image
Login / Sign Up

Saling Adu Program Populis, Kedua Paslon Pilpres Lupa Pikirkan Pertumbuhan Ekonomi

Ade Miranti

Indepth

Image

Fokus - Debat Pilpres 2019 | AKURAT.CO/Candra Nawa

AKURAT.CO Kedua kandidat calon presiden dan wakil presiden yang bertarung memperebutkan posisi jabatan negara akan ditentukan pada 17 April tahun ini. Bila kita kilas balik, selama adanya jadwal kampanye hingga debat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, kedua kandidat saling lempar program atau janji yang lebih menyasar masyarakat golongan menengah ke bawah.

Misalnya saja, dari pasangan capres-cawapres petahana Joko Widodo-Ma'ruf Amin, yang akan meluncurkan tiga kartu "sakti", yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Pra Kerja, dan Kartu Sembako Murah. Sementara, kartu "sakti" jilid pertama milik Jokowi telah berjalan sejak dia menjabat sebagai presiden hingga kini.

Jokowi selama 4,5 tahun menjadi pemimpin negara, telah menurunkan harga Tarif Dasar Listrik (TDL) dengan kapasitas 950 Volt Ampere (VA) pada awal Maret lalu. Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi pun juga begitu, mengikuti harga minyak mentah dunia.

baca juga:

Selain itu, program populis yang telah dia jalani, adalah pembagian sertifikat hak atas tanah secara gratis kepada masyarakat kurang mampu. Bantuan sosial (Bansos) yang juga telah disalurkan kepada 10 juta Program Keluarga Harapan (PKH), hingga infrastruktur yang menjadi kebanggaannya.

Ide mantan wali kota Solo ini pun mulai diikuti oleh kubu oposisinya, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Mulai dari keinginan untuk menurunkan kembali tarif dasar listrik, membatasi impor dengan alasan ingin mensejahterakan para petani, hingga harga kebutuhan pokok masyarakat juga akan diturunkan lagi.

Program kartu "sakti" Jokowi, juga dipoles oleh calon penantangnya hanya menggunakan satu kartu saja, melalui KTP elektronik yang terintegrasi kepada program pemerintah. Namun, dari semua program populis yang direncanakan, tak ada satu pun terpikir bagaimana Indonesia harus keluar dari pendapatan kelas menengah (middle income trap) serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga ke 7 persen.

Hanya fokus pada kebijakan populis

Menurut pengamatan ekonom dari Center of Reforms on Economic (CORE) Indonesia, kedua kandidat yang bertarung pada Pilpres tahun ini, belum memaparkan strategi untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. 

"Terus terang belum karena saya melihat dari sisi apa yang diangkat isunya itu memang lebih banyak populis. Bukan berarti tidak butuh pembahasan masalah kesejahteraan, keadilan, dari sisi ekonomi. Tapi itu saja tidak cukup," kata Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal ditemui dalam diskusi, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Menurut dia, Indonesia harus mampu menembus angka 7 persen pertumbuhan ekonomi sehingga mampu bersaing dengan negara berkembang lainnya pada 2038. Caranya, dengan membangkitkan lagi industri manufaktur. Pasalnya, selama ini, ekonomi Indonesia hanya bergantung dari segi daya beli masyarakat (consumption). Maka tak heran, ekonomi Indonesia hanya tumbuh selama 4 tahun ini diangka 5 persen saja.

Padahal, diawal pemerintahan, Jokowi berjanji akan membawa Indonesia menuju angka 7 persen pertumbuhan ekonomi. Kenyataannya, gagal dicapai. Dan menjadi serangan kepada dirinya dari para elite politik dari kubu berseberangan serta ekonom dengan menagih janji tersebut.

Menurut Peneliti senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Fadhil Hasan, salah satu penyebabnya yakni karena kurang diperhatikannya dampak ekonomi global terhadap perekonomian dalam negeri.

"2014 salah satu Capres menargetkan pertumbuhan ekonomi 7 persen tapi sekarang kita tumbuh rata-rata 5 persen, kenapa tidak tercapai? karena pada saat menyusun mereka tidak memperhatikan faktor-faktor eksternal global," katanya dalam diskusi Indef dengan tema "Tantangan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial" di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Sehingga Fadhil menyarankan agar dalam menyusun program terutama menentukan target pertumbuhan ekonomi masing-masing Calon Presiden harus lebih memperhatikan faktor eksternal, terutama menjelang debat terakhir yang akan berlangsung pada Sabtu (13/4/2019) mendatang. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

Tagar #jokowitakutfpi Trending, Mahfud MD: Kan Belum Diperpanjang

Image

Hiburan

Yuk, Intip Potret Artis Lakukan #JokowiChallenge

Image

Ekonomi

RI Disebut Deindustrialisasi, JK: Itu Tidak Benar!

Image

Ekonomi

BI Optimis Ekonomi Jateng Tumbuh Lebihi Ekspektasi

Image

Ekonomi

Ekonom dan Bankir Kompak Sebut Neraca Perdagangan Akan Kembali Defisit

Image

Ekonomi

Tidak Semua Industri Cocok Terapkan Konsep 4.0, Pemerintah Harus Selektif

Image

Ekonomi

Indonesia Tidak Alami Deindustrialisasi Pak Prabowo

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Intip Strategi Sandi Tingkatkan Rasio Pajak RI

Image

Ekonomi

OJK Berkomitmen Jalankan Pembiayaan Berkelanjutan untuk Topang Pertumbuhan Ekonomi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Wabah Corona

BKPM Catat Jumlah Pemohon NIB UMK Tetap Tinggi di Tengah Pandemi COVID-19

BKPM mencatat jumlah pemohon Usaha Menengah Kecil (UMK) tetap tinggi sejak Januari 2020 di tengah pandemi COVID-19.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Daihatsu Setop Sementara Produksi Selama Seminggu ke Depan

Daihatsu memutuskan memberhentikan produksi sementara mulai dari 10 April 2020 sampai 17 April 2020.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Citilink Kini Andalkan Bisnis Charter dan Kargo di Tengah Pandemi COVID-19

Citilink harus mengandalkan penerbangan tidak berjadwal (charter) dan kargo guna menopang bisnis di tengah pandemi COVID-19.

Image
Ekonomi

Buwas Ungkap Sulitnya Izin Impor Gula

Bulog telah mengajukan izin impor pada November 2019 lalu karena PT GMM telah selesai masa giling tebu.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Bos BI Sebut PSBB Bisa Bangun Kembali Kepercayaan Pasar

Perry Warjiyo menyampaikan, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dapat mempercepat penanganan wabah virus corona ata COVID-19.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

LPS Serukan Perbankan Jamin Stok Uang Tunai di ATM Selama PSBB

LPS menyerukan kepada industri perbankan untuk memastikan ketersedian uang tunai di setiap ATM selama masa pandemi COVID-19.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Saat Masa Pandemik, BCA Bagikan Dividen Rp13,6 Triliun

Angka itu setara dengan pembagian dividen tunai sebesar Rp555 per saham.

Image
Ekonomi

Rupiah Balik ke Rp15.000-an Berkat Pernyataan IMF dan Harga Minyak

Rupiah Kamis sore (9/4/2020) ditutup menguat 370 poin atau 2,28 persen menjadi Rp15.880.

Image
Ekonomi

IHSG Sumringah Karena Rupiah dan Harga Minyak Terangkat

IHSG ditutup menguat 22,38 poin atau 0,48 persen ke posisi 4.649,08.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Putus Rantai Covid-19, Pengamat Dukung Kebijakan PSBB

Berdasarkan pola penggandaan di berbagai negara maka tanah air terancam memasuki Idul Fitri dengan lonjakan kasus menembus 300 ribu kasus.

terpopuler

  1. Gara-gara Lockdown Pandemi Corona, Pasangan Ini Malah Terdampar di Resor Mewah

  2. Ini yang Akan Terjadi pada Hardcore Gamer 20 Tahun ke Depan Jika Tak Ubah Pola Hidup

  3. Pengakuan Pembakar Waria di Cilincing: Teriakan Mira Saat Disiram Bensin Terus Terngiang

  4. Meski Sudah Klarifikasi Terkait Tudingannya, Said Didu Disarankan Temui Luhut Panjaitan

  5. Fadli Zon hingga Sri Mulyani, Potret Kenangan 7 Pejabat Tanah Air Bersama Glenn Fredly

  6. Jarang Tersorot, 10 Potret Putra Menteri BUMN Mahendra Agakhan Thohir

  7. Alasan dan Hikmah Nabi Muhammad Menikah dengan Aisyah

  8. 'Akhir Cerita Cinta', Lagu Glenn Fredly Tentang Pedihnya Berpisah dengan Orang Tersayang

  9. Takut Tularkan Corona, Pria Malaysia Jalan Kaki Selama Tiga Hari ke Kampung Halaman Sepulang dari Jepang

  10. Delapan Tahun Menikah, Ini 10 Potret Harmonis Dewi Sandra dan Agus Rahman

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

PSBB dan Masa Depan Jakarta

Image
Achsanul Qosasi

Krisis dan Sikap Satria Pemimpin

Image
Zainul A. Sukrin

Perppu Corona, Ujungnya Dimana?

Image
Prakoso Permono

Bayang-bayang Ancaman Teror di Tengah Pandemi

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
Ekonomi

Glenn Fredly Meninggal, Erick Thohir: Selamat Tinggal, Karyamu Selalu Abadi

Image
News

Fadli Zon hingga Sri Mulyani, Potret Kenangan 7 Pejabat Tanah Air Bersama Glenn Fredly

Image
News

Jarang Tersorot, 10 Potret Putra Menteri BUMN Mahendra Agakhan Thohir