image
Login / Sign Up

Menteri Susi Tekankan Pentingnya Pembangunan Dibidang Kemaritiman

Aji Nurmansyah

Image

Menteri KKP Susi Pudjiastuti memberikan kata sambutanya dalam acara peresmian Pasar Ikan Moderen Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (13/3/2019). Peresmian Pasar Ikan Moderen oleh Presiden Jokowi ini dibangun sejak awal 2018 kemakan biaya Rp 150,7 miliar susah mulai beroperasi penuh pada 16 Februari 2019 lalu. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Menteri  Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti menyatakan seiring pertumbuhan penduduk dunia maka orientasi pembangunan bidang kemaritiman menjadi sangat penting. Bukan tidak mungkin jika kemaritiman menjadi titik tolak kehidupan masyarakat dunia, utamanya Indonesia ke depannya.

Menurutnya pendidikan kemaritiman dan kelautan harus diperkenalkan kepada seluruh generasi muda, salah satunya melalui Ponpes yang merupakan lembaga penting pembangunan bangsa disamping lembaga pendidikan lainnya. 

Sadar akan pentingnya laut bagi Indonesia, Susi berpesan agar semua generasi bangsa mencintai, ikut menjaga dan merawat lautnya. Untuk itu, pemerintah mencanangkan pilar kedaulatan, dimana Indonesia harus dapat menguasai lautnya seutuhnya.

Tidak ada negara lain atau pihak lain yang boleh mendominasi atau mengambil keuntungan dari pemanfaatan laut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Tidak pernah terbayangkan oleh kita, lebih dari 10.000 kapal ikan asing berukuran sangat besar kita usir dari laut Indonesia. Merekalah yang dulu mengeruk laut kita sehingga terjadi penurunan signifikan jumlah rumah tangga nelayan kita," tutur Susi dalam keterangan tertulisnya (12/4/2019).

Berdasarkan Data Sensus Pertanian Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rentang 2003-2013, rumah tangga nelayan mengalami penurunan signifikan. Rumah tangga nelayan ditahun 2003 sejumlah 1,6 juta turun menjadi 868,414 saja atau sekitar setengahnya ditahun 2013.

"Nelayan kita susah dapat ikan, akhirnya ganti profesi. Ada yang jadi tukang becak di Kota, tukang bangunan," seloroh Menteri Susi.

Selain mengambil alih mata pencaharian nelayan, pelaku illegal fishing juga dianggap telah merugikan negara dengan berbagai cara lainnya.

"Tak hanya mengambil ikan kita, mereka juga memakai solar bersubsidi yang seharusnya untuk masyarakat kita. Negara kita juga dijadikan tempat perbudakan manusia termasuk anak-anak seperti kasus Bejina," kenang Susi.

Namun sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dan laut sebagai masa depan bangsa, KKP di bawah komando Menteri Susi melakukan perperangan terhadap Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing. Berkat upaya tegas tersebut, kedaulatan atas laut mampu diraih Indonesia.

"Kita harus mencitrakan negara kita ini sebagai negara yang hebat, negara yang kuat, negara yang berani membela kedaulatan," serunya.

Lebih lanjut Susi mengklaim sebagai dampak dari berbagai kebijakan tersebut, angka konsumsi ikan Indonesia naik tanpa menambah impor, dimana tahun 2018 lalu angka konsumsi ikan nasional telah mencapai 50,69 kg per kapita. Neraca perdagangan Indonesia yang tadinya berada di urutan buntut, kini menjadi yang nomor 1 di Asia Tenggara.

Nelayan Indonesia, khususnya di daerah timur, utara, dan barat Indonesia yang biasanya dikuasai kapal asing kini bisa menangkap ikan berukuran besar di daerah penangkapan ikan yang tidak terlalu jauh dan dalam waktu yang lebih singkat. []

baca juga:

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Ramai Tagar #IndonesiaTerserah, BW: Mereka Seolah Ditonjok dengan Kebijakan Tak Senonoh

Image

Hiburan

Bikin Pilu, Ini 5 Kritik Warganet Terkait Pengabaian Aturan COVID-19 dalam Tagar #IndonesiaTerserah

Image

Ekonomi

Lima Ruas Tol Dibuka Fungsional untuk Memperlancar Mudik Lebaran

Image

Ekonomi

RI Disebut Deindustrialisasi, JK: Itu Tidak Benar!

Image

Ekonomi

Kementerian PUPR Dukung Peningkatan Hasil Panen Petambak

Image

Ekonomi

Jokowi dan Raja Salman Sepakat Tingkatkan Kerjasama Ekonomi

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Pembangunan Infrastruktur di Luar Jawa Upaya Pemerataan

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Jokowi Terus Fokus Bangun Infrastruktur Sebagai Kunci Pemerataan Ekonomi

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

3 Dampak Besar Infrastruktur Digital Jokowi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Ini yang Dibahas Kementan di Musrembang Pertanian 2020

Sejauh ini Kementan dibawah pimpinan Syahrul memiliki enam fokus program utama perkebunan

Image
Ekonomi

Ternyata Pengusaha Medan yang 'Pakai' Hana Hanifah, Tarifnya Rp20 Juta

"H sudah dibayar Rp20 juta oleh A, dan sudah ditransfer ke rekeningnya."

Image
Ekonomi

Jawaban Dato Sri Tahir Soal Utang Benny Tjokro ke Bank Mayapada

Dato Sri Tahir angkat suara terkait isu yang bergulir adanya pinjaman dari Bank Mayapada kepada Benny Tjokrosaputro.

Image
Ekonomi

Perhatian! Begini Sanksi Bagi Penerima Kartu Prakerja yang Nakal

Selain kepada Pencari Kerja program ini juga diberikan kepada pekerja/buruh yang terkena PHK.

Image
Ekonomi

Petugas KRL Jujur, Erick Harap Jadi Inspirasi Pejabat BUMN

Setidaknya ada ratusan barang dalam sebulan yang dilaporkan petugas melalui layanan lost and found.

Image
Ekonomi

Presiden Jokowi Optimis Defisit Anggaran Gegara COVID-19 Menyusut di 2023

Pendapatan negara direvisi turun Rp60,93 triliun dari Rp1.760,88 triliun.

Image
Ekonomi

Konsolidasi Nasional Menjaga Ketahanan Pangan Nasional

Hasil akhir diharapkan Mentan dapat melahirkan target komoditas strategis nasional.

Image
Ekonomi

Terungkap! Segini Tarif Kencan Artis Diduga Hana Hanifah, yang Masih Makan Mie Pakai Nasi Minggir Dulu

Artis selebgram yang juga artis Film Televisi (FTV) berinisial H memiliki tarif puluhan juta rupiah.

Image
Ekonomi

Pecahkan Rekor Penerbitan SBN, ORI017 Terjual Rp18,33 Triliun

Deni Ridwan mencatat realisasi volume pemesanan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 017 mencapai Rp18,33 triliun.

Image
Ekonomi

Wamendag Pastikan Negosiasi 12 Perjanjian Dagang Tak Tertunda Gegara COVID-19

Wamendag Jerry Sambuaga memastikan tidak ada negosiasi perjanjian perdagangan yang tertunda akibat pandemi COVID-19.

terpopuler

  1. Diduga Artis HH yang Terlibat Prostitusi, Ini Unggahan Terakhir Hana Hanifah

  2. 7 Potret Cantik Hana Hanifah, Sosok yang Sedang Jadi Perbincangan Warganet

  3. Natalius Pigai: Hagia Sophia dari Gereja ke Masjid, Itu Dirampas!

  4. Anies Ditantang Alihkan Anggaran Ormas Rp2,8 Triliun untuk Penanganan Covid-19

  5. Kasus Corona Jakarta Meroket, Anggota DPRD DKI: Anies Terlalu Banyak Cengengesan

  6. Keuangan Makmur! 6 Zodiak Ini Lagi Mujur Banget di Bulan Juli 2020

  7. Terungkap! Segini Tarif Kencan Artis Diduga Hana Hanifah, yang Masih Makan Mie Pakai Nasi Minggir Dulu

  8. Bukan Pengusaha, Ternyata Karyawan Swasta yang Diduga Pesan Hana Hanifah Sampai Puluhan Juta

  9. Heboh Penangkapan Artis HH, Kriss Hatta Unggah Foto Mesra Bersama Hana Hanifah

  10. Anggota DPRD: Kenapa Pemprov DKI Hanya Dapat 5 Persen Lahan Reklamasi? Era Ali Sadikin Bisa Dapat 80 Persen

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Afriadi, S.Fil.I., M.IKom

Asmara, Maut dan Kehendak

Image
Dr. Tantan Hermansah

Kemiskinan di Indonesia dan Peran PTAI

Image
Achsanul Qosasi

Sense of Crisis

Image
Egy Massadiah

Petuah Bangkit dari 'Sunrise of Java'

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Restrukturisasi, Babak Baru Pertamina Melangkah ke Kancah Dunia

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Sosok

Image
News

Ketua DPRD hingga Jadi Pengasuh Pondok Pesantren, 4 Fakta Penting Gus Kamil

Image
News

Gagah! 5 Momen Menhan Prabowo Jajal Rantis Bernama 'Maung'

Image
Ekonomi

Bermental Baja Walau Jadi Korban Bullying, Begini Perjalanan Karier Kekeyi