image
Login / Sign Up

Perjanjian Dagang Internasional Tidak Mampu Selesaikan Masalah Ekspor Impor Indonesia

Ade Miranti

Image

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (3/11/2018). Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai ekspor dan impor pada Juli 2018. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia tembus US$ 16,24 miliar atau tumbuh 19,33% secara tahunan. Sementara impor naik 31,56% tahunan menjadi US$18,27 miliar. Sehingga defisit neraca perdagangan bulan lalu mencapai US$2,03 miliar. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Koalisi Masyarakat untuk Keadilan Ekonomi, Lutfiyah Hanim berpendapat, bahwa perjanjian pemerintah dengan sejumlah negara internasional dianggap tak mampu menyelesaikan permasalahan negara. Terutama dari sektor perdagangan.

Selama ini Indonesia masih lemah dari sisi ekspor. Nilai ekspor Indonesia Januari 2019 mencapai USD13,87 miliar atau menurun 3,24 persen dibanding ekspor Desember tahun lalu. Data Badan Pusat Statistik (BPS), menunjukkan ekspor nonmigas Januari 2019 mencapai USD12,63 miliar, naik tipis 0,38 persen dibanding Desember 2018.

"Maka saat pemerintah mau naikkan ekspor, lakukan perjanjian internasional. Ini absurd karena nggak akan menjawab. Saat melakukan perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa. Kita nggak punya apa-apa dengan Uni Eropa. Eropa produsen pertanian besar, gandum, daging, produk susu, buah buahan, produk peternakan. Mereka kuat di situ," kata Lutfi ditemui di Kode Inisiatif, Jakarta, Jumat (12/4/2019).

baca juga:

Begitu pula, perjanjian pemerintah dengan Afrika yang produk-produknya lebih banyak diimpor dari Uni Eropa. Sehingga perjanjian Indonesia-Afrika dianggap tidak memecahkan masalah. Kritikan lainnya, dengan perjanjian bilateral Indonesia yakni membuka keran impor begitu besar.

"Perjanjian dagang diyakini akan tingkatkan ekspor. Tapi begitu pintu dibuka, impor juga naik. Tahun lalu, impor nggak ada kenaikan. Lebih bukan karena nggak ada impor, tapi industri juga turun sehingga nggak ada yang impor. Ini masalah besar soal perjanjian perdagangan, nggak hanya soal impor ekspor, tapi soal regulasinya," ujarnya.

Data BPS juga mencatat, neraca perdagangan pada Februari 2019 mengalami surplus USD0,33 miliar. Secara kumulatif neraca perdagangan pada Januari sampai Februari 2019 masih mengalami defisit USD0,73 Miliar.

Surplus pada Februari berasal dari surplus non migas sebesar USD0,79 miliar, sementara untuk sektor migas masih mengalami defisit USD0,46 miliar.

Oleh sebab itu, dia menyarankan agar perundingan perdagangan internasional dihentikan. Menurutnya, lakukan kajian serta analisa terlebih dahulu sebelum menyepakati perjanjian kerja sama.

"Semua perjanjian dagang nggak ada analisa, hanya impor berapa dan ekspor berapa. Sehingga bisa lihat analisa dampak dan biayanya. Selama ini nggak ada analisa, cuma tandatangan saja. Kalau dilihat dari sisi mereka, negara maju, sangat terkenal dengan ngototnya. Jadi, yang ada mereka selalu dapat apa yang mereka mau," ucapnya. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

JK Tagih Janji Cina Tingkatkan Impor Sawit Dari Indonesia

Image

Ekonomi

Menteri Basuki Dorong Ekspor Jembatan Girder Baja

Image

Ekonomi

Pemerintah Pakai Isu Nasib Petani Lawan UE Terkait Diskriminasi Sawit?

Image

Ekonomi

BI Optimis Ekonomi Jateng Tumbuh Lebihi Ekspektasi

Image

Ekonomi

Ekonom dan Bankir Kompak Sebut Neraca Perdagangan Akan Kembali Defisit

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Defisit Neraca Dagang Turun, Sandiaga: Justru Itu Malah Khawatirkan Kita!

Image

Ekonomi

Negara-negara Ini Bisa Hidup Tanpa Asing Seperti Ucapan Prabowo, Apa Saja?

Image

Ekonomi

IMF: Brexit Tanpa Kesepakatan Akan Mengerikan!

Image

Ekonomi

Pesta Politik Serta Rilis Data Ekonomi Jadi Obat Kuat IHSG

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Erick Thohir Disambut Palang Pintu Hingga Dikalungkan Tanda Pengenal Menteri

Erick Thohir disambut palang pintu berisi oantun oleh pegawai BUMN di Kementerian BUMN, Jakarta, hari ini, Rabu (23/10/2019)

Image
Ekonomi

Resmi Jadi Menkeu Lagi, Begini Titah Sri Mulyani Ke Pegawainya

Menkeu meminta para jajarannya di Kemenkeu untuk merubah pola pikir agar tidak menganggap sebagai keberlanjutan yang biasa.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Bahlil ke Jajaran BKPM: Tolong Terima Saya Apa Adanya

Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia meminta pejabat BKPM untuk menerima ia apa adanya.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Parpol Kuasai Kursi-kursi Menteri Ekonomi, Ini Penjelasan Jokowi

“Tidak ada visi misi menteri, adanya visi misi Presiden dan Wakil Presiden,” kata Jokowi.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Resmi Jadi Mantan, Susi Pudjiastuti Banjir Ucapan Haru dan Pujian

Posisi Susi digantikan oleh Edhy Prabowo politsi dari Partai Gerindra.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Dilantik Jadi Menteri BUMN, Saham 3 Perusahaan Erick Thohir Malah Amblas

Respons pasar terhadap saham dengan kode ABBA, MARI dan MDIA cenderung melemah.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Edhy Prabowo Janji Teruskan Kebijakan Susi Pudjiastuti, Soal 'Tenggelamkan' Juga?

“Kami akan melanjutkan hal hal yang bagus kalau tidak bagus akan kami perbaiki."

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Jabat Menhub Lagi, Pesan Budi Karya Untuk Pegawai Kementerian Perhubungan

Pegawai Kementerian Perhubungan menyambut kedatangan kembali Budi Karya Sumadi sebagai Menteri Perhubungan 2019-2024.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Mengharukan, Surat Perpisahan Nadiem Makarim ke Karyawan Gojek

Setelah terpilih menjadi Mendikbud, akhirnya Nadiem Makarim secara resmi membuat pernyataan dirinya pamit.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Formasi Kabinet Baru Terbentuk, Ini Segudang PR Bidang Ekonomi versi Kadin

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyambut baik formasi kabinet Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin periode 2019-2024

Available

trending topics

terpopuler

  1. Pemkot Jakut Tak Punya Anggaran Ganti Foto Presiden, PDIP: Bukti Anies dan Anak Buahnya Tak Punya Persiapan

  2. Saidiman: Bergabungnya Prabowo Ke Kabinet Jokowi Tanda Keduanya Tidak Menghargai para Pendukung

  3. Paranormal: Terima Kasih Pak Prabowo

  4. Sikapi Kabinet Baru Jokowi, Presiden PKS Keluarkan Maklumat: Ketahuilah Ini Bukan Pilihan Ideal, Bahkan Pilihan Berat

  5. Prabowo Jadi Menhan, Nong Darol: Pak Presiden Sengaja Permalukan Dia?

  6. Sudah Miliki Lahan 16 Tahun, Warga Ini Tiba-tiba Kaget Karena Ini

  7. Tak Terpilih Jadi Menteri, Mantan Menkeu Ini Beri Ucapan Ke Sri Mulyani

  8. Prostitusi Online di Margonda Residence II Kembali Terungkap, Mucikarinya Mantan Petugas Kebersihan

  9. Yang Dipanggil Belum Tentu Jadi Menteri, Jokowi Biasa Lakukan Hal-hal Tak Biasa pada Injury Time

  10. Rizal Ramli: Calon-calon Menteri Golkar Kok Payah Ya? Modal Nepotisme Doang

Available

fokus

Kabinet Jokowi-Ma'ruf
Menunggu Eksekusi
Menyambut Presiden-Wakil Presiden 2019-2024
Available

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Berharap Kepada Parlemen Daerah

Image
Ujang Komarudin

Rontoknya Kekuatan Oposisi

Image
Achmad Fachrudin

Memperbaiki Marwah DPD 2019-2024

Image
Abdul Aziz SR

Partai Politik Tuna Ideologi

Available

Wawancara

Image
News

DPR RI

Perjuangan Muh Aras, Pebisnis-Politisi yang Berhasil Masuk ke Senayan

Image
News

DPR RI

Apa Sih Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia? Farah Puteri Nahlia Akan Menjelaskannya untuk Kamu...

Image
News

DPR RI

Farah Puteri Nahlia, Politisi Termuda DPR RI yang Ingin Perjuangkan RUU KKS

Sosok

Image
Gaya Hidup

Mari Berkenalan dengan Gusti Ayu Bintang Darmavati, Menteri PPPA

Image
News

5 Menteri Muda Kabinet Indonesia Maju, Ada yang Baru Berusia 35 Tahun

Image
News

Pesona Istri 5 Menteri Muda Kabinet Indonesia Maju Jokowi dan Ma'aruf