image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Hidroponik Jadi Solusi Bertani di Lahan Sempit Perkotaan

Wayan Adhi Mahardika

Image

Program pertanian perkotaan (urban farming) dengan konsep pembudidayaan tanaman dengan sistem hidroponik di Balaikota. | AKURAT.CO/Yohanes Antonius

AKURAT.CO Urbanisasi telah mempengaruhi cara orang bertani yang meningkatkam prospek pemanfaatan lahan sempit, seperti di pekarangan rumah. Pasalnya saat ini hal tersebut menjadi tren tersendiri bagi masyarakat perkotaan, untuk menanam berbagai komoditas hortikultura seperti sayuran dan tanaman obat.

Saat ini sistem yang paling sering di temui dalam pertanian pekarangan menggunakan teknologi hidroponik, yang budidaya tanaman memanfaatkan air sebagai media tumbuhnya, dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Dilansir dari Website resmi Kementrian pertanian “Aplikasi nutrisi menggunakan ukuran satuan parts per million (ppm) yang diberikan kepada tanaman mulai dari pindah tanam dari semaian sampai dengan minggu akhir menjelang panen.”

baca juga:

Kemudian Hara tanaman yang terlarut dalam air menjadi larutan hara dimanfaatkan kembali dengan cara resirkulasi (sistem tertutup) menggunakan energi listrik.

Kelebihan sistem hidroponik adalah penggunaan lahan lebih efisien, lingkungan maupun pemberian nutrisi pupuk dapat diatur, tanpa media tanah, tidak ada gulma, tidak ada resiko penanaman terus-menerus sepanjang tahun. 

Apalagi kuantitas dan kualitas produksi lebih tinggi, lebih bersih, bebas dari racun pestisida, penggunaan pupuk dan air lebih efisien, periode tanam lebih pendek. Sedangkan kekurangannya yaitu membutuhkan modal yang relatif besar pada saat awal pelaksanaan.

Dengan sistem hidroponik, maka tanaman relatif lebih cepat tumbuh kembang karena unsur hara dalam larutan dapat secara optimal dimanfaatkan sepenuhnya oleh tanaman, sehingga daun lebih lebar, daging buah lebih besar dan kokoh.

Untuk anda yang tertarik maka cobalah teknik menanam hidroponik dengan sumbu (wick) dapat Anda aplikasikan karena tergolong paling sederhana dan tepat untuk para pemula.

Teknik dengan sumbu ini efektif digunakan untuk tanaman kecil, seperti kangkung, bayam, seledri, selada, cabai, dan lainnya. Namun, teknik sumbu ini kurang tepat untuk tanaman yang membutuhkan banyak air.

Adapun alat dan bahan yang diperlukan yakni sebagai berikut :

Siapkan alat sebagai wadah tanaman, misalnya seperti ember, pot bekas, botol bekas, kaleng bekas cat, dan lainnya.

Siapkan sumbu. Anda bisa memanfaatkan kain flanel, kain lain yang menyerap air, bekas sumbu kompor, dan lainnya.

Siapkan media tanam. Ada beberapa media tanam yang dapat Anda pilih, antara lain sekam, serabut kelapa, arang, pecahan bata, rockwool, kerikil, busa bekas kursi, atau kapas. Jika ingin mendapat hasil tanaman dengan kualitas yang lebih baik, pilihlah rockwool karena lebih steril dan tahan terhadap penyakit tanaman.

Lalu,  jika sudah siapa berikut yang anda perlu lakukan :

Siapkan botol bekas, dan potong menjadi dua bagian. Pastikan bagian bawah botol berukuran lebih panjang daripada bagian atas botol.

Buat dua lubang pada bagian leher botol.

Masukkan sumbu, atau kain flanel dari satu lubang dan keluar dari lubang yang satu lagi.

Setelah itu, posisikan bagian atas botol secara terbalik dan letakkan ke dalam bagian bawah botol.

Media tanam sudah jadi dan siap digunakan.

Setelah botol dan media tanam sudah jadi, langkah selanjutnya adalah mengisi bagian bawah botol dengan larutan nutrisi. Lalu, pindahkan rockwool atau media tanam yang sudah disemai tumbuhan ke dalam bagian bagian atas botol. Selanjutnya, Anda tinggal menunggu dan merawat tanaman hingga tumbuh besar. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

AMMDes Bisa Membuat Es Serpihan, Cocok untuk Nelayan

Image

Ekonomi

Selain Pertanian, AMMDes Bisa Berfungsi Sebagai Feeder Ambulans

Image

Ekonomi

Gila! Crazy Rich Nigeria Sering Pesan Pizza London Via British Airways

Image

Ekonomi

Bantul Butuh Embung Untuk Optimalisasi Pertanian

Image

Ekonomi

Jokowi Janji Pertahankan Indramayu Sebagai Lumbung Padi Nasional

Image

Ekonomi

Perkebunan Indonesia Kurang Memperhatikan Mekanisasi Pertanian

Image

Ekonomi

ASEAN Ingin Tumbuhkan Kesadaran Pertanian untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

Image

Ekonomi

Ingin Produktivitas Pertanianmu Melonjak? Yuk Intip Cara Basmi Hama

Image

Ekonomi

Bali Akan Wujudkan Pembangunan Pertanian Pascapanen dengan Teknologi Gamma

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Kasus Gagal Bayar Jiwasraya Tak Akan Pengaruhi Industri Asuransi

(AAJI) sebelumnya juga menyampaikan bahwa kasus tersebut tidak mewakili industri asuransi jiwa secara keseluruhan.

Image
Ekonomi

Kader Partai Jadi Komisaris BUMN, Erick Thohir: Sah Aja!

Pemilihan semua figur yang masuk dalam jajaran komisaris itupun pasti memiliki alasan dan latar belakang yang tidak menyalahi aturan.

Image
Ekonomi

Sehari Jelang Musda, Ketum BPP Gapensi Tiba di Bangka Belitung

Gapensi Bangka Belitung akan menggelar Musda V, Sabtu (22/2/2020)

Image
Ekonomi

Lima UKM Cetak Transaksi Miliaran Rupiah di Biofach 2020 Jerman

Lima UKM unggulan yang telah melalui proses kurasi dalam ajang Biofach yang merupakan jaringan trade show dunia untuk produk organik.

Image
Ekonomi

Ekspor ke China Kecil, Bos Barata Klaim Virus Corona Tak Berpengaruh

Hingga saat ini pangsa ekspor perseroan tidak banyak ke China.

Image
Ekonomi

Ada Virus Corona, Apa Kabar Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung?

Dirut KCIC Chandra Dwiputra menjelaskan dampak wabah virus corona terhadap progres pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Image
Ekonomi

Menteri Teten Inisiasi Terbentuknya Koperasi Slankers

Smesco Indonesia akan mengarahkan pengembangan bisnis, termasuk pelatihan agar Slankers memiliki unit usaha produktif.

Image
Ekonomi

2020, Jamkrindo Targetkan Penjaminan untuk 8,5 Juta UKM

Jamkrindo memberikan penjaminan KUR untuk sekitar 7,2 juta UMKM di Indonesia.

Image
Ekonomi

Erick Tunggu Regulasi Untuk Selesaikan Pembayaran Klaim Jiwasraya

Kementerian BUMN terus berupaya untuk menyelesaikan pembayaran klaim nasabah Asuransi Jiwasraya.

Image
Ekonomi

Kemnaker Alokasikan Rp5,2 Triliun untuk Pelatihan SDM

Sekitar 76 persen alokasi dana tersebut untuk pelatihan dan pendidikan vokasi atau pengembangan SDM.

terpopuler

  1. Jawab Kritikan Megawati Soal Formula E, Pemprov DKI: Kalau Mau Terkenal Jangan Tanggung-tanggung

  2. Usai Dibuat Bingung, Akhirnya Erick Thohir Bakal Tutup Garuda Tauberes

  3. Turki Ancam Lancarkan Operasi Militer ke Suriah, Rusia Tak Gentar

  4. Sejak Dilatih Shin Tae-yong, Asep Berlian Mengaku Rasakan Perbedaan

  5. Bocoran dari Rasulullah tentang Pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir di Alam Kubur

  6. Doa yang Diajarkan Rasulullah Agar Selamat dari Siksa Kubur

  7. Kapolres Jakarta Barat Lepas Kasat Narkoba ke Bondowoso

  8. Pertahanan Timnas Indonesia Sempat Kejutkan Pelatih Korsel

  9. Dampak Corona, Bos BCA Yakin Banyak Perusahaan Lakukan 'Buffer Stock'

  10. Begini Lucunya Isi Chat Grup WA Menteri Jokowi saat Grogi Mau Tampil di Mata Najwa

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

Dari Divisi Korporasi hingga Dirut BNI, 5 Fakta Perjalanan Karier Herry Sidharta

Image
News

Jadi Sorotan Karena Rangkap Jabatan Komut BRI, 6 Fakta Penting Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo

Image
News

Tampil Santai hingga Elegan, 10 Gaya Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo saat Bekerja