image
Login / Sign Up
Image

Muh Tunjung Nugroho

Pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP)

Basis Pajak dan Penurunan Tarif PPh

Image

Ilustrasi - Pajak | AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO, Beberapa hari terakhir ini berbagai pihak membahas mengenai Penurunan Tarif Pajak Penghasilan. Hal tersebut tentunya sah-sah saja. Terlebih lagi isu Penurunan Tarif di sampaikan oleh Calon Presiden 2019 baik oleh Capres Petahana maupun Capres Penantang. Hal ini merupakan sesuatu yang baik untuk perkembangan perpajakan kita karena pajak mulai menjadi isu dalam kampanye Presiden.

Perlu diketahui bahwa peran dan fungsi pajak sangat vital dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan karena itulah para pendiri negara memasukkan rumusan pajak dalam Pasal di konstitusi kita UUD 1945. Sama pentingnya dengan alat negara lain seperti Lembaga Tinggi Negara, kementerian, TNI/Polri, dan lembaga pemilu termasuk pengaturan mengenai HAM maka pajak juga diatur di konstitusi.

Jika para pemimpin Negeri ini mulai fokus dengan Perpajakan maka hal ini sangatlah tepat untuk kemajuan perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Dan sesungguhnya melalui pemungutan pajak maka selain merupakan sumber penerimaan untuk membiayai negara maka pungutan pajak sesungguhnya mengandung maina dan fungsi sebagai alat negara untuk mengawasi setiap aktivitas ekonomi dan keuangan.

baca juga:

Oleh karena itu, kami berharap agar pemungutan pajak bukan sekedar menjadi bahan Pembahasan pada saat kampanye tetapi terus menjadi concern negara (Pemerintah dan DPR) sehingga negara ini betul betul menempatkan pajak sesuai konstitusi, yaitu pajak sebagai alat negara untuk mengawasi kue ekonomi, Transaksi ekonomi dan transaksi keuangan sehingga melalui pemungutan pajak akan menciptakan governance (transparansi,akuntabilitas) dibidang perekonomian.

Karena pajak akan menyentuh seluruh sendi kehidupan baik Orang pribadi, korporasi, APBN, APBD, BUMN/BUMD dan seluruh pelaku ekonomi. Dibahasnya isu Perpajakan juga bagus untuk pendidikan politik kita katena para pemimpin kita mulai memperbincangkan sisi penerimaan negara pada saat kampanye.

Selama ini para Capres dan Cawapres cenderung hanya membahas mengenai program-programnya berupa pembangunan infrastruktur, pendidikan gratis, kesehatan gratis, menaikkan gaji Guru, Gaji PNS/TNI/Polri, menaikkan Dana desa, beras murah dan sebagainya. Program tersebut tentunya bagus dan harus didukung.

Namun demikian, selama ini masih minim bahkan jarang dibahas bagaimana strategi atau cara mencari sumber penerimaan untuk merealisasikan program-program tersebut. Karena untuk merealisasikan Program-Program Yang pro Rakyat tersebut negara memerlukan Dana yg tidak sedikit dan itu sumber utamanya adalah pajak.

Yang baru dibahas saat ini adalah Tarif PPh Badan/Orang Pribadi akan diturunkan. Dengan Penurunan tersebut dalam jangka menengah dan panjang diharapkan akan meningkatkan investasi, sehingga akan meningkatkan kue ekonomi (PDB) dan pada gilirannya akan meningkatkan basis pajak sehingga walaupun Tarif nya turun maka penerimaan akan naik.

Dalam jangka pendek memang akan menyebabkan penerimaan turun jika pemerintah tidak mampu dengan segera memunculkan atau menaikkan basis pajak (Tax base). Itulah sebabnya akhirnya perdebatan menjadi bergeser antara menaikkan basis pajak dulu baru menurunkan tarif atau menurunkan tarif dulu dan sambil jalan akan menaikkan basis pajak.

Lalu untuk kondisi di Indonesia mana yang lebih tepat antara menaikkan basis pajak dulu baru menurunkan tarif atau sebaliknya. Apakah betul Penurunan Tarif akan meningkatkan basis pajak?

Secara teori, memang demikian karena Pendapatan Nasional (Y ) = C + I + G + X - M. Dan pendapatan disposibel (Yd) = Y - Tx.

Dengan demikian, Pajak akan menurunkan daya beli sehingga akan menurunkan konsumsi/investasi sehingga akan menurunkan aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, semakin tinggi tarif pajak akan menyebabkan penurunan konsumsi dan investasi dan sebaliknya semakin rendah tarif pajak akan meningkatkan konsumsi/investasi.

Namun demikian, pertanyaannya adalah apakah Penurunan Tarif pajak akan serta merta meningkatkan investasi/konsumsi? Jawabannya bisa iya bisa tidak. Jika kondisi investasi suatu negara baik, kondisi keamanan baik, birokrasi dan petizinan efisien, kondisi pasar mendukung, pelaku ekonomi transparan dan akuntabel sehingga semua bisa bersaing secara fair dan semua memperoleh kesempatan berusaha yang sama, serta kepastian hukum yang tinggi maka Penurunan Tarif pajak akan mendorong para investor untuk melakukan investasi disektor riil atas uang yang tidak dipungut pajak tersebut.

Akan tetapi, jika situasi sebaliknya, risiko melakukan investasi tinggi maka uang akibat Penurunan Tarif pajak tidak akan diinvestasikan disektor riil. Namun akan diinvestasikan di tempat Yang tidak berisiko seperti tabungan, deposito atau pasar uang lainnya.

Oleh karena itu, Penurunan Tarif Pajak akan sangat efektif jika prasyarat-prasyarat tertentu telah dipenuhi.

Beberapa pra syarat tersebut adalah:

1. Faktor-faktor pendukung investasi telah dipersiapkan dan di tata dengan baik. Sehingga uang hasil Penurunan Tarif pajak akan diinvestasikan pada sektor riil sehingga akan menyerap Tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi baru.

2. Sistem perekonomian harus transparan dan akuntabel sehingga akan menciptakan iklim berusaha Yang baik dan sehat. Ekonomi Yang transparan juga akan mencegah adanya praktik praktik underground dan mal praktik ekonomi.

3. Perlu adanya penguatan sistem Perpajakan baik melalui penguatan kewenangan pengumpulan Data dan informasi, pembangunan basis data perpajakan, penguatan Administrasi dan organisasi serta penguatan SDM dan Anggaran sehingga sistem pajak mampu mengawasi seluruh aktivitas ekonomi dan Keuangan Yang pada gilirannya akan mendorong transparansi dan akuntabilitas Transaksi ekonomi sehingga akan membangun dan menciptakan basis pajak Yang mendekati keadaan Yang sebenarnya.

Seperti penulis jelaskan sebelumnya bahwa pemungutan pajak bukan hanya berdimensi budgeter tapi juga memiliki dimensi yang lebih penting, yaitu melakukan Pengawasan atas seluruh aktivitas ekonomi baik individu atau korporasi karena objek pemungutan pajak adalah aktivitas ekonomi (kue Ekonom/PDB).

Oleh karena itu, konstitusi menghendaki bahwa pajak merupakan satu-satunya alat negara yang berfungsi mengawasi (melalui pemungutan pajak) atas seluruh pelaku ekonomi. Jika Penurunan Tarif diikuti dengan penguatan sistem Perpajakan sehingga otoritas pajak mampu mengawasi seluruh basis pajak (kue ekonomi) sehingga tidak ada objek pajak yang tidak terpajaki dan juga tidak ada pembayar pajak yang tidak membayar pajak maka Penurunan Tarif PPh merupakan sesuatu yang bisa dipertanggungjawabkan baik secara ekonomi maupun konstitusi.

#pajakkita#untukkita #say#no to free rider #pembayarpajak#wargabermartabat []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Video

VIDEO Aksi Mahasiswa Berujung Ricuh di DPR

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Intip Strategi Sandi Tingkatkan Rasio Pajak RI

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

CEK FAKTA: Prabowo Sebut Tax Ratio Indonesia Masih Rendah

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Jokowi Klaim Konsisten Lakukan Reformasi Perpajakan

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Jokowi Ingatkan Prabowo, Naikkan Tax Ratio Tak Bisa Agresif

Image

Ekonomi

Reformasi dan Memperkuat Institusi Pajak Bisa Atasi Masalah Kebocoran

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Debat Pamungkas Bakal Alot, Pengamat: Isu Fiskal Bakal Dipertanyakan

Image

Ekonomi

Pengamat Nilai Rasio Utang Terhadap PDB Masih Aman

Image

Ekonomi

Traveloka Urungkan Niat Melantai di Bursa Saham, Karena Pajak

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Pariwisata Mampu Jadi Masterpiece Ekonomi Indonesia

Industri pariwisata akan menunjukkan capaian yang lebih baik, bahkan fenomenal dalam lima tahun kedepan.

Image
Ekonomi

Perundingan Dagang Regional Dilanjutkan, Pengamat: Bisa Atasi Ketidakpastian Ekonomi Global

Pengamat perdagangan internasional Fithra Faisal Hastiadi memberikan apresiasi atas upaya pemerintah yang kembali membahas RCEP.

Image
Ekonomi

Pemerintah Bakal Revitalisasi BLK di Lampung Barat

Kementerian Ketenagakerjaan bakal merevitalisasi Balai Latihan Kerja di Lampung Barat guna mendorong implentasi program vokasi.

Image
Ekonomi

Beda dengan RI, Pemda China Justru 'Sikut-Sikutan' Beri Karpet Merah kepada Investor

Lambatnya investasi yang masuk ke Indonesia disinyalir akibat kurangnya dukungan dari pemerintah daerah (Pemda).

Image
Ekonomi

Apindo: Industrialisasi Solusi Tekan Defisit Neraca Dagang

Apindo menyebut pengembangan industrialisasi di hulu merupakan faktor utama penekan defisit neraca perdagangan.

Image
Ekonomi

Pengusaha Minta Pemerintah Tak Anggap Enteng Defisit Neraca Dagang

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengimbau pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kondisi neraca perdagangan yang defisit.

Image
Ekonomi

Alat Bayar Tol Bakal Terkoneksi ke Kartu Kredit dan Debit

Alat pembayaran tol elektronik yang saat ini menggunakan uang elektronik (e-money) berbasis chip akan diubah berbasis server.

Image
Ekonomi

Esther Duflo, Raih Nobel Ekonomi Karena Penelitiannya Tentang SD Inpres Indonesia

Esther Duflo merupakan wanita kedua dan juga orang termuda peraih nobel ekonomi sejak 50 tahun terakhir.

Image
Ekonomi

Dear Pemerintah, Investor Tak Butuh Pengurangan Pajak Tapi Kepastian Hukum

Chief Economist PT Bahana Sekuritas, Putera Satria Sambijantoro menilai kebijakan tersebut harus di pertimbangkan sebab ini akan beresiko me

Image
Ekonomi

5 Potret Garasi Legendaris Cikal Bakal Perusahaan Pengubah Dunia

Perusahaan mana saja?

Available

trending topics

terpopuler

  1. Istri Zul Zilvilia Terkejut Ternyata Suaminya Turut Terlibat dalam Menimbang Ekstasi

  2. Nekat Terobos Jalur Beton Basah, Pengendara Motor ini Dicuekin Pekerja Proyek

  3. Mahfud MD Sebut Insiden Wiranto Settingan Bisa Dipenjara, Mustofa: Sumbu-sumbu Pendek Masih Aja Main!

  4. Gagal di Ajang Indonesian Idol, 5 Penyanyi Ini Justru Jadi Artis Papan Atas

  5. 7 Artis Korea yang Putuskan Bunuh Diri di Tengah Ketenaran, dari Choi Jin-sil hingga Sulli Eks f(x)

  6. Duet Gibran - Andreas Diharapkan Ulang Sukses Jokowi - Rudi di Solo

  7. Hanum Rais Dipolisikan karena Cuitan, Ketua DPRD DIY: Barang Siapa Menabur Angin, Akan Menuai Badai

  8. Ikut Tolak Referendum Papua, Ini 6 Fakta Menarik Sekjen PBB Ant├│nio Guterres

  9. Said Didu Sarankan Menkominfo Larang PNS Hingga Pegawai BUMN Bermedsos

  10. 4 Hal yang Wajib Dilakukan Usai Berhubungan Intim

Available

fokus

Masa Lansia
Kisah dari Cilincing
Hari Tani Nasional
Available

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Partai Politik Tuna Ideologi

Image
Dr. Moh. Saleh

Perpu KPK Berpotensi Inkonstitusional

Image
Ujang Komarudin

Demokrasi Yang Tak Direstui

Image
Rozi Kurnia

Penampilan Luar Biasa Joker Dari Seorang Joaquin Phoenix

Available

Wawancara

Image
News

DPR RI

Apa Sih Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia? Farah Puteri Nahlia Akan Menjelaskannya untuk Kamu...

Image
News

DPR RI

Farah Puteri Nahlia, Politisi Termuda DPR RI yang Ingin Perjuangkan RUU KKS

Image
Hiburan

Anggy Umbara Bicara Perkembangan CGI di Perfilman Indonesia

Sosok

Image
News

Namanya Dibandingkan dengan Awkarin oleh Budiman Sudjatmiko, Ini 5 Fakta Penting Tri Mumpuni

Image
News

Dari Akademisi hingga Sosok Penuh Kontroversi, 6 Fakta Menarik Abdul Somad

Image
News

Jadi Trending Topic di Twitter, Ini 5 Fakta Menarik Wanda Hamidah