image
Login / Sign Up

Lewat Sertifikasi dan E-Commerce, Produk KUMKM Bisa Tembus Pasar Global

Andi Syafriadi

Image

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan Sinergitas Pemberdayaan KUKM Potensi Ekspor di Yogyakarta, Kamis (21/03/2019). Turut hadir dalam acara tersebut Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria br. Simanungkalit, Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Suparno dan Kadiskop dan UKM DI Yogyakarta Srie Nurkyatsiwi. |

AKURAT.CO Kementerian Koperasi dan UKM komitmen untuk terus mendorong koperasi dan UMKM (KUMKM) naik kelas. Salah satunya dengan cara memfasilitasi para pelaku KUMKM untuk bermitra dengan perusahaan eksportir agar produknya bisa menembus pasar ekspor.

Untuk mempersiapkan hal itu, Kementerian Koperasi dan UKM menyelenggarakan agenda Sinergitas Pemberdayaan Koperasi dan UKM (KUKM) Potensi Ekspor di Yogyakarta, Kamis (21/3/2019) seperti dalam keterangan resminya.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Meliadi Sembiring, mengatakan bentuk nyata fasilitasi pemerintah untuk mendorong pelaku UKM naik kelas adalah dengan mendorong mereka memperoleh Hak Cipta, Hak Merek atau sertifikasi lainnya. Upaya ini dilakukannya kerjasama dengan stakeholder terkait seperti Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) atau Badan Standarisasi Nasional (BSN) dan lainnya.

baca juga:

Meliadi mengatakan tanpa adanya sertifikat hak merek ataupun sertifikasi lainnya, produk UKM akan sangat sulit menembus pasar ekspor.

Setelah mendapatkan sertifikasi selanjutnya Kementerian Koperasi dan UKM mendorong mereka untuk bermitra dengan perusahaan atau dalam wadah koperasi tertentu. Dengan begitu produk - produk UKM sudah mampu bersaing di pasar global.

"Bicara soal ekspor itu semua harus dipersiapkan karena ekspor itu tidak bisa asal jadi lalu diekspor lainnya dia harus ada standarisasi kualitas dan lainnya. Oleh sebab itu karena jumlah UKM banyak maka kita arahkan melalui kemitraan dengan perusahaan yang bisa ekspor, jadi kaya link and match," kata Meliadi saat menghadiri acara tersebut.

Selanjutnya untuk bisa menembus pasar ekspor lebih masif, Meliadi juga berharap pelaku UKM memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini. Penjualan secara online melalui e-commerce mutlak diperlukan karena menurutnya era teknologi seperti saat ini tidak dapat dihindarkan.

Dengan keberadaan teknologi mampu menghubungkan antara buyer dan produsen yang terpisah jauh oleh ruang dan waktu secara langsung.

"Kita juga dorong untuk terus mengembangkan SDMnya, permodalannya dan teknologinya. Ini kita bantu. Terlebih di zaman online atau ecommerce. Suka tidak suka kita tidak bisa hindari, maka UKM harus gunakan teknologi ini, tanpa itu tidak bisa go internasional," imbuh Meliadi.

Sementara itu, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM, Victoria br Simanungkalit, menambahkan bahwa sinergi antar kedeputian di lingkungan Kementerian dan dengan stakeholder terkait akan terus ditingkatkan.

Dengan begitu koperasi dan UKM akan terlayani dengan optimal sehingga dapat mengakselerasi mereka untuk bisa naik kelas.

"Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penguatan sistem bisnis koperasi dan UKM serta peningkatan kapasitas usahanya yang berorientasi  ekspor. Dan juga kami lakukan peningkatan SDM satgas pengawas dalam rangka penguatan lembaga koperasi," kata dia.

Di tempat yang sama Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM, Suparno, membenarkan bahwa pengawasan yang selama ini dilakukan oleh Kementeriannya adalah demi menjaga kualitas koperasi. Dia membenarkan bahwa jumlah koperasi yang banyak belum tentu menentukan kualitas.

"Yang kita kedepankan adalah kualitas, para pelaku usaha mikro yang punya kesamaan misal para pengrajin batik ya bentuklah koperasi, supaya punya ciri khas. Namun harus dijaga kualitasnya agar bisa memberikan dampak nyata bagi ekonomi," kata Suparno.

Kemudian, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Srie Nurkyatsiwi, berharap dengan penyelenggaraan sinergi di wilayahnya tersebut diharapkan dapat membantu koperasi dan UKM di Yogyakarta untuk bisa lebih baik.

Diakuinya bahwa pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta memang sudah cukup baik, namun tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat masih menjadi PR besar. Nilai indeks gini mencapai 0,441 pada Maret 2018 lalu atau yang tertinggi di Indonesia.

Oleh sebab itu dengan kepedulian Kementerian Koperasi dan UKM dalam membina pelaku koperasi dan UKM di wilayahnya melalui acara sinergi tersebut diharapkan dapat berdampak langsung bagi kualitas dan pendapatan UKM.

"Kami berharap dengan diselenggarakan di DIY akan berdampak terhadap apa yang kita lakukan bersama. Harapannya ini akan menjadi pertumbuhan atau tambahan yang signifikan dan membantu UKM seperti apa yang jadi program pemerintah DIY," kata Srie Nurkyatsiwi. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Menteri Basuki Dorong Ekspor Jembatan Girder Baja

Image

Ekonomi

BI Optimis Ekonomi Jateng Tumbuh Lebihi Ekspektasi

Image

Ekonomi

Ekonom dan Bankir Kompak Sebut Neraca Perdagangan Akan Kembali Defisit

Image

Ekonomi

Tidak Semua Industri Cocok Terapkan Konsep 4.0, Pemerintah Harus Selektif

Image

Ekonomi

Digitalisasi Pertanian, Petani Untung Atau Justru Bingung?

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

3 Dampak Besar Infrastruktur Digital Jokowi

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

CEK FAKTA: Jokowi Sebut Perputaran Uang di Industri Gaming Masif, Apa Benar?

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Jokowi Akui Industri eSports Berkembang Sangat Cepat, Jangan Terlewat!

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Ma'ruf Amin: Kami Akan Populerkan Program Dewi-Dewi dan Dedi-Dedi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Tegur Jajarannya, Jokowi: Jalan Tol Cisumdawu Penting Sekali tapi Terhambat, Segera Selesaikan!

Presiden menegur jajarannya karena masih banyak aturan teknis yang belum selesai untuk percepatan proyek strategis nasional (PSN).

Image
Ekonomi

Capai Rp17,2 Triliun! Ini 5 Perampokan ATM Paling Merugikan di Dunia

Ada yang terjadi hanya dalam waktu beberapa jam saja

Image
Ekonomi

Jokowi Keluhkan Banyaknya Kendala Teknis Proyek Tol Trans Sumatera dan Cisumdawu

Presiden Jokowi meminta peraturan teknis pembangunan proyek strategis nasional (PSN) tersebut bisa segera dirampungkan.

Image
Ekonomi

Mana Lebih Cuan, Investasi di Fintech, Deposito, atau Reksa Dana?

Instrumen investasi produk keuangan kini beragam jenisnya. Mulai dari reksa dana, deposito, dan fintech, kira-kira mana yang menguntungkan?

Image
Ekonomi

Tak Terpengaruh Corona, Penyaluran Pinjaman Fintech Masih Tumbuh Subur

Perusahaan teknologi finansial pinjam meminjam (fintech peer-to-peer lending) masih bertahan di tengah pandemi virus corona saat ini.

Image
Ekonomi

Menteri KKP Klaim Tak Ada Potensi Lobster Punah

Adanya pembudidayaan lobster tentu bisa membantu meningkatkan jumlah lobster yang bisa tumbuh menjadi besar dan dapat dinikmati masyarakat.

Image
Ekonomi

New Normal Transportasi Laut, Pelni Optimis Jumlah Penumpang Meningkat

Pelni tetap mematuhi peraturan yang berlaku terkait kegiatan naik turun penumpang kapal.

Image
Ekonomi

Gerindra Dapat Untung dari Ekspor Benih Lobster, Begini Kata Edhy Prabowo

Pendapatan para nelayan juga menurun, bahkan harus berurusan dengan hukum ketika menangkap benih lobster.

Image
Ekonomi

Komisi XI Tak Ragu 'Kocok Ulang' Pimpinan OJK dan BI Jika Belum Perbaiki Kinerja

Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto mengatakan pihaknya akan mengevaluasi kepemimpinan di BI dan OJK.

Image
Ekonomi

5 Startup Fintech dengan Layanan Paling Keren, Ada yang Bisa untuk Salurkan Dana Sosial

Dunia fintech Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya

terpopuler

  1. Tanggapi Pelaporan Terhadap Denny Siregar, Mustofa: Sekali-kali Orang Kayak Gini Diborgol di Depan Juru Foto Media, Biar Kapok!

  2. Hati-hati! Begini Modus Baru Penjahat di Ruang ATM

  3. Ditemukan Mutasi Baru Virus Corona, Lebih Cepat Menular namun Sakitnya Tak Lebih Parah

  4. Ancaman Amuba Pemakan Otak Bayangi AS, Warga Dilarang Basuh Hidung Pakai Air Keran

  5. Viviane Tidak Pernah Larang Sammy Simorangkir Touring Motor

  6. Modus Pura-pura Bikin Surat Bebas COVID-19, Pria Berjimat Kelabui ART hingga IRT

  7. 5 Gempabumi Terbesar di Indonesia

  8. Unik dan Kreatif, Cewek Jogja ini Dinamai Dita Leni Ravia Oleh Orang Tuanya

  9. Ini 5 Penyebab Kamu Susah Lepas Dari Hutang

  10. Ayu Ting Ting Ungkap Status Hubungannya dengan Didi Riyadi

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Renasionalisasi BUMN

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Kami Cinta Polisi Sekaligus NKRI

Image
UJANG KOMARUDIN

Marah-marah dan Ancaman Reshuffle

Image
Riyanda Barmawi

Lobster Edhy Dalam Bayang-Bayang Susi

Wawancara

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Image
News

Interview Mardani Ali Sera: Tidak Urgen, Stop dan Batalkan RUU HIP!

Sosok

Image
News

Kenang Masa Awal Pernikahan, Ini 5 Foto Lawas Mesranya Arumi Bachsin dan Emil Dardak

Image
Gaya Hidup

Mengenal Herni Ekamawati, Pecinta Kopi yang Jadi Ratu EO

Image
News

Terseret Kasus Bank Bali hingga Jadi Buronan, 5 Fakta Penting Djoko Tjandra