image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Ambisi Grab dan Aroma Kompetisi Tak Sehat Industri Ride Hailing Asia Tenggara

Aji Nurmansyah

Image

Seorang pengemudi ojek online (Ojol) membawa bendera merah putih saat aksi demonstrasi di depan gedung Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (23/4). Aksi perjuangan Driver Ojek Online Indonesia untuk menuntut regulasi serta tarif yang layak dan manusiawi bagi para mitra pengemudi online. Aksi yang juga dilakukan disejumlah daerah ini menuntut kesejahteraan bagi para pengemudi ojol. Mereka juga mengeluhkan tarif ojol yang hanya Rp1.600 per kilometer. Apalagi, tarif itu belum dipotong pajak 20 persen saat penerimaan uang tarif dari aplikator | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Grab Inc akhirnya mengumumkan rencana ekspansi di Asia Tenggara dengan target pendanaan total mencapai sebesar USD6,5 miliar atau setara sekitar Rp90,6 triliun sampai akhir 2019.

Co-Founder & CEO Grab, Anthony Tan dalam keterangan resmi mengatakan pihak Grab telah mendapatkan restu dari sejumlah investor strategis seperti Softbank dan investor lainnya terkait kemungkinan Grab akan berkembang sangat agresif tahun ini.

"Saya bertemu Masayoshi-san (CEO Softbank) minggu lalu dimana dia memberikan dukungan yang tidak terbatas untuk memerkuat pertumbuhan kami," katanya dalam keterangan persnya (8/4/2019) lalu.

Ambisi Grab dan pendanaan yang super agresif ini tentu saja berpotensi mempengaruhi kompetisi persaingan antar sesama industri ride-hailing khususnya di Asia Tenggara.

Harapan terwujudnya iklim bisnis dan industri ride-hailing yang sehat di Asia Tenggara terutama Indonesia berpotensi semakin sulit. Sumber pendanaan baru dari Softbank yang diarahkan untuk mematikan kompetisi.

Menanggapi hal itu, Pengamat Ekonomi Yanuar Rizky menilai masuknya investasi baru Softbank sebesar USD1,4 miliar pada putaran pendanaan seri H GRAB Inc sebagai aksi konglomerasi dengan tujuan menciptakan monopoli di industri ojek online Asia Tenggara.

Monopoli dimungkinkan dengan menerapkan tarif serendah-rendahnya bagi konsumen dengan harapan kompetitor tidak mampu bersaing.

"Itu arah konglomerasi bagaimana menguasai pasar dengan bakar duit mencapai harga serendah-rendahnya. Disatu sisi menguntungkan konsumen tapi disisi lain ketika tidak ada saingan bisa seenaknya menentukan harga," ujar dia di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Menurut Rizky, predatory pricing atau aksi bakar duit yang berpotensi dilakukan Grab memiliki tujuan untuk menguasai pasar dengan cara melakukan monopoli sistem.

"Disitulah yang terakhir, kalau lawannya belum menyerah bakar duit tidak akan ada selesainya, "tegasnya.

Senada dengan itu, pemerhati bisnis berbasis teknologi Bloomberg, Tim Culpan, mengungkapkan aksi konglomerasi Grab tidak ditujukan kepada siapapun kecuali hanya diarahkan kepada pesaing terdekatnya Gojek.

Terlebih, pengumuman kekuatan dana Grab itu dilakukan hanya sesaat setelah ramai pemberitaan bahwa kompetitornya yaitu Gojek baru saja dinobatkan sebagai decacorn. Valuasinya hanya terpaut sekitar USD1 miliar diantara keduanya.

Tim Culpan menulis, "Siaran pers (GRAB) itu mungkin telah dialamatkan dengan jelas. Dear Gojek, tulisnya dalam artikel berjudul Grab's Bonfire of the Vanities Is Just Blowing Smoke (Api Unggun GRAB Hanya Tentang Kesombongan Meniup Asap)", sebagaimana dikutip dari Bloomberg, 8 April 2019.[]

baca juga:

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

Ekonomi Ala Jokowi Vs Prabowo

Ini Bukti Jokowi Dukung Pertumbuhan Ekonomi Digital

Image

Ekonomi

Indepth

Pertarungan Sengit Dua Decacorn Transportasi Online, Mitra dan Konsumen Untung atau Buntung?

Image

Ekonomi

Grab 'Ngebut' Berinvestasi Kembangkan Bisnis dengan Nilai USD6,5 Miliar

Image

Ekonomi

Berita Populer: Komoditas Sawit Indonesia Terancam Diboikot Pemerintah Akan Tanggungjawab hingga Gojek Jadi Decacorn Masih Enggan Berikan Promo

Image

Ekonomi

Gojek Tak Manfaatkan Status Decacorn untuk Promo karena Ada Ambisi Lain?

Image

Ekonomi

Gojek Jadi Decacorn, Netizen Ramai-ramai Minta Promo

Image

Ekonomi

ASEAN Ingin Tumbuhkan Kesadaran Pertanian untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

Image

Ekonomi

AS Peringatkan Asia Tenggara Agar Tak Terlibat Pengiriman Minyak Iran

Image

Ekonomi

Asia Tenggara Jadi Tujuan Menarik Investasi, Kok bisa ?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Jokowi Targetkan Jalan Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 4 Beroperasi Saat Mudik Lebaran

Presiden Jokowi setibanya di Provinsi Aceh, langsung melakukan Peninjauan Proyek Jalan Tol Sigli-Banda Aceh.

Image
Ekonomi

Kementerian ESDM Gandeng Jepang Siapkan SDM di Bidang Teknologi Penambangan Batubara

Kementerian ESDM terus mempersiapkan kompetensi sumber daya manusia di bidang teknologi dalam menjalankan penambangan batubara.

Image
Ekonomi

Erick Thohir Siapkan Pemetaan Sub Holding BUMN, untuk Apa?

Erick tengah siapkan pemetaan sub holding atau kluster BUMN agar lebih solid dalam pengelolaan perusahaan.

Image
Ekonomi

Bahan Baku Rayon Aman, Industri TPT RI Siap Melesat

Industri tekstil dan produk tesktil (TPT) diyakini akan semakin tumbuh berkembang dengan ketersediaan bahan baku dari dalam negeri.

Image
Ekonomi

Perombakan Pejabat BUMN Akan Terus Ada Sepanjang 2020

Menteri Erick pastikan perombakan direksi dan komisaris BUMN berjalan sampai akhir tahun 2020.

Image
Ekonomi

Pemerintah Akselerasi Material Center di Tegal untuk Pasok Kebutuhan IKM Logam

Kemenperin mengakselerasi pembangunan material center di Tegal, Jawa Tengah untuk segera mendukung ketersediaan bahan baku yang kompetitif.

Image
Ekonomi

Dampak Virus Corona, Menhub Usul Penurunan Harga Avtur

Menhub Budi usulkan adanya tambahan penurunan harga avtur dalam komponen insentif penerbangan agar manfaat insentif semakin maksimal.

Image
Ekonomi

Erick Ingin Atur Dividen BUMN, Agar Setoran ke Negara Meningkat

Erick berharap dividen BUMN dapat terus meningkat sehingga kemampuan negara untuk memberikan pelayanan ke rakyat menjadi lebih baik.

Image
Ekonomi

Baru 10 BUMN yang Setor Bisnis Plan 5 Tahun Kedepan, Selainnya Kemana?

Erick : baru 10 dari 142 BUMN yang sudah menyampaikan remcana bisnis dalam jangka waktu lima tahun ke depan.

Image
Ekonomi

Tolak Alihkan Program ke BPJAMSOSTEK, Taspen Malah Langgar UU?

PT Taspen seharusnya menyiapkan peta jalan pengalihan pengalihan program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) ke BPJAMSOSTEK.

terpopuler

  1. Ahok Didesak Mundur dari Pertamina, Faizal: Justru Ahok Ditugaskan untuk Berantas Mafia Migas

  2. Jadi Orator Aksi 212, Marwan Batubara Tidak Rela Ahok Duduki Pertamina

  3. Usulan Ganti Assalamualaikum dengan Salam Pancasila, Tengku Zulkarnain ke Yudian: Anda Mau Jadi Nabi Baru?

  4. Corong Rakyat Gelar Sayembara Tangkap Novel, Hadiahnya Sepeda

  5. Margarito Kamis Nilai Status DPO Nurhadi Gugur dan Penyidikan Harus Ditunda Karena Ajukan Praperadilan

  6. Saut Situmorang: Penghentian Penyelidikan Kasus di KPK Bukan Barang Baru

  7. PKS Tak Mau Bayar Rp30 M, Fahri Hamzah Berencana Ajukan Gugatan Pailit ke Pengadilan

  8. Timnas Asuhan Shin Tae-Yong Tunduk dari Tim Promosi Liga 1

  9. Tiru Adegan The Walking Dead, 2 Remaja Hantam Kepala Temannya dengan Tongkat Baseball hingga Cedera Otak Permanen

  10. Pemotor Serobot TPU Sampai Macet Panjang, Anak Buah Anies: Jangan Salahkan Pemprov DKI

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

Hidup di Kontrakan, 5 Fakta Tak Terduga Naniel Yakin Pencipta Lagu 'Bento' Iwan Fals

Image
News

Pernah Digugat Rp1 Triliun, 5 Fakta Penting Marwan Batubara Orator di Aksi 212

Image
News

Dari Divisi Korporasi hingga Dirut BNI, 5 Fakta Perjalanan Karier Herry Sidharta