image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Menko Darmin Paparkan Hasil Upaya Diplomasi ke Uni Eropa

Atikah Umiyani

Image

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution | AKURAT. CO/Atikah Umiyani

AKURAT.CO, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memaparkan hasil kunjungannya ke Brussel, Belgia sebagai upaya diplomasi kepada Uni Eropa (UE). 

Adapun diplomasi ini dilakukan untuk menjaga kelangsungan industri dan perlindungan kepada para petani kelapa sawit atas diskriminasi yang diterima.

Darmin menjelaskan, dalam pertemuan dengan pihak UE ini, Pemerintah RI juga telah menyampaikan langkah-langkah yang akan dilakukan apabila pengesahan Delegated Regulation RED II tetap dilakukan, termasuk melakukan review terhadap kerjasama bilateral Indonesia dengan UE dan negara-negara anggotanya serta menempuh proses litigasi melalui forum World Trade Organization (WTO).

baca juga:

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini juga menegaskan gangguan dan diskriminasi kelapa sawit akan berdampak negatif terhadap program pengentasan kemiskinan dan menghambat pencapaian Indonesia dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yang telah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sebagai informasi, 19,5 juta orang bekerja pada industri ini, termasuk 2,6 juta petani kecil (smallholders farmer).

"Upaya diplomasi yang dilakukan secara bersama ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan keberatan bersama yang disampaikan oleh Presiden Indonesia dan Perdana Menteri (PM) Malaysia serta Ketua DPR RI," jelas Darmin di Kantornya, Jakarta, Jum'at (12/4/2019).

Adapun beberapa keberatan dan concern Indonesia pada delegated regulation tersebut adalah sebagai berikut:

a. Faktanya kelapa sawit memiliki produktivitas yang jauh lebih tinggi (8-10 kali) dan penggunaan lahan yang jauh lebih kecil dibandingkan vegetable oils lainnya;

b. Dengan pertumbuhan permintaan vegetable oils yang terus bertumbuh, maka apabila phase-out terhadap kelapa sawit dilakukan justru akan menyebabkan pembukaan lahan baru yang masif untuk produk vegetable oils lainnya;

c. Penggunaan basis awal tahun 2008 sebagai metodologi penghitungan dari ILUC dilakukan tanpa alasan yang kuat. Penetapan tahun 2008-2015 sangat merugikan kelapa sawit dan menguntungkan vegetable oils lainnya.

Sementara kesimpulan yang bisa ditarik dari rangkaian pertemuan di Brussel ini, antara lain:

a. Terdapat gap pemahaman yang besar terhadap produk kelapa sawit maupun kebijakan pengembangannya;

b. Masifnya kampanye negatif terhadap kelapa sawit menimbulkan persepsi yang salah (sebagai contoh, di Italia, kampanye produk bebas kelapa sawit (palm oil free) 5 kali lebih besar dan masif dari pada iklan coca cola);

c. “Kompetisi” antara minyak kelapa sawit dengan minyak rapeseed maupun sunflower.

UE dan negara-negara produsen kelapa sawit sepakat terus melanjutkan diskusi yang konstruktif untuk menjembatani pemahaman kedua pihak dalam menyelesaikan isu ini. Beberapa langkah yang akan dilakukan, antara lain:

a. Setelah Parlemen Eropa yang baru terbentuk hasil Pemilu Mei 2019, akan segera dilakukan diskusi dengan Pemerintah Indonesia terkait hal ini;

b. Beberapa pemangku kepentingan industri kelapa sawit di UE akan membentuk wadah komunikasi terkait upaya kampanye positif kelapa sawit di UE;

c. Para pelaku usaha dari perusahaan multinasional (MNCs) juga sepakat untuk mendukung secara penuh upaya Pemerintah RI dalam menanggapi kebijakan diskriminatif ini. []

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

Misbakhun Berbagi Jurus Kampanye Positif Sawit Via Medsos

Image

Ekonomi

JK Tagih Janji Cina Tingkatkan Impor Sawit Dari Indonesia

Image

Ekonomi

Pemerintah Pakai Isu Nasib Petani Lawan UE Terkait Diskriminasi Sawit?

Image

Ekonomi

Perkuat Usaha Garam Rakyat, Pemerintah Salurkan KUR Garam di Madura

Image

Ekonomi

Darmin: Biaya Kampanye Hitam Sawit di UE 5 Kali Lebih Besar Dibanding Coca Cola

Image

Ekonomi

Perjanjian Dagang Internasional Tidak Mampu Selesaikan Masalah Ekspor Impor Indonesia

Image

Ekonomi

IMF: Brexit Tanpa Kesepakatan Akan Mengerikan!

Image

Ekonomi

Indepth

Menabuh Genderang Perang Dagang Karena Sawit, Solusi atau Bumerang?

Image

Ekonomi

Soal Brexit, Uni Eropa: Jangan Buang-buang Waktu, Inggris!

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

PGN Siap Laksanakan Kebijakan Pemerintah soal Harga Gas Industri US$6 per MMBTU

PGN menyatakan akan melaksanakan kebijakan pemerintah terkait rencana penetapan harga gas industri menjadi US$6 per MMBTU.

Image
Ekonomi

Kadin Dukung Penghapusan Minimal Kepemilikan Pesawat oleh Maskapai Nasional

Kadin Indonesia menyambut baik adanya penghapusan minimal kepemilikan pesawat oleh maskapai nasional dalam RUU Ciptaker.

Image
Ekonomi

Gandeng Kemendagri, Pertamina Perluas Bisnis Pertashop ke 7.196 Kecamatan

Pertamina menandatangani nota kesepakatan bersama dengan Kemendagri untuk memperluas pelayanan BBM dan LPG melalui pengadaan Pertashop.

Image
Ekonomi

Di Tengah Badai Jiwasraya, Industri Asuransi Tak Goyah?

Nilai aset asuransi Jiwasraya tercatat Rp22,03 triliun atau sekitar 1,6 persen dari total aset industri asuransi.

Image
Ekonomi

Lebih Untungkan Pemodal, Omnibus Law Minim Keterlibatan Masyarakat

Adanya sejumlah kelalaian dalam pembuatan naskah RUU omnibus law.

Image
Ekonomi

Bos BTN Pede Laba Akan Kembali Melonjak di Tahun Ini

Pahala N Mansury optimistis pada tahun 2020 dapat mengembalikan BTN ke "jalurnya".

Image
Ekonomi

Kontribusi Sektor Pertanian terhadap PDB Terus Menurun

Sektor pertanian di Indonesia semakin terpuruk dengan dengan kontribusi sektor pertanian turun menjadi 12,72 persen terhadap PDB 2019.

Image
Ekonomi

Pemerintah Raup Rp18,5 Triliun dari Lelang 7 SUN

Pemerintah menyerap dana Rp18,5 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN).

Image
Ekonomi

Saran Chatib Basri untuk Kembali Gairahkan Pariwisata RI Terdampak Virus Corona

Chatib Basri mendorong pemerintah membuat stimulus berupa potongan harga atau diskon khususnya di sektor pariwisata.

Image
Ekonomi

Komisaris PTPP Tinjau Dua Proyek di Jakarta dan Banten

Proyek yang telah dikerjakan sejak bulan Februari 2019 tersebut ditargetkan akan selesai pada bulan Desember 2020.

terpopuler

  1. Mendadak Banget, Ini 5 Fakta Meninggalnya Ashraf Sinclair

  2. Raul Lemos Tegaskan Tak Pernah Kunjungi dan Utus Orang ke PA Jakarta Selatan

  3. Nama-nama Berhala yang Mengitari Ka'bah Sebelum Islam Datang

  4. Polesta Banda Aceh Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan Catut Nama Pejabat Kepolisian

  5. #RingkusAlfianTanjung Trending Topik, Muannas: Ternyata Berkali-kali Terjerat Proses Hukum Tidak Membuat Jera

  6. Klarifikasi Berita ASN Diusulkan Dapat Dana Pensiun Rp1 Milyar, Tjahjo: Salah Kutip!

  7. Beradu Gaya hingga Lari-larian di Pantai Bareng, Ini 10 Momen Kenangan Ashraf Sinclair dan Noah

  8. Fahri Hamzah: Enggak Ada Gunanya Juga Pak Ma'ruf Tinggi Surveinya, Buat Apa?

  9. Tayang di Bioskop Trans TV, 5 Fakta Double Jeopardy yang Puncaki Box Office Selama 3 Pekan

  10. Temuan Terbaru Dokumen China Ungkap Etnis Uighur Dipenjara karena Berhijab hingga Mengklik Situs Asing

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Image
Achmad Fachrudin

Paska Penolakan Pemulangan Mantan ISIS

Image
Hasan Aoni

PETIR

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Sosok

Image
News

Ceritakan Kisah Perjalanan Psikologi di Mako Brimob, 5 Fakta Menarik Buku 'Panggil Saya BTP'

Image
News

20 Tahun Berkarier hingga Jadi Direktur Freeport, 5 Fakta Penting Claus Wamafma

Image
News

Angkat BTP Jadi Bos Pertamina hingga Pecat Dirut Garuda, 5 Kinerja Erick Thohir Ini Sukses Curi Perhatian