image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Senjakala Pelabuhan Sunda Kelapa

Rizal Mahmuddhin

Sisi Lain

Image

Aktifitas bongkar muat kapal di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Kamis (7/3/2019). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang membawahi otoritas Bea Cukai, menilai banyaknya pemain impor baju bekas leluasa beraksi tanpa hambatan di kawasan tersebut. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Menjadi salah satu pelabuhan tertua di nusantara, Sunda Kelapa memiliki sejarah krusial yang erat berkait dengan cikal bakal bersalinnya kota Jakarta.

Sejarah mencatat, semula Pelabuhan Sunda Kelapa dikenal sebagai Sundapura yang tak lain merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Kerajaan Tarumanegara pada abad ke-5 Masehi. Namun kemudian berpindah tangan menjadi milik Kerajaan Sunda pada abad ke-12 silam.

Sempat berkali-kali berganti nama, hingga akhirnya SK Gubernur DKI Jakarta tertanggal 6 Maret 1974, menetapkan bahwa Sunda Kelapa secara resmi diketuk palu sebagai nama pelabuhan yang terletak di Penjaringan, Jakarta Utara tersebut.

baca juga:

Ketiban pulung Kerajaan Sunda kala menguasai pelabuhan strategis ini. Pasalnya, Sunda Kelapa mampu berkembang pesat dan terkenal sebagai pelabuhan lada super sibuk. Tak heran bila kemudian Sunda Kelapa pun menjadi salah satu pelabuhan yang sangat diperhitungkan di pulau Jawa.

Bukan hanya para pedagang domestik dari berbagai daerah di nusantara yang melakukan aktivitas niaga di pelabuhan ini, namun juga para pedagang asing dari berbagai negeri seperti Tiongkok, Arab, India, Inggris dan Portugis.

Belakangan, Portugis bahkan berhasil melakukan kongsi dagang dengan Kerajaan Sunda hingga diizinkan mendirikan kantor niaga di sekitar pelabuhan.

Kendati demikian, bagi Kesultanan Demak kongsi dagang Portugis dengan Kerajaan Sunda bukanlah sebuah kabar baik yang perlu dirayakan. Sebaliknya, kedekatan keduanya justru dinilai sebagai ancaman. Lantaran hal itulah mengapa kemudian Kesultanan Demak mengatur siasat untuk melakukan penyerangan atas Sunda Kelapa.

Tercatat pada 22 Juni 1527, pasukan gabungan antara Kesultanan Demak dan Cirebon yang dipimpin oleh Fatahillah menyerang dan berhasil menguasai Sunda Kelapa. Usai menang gilang gemilang, Kesultanan Demak mengubah nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta.

Kelak di masa depan, peristiwa ini diperingati setiap setahun sekali sebagai perayaan hari ulang tahun lahirnya Kota Jakarta.

Cengkram Tangan Belanda di Sunda Kelapa

Berlanjut ke tahun 1596, Belanda di bawah pimpinan Cornelis de Houtman untuk kali pertama tiba di Pelabuhan Sunda Kelapa. Mula tujuan utama mereka mencari komoditas rempah, mengingat pada saat itu rempah-rempah memang merupakan komoditas utama di Belanda.

Picik memainkan siasat politik, tahun 1610 Belanda membuat perjanjian dengan Pangeran Jayawikarta atau Wijayakarta yang tak lain merupakan penguasa Jayakarta. Dalam perjanjian tersebut, disebutkan bahwa Belanda diijinkan membangun gudang dan pos dagang di timur muara sungai Ciliwung.

Usai perjanjian disetujui, Belanda pun meraup untung yang besar lantaran perdagangan rempah-rempah yang mereka lakukan di negeri kincir angin tersebut. Melihat keuntungan berlipat-lipat, Belanda kian tamak dan akhirnya memutuskan berekspansi di Jayakarta hingga lantas mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia.

Di bawah kekuasaan Belanda, pelabuhan Sunda Kelapa mengalami renovasi besar-besaran. Bila semula pelabuhan Sunda Kelapa hanya memiliki kanaal sepanjang 810 meter maka kemudian diperbesar hingga menjadi 1.825 meter.

Tak berjaya selamanya, memasuki Abad ke-19 Pelabuhan Sunda Kelapa menemukan titik nadirnya. Hal tersebut ditandai kala pelabuhan Sunda Kelapa mulai sepi imbas terjadinya pendangkalan air di daerah sekitar pelabuhan sehingga menyulitkan kapal dari tengah laut yang hendak berlabuh.

Belanda kecele, meski pada saat itu Terusan Suez baru saja dibuka dan seharusnya bisa menjadi peluang besar bagi Pelabuhan Sunda Kelapa untuk dapat berkembang lebih pesat lagi, namun kenyataannya berbanding terbalik dan tak berdampak banyak.

Melihat Pelabuhan Sunda Kelapa telah menyia-nyiakan potensi yang diberikan oleh Terusan Suez, Belanda kemudian memutar otak mencari sasaran anyar untuk mengembangkan pelabuhan baru. Fokus Belanda pun tertuju untuk mengembangkan pelabuhan di kawasan Tanjung Priok.

Tak meleset, Tanjung Priok kemudian sukses berkembang pesat menjadi pelabuhan terbesar se-Indonesia. Tak pelak hal tersebut menyingkirkan peran Sunda Kelapa yang selama ini menjadi pelabuhan yang diperhitungkan.

Pelabuhan Sunda Kelapa Dewasa ini

Pelabuhan Sunda Kelapa lambat laun tidak terlihat sesibuk saat masa jayanya. Kini, pelabuhan tersebut dikelola oleh PT Pelindo II dan tidak mengantongi sertifikasi International Ship and Port Security karena sifat pelayanan jasanya hanya untuk melayani kapal antar pulau di dalam negeri.

Namun demikian, dari sisi ekonomi pelabuhan ini masih cukup strategis, mengingat berdekatan dengan pusat-pusat perdagangan di Jakarta seperti Glodok, Pasar Pagi, Mangga Dua, dan lain-lainnya. Sejumlah barang yang diangkut dari pelabuhan ini selain barang kelontong adalah sembako dan tekstil.

Di sisi lain, Pelabuhan Sunda Kelapa telah menjelma sebagai kawasan wisata yang memiliki nilai historis tinggi. Perannya di masa silam membuatnya patut dialihfungsikan menjadi situs sejarah yang perlu dirawat kelestariannya.

Sejumlah bangunan bergaya art deco peninggalan Belanda yang ada di sekitar wilayah pelabuhan saat ini telah disulap menjadi Museum. Beberapa diantaranya seperti Museum Bahari, Museum Fatahillah, Museum Wayang dan Museum Bank Mandiri.[]

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Lima Ruas Tol Dibuka Fungsional untuk Memperlancar Mudik Lebaran

Image

Ekonomi

Kementerian PUPR Dukung Peningkatan Hasil Panen Petambak

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Pembangunan Infrastruktur di Luar Jawa Upaya Pemerataan

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Jokowi Terus Fokus Bangun Infrastruktur Sebagai Kunci Pemerataan Ekonomi

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

3 Dampak Besar Infrastruktur Digital Jokowi

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Jokowi Akui Industri eSports Berkembang Sangat Cepat, Jangan Terlewat!

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Jokowi 5 Tahun Kedepan, Pembangunan Indonesia Sentris dan Nasionalisasi SDA

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Jokowi Klaim Ingin Perjuangkan Kemandirian Ekonomi Indonesia

Image

Ekonomi

Penguatan Tol Darat dan Laut Tekan Disparitas Harga Bapok

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Oops! Kapal Ikan Asing Ilegal Tertangkap Lagi di Selat Malaka

KKP kembali menangkap kapal ikan asing ilegal dengan nama KM. PFKB 1870, yang beroperasi di Wilayah Pengelolaan Perikanan 571-Selat Malaka.

Image
Ekonomi

Perkuat Pemberantasan IUU Fishing, KKP Bakal Tingkatkan Kesejahteraan Awak Kapal Pengawas Perikanan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan meningkatkan kesejahteraan awak kapal pengawas perikanan.

Image
Ekonomi

Mendag Minta India Hapus Hambatan Ekspor Produk Sawit hingga Emas

Mendag membahas hambatan perdagangan terkait peraturan impor terbaru untuk produk minyak kelapa sawit, pinang, dan produk perhiasan.

Image
Ekonomi

Bank DKI Gelontorkan Rp400 Miliar ke BUMD untuk Kebutuhan Pangan

"Mereka membutuhkan tambahan permodalan untuk suplai kepada masyarakat."

Image
Ekonomi

Pemerintah Perlu Perkuat Basis Data UMKM Nasional

"Perlu miliki bank data untuk mengetahui jumlah dan memetakan UMKM di Indonesia."

Image
Ekonomi

Pelindo III Genjot Ekspor dengan Penyederhanaan Regulasi

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) mendorong pertumbuhan ekspor untuk peningkatan ekonomi nasional dengan penyederhanaan aturan.

Image
Ekonomi

Menperin Yakin Optimalisasi Bahan Baku Lokal Bisa Dongkrak Kinerja Industri TPT

Fasilitas produksi viscose rayon PT Asia Pacific Rayon (APR) di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, mulai beroperasi.

Image
Ekonomi

BRI Gandeng Kemenkop Berupaya Ciptakan UMKM Kelas Dunia

Kementerian Koperasi dan UKM bersama Bank BRI bersepakat menjalin kolaborasi program untuk menciptakan UMKM tangguh berdaya saing global.

Image
Ekonomi

AP I Targetkan Seluruh Bandara Berstandar Internasional pada 2021

AP I targetkan selutuh bandara yang dikelola dapat berstandar internasional pada 2021 mendatang.

Image
Ekonomi

Menkop Dorong Koperasi Simpan Pinjam Terapkan Teknologi Setara Bank

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mendukung koperasi simpan pinjam untuk menerapkan modernisasi.

terpopuler

  1. Kedahsyatan Zikir dengan Mengucap Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah

  2. Pasangan Lesbian Arab Saudi Kabur ke Inggris demi Hindari Hukuman Mati

  3. Kejadian Murid-murid SMPN 1 Turi Hanyut di Sungai Sempor Bikin Paranormal Merinding

  4. Usulan Kaya Nikahi Miskin Anjuran yang Baik, Tapi Tak Bisa untuk Kebijakan

  5. Calon Independen Pilkada Kota Solo: Kelihatannya Ada Banyak Barisan Sakit Hati yang Masuk ke Kami, Alhamdulillah

  6. Pernah Digugat Rp1 Triliun, 5 Fakta Penting Marwan Batubara Orator di Aksi 212

  7. Ini Dampak Usai Tukang Ojek Pangkalan Ditangkap di Terminal Kalideres

  8. Rustam: Kalau Tengku Mau Obyektif, Minta Lembaga Survei Ilmiah Secara Nasional, Baru Usul Anda Valid

  9. Ahok: Apabila Anda Temukan Praktik Ilegal Terkait Pertamina, Segera Lapor Via Whistle Blowing System

  10. Usai Temukan Satu Korban Lagi, Basarnas Hentikan Sementara Pencarian Korban Hanyut Sungai Sempor di Sleman

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 10 Potret Romantis Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo Bersama Istri

Image
News

Hidup di Kontrakan, 5 Fakta Tak Terduga Naniel Yakin Pencipta Lagu 'Bento' Iwan Fals

Image
News

Pernah Digugat Rp1 Triliun, 5 Fakta Penting Marwan Batubara Orator di Aksi 212