image
Login / Sign Up

Stabilitas Ekonomi Makro Terjaga Selama Pemilu

Siti Nurfaizah

Pemilu 2019

Image

Warga menunjukkan surat suara usai mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang bertema 'Kampoeng Pemilu Nusantara' di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Rabu (17/4/2019). Sesuai tema yang diusung yakni 'Kampoeng Pemilu Nusantara', TPS di kawasan Pancoran Mas ini menampilkan budaya lokal dari sejumlah daerah di Indonesia. Lokasi pencoblosan tematik ini terdapat delapan TPS dari 11 RT. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO, Insitute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai Stabilitas Makro Ekonomi tetap terjaga sepanjang Pemilu 2019.

“Masa pemilu kali ini semua Stabilitas Makro Ekonomi relatif terjaga, tidak ada yang perlu dikhawatirkan yang menang pasangan 01 atau 02, pasar sudah mengantisipasi jauh-jauh hari,” kata peneliti Indef Bhima Yudhistira kepada Antara di Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Dia menjelaskan siapapun yang menang dalam Pemilu 2019, pelaku pasar lebih berfokus pada Stabilitas keamanan dan saat ini masih terbilang kondusif.

baca juga:

“Di beberapa tempat cukup kondusif, yang kita beritakan cukup rawan sejauh ini berjalan cukup lancar, mungkin ada beberapa TPS yang surat suara belum sampai atau habis, menurut saya itu minor tidak berdampak signifikan,” katanya dilansir dari Antara. 

Kondisi tersebut, menurut dia, yang menyebabkan kepercayaan pelaku pasar cukup bagus, salah satunya tren IHSG positif naik, meskipun investor asing cenderung menahan beli bersih (net buy) selama pemilu, namun itupun dinilai tidak berlangsung lama.

Bhima menuturkan kepercayaan asing juga didorong Indonesia masih menjadi pasar yang prospektif dengan pertumbuhan Ekonomi rata-rata lima persen di tengah guncangan perekonomian global.

Sementara itu, dari sisi nilai tukar rupiah, memang masih tertekan karena ekspor secara tahunan (year on year) 2019 turun 10,01 persen dibandingkan Maret 2018.

“Laporan neraca perdagangan surplus, tapi surplusnya semu karena ekspor secara year on year bisa berpengaruh terhadap valas di luar, tapi arus modal masuk yang saya kira masih cukup positif,” katanya.

Bhima menambahkan pergerakan nilai tukar rupiah tidak akan anjlok, yakni antara di level Rp14.000 hingga Rp14.100 per dolar AS.

Selama Stabilitas keamanan terjaga, dia menuturkan, aktivitas pasar saham terutama investor asing akan tetap bergerak positif.[] 

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Antara