image gfriend
Login / Sign Up

Daerah Produsen Sawit Ternyata Dapat Menurunkan Kemiskinan Lebih Cepat

Wayan Adhi Mahardika

Image

Kendaraan melintas di kawasan perkebunan kelapa sawit PTPN VI, Sariak, Pasaman Barat, Sumatra Barat, Sabtu (1/12/2018). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, sektor kelapa sawit menghadapi penurunan harga crued palm oil (CPO) sebesar 24 persen, dari 636 dolar AS per ton menjadi 485 dolar AS per ton hingga akhir Oktober 2018. | ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan berbagai daerah yang merupakan penghasil kelapa sawit, mampi menurunkan tingkat kemiskinan lebih cepat dibandingkan dengan daerah yang bukan produsen sawit.

"Di daerah penghasil kelapa sawit, tingkat kemiskinan turun lebih cepat daripada daerah lain," kata Darmin Nasution dalam acara Briefing Diskriminasi Uni Eropa terhadap Kelapa Sawit di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Untuk itu, ujar dia, sawit dan berbagai produknya seperti minyak kelapa sawit atau CPO sangat erat kaitannya dengan pencapaian SDG (Sasaran Pembangunan Global) di Indonesia, terlebih dalam pilar pengentasan kemiskinan.

baca juga:

Menko Perekonomian menegaskan, Indonesia tidak mau produk kelapa sawit diganggu gugat oleh regulasi pihak lain seperti dari Uni Eropa.

Sebelumnya, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyatakan bahwa perkebunan besar swasta (PBS) taat terhadap semua aturan yang ditetapkan pemerintah salah satunya kewajiban membangun atau bermitra dengan petani plasma.

Dilansir dari Antara, anggota Dewan Pembina Gapki Achmad Mangga Barani menyatakan, terkait kewajiban bagi PBS dan Perkebunan Besar Negara (PBN) untuk membangun kebun plasma sekitar 20 persen dari total konsesi yang dimilikinya sebagaimana dalam Permentan No.26 Tahun 2007 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan.

Mangga Barani menegaskan kewajiban PBS dan PBN membangun kebun plasma seluas 20 persen dari total konsesi itu ada sejak terbitnya Permentan tersebut, yakni pada tahun 2007.

"Sedangkan sebelum 2007 tidak ada kewajiban bagi PBS maupun PBN membangun atau bermitra dengan petani plasma. Jadi salah besar jika dikatakan perusahaan sawit dan PTPN tidak berpihak ke petani kecil," ujar mantan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian itu.

Data Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan menyebutkan, hingga akhir 2018 total kebun sawit di Indonesia mencapai 14.309.256 hektare (ha). Kepemilikan kebun sawit tersebut terdiri atas perkebunan rakyat seluas 5.807.514 ha, PBN seluas 713.121 ha, dan PBS seluas 7.788.621 ha.

Perkebunan rakyat terbagi menjadi dua, yakni kebun milik petani mandiri dan petani plasma yang luasnya sekitar 617.000 ha.

Sebagaimana diwartakan, Komisi Eropa telah mengeluarkan Delegated Regulation Supplementing Directive 2018/2001 of the EU Renewable Energy Directive II.

Secara garis besar rancangan itu akan mengisolasi dan mengecualikan minyak kelapa sawit dari sektor biofuel Uni Eropa sehingga dapat menguntungkan produk minyak nabati lainnya.

Saat ini, Komisi Eropa juga telah mengadopsi Delegated Regulation no C (2019) 2055 Final tentang High and Low ILUC Risk Criteria on biofuels pada 13 Maret 2019.

Dokumen ini akan diserahkan kepada Dewan dan Parlemen Uni Eropa melalui tahap "scrutinize document" dalam waktu dua bulan ke depan. []

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Ekonomi

Shopee Ajak Kemenkop Perluas Pasar Ekspor UMKM Lokal

Image

Gaya Hidup

Benarkah Apel Harus Dilapisi Lilin Supaya Tahan Lama dan Tetap Segar?

Image

Iptek

Layanan Jasa Logistik Digital, Kirimin.co.id Bidik Pasar Ekspor

Image

Ekonomi

Indonesia Targetkan Ekspor 500 Ribu Ton Beras

Image

Ekonomi

Penerapan Industri 4.0 Bisa Tingkatkan Ekspor Manufaktur 10 Persen

Image

Ekonomi

Menko Luhut Tegaskan Larangan Ekspor Nikel Tak Untungkan China

Image

Ekonomi

Mentan Minta Pelindo Permudah Layanan Ekspor

Image

Ekonomi

Mentan dan Gubernur Jatim Lepas Ekspor Pertanian 110 Ton ke Tiga Negara

Image

News

Rangkap Jabatan Airlangga Hartarto: Ketua Umum Golkar dan Menko Perekonomian, Melanggar UU?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Beras Bulog 20.000 Ton Bakal Dibuang, Mantan Mentan: Out-nya Terlambat

Mantan Menteri Pertanian Anton Apriyantono menilai penurunan mutu 20.000 ton beras milik Perum Bulog, karena komoditas itu terlambat disalur

Image
Ekonomi

KIP Dukung 'Satu Data' Kementan Sebagai Bentuk Pelayanan Informasi Publik

Capaian prestasi tersebut adalah bukti bahwa Kementan komitmen menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008.

Image
Ekonomi

Pemerintah Siapkan Opsi Lain Selamatkan Jiwasraya

Kemenkeu menyatakan pemerintah sudah memiliki sejumlah opsi untuk menangani masalah kekurangan modal.

Image
Ekonomi

PNBP Hasil Pengelolaan BMN PKP2B 3 Tahun Terakhir Capai Rp38,139 Miliar

Rinciannya yakni Rp586,695 juta di tahun 2017, Rp26,598 miliar di tahun 2018, dan Rp10,953 miliar di tahun 2019.

Image
Ekonomi

Meski Iuran BPJS Naik, Ekonomi Bisa Tumbuh Hingga 5,2 Persen

Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 bisa 5,02%.

Image
Ekonomi

Liburan Natal dan Tahun Baru Bisa Hemat dengan Cara Ini

Awal bulan adalah waktu untuk menyiapkan anggaran bulanan. Namun sudahkan Anda menyiapkan anggaran untuk liburan panjang Nataru.

Image
Ekonomi

Kirim Karangan Bunga, IKAGI: Bentuk Kekecewaan yang Selama Ini Terpendam!

Awak kabin bakal tetap mengoreksi jika nantinya ada pengganti Ari Askhara menerapkan kebijakan yang juga merugikan awak kabin.

Image
Ekonomi

Pajak E-Commerce Maksimalkan Penerimaan Negara tapi Jangan Lenyapkan UMKM

Barang luar negeri yang dijual via e-commerce dapat dikenakan pajak.

Image
Ekonomi

Banyak Harapan dari Global dan Domestik, Rupiah Terus MelejitĀ 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pasar spot akhir perdagangan Kamis (5/12/2019) menguat 0,19% atau 27 poin ke Rp14.038.

Image
Ekonomi

Seperti Apa Peran Milenial di Era Ekonomi Digital 2020?

Generasi milenial berperan dalam lonjakan ekonomi digital melalui startup-startup yang kini makin menjamur.

Available

trending topics

jamkrindo umkm

terpopuler

  1. Emas Pertama Setelah 8 Tahun dari Nomor Tunggal Putri

  2. Sundram Moorthy: Melawan Indonesia adalah Pertandingan Berkualitas

  3. Cantik dan Modis, 10 Gaya Istri Airlangga Hartarto Memakai Kebaya

  4. Tidak Diunggulkan, Ganda Campuran Malah Sabet Emas dan Perunggu

  5. Soal Dirut Garuda, Pengamat: Jangan Sampai untuk Menyingkirkan dan Diganti dengan Kroni Menteri

  6. Dewas 'Pecat' Helmi Yahya dari TVRI, Jansen: Nyelundupkan Harley Juga Kah? Aneh!

  7. Penyelundupan Kargo, INACA Sayangkan Berujung pada Pemecatan Bos Garuda Indonesia

  8. Terjadi Penembakan di SMA AS, Kisah Seorang Siswi Muslim Lindungi 100 Temannya di Masjid

  9. Tepuk Tangan Kader Sambut Kedatangan Anies di Penutupan Munas X Partai Golkar

  10. Mou Tak Malu Jabat Tangan Semua Pemain MU

Available

fokus

Kursus Calon Pengantin
Puasa Plastik
Stop kekerasan
Available

kolom

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Menimbang Pencapresan Airlangga

Image
Siswanto Rusdi

Arah Bisnis Pelayaran Nasional

Image
Achsanul Qosasi

Beban Berat BUMN Perbankan

Image
Ujang Komarudin

Ujian Besar Partai Golkar

Available

Wawancara

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Image
Video

Joshua Rahmat, CEO Muda yang Menggawangi Mytours

Sosok

Image
News

Selundupkan Harley Davidson, 5 Fakta Eks Dirut Garuda Ari Askhara yang Dipecat Erick Thohir

Image
News

Cantik dan Modis, 10 Gaya Istri Airlangga Hartarto Memakai Kebaya

Image
News

Jarang Tersorot, 8 Potret Hangat Menko PMK Muhadjir Effendy bersama Keluarga