image
Login / Sign Up

DPR Ingatkan Pemerintah Lakukan Impor Pangan di Waktu Tepat

Siti Nurfaizah

Image

Para pekerja saat mengangkut beras lokal kualitas super dari dalam truk untuk dinaikan kedalam kapal pinisi yang didistribusikan ke Bangka Belitung di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (11/9/2018). Pemerintah melalui kementrian perdagangan telah mengeluarkan tiga kali izin impor beras dari Thailand kepada Bulog. Pertama pada bulan Januari sebanyak 500 ribu ton, kemudian fase kedua 500 ribu dan saat ini sebanyak 1 juta ton. Sehingga, total izin impor yang telah dikeluarkan Kemendag berjumlah 2 juta ton. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menyatakan berbagai pihak Kementerian dan lembaga terkait harus bisa melakukan impor pangan pada waktu momentum yang tepat serta memperbaiki rantai distribusi komoditas pangan.

"Jika dalam waktu rentan yang cukup dekat masyarakat akan panen dan suplai akan melimpah, seharusnya tidak usah impor. Tetapi kalau ada kecenderungan kita akan kekurangan suplai, boleh impor," kata Marwan Cik Asan dalam rilis, Selasa (19/3/2019).

Dengan demikian, menurut Marwan Cik Asan, impor pangan harus dilakukan betul-betul pada waktu yang tepat serta jumlah dan tempat yang tepat.

Hal tersebut, dilansir dari Antara, lanjut politisi Partai Demokrat itu, adalah hal yang penting agar tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

Terkait dengan impor pangan, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menyatakan, pemerintah melalui berbagai lembaga dan kementerian terkait perlu melakukan perbaikan data pangan untuk mengurangi kesemrawutan impor.

"Permasalahan data pangan yang selama ini selalu dijadikan acuan untuk melakukan impor belum sepenuhnya bisa diandalkan. Perbaikan data komoditas baru dilakukan pada komoditas beras, itupun baru pada akhir Oktober 2018 lalu. Sedangkan data-data komoditas lain seperti jagung dan kedelai dapat dikatakan belum terintegrasi menjadi data tunggal yang dapat diandalkan pemerintah dan publik," kata Assyifa Szami Ilman.

Menurut dia, perbaikan data pangan juga perlu dilakukan sebagai tindak lanjut dari berbagai rekomendasi yang sudah dikeluarkan oleh BPK terkait impor.

Ia berpendapat bahwa kegiatan impor yang belum efektif sebenarnya didasarkan pada acuan data yang dijadikan dasar untuk melakukan impor.

Dengan demikian, lanjutnya, jika data acuan tidak dapat diandalkan, hasilnya adalah kebijakan yang tidak efektif. Sebagai konsekuensinya, ada kalanya produksi pangan dikatakan sudah surplus namun harganya masih cenderung bergejolak.

"Ketika harga bergejolak, Kementerian Perdagangan pasti perlu melakukan tindakan untuk meredam gejolak tersebut, salah satunya adalah dengan impor," ucapnya.

Sebelumnya, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah menyebut kebijakan impor seharusnya menjadi opsi terakhir untuk memenuhi fungsi Bulog sebagai badan penyangga kebutuhan pangan.

"Impor bisa dilakukan, namun menjadi pilihan terakhir ketika produksi minus dan cadangan Bulog sudah tidak bisa diusahakan dari dalam negeri," kata Rusli Abdullah.

Rusli menjelaskan Bulog sebagai lembaga penyangga kebutuhan pangan, membutuhkan minimal 1,5 juta ton untuk cadangan jika terjadi hal-hal mendesak seperti bencana atau gagal panen.[] 

baca juga:

Editor: Prabawati Sriningrum

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Ekonomi

JK Tagih Janji Cina Tingkatkan Impor Sawit Dari Indonesia

Image

Ekonomi

BI Optimis Ekonomi Jateng Tumbuh Lebihi Ekspektasi

Image

Ekonomi

Ekonom dan Bankir Kompak Sebut Neraca Perdagangan Akan Kembali Defisit

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Defisit Neraca Dagang Turun, Sandiaga: Justru Itu Malah Khawatirkan Kita!

Image

Ekonomi

Perjanjian Dagang Internasional Tidak Mampu Selesaikan Masalah Ekspor Impor Indonesia

Image

Ekonomi

Legislator Nilai Perlu Sinergi Kuat Antar Daerah Untuk Menarik Investasi

Image

Ekonomi

Ekonomi Ala Jokowi Vs Prabowo

Janji Ekonomi Prabowo Masih Tanda Tanya dan Sekedar Retorika

Image

Ekonomi

Perang Dagang Buat Perusahaan-perusahaan AS Tak Lagi Impor Barang China

Image

Ekonomi

AS Ancam Berlakukan Tarif untuk UE, Karena Subsidi Airbus

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Menteri ESDM Sebut 1.000 Kecamatan Belum Punya SPBU Resmi

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan masih ada 1.000 kecamatan di wilayah 3T yang belum mempunyai SPBU resmi.

Image
Ekonomi

Jonan: Di China, Beli Mobil Listrik Langsung Dapat Pelat Nomor

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan bahwa Indonesia harus meniru China dalam penerapan regulasi mobil l

Image
Ekonomi

Pelni Pulangkan 2.790 Pengungsi Asal Wamena

Ribuan pengungsi itu diangkut dengan menggunakan empat kapal milik PT Pelni.

Image
Ekonomi

Pabrikan Rokok Kecil Minta Pemerintah Bersikap Adil Rumuskan Kebijakan Cukai

Kebijakan ini guna meminimalisasi kecurangan yang dilakukan oleh pabrikan rokok besar asing.

Image
Ekonomi

Menkeu Blokir Izin 330 Importir Nakal

Mayoritas izin importir yang diblokir adalah milik perusahaan tekstil dan produk tekstil (TPT).

Image
Ekonomi

Jelang Akhir Jabatan sebagai Menperin, Airlangga Kritik Industri Lewat Buku

Sektor industri selama ini konsisten menjadi penggerak utama terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Image
Ekonomi

6 Peluang Usaha di Desa Ini Bisa Tambah Pundi-Pundi Uang Kamu Loh!

Peluang usaha bisa muncul di mana saja, baik kota ataupun desa.

Image
Ekonomi

Bos Pajak Sebut Rp12,6 Triliun Dana Repatriasi Bebas Masa Tahan

Dana repatriasi program tax amnesty senilai Rp12,6 triliun telah bebas masa tahan.

Image
Ekonomi

Ditjen Bea dan Cukai Cabut 5 dan Bekukan 3 Izin PLB Tak Patuh

Segala macam bentuk pengawasan yang dilakukan bertujuan untuk memberikan signal bahwa perekonomian Indonesia terus dijaga.

Image
Ekonomi

Ketua DPD Optimis Palapa Ring Mampu Wujudkan Pemerataan Ekonomi

Palapa Ring bisa menjadi jalan untuk mengakselerasi pemerataan ekonomi.

Available

trending topics

terpopuler

  1. Agar Tak Dihukum Jenderal Andika Perkasa, Perwira Staf, Danramil, Komandan Satuan Bawah Hati-hatilah Pakai Medsos

  2. Sebar Hoaks Soal Wiranto, PPP Sebut Hanum Ingin Jadi Sengkuniwati

  3. Paulus: Ada Kelompok Bersenjata di Pedalaman Sana yang Sudah Mengarah ke Sini, Jadi Jangan Pernah Lengah

  4. Tak Ada Sampah Mengambang, Bersihnya Banjir di Jepang ini Panen Pujian Warganet

  5. Dosen Unair yang 'Kejam' Corat-coret Skripsi Ternyata Dekat dengan Mahasiswa, Ini Buktinya

  6. Chloe Minta Handphone Belasan Juta, Lee Jeong Hoon: Gak Tahu Diri ya Anak Saya

  7. 2.600 Pelajar Papua Pulang, Kapolda: Untuk Apa Mereka Pulang? Ini Jadi Beban Sosial

  8. Makin Feminin, Sam Smith Kenakan Lingerie Berenda di Attitude Awards

  9. Musni Umar: Saya Maafkan Yunarto Wijaya dan Mereka yang Ejek Saya

  10. Rocky Gerung: Tugas Dasar Presiden Pelihara Fakir Miskin, Caranya Naikkan Iuran BPJS

Available

fokus

Masa Lansia
Kisah dari Cilincing
Hari Tani Nasional
Available

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Partai Politik Tuna Ideologi

Image
Dr. Moh. Saleh

Perpu KPK Berpotensi Inkonstitusional

Image
Ujang Komarudin

Demokrasi Yang Tak Direstui

Image
Rozi Kurnia

Penampilan Luar Biasa Joker Dari Seorang Joaquin Phoenix

Available

Wawancara

Image
News

DPR RI

Apa Sih Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia? Farah Puteri Nahlia Akan Menjelaskannya untuk Kamu...

Image
News

DPR RI

Farah Puteri Nahlia, Politisi Termuda DPR RI yang Ingin Perjuangkan RUU KKS

Image
Hiburan

Anggy Umbara Bicara Perkembangan CGI di Perfilman Indonesia

Sosok

Image
News

DPR RI

5 Fakta Menarik Pimpinan DPR RI Rachmad Gobel, Pernah Pimpin Beberapa Perusahaan Ternama

Image
Ekonomi

Sempat Sulit Cari Kerja hingga Sukses dengan Kosmetik Halal, 7 Fakta Pendiri Wardah Nurhayati Subakat

Image
News

Berebut Kursi DPR dengan Sang Ayah, ini 5 Fakta Legislator Milenial Dyah Roro Esti