image
Login / Sign Up

Tangani Masalah Sawit, Pemerintah Dituntut Tak Gunakan Diplomasi Grasa-Grusu

Aji Nurmansyah

Image

Kendaraan melintas di kawasan perkebunan kelapa sawit PTPN VI, Sariak, Pasaman Barat, Sumatra Barat, Sabtu (1/12/2018). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, sektor kelapa sawit menghadapi penurunan harga crued palm oil (CPO) sebesar 24 persen, dari 636 dolar AS per ton menjadi 485 dolar AS per ton hingga akhir Oktober 2018. | ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

AKURAT.CO, Merasa tidak adil terhadap perlakuan negara-negara Uni Eropa yang melakukan diskriminatif sawit asal Indonesia. Terutama setelah Uni Eropa akhirnya memberlakukan kebijakan energi terbarukan The EU Renewable Energy Directive II (RED II).

Pemerintah berencana mengirimkan utusan untuk menyampaikan pendapat terhadap langkah diskriminatif bagi komoditas sawit Indonesia. Dimana didalamnya bergantung nasib 18 juta lebih petani sawit, Pemerintah menginginkan perlakuan setara terhadap sawit di pasar Eropa.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah menolak langkah diskriminatif tersebut. Pemerintah juga tidak segan membawa permasalahan ini World Trade Organization (WTO),  pemerintah akan mengajak negara-negara lain dengan kepentingan yang sama untuk menggugat ke WTO.

baca juga:

"Asean sebagai lembaga dan Asosiasi akan bekerja sama mendukung negara-negara penghasil CPO diperlakukan secara adil," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ekonom Senior Indef Bustanul Arifin meminta pemerintah tidak grasa-grusu dalam menghadapi masalah RED II. Menurutnya pemerintah harus memperlihatkan kelasnya dan mencoba berdiplomasi dengan elegan.

"Kita harus berdiplomasi dengan elegan, poin saya adalah tidak perlu terburu-buru mendaftarkan gugatan ke Panel WTO. Misalnya," katanya di Jakarta (1/4/2019).

Pasalnya terlalu grasa-grusu bisa membuat pemerintah rugi sendiri. Oleh karena itu, pemerintah harus bijak dalam mengambil setiap keputusan. Terlebih yang berhubungan dengan diplomasi dan kepentingan nasional serta ekonomi suatu bangsa.

"Gertak-menggertak seperti kemarin itu sudah OK. Ingat, Eropa Barat cuma menghalangi masuk CPO untuk biofuel, bukan untuk pangan. Tinggal dihitung saja, dibuat simulasi berapa kerugian ekonomi dari pilihan A atau pilihan B," jelasnya.

Bustanul menambahkan justru pada dasarnya diplomasi oleh rakyat ini yang lebih berat dan lebih rumit untuk ditanggulangi. Lantaran bukan dilevel elite, sehingga membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

Selain itu, Bustanul mengingatkan yang dilarang adalah minyak sawit sementara pangan lainnya tidak bermasalah. Menurutnya bentuk restriksi pasar disana juga berbeda, mereka berkampanye melalui industri pangan mereka.

"Misal di Italia sering membuat label “Makanan ini tidak mengandung minyak sawit”. CPO untuk pangan masih berjalan seperti biasa," pungkasnya.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

Misbakhun Berbagi Jurus Kampanye Positif Sawit Via Medsos

Image

Ekonomi

JK Tagih Janji Cina Tingkatkan Impor Sawit Dari Indonesia

Image

Ekonomi

Pemerintah Pakai Isu Nasib Petani Lawan UE Terkait Diskriminasi Sawit?

Image

Ekonomi

Perkuat Usaha Garam Rakyat, Pemerintah Salurkan KUR Garam di Madura

Image

Ekonomi

Darmin: Biaya Kampanye Hitam Sawit di UE 5 Kali Lebih Besar Dibanding Coca Cola

Image

Ekonomi

Menko Darmin Paparkan Hasil Upaya Diplomasi ke Uni Eropa

Image

Ekonomi

Perjanjian Dagang Internasional Tidak Mampu Selesaikan Masalah Ekspor Impor Indonesia

Image

Ekonomi

IMF: Brexit Tanpa Kesepakatan Akan Mengerikan!

Image

Ekonomi

Indepth

Menabuh Genderang Perang Dagang Karena Sawit, Solusi atau Bumerang?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

KAI Daop 1 Jakarta Batalkan 21 Jadwal Operasional Kereta Lokal

PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta memberlakukan pembatalan operasional atau batal jalan pada pelayanan 21 jadwal KA Lokal dalam kurun

Image
Ekonomi

Panik Pelemahan Permintaan, Harga Minyak Runtuh

minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei turun 2,17 dolar AS menjadi ditutup pada 22,76 dolar AS per barel.

Image
Ekonomi

IHSG Masih Akan Tetap Lesu, Amankan Saham-saham Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini masih cenderung melemah.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

OJK Keluarkan Aturan Teknis Kelonggaran untuk Nasabah IKNB, Ini Rinciannya

Otoritas Jasa Keuangan mengeluarkan kebijakan untuk mendorong Industri Keuangan Non Bank (IKNB) memberikan stimulus untuk para nasabah.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Sahara Sembako Berdayakan Warung-warung Kecil Secara Online di Tengah Corona

Sharmila mengajak masyarakat untuk sama-sama memberdayakan warung sembako kecil.

Image
Ekonomi

Dolar AS Kembali Sangar, Emas Tampak Pudar

Emas berjangka juga anjlok 26,2 dolar AS atau 1,59 persen menjadi 1.625 dolar AS per ounce pada akhir pekan lalu.

Image
Ekonomi

Investor Bersiap Hadapi Ketidakpastian, Dolar AS Melesat

Kekhawatiran tentang penyebaran virus corona dan dampak ekonomi dari penutupan terus mendominasi pasar valuta asing.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Meski Ada COVID-19, Erick Pastikan Proyek 35 Ribu Megawatt PLN Tetap Jalan

Salah satu proyek strategis yang tetap harus dilakukan yaitu proyek 35.000 MW milik PLN yang tetap harus berjalan.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Antisipasi Kejatuhan Akibat Corona, Hipmi Dukung Realisasi Kartu Pra Kerja

Saat ini sertifikasi menjadi acuan bagi pengusaha untuk menentukan diterimanya seseorang untuk bisa bekerja atau tidak.

Image
Ekonomi

BI Luncurkan Indeks Literasi Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah

BI mengeluarkan Indeks Literasi Ekonomi Syariah pada Senin (30/3/2020).

terpopuler

  1. Pasien Corona Asal Surabaya: Jangan Percaya Hoaks, Covid-19 Nyatanya Bisa Disembuhkan, Penularan Penyakit Ini Bisa Dicegah Jika Kita Tak Sering ke Luar Rumah

  2. Khofifah ke Warganya: Biasanya Perantau Mudik Pada Idul Fitri, Tapi Tahun Ini Sebaiknya Pulkam Saat Idul Adha

  3. Pemerintah Sudah Periksa Lebih Dari 6.500 Orang dan Mengapa Kasus Positif Covid-19 Bertambah Terus?

  4. Jubir Penanggulangan Covid-19 Riau: Kabar Bahagia untuk Kita Semua, Pasien Positif Sudah Dinyatakan Sembuh

  5. Filippo Inzaghi Ungkap Siapa Pemain yang Bisa Hapus Kutukan Nomor 9 di Milan

  6. 5 Pose Seksi Model Fitnes Rusia yang Bikin Hati Berdesir, Tak Sangka Sudah Punya 3 Anak

  7. Peneliti Temukan Virus Corona Paling Menularkan di Minggu Pertama Setelah Terinfeksi

  8. Anggota DPR Ingatkan Wali Kota Tegal: Jangan Menentang Pemerintah Pusat

  9. Jadi Garda Depan Tangani Pandemi Corona, 10 Potret Cindri Wahyuni Istri Mendiang Bani Seventeen

  10. Sebelum jadi Pandemi, Virus Corona Diduga Sudah Bertahun-tahun Menjangkiti Manusia

ibunda jokowi

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Bisman Bhaktiar

Aspek Hukum Perpanjangan Pengusahaan Pertambangan Batubara PKP2B

Image
Abdul Aziz SR

Omnibus Law dan Kuasa Kaum Kapitalis

Image
Achmad Fachrudin

Covid-19, Media dan Kekuasaan

Image
Reza Fahlevi

Mari Sudahi Polemik Tuntutan Lockdown

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Wabah Corona

Cosplay Jadi Sultan Maroko hingga Raja Minyak Urut, 5 Potret Fahri Hamzah saat WFH

Image
News

Wabah Corona

Kisah Debryna Dewi Lumanauw, Dokter yang Ikut Tangani Pasien COVID-19 di Wisma Atlet

Image
Ekonomi

Masuk Forbes hingga Hobi Berkebun, Ini 5 Fakta Menarik Amanda Susanti, Pendiri Sayurbox