami Deindustrialisasi. Pasalnya, Industri dalam negeri tetap menjadi sektor tertinggi penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB).

"Dalam beberapa hari ini dan juga sebelumnya banyak dikatakan bahwa di Indonesia telah terjadi Deindustrialisasi. Berdasarkan angka-angka, hal itu tidak benar," ucapnya saat memberikan kata sambutan dalam acara Indonesia Industrial Summit 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Senin (15/4/2019).

Menurut JK, selama periode 2014-2017 saja Industri Indonesia mampu memberikan kontribusi rata-rata 21,30 persen terhadap PDB. Artinya, tetap menjadi sektor tertinggi dalam pendapatan nasional.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga ikut menepis isu Deindustrialisasi terjadi di Indonesia.

Sebab, menurutnya yang terjadi di dunia saat ini adalah new normal atau suatu kondisi di mana kontribusi Industri manufaktur terhadap PDB tidak bisa lagi memakai acuan lama.

Diakuinya, pada tahun 1998, Industri Indonesia memang sempat berkontribusi 30 persen terhadap PDB. Namun, saat itu PDB nilainya mencapai USD95 miliar.

"Dunia ini new normal. Jadi di tahun 1998, zaman ayah saya, Indonesia itu 30 persen (kontribusi terhadap PDB) tapi kita punya PDB itu USD95 miliar," ucapnya saat ditemui usai acara Indonesia Industrial Summit 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Senin (15/4/2019).

Lebih lanjut, sekarang kontribusi Industri terhadap PDB sekitar 20 persen. Bahkan, tidak ada satu pun negara yang mampu mencapai nilai kontribusinya di atas 30 persen.

"Negara yang PDB-nya terhadap Industri manufakturnya 30 persen di dunia ini 0 (nol)," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, Indonesia memang pernah mengalami Deindustrialisasi. Namun, itu terjadi pada saat terjadi krisis moneter yakni periode 1998-1999 dan 2000-2002.

"Dengan demikian sebetulnya mau ditanya soal Deindustrialisasi, pernah terjadi di republik ini, tapi sebenarnya terutama terjadi waktu di awal-awal krisis moneter," ucapnya saat ditemui usai menghadiri acara Indonesia Industrial Summit 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Senin (15/4/2019).

Namun, kata Darmin, keadaan Industri di dalam negeri sekarang sudah jauh berbeda bila dibandingkan saat terjadi krisis moneter dua periode tersebut. Bahkan, peranan pertumbuhannya sekarang sudah hampir mampu menyamai pertumbuhan ekonomi.

"Tapi secara perlahan kita itu sudah bisa memengaruhi supaya industrinya itu sudah mulai pertumbuhannya menyamai pertumbuhan ekonomi," jelasnya. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Pengamat Sebut Hadirnya Covid-19 Percepat Transformasi Bisnis Makanan dan Minuman

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Bantuan Sembako Pemerintah Rp200 Ribu per Bulan Dinilai Masih Kurang

Image

Ekonomi

Wabah Corona

UMKM Kena Dampak Covid-19, Pemerintah Berikan Relaksasi Kredit Selama 6 Bulan

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Kabar Baik! Perbankan dan Multifinance Mulai Laksanakan Kebijakan Restrukturisasi Kredit OJK

Image

News

Amnesty Indonesia: Pemerintah Harus Lindungi Keselamatan dan Kesejahteraan Pekerja

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Kemenperin Usul Pemberian Stimulus bagi Industri Otomotif RI

Image

Iptek

Wabah Corona

FOTO Lockdown Berakhir, Industri Otomotif di Wuhan Kembali Beroperasi

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Ini Daftar Industri yang Terpukul Keras Akibat COVID-19

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Terdampak COVID-19, Produksi Industri Perhiasan Alami Penurunan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pengamat Sebut Hadirnya Covid-19 Percepat Transformasi Bisnis Makanan dan Minuman

Saat ini semua aktivitas jual beli dilakukan secara daring dan menjalankan prinsip pengantaran.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Bantuan Sembako Pemerintah Rp200 Ribu per Bulan Dinilai Masih Kurang

Indef menilai bantuan sembako pemerintah sebesar Rp600 ribu untuk tiga bulan atau Rp200 ribu per bulan dinilai masih kurang.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

DPR Terus Dorong BI Jaga Kestabilan Kurs Rupiah

“Saya yakin banyak langkah yang dilakukan BI untuk menjaga kurs rupiah tetap kuat."

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Gara-gara Corona, Pembangunan 11 Proyek Mal Terancam Terhambat

Pandemi COVID-19 yang melanda banyak daerah di Tanah Air juga diperkirakan bakal membuat pembangunan mal baru di sejumlah lokasi terhambat.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Gegara Covid-19, Pembangunan Mall Baru Akan Terhambat

Bakal ada keterlambatan pekerjaan konstruksi berbagai pusat perbelanjaan terutama untuk beragam mal yang bakal beroperasi.

Image
Ekonomi

Per 8 April 2020, Penyampaian SPT 2019 Capai 9,14 Juta Wajib Pajak

DJP Kemenkeu menyatakan penyampaian SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2019 hingga 8 April 2020 sudah mencapai 9,14 juta.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pemerintah Berikan Keringanan Bagi 11,9 Juta Nasabah KUR

Penundaan bayar untuk nasabah KUR ini akan termasuk ke dalam nasabah yang bergerak di sektor ketahanan pangan.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Mentan Syahrul Cek Stok Pabrik Gula di Cilegon, 250 Ribu Ton Siap Guyur Pasar

Mentan SYL meninjau pabrik gula PT Angels Products di Cilegon guna mengecek ketersedian stok tetap aman di masa pandemi virus Corona.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

INTI Berikan Bantuan APD ke Tiga RS Rujukan COVID-19 di Jawa Barat

Bantuan APD itu dapat digunakan untuk melindungi para tenaga medis dalam menekan jumlah orang terdampak COVID-19.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Ini Daftar Kucuran Insentif Pemerintah untuk Tekan Dampak COVID-19

Beberapa insentif untuk bantuan sosial sudah dan akan dikucurkan oleh pemerintah, melalui masing-masing Kementerian teknis terkait.

terpopuler

  1. Diminta Dibebaskan dari Penjara untuk Tangani Corona, 5 Fakta Menarik Siti Fadilah Supari Mantan Menkes RI

  2. 5 Fakta Bakso Corona di Surabaya, Bentuknya Unik Abis!

  3. PSI Pertanyakan Sasaran Bansos yang Dibagikan Anies Jelang Penerapan PSBB

  4. Modal Congor, Pria Setengah Ganteng ini Perdayai 80 Janda dan Wanita Bersuami

  5. Cassano Ungkap Rahasia Kenapa Van Nistelrooy Tak Sukses di Madrid

  6. Kisah Penjual Bakso Bakar Lamar Pacarnya yang Mahasiswa di Hari Wisuda

  7. Glenn Fredly Meninggal Dunia, Ini Deretan Ucapan Duka Rekan Artis Tanah Air

  8. IHSG Tak Menentu dan Cenderung Lemas, Pilih Saham-saham Ini

  9. Erick Siap Beli Ventilator Guna Kebutuhan RS BUMN Tangani COVID-19

  10. 5 Momen Mesra Pemain Persikabo Wawan Febriyanto dan Istri, Potret Maternity Bikin Iri Fans Jomblo

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Zainul A. Sukrin

Perppu Corona, Ujungnya Dimana?

Image
Prakoso Permono

Bayang-bayang Ancaman Teror di Tengah Pandemi

Image
Reza Fahlevi

Atas Nama Kemanusiaan, Stop Politisasi Covid-19

Image
Abdul Aziz SR

PKS dan Sindiran Partai Oposisi

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Wabah Corona

Diminta Dibebaskan dari Penjara untuk Tangani Corona, 5 Fakta Menarik Siti Fadilah Supari Mantan Menkes RI

Image
Ekonomi

Besarkan Go-Life hingga Diakui Forbes, Ini 5 Fakta Menarik Windy Natriavi, Pendiri AwanTunai

Image
Hiburan

Resmi Diperistri So Ji-Sub, 5 Fakta Menarik Presenter Cantik Jo Eun-jung