image
Login / Sign Up

Riset Nielsen: Orang Indonesia Lebih Suka Beli Barang Premium Secara Online

Ade Miranti

Image

Dengan berbagai produk dan akses yang semakin berkembang, milenial dituntut untuk belanja cerdas agar pengeluaran dan pemasukan tetap seimbang. | Pixabay

AKURAT.CO Studi Changing Consumer Prosperity Nielsen, mencatat perilaku pembelian dan belanja konsumen pada kategori produk premium, menemukan bahwa semakin banyak konsumen di seluruh dunia yang berbelanja secara online untuk produk-produk premium (45 persen di 2018, naik 6 poin pada tahun 2016), dan hampir seperempat konsumen membeli produk-produk premium dari e-commerce luar negeri (24 persen, naik 5 poin pada 2016).

Sementara, penjualan secara offline atau konvensional terus menghasilkan penjualan tiga dari lima konsumen (60 persen) di dalam negeri. Sementara itu, 15 persen konsumen mengatakan mereka bepergian ke luar negeri untuk membeli produk premium, dengan alasan paling umum adalah karena pengalaman pribadi dan perhatian yang didapatkan selama di dalam toko.

Menurut laporan Nielsen, kategori produk teratas di mana konsumen paling bersedia untuk membeli barang-barang premium termasuk elektronik (42 persen), pakaian (40 persen), kosmetik (31 persen) dan protein seperti susu dan daging (masing-masing 30 persen dan 29 persen).

baca juga:

Studi ini juga menunjukkan bahwa konsumen online Indonesia bersedia membayar lebih mahal untuk produk premium pada kategori elektronik (komputer, ponsel, tablet, alat baca, dll.) sebanyak 63 persen, kategori produk pakaian/sepatu (41 persen), mobil (37 persen), perhiasan (34 persen), dan kosmetik (32 persen).

“Kebiasaan melakukan riset yang kebanyakan dilakukan dengan cara browsing internet sebelum membeli produk, lebih banyak dilakukan konsumen Indonesia jika dibandingkan dengan konsumen negara lain di Asia Pasifik. Demikian juga dengan pengaruh dari iklan online terhadap keputusan membeli. Ini menunjukkan bahwa pengaruh kanal online terhadap perilaku belanja konsumen di Indonesia semakin meningkat.” kata Direktur Consumer Insight Nielsen Indonesia, Rusdy Sumantri, melalui pernyataan tertulisnya, Selasa (16/4/2019).

Adapun jumlah secara persentase pembeli produk premium tersebut, India, Turki dan Indonesia (masing-masing 72 persen, 66 persen dan 58 persen) adalah yang paling mungkin berbelanja online secara lokal. Sementara, konsumen di Hong Kong (38 persen), Kroasia (36 persen) dan Serbia (36 persen) cenderung bepergian ke luar negeri untuk berbelanja barang-barang premium.

Faktor-faktor utama yang dicari konsumen di seluruh dunia dari produk premium adalah kualitas yang unggul (56 persen), kinerja (51 persen), desain (43 persen), pengalaman (42 persen) dan merek (42 persen). Khususnya, sekitar dua dari lima konsumen (41 persen) bersedia membayar lebih untuk produk dari bahan organik dan sepenuhnya alami.

Serupa dengan hal tersebut, konsumen bersedia membayar lebih untuk produk yang berkelanjutan (38 persen) dan produk-produk memiliki tanggung jawab sosial (30 persen).

“Produsen produk premium harus jeli untuk memanfaatkan kanal online untuk menarik konsumen mereka," ujarnya. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Iptek

Jalin Kerja Sama, DANA dan JNE Optimis Dukung Akselerasi Ekonomi Digital Indonesia

Image

News

Pasien Anak Kecanduan Game Online di Rumah Sakit Jiwa Solo Kian Banyak, Ada yang Sampai Tak Akui Ortu

Image

News

Awkarin Bahas Pengemis Online, Kata 'Usaha Jancok' Jadi Tranding Topik

Image

Ekonomi

Proses Transisi UU Jaminan Produk Halal Wajib Terus Dikawal

Image

Hiburan

Toko Online

Pria ini Beli Sofa di Toko Online, Pas Datang Barangnya Bikin Senyum Getir

Image

News

Meski Diguyur Hujan, Kabut Asap dan Kualitas Udara di Jambi Masih di Level Berbahaya

Image

News

Polri: 90 Persen Terduga Teroris Berbaiat ISIS Secara Online

Image

Video

VIDEO Transit Plaza Ojek Online di Stasiun MRT Lebak Bulus

Image

News

Begini Tampilan Smart SIM yang Bisa Berfungsi Sebagai Uang Elektronik

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Harga Minyak Melemah Karena Kekhawatiran Turunnya Permintaan

Karena pelaku pasar tetap khawatir tentang melemahnya permintaan global.

Image
Ekonomi

Waspadalah! Ada 1.320 Fintech Ilegal di Sekitar Anda

Jumlah fintech ilegal di Indonesia menembus angka ribuan yakni 1.320 entitas.

Image
Ekonomi

RI-Norwegia Sepakat Kerja Sama Budidaya Ikan Terpadu

Perjanjian ini merintis jalan bagi investasi yang cukup signifikan dalam mengembangkan bisnis budidaya perikanan berbasis teknologi RAS.

Image
Ekonomi

Harga Emas Merosot Setelah Naik Dua Hari Berturut-turut

Karena logam mulia tertekan oleh penjualan teknis (technical selling) investor menyusul kenaikan dalam dua sesi sebelumnya.

Image
Ekonomi

Harga Emas Merosot Setelah Naik Dua Hari Berturut-turut

Karena logam mulia tertekan oleh penjualan teknis (technical selling) investor menyusul kenaikan dalam dua sesi sebelumnya.

Image
Ekonomi
Pelantikan Presiden

Begini Pesan Terakhir Sri Mulyani untuk Menteri yang Menggantikannya Nanti

Sri Mulyani minta Menkeu penerus fokus pada upaya perbaiki dan tingkatkan kesejahteraan masyarakat

Image
Ekonomi

Kucuran Kredit Perbankan untuk UMKM Cuma 20 Persen dari Rp5.300 Triliun

Salah satu penyebab belum berkembangnya UMKM secara signifikan adalah rendahnya kucuran kredit perbankan yang ditujukan untuk sektor UMKM.

Image
Ekonomi

Wall Street Melemah Imbas Beragamnya Laporan Kinerja Perusahaan

karena para pelaku pasar mencerna sejumlah hasil kinerja perusahaan dan berita perusahaan yang beragam.

Image
Ekonomi

Dolar AS Melempem Imbas Adanya Kesepakatan Baru Brexit

Penguatan ini di tengah optimisme Brexit setelah Inggris dan Uni Eropa mengumumkan pada Kamis (17/10/2019) bahwa ada kesepakatan baru.

Image
Ekonomi
Pelantikan Presiden

Pamit dari KKP, Susi Harap Perpres No 44 Terus Dijaga

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berpesan agar Peraturan Presiden (Perpres) No.44 tahun 2016 terus dijaga.

Available

trending topics

terpopuler

  1. Daripada Jadi Menkeu Lagi, Sri Mulyani Lebih Cocok Jadi Menteri Ini

  2. Staf Protokoler Wali Kota Medan yang Tabrak Petugas KPK Akhirnya Serahkan Diri

  3. 10 Potret Manis Annissa Soebandono Tampil Anggun di Kehamilan Anak Pertama

  4. 12 Jam Digeledah, KPK Angkut Empat Koper Berkas Dari Ruangan Wali Kota Medan

  5. Tifatul Sembiring: Kenapa UAS Terus Dilarang? Apakah Sikap Ini Dilatari Islamphobia?

  6. KPK Peringatkan Gubernur Sumut Tak Halangi Proses Hukum

  7. Akun Twitter Rocky Gerung Dicuri, Ferdinand: Pembunuhan Akun Tak Dibenarkan

  8. Polisi Bekuk 22 Orang Rencanakan Teror Pelantikan Presiden

  9. Said Didu Sebut Sri Mulyani Anti Kritik, Marzuki Alie: Lama-lama Merasa Hebat Lebih Dari Tuhan

  10. Polisi Tembak Paha dan Betis Penjahat yang Masukkan Mayat Korban ke Karung

Available

fokus

Menyambut Presiden-Wakil Presiden 2019-2024
Masa Lansia
Kisah dari Cilincing
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Rontoknya Kekuatan Oposisi

Image
Achmad Fachrudin

Memperbaiki Marwah DPD 2019-2024

Image
Abdul Aziz SR

Partai Politik Tuna Ideologi

Image
Dr. Moh. Saleh

Perpu KPK Berpotensi Inkonstitusional

Available

Wawancara

Image
News

DPR RI

Apa Sih Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia? Farah Puteri Nahlia Akan Menjelaskannya untuk Kamu...

Image
News

DPR RI

Farah Puteri Nahlia, Politisi Termuda DPR RI yang Ingin Perjuangkan RUU KKS

Image
Hiburan

Anggy Umbara Bicara Perkembangan CGI di Perfilman Indonesia

Sosok

Image
News

Ciri Khas 7 Presiden RI dari Soekarno hingga Jokowi, Ada yang Lebih Suka Batik daripada Jas

Image
News

Dicekal DPR hingga Dituding Jual Aset Pertamina, ini 5 Kontroversi Menteri BUMN Rini Soemarno

Image
Ekonomi

Masuk 'Asia's Power Businesswomen' Forbes, ini 5 Fakta CEO Ruparupa Teresa Wibowo