image
Login / Sign Up

BI: Sudah Ada Relaksasi, Bank Harusnya Agresif Salurkan Kredit Sejak Awal

Denny Iswanto

Image

Teller Bank BNI melayani nasabah di Gedung BNI Pusat, Jakarta, Senin (23/7/2018) .PT Bank Negara Indonesia (BNI) membukukan laba bersih sebesar Rp 7,44 triliun pada Semester Pertama 2018 atau tumbuh 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. pertumbuhan tersebut merupakan hasil dari penyaluran kredit Makro dan Mikro. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Bank Indonesia meminta industri perbankan untuk lebih ekspansif dalam mengucurkan kredit sejak awal 2019 guna menggerakkan roda perekonomian, di tengah kebijakan suku bunga acuan Bank Sentral yang diutamakan kepada stabilitas.

Bank Sentral menyatakan akan menerapkan kebijakan makroprudensial yang akomodatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, salah satunya melalui pembiayaan dari kredit perbankan.

baca juga:

Harapan BI, kredit perbankan dapat tumbuh 12 persen dengan pelonggaran kebijakan makroprudensial melalui peningkatan Rasio Intermediasi Makroprudensial menjadi 84-94 persen.

"Dengan Rasio Intermediasi Makroprudensial yang dinaikkan ini, kita ingin memastikan rentang pertumbuhan kredit 10-12 persen, bias nya ke atas. Kita ingin jaga harapannya sejak dari awal tahun. Jadi dengan direlaksasi dari sekarang, bank bisa dari awal tahun untuk ekspansif," kata Deputi Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Ita Rulina dalam paparannya di acara pelatihan wartawan ekonomi dan moneter Bank Indonesia di Yogyakarta, Sabtu (23/3/2019).

Dalam Rapat Dewan Gubernur periode Maret 2019 ini, BI menetapkan kenaikan batasan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dari 80-92 persen menjadi 84-94 persen untuk mendukung pembiayaan perbankan bagi dunia usaha. Kenaikan RIM tersebut akan berlaku 1 Juli 2019. Dengan demikian, BI melonggarkan batasan kehati-hatian dari penyaluran kredit bank.

Meskipun sudah menaikkan RIM yang menjadi relaksasi bagi perbankan untuk lebih gencar menyalurkan kredit, Ita mengatakan, BI masih mempertahankan target pertumbuhan kredit di 10-12 persen.

"Karena sebenarnya tidak mudah juga bank langsung untuk cairkan kredit. Maka dengan dilonggarkannya RIM, kita ingin perkuat sinyal ke perbankan untuk dorong kredit," kata dia.

Kredit perbankan menjadi alat untuk BI memberikan stimulus kepada perekonomian, sebagai sinyal bahwa kebijakan makroprudensial Bank Sentral telah akomodatif (pro pertumbuhan).

Sebelum kenaikan RIM, BI memasang syarat kehati-hatian RIM di rentang 80-92 persen. Ita mengatakan dengan batas atas 92 persen, sebanyak 51 bank sudah melebihi ketentuan RIM atau rentang kehati-hatian dalam menyalurkan kredit. Maka itu, RIM ditingkatkan agar bank lebih leluasa menyalurkan intermediasi.

"Sementara yang di bawah RIM 80 persen, itu ada 21 bank. Bank juga harus hati-hati dalam mengelola likuiditasnya," ujar dia.

Menurut Ita, kondisi likuiditas perbankan cukup memadai. Namun, masih banyak perbankan yang terlalu hati-hati dalam mengucurkan kredit sehingga ekses likuiditas meningkat.

Parameter kesehatan likuiditas yang digunakan BI yakni Alat Likuid per Dana Pihak Ketiga/AL-DPK meningkat ke 20,25 persen per Januari 2019 dari 19 persen per Desember 2018. "Jadi bank bisa memanfaatkan likuiditasnya untuk dorong kredit," ujar dia. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Perang Dagang Mereda, IHSG Kembali Gagah

Image

Ekonomi

IHSG Berpotensi Menguat, Bidik Saham Pilihan

Image

Ekonomi

BI Catat Utang Luar Negeri Februari 2019 Sebesar USD388,7 miliar

Image

Ekonomi

BI Optimis Ekonomi Jateng Tumbuh Lebihi Ekspektasi

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Sandi Manfaatkan Big Data Melalui KTP

Image

Ekonomi

Kinerja Positif Sektor Manufaktur RI Bikin Menperin Semringah

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Sandiaga Sesumbar Mampu Buat Rakyat Hemat Biaya Hidup Rp50.000 per Hari

Image

Ekonomi

Pertumbuhan Shadow Bank Sudah Sangat Mengkhawatirkan

Image

Ekonomi

Tiga Hari Berturut-turut IHSG Betah di Zona Merah

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Menengok Riwayat Transaksi Sandiaga 'Jor-joran' Jual Sahamnya untuk Kampanye, Untung Miliaran?

Alasan penjualan senilai Rp633 miliar tersebut adalah untuk keperluan divestasi.

Image
Ekonomi

Viral! Larangan Makan Kue Tak Bersertifikat Halal, Yoshinoya Bikin 'Keki' Netizen

Peraturan itu mengatakan bahwa kue ulang tahun tersebut harus disertai fotokopi sertifikat halal.

Image
Ekonomi

Mentan Klaim Jamin Ketersediaan Pangan Nasional Aman Hingga Maret 2020

Syahrul Yasin Limpo menjamin ketersediaan pangan nasional aman hingga Maret 2020 dengan adanya surplus 4 juta ton beras.

Image
Ekonomi

Hanya Dijual, 4 Sampah Ini Mampu Mendatangkan Rezeki!

Ternyata sampah bisa lho dijual dan caranya mudah!

Image
Ekonomi

DDTC Ungkap Tantangan Perpajakan Lima Tahun Kedepan

Tantangan perpajakan Indonesia selama 5 tahun mendatang adalah meningkatkan tax ratio di tengah situasi ekonomi yang kurang menguntungkan.

Image
Ekonomi

Mau Pakai Internet Banking? Ini Cara Daftarnya!

Salah satu fitur menarik dunia perbankan yang memberikan banyak kemudahan transaksi tanpa batas adalah Internet Banking.

Image
Ekonomi

Jepang Bagi Ilmu Kembangkan Kendaraan Listrik untuk Indonesia

Indonesia - Jepang telah lama menjadi mitra strategis dalam menjalin kerja sama ekonomi.

Image
Ekonomi

Korsel Suntik US$50 Juta Dukung Indonesia Wujudkan Industri 4.0

Kolaborasi ini akan berlangsung dalam lima tahun untuk meningkatkan kemampuan di lima sektor industri manufaktur.

Image
Ekonomi

Selain Bahas Sawit, Indonesia-India Makin Tegas Capai Target Dagang Bilateral

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut pembahasan antara Presiden RI dan PM India pada bulan November 2019 lalu.

Image
Ekonomi

Mentan Syahrul Ajak Milenial Terlibat Gratieks

Kekayaaan sumber daya alam di Indonesia, membuka banyak peluang bisnis pertanian yang luas untuk digarap kaum milenial.

Available

trending topics

jamkrindo umkm

terpopuler

  1. Gervinho Nodai Debut Gattuso Bersama Napoli

  2. Disalip Bus Transjakarta di Jalanan Ibu Kota, Warganet Malah Puji Presiden Jokowi

  3. Politisi Gerindra Geram, Anies Nonaktifkan Lurah Jelambar Gegara Honorer Nyebur ke Got

  4. Pemilik Rumah Ambruk Akibat Proyek Galian Saluran Air Minta Anies Tinjau LokasiĀ 

  5. Melangkah ke Final, Kento Momota Bersua dengan Anthony Ginting

  6. Menyerah dari Kento Momota, Anthony Ginting Gagal Jadi Juara Lagi

  7. Korban Rumah Ambruk Minta Ganti Rugi, Sudin SDA Jaktim: Enggak Murni Kesalahan Kontraktor

  8. Razia Pekat Pasangan Mesum di Hotel Melati, 38 Orang Diamankan Petugas

  9. Babak I: Barcelona Batalkan Keunggulan Real Sociedad

  10. Tes Fisik Pegawai Dipaksa Masuk Got, Ferdinand: Beginikah Cara Anies Bangun SDM Pemerintahannya?

Available

fokus

Stop Pelecehan Seksual
Kursus Calon Pengantin
Puasa Plastik
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Sikap Abu-abu Partai Demokrat

Image
Achsanul Qosasi

Haruskah TVRI Kembali Mati Suri?

Image
Achmad Fachrudin

Revitalisasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat

Image
Hervin Saputra

Ego Tuan Rumah dan Reputasi SEA Games yang Kian Meragukan

Available

Wawancara

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Image
Video

Joshua Rahmat, CEO Muda yang Menggawangi Mytours

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Arifin Panigoro, Raja Minyak Indonesia yang Jadi Wantimpres Jokowi

Image
Ekonomi

Kekayaan Capai Rp435 T! Ini 7 Fakta Menarik Bos Brand Uniqlo, Tadashi Yanai

Image
News

10 Potret Istri KSAU Yuyu Sutisna, Tampil Cantik dengan Hijabnya