Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Marak Kampanye Hitam, BPS Catat Ekspor Sawit ke Eropa Alami Penurunan

Atikah Umiyani

Marak Kampanye Hitam, BPS Catat Ekspor Sawit ke Eropa Alami Penurunan

Kendaraan melintas di kawasan perkebunan kelapa sawit PTPN VI, Sariak, Pasaman Barat, Sumatra Barat, Sabtu (1/12/2018). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, sektor kelapa sawit menghadapi penurunan harga crued palm oil (CPO) sebesar 24 persen, dari 636 dolar AS per ton menjadi 485 dolar AS per ton hingga akhir Oktober 2018. | ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

AKURAT.CO, Kampanye hitam kelapa sawit yang dilakukan oleh Eropa berdampak terhadap laju ekspor Indonesia selama Maret 2019. Hal itu terbukti lantaran Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya penurunan nilai ekspor minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) ke beberapa negara di Eropa.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penurunan nilai ekspor kelapa sawit cukup signifikan dibeberapa negara seperti Inggris sebesar 22 persen dan Belanda mencapai 39 persen. Sementara negara lain yang mengalami penurunan nilai ekspor minyak kelapa sawit adalah Jerman, Italia, Spanyol, juga Rusia.

"Ini terjadi karena ada negative campaign CPO dan pemerintah sudah mengantisipasi itu dengan membuat beberapa kebijakan," ujarnya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (15/4/2019).

baca juga:

Kendati demikian, dijelaskan Suhariyanto, meskipun penurunan nilai ekspor terjadi dibeberapa negara Eropa namun kinerja ekspor Indonesia di kawasan tersebut cenderung tak berpengaruh.

Pria yang akrab disapa Kecuk ini menuturkan, karena sepanjang Januari hingga Maret 2019 pihaknya mencatatkan nilai ekspor Indonesia ke Eropa secara keseluruhan mencapai USD3,6 miliar. Sementara impor Indonesia ke Eropa sebesar USD3,02 miliar. Sehingga, neraca perdagangan RI ke Eropa saat ini masih mengalami surplus hingga USD587 juta.

"Tentu situasinya berbeda di setiap negara seperti di Jerman kita mengalami defisit, Belanda surplus, kemudian Italia juga defisit sebesar 9 juta dollar AS," imbuhnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa kampanye hitam kelapa sawit gencar dilakukan oleh Eropa salah satunya di Italia. Bahkan disinyalir negara tersebut mengeluarkan biaya 5 kali lebih besar dan masif dibandingkan biaya promosi iklan Coca Cola.

Dikatakan Darmin, hal itu diketahuinya sewaktu melakukan kunjungan ke Brussel, Belgia untuk diplomasi sawit dengan Uni Eropa (UE).

"Kampanye hitam telah berjalan lama, dan masih seperti apa adanya yang ceritakan ada perusahaan Italia penghasil coklat. Dia bilang itu biaya promosi untuk kampanye negatif itu 5 kali lebih besar dari biaya promosi Coca Cola," jelas Darmin di Kantornya, Jakarta, Jum'at (12/4/2019).

Lebih lanjut, Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) tersebut mengungkapkan dengan adanya kampanye hitam tersebut, maka masyarakat disana telah memiliki perspektif negatif tersendiri terhadap kelapa sawit.

"Itu menunjukkan bahwa memang persepsi mengenai kelapa sawit itu sudah terbentuk disana. Bukan hanya di parlemen, tapi juga di konsumen dan masyarakatnya," tegasnya.

Selain itu dikatakan Darmin, berdasarkan diskusi berkali-kali ia menemukan bahwa memang ada gap besar terhadap produk kelapa sawit.

"Dari diskusi yang berkali-kali itu kita menemukan memang pemahaman mereka disana dengan fakta yang menurut kita ada itu gap-nya besar. Kampanye mengenai kelapa sawit, kampanye hitam memang sudah berjalan lama dan masif," tegasnya. []

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

Luhut: Regulasi Ekspor Benur Tidak Ada yang Salah, Semua Dinikmati Rakyat

Image

Ekonomi

Menteri Kelautan dan Perikanan Baru Harus Berani Cabut Aturan Ekspor Benur Lobster

Image

Ekonomi

5 Hewan Ternak Anti Mainstream Ini Laku Keras Jika Diekspor ke Luar Negeri

Image

News

Soal Korupsi Menteri KKP, Dasco: Jika Ini Masih Dianggap Salah Juga, Saya Minta Maaf Lagi

Image

Ekonomi

Sektor Pertanian RI Berpeluang Besar Bidik Pasar Asia dan Dunia

Image

Ekonomi

Kemendag Bersama KKP Lepas Ekspor 15 Ton Ikan Tuna ke Korsel

Image

Ekonomi

Kemenperin Beri Pelatihan Ekspor Pelaku IKM, Desain Kemasan Jadi Fokus

Image

Ekonomi

Masalah Klasik UMKM: Memasukkan ke Ekosistem Digital dan Meningkatkan Eskpornya

Image

Ekonomi

5 Lobster Termahal di Indonesia, Tembus Rp5 Juta per Kilogram!

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Pakar Kesehatan Sebut Vaksinasi Upaya Serius Negara Lindungi Masyarakat

Pakar kesehatan mengungkapkan vaksinasi dan imunisasi upaya serius pemerintah melindungi masyarakat

Image
Ekonomi

Menteri PUPR Lelang Dini 4.060 Paket Infrastruktur 2021 Senilai Rp46,64 Triliun

Kementerian PUPR lelang dini 4.060 paket senilai Rp46,64 T dalam rangka percepatan realisasi kegiatan infrastruktur Tahun Anggaran 2021

Image
Ekonomi

PPAN Dinilai Mampu Perkuat Diplomasi Ekonomi RI di Luar Negeri

PPAN diharapkan dapat sejalan dengan prioritas diplomasi khususnya terkait agenda penguatan diplomasi ekonomi RI di luar negeri

Image
Ekonomi

Legislator Ingin Perum Peruri Ajak Startup yang Mampu Majukan Industri

Legislator meminta agar Perum Peruri mengumpulkan perusahaan rintisan (startup) yang bisa menjadikan Indonesia terdepan di sektor industri

Image
Ekonomi

Gara-gara Ini, Kepercayaan Investor Asing Terhadap Prospek Ekonomi Indonesia Meningkat

Kepercayaan investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia meningkat, seiring perkembangan vaksin Covid-19 dan terpilihnya Joe Biden

Image
Ekonomi

Pasca Edhy Prabowo Terciduk, KKP Justru Sabet Penghargaan Skala Nasional

KKP meraih dua penghargaan skala nasional terkait bidang layanan informasi

Image
Ekonomi
Lawan Covid-19

Vaksinolog Ungkap Vaksin Efektif Cegah Penyakit Menular, Termasuk COVID-19!

Vaksinolog menegaskan pentingnya vaksin dalam mencegah penyakit menular, seperti COVID-19

Image
Ekonomi

Mendes: Dana Desa Digunakan untuk Pertumbuhan Ekonomi Serta SDM

Mendes PDTT mengklaim dana desa digunakan untuk pertumbuhan dan peningkatan ekonomi serta SDM

Image
Ekonomi

UU Cipta Kerja Ampuh Gairahkan Industri E-commerce Tanah Air, Benarkah?

Asosiasi e-commerce Indonesia (idEA) menilai UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja gairahkan industri e-commerce di Indonesia

Image
Ekonomi

Jenis Investasi Jangka Panjang Cocok untuk Menjamin Masa Tua!

Investasi jangka panjang biasanya dipilih para investor yang ingin nilai uangnya terus mengalami kenaikan atau keuntungan di masa depan

terpopuler

  1. 5 Fakta Asmara Shaheer Sheikh dan Ruchika Kapoor, Perbedaan Agama Bukan Kendala

  2. Saat Timbang Badan, Tyson Ancam Jones Jr

  3. Lagi, Politikus Senior PDIP Membelot Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

  4. Sosok 'Pak Haji' Kebingungan Cari Sandal di Masjid ini Malah Bikin Ngakak Warganet

  5. Sempat Dimasukan ke Ruang NICU, Ini Kondisi Terbaru Anak Keempat Oki Setiana Dewi

  6. Beli Rumah, Sepasang Suami Istri Temukan Puluhan Koin Harta Karun Senilai Rp350 Juta

  7. Rohimah Angkat Bicara Soal Pernikahan Kiwil dengan Pengusaha Asal Kalimantan

  8. Usai Terpapar Covid-19, RS Polri Kabarkan Kondisi Terkini Kesehatan Jumhur Hidayat Cs

  9. Tak Malu Tunjukkan Stretch Mark, Marshanda Tuai Pujian Warganet

  10. Diancam Dibunuh, Petugas Pemakaman yang Berfoto dekat Jenazah Maradona Minta Maaf

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Utang Pemerintah dan Kehati-hatian

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Image
Achsanul Qosasi

Pelajaran Demokrasi dari Biden dan Trump

Image
Faizuddin Ahmad

Mendongeng Berperan Meningkatkan Kecerdasan Anak

Wawancara

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Bkleen Hadirkan Solusi Fogging Ramah Lingkungan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Perangi Pandemi Bersama Bkleen, Antimicrobial Solution Yang Praktis dan Mudah | Akurat Talk (1/2)

Image
Gaya Hidup

Missies.id dan Strategi Survive Berbisnis untuk Cewek Milenial

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting KH Miftachul Akhyar, Ketum MUI Baru Gantikan Ma'ruf Amin

Image
News

Mengenal Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliantoro Jalmaf

Image
News

3 Kali Gantikan Posisi Menteri yang Kosong, Ini Kiprah Politik Luhut Binsar Panjaitan