image gfriend
Login / Sign Up

Melancong Keluar Negeri Tapi Tak Bikin Kantong Bolong, Ini Tipsnya!

Aji Nurmansyah

Image

Taj Mahal, salah satu destinasi wisata ternama di India | INDEPENDENT.CO.UK

AKURAT.CO, Belakangan budaya melancong ke luar negeri menjadi impian banyak orang terlebih kalangan milenial. Terlebih dengan melancong ke luar negeri seseorang kerap terlihat prestige dan banjir pujian. Namun tidak semua orang bisa melancong ke luar negeri, lantaran biayanya yang cukup mahal. 

Lantas, bagaimana tipsnya bagi para milenial yang ingin melancong tapi tak membuat kantong bolong? Apalagi sampai harus berhutang dan dibebani cicilan lantaran memaksakan diri melancong dan tak memiliki uang.

Menanggapi hal itu, Perencana Keuangan Prita Hapsari Ghozie mengatakan yang perlu sekali dipikirkan adalah planning berdasarkan budget masing-masing. Pertama tentukan tujuan wisata dinegara manakah yang ingin dikunjungi.

Kemudian itung budget sesuai kemampuan, tidak perlu memaksakan kalau memang diluar kemampuan.

"Kalau kita mau bicara travelling kita mau pergi berdasarkan budget yang ada atau kita mau pergi kemana yang kita siapkan budgetnya. Kalau kita tidak punya banyak waktu, maka alternatifnya kita punya budget sesuai dengan kemampuan financial kita," ujar Prita di Jakarta (18/3/2019).

Selain itu, perlu dibuat rencana durasi dan tentu saja pemilihan lokasi mana saja yang masuk list akan dikunjungi disuatu negara tertentu. Sehingga target dana bisa dihitung dan bisa ditentukan dari awal.

"Yang disesuaikan durasi dan pemilihan lokasi traveling. Kalau kita datang ke suatu tempat  tertentu artinya kita harus punya target dana yang dimiliki dan jangka waktu tertentu," tambahnya.

Kalau jangka waktunya di bawah 12 bulan sebaiknya kita dapat menabung. Tetapi bila jangka waktunya diatas 12 bulan kita bisa berinvestasi menurut profil investasi keuangan yang resikonya terukur sesuai dengan jangka waktu yang ditargetkan.

Setelah mencatat daftar list serta lokasi mana saja yang akan dikunjungi dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melancong. Maka paling tidak sudah diketahui berapa besaran budget yang diperlukan untuk melakukan perjalanan melancong ke beberapa lokasi di luar negeri.

Setelah mengetahui besaran budget, maka planning selanjutnya pelancong memiliki dua alternatif pilihan dalam mengumpulkan budget melancong. Pelancong bisa memilih apakah akan menabung atau melalui investasi.

"Kalau kita bisa kumpulkan dana dalam jangka waktunya di bawah 12 bulan sebaiknya kita menabung. Tetapi kalau jangka waktunya diatas 12 bulan kita bisa berinvestasi menurut profil investasi keuangan yang resikonya terukur sesuai dengan jangka waktu yang ditargetkan," imbuhnya.

Prita mencontohkan misalnya seseorang merencanakan untuk melancong ke India dengan mengunjungi beberapa tempat wisata dinegeri hindustan tersebut, seperti Taj Mahal dan beberapa tempat lainnya memerlukan budget 30 juta.

Menurutnya akan lebih baik dengan melakukan skema investasi misalnya dengan menyisihkan uang Rp1 juta setiap bulannya serta membeli reksadana dengan jangka waktu 3 tahun.

"Kalau investasi katakan lah seseorang ingin pergi ke India ke Tajmahal misalnya, mungkin budget yang dibutuhkan hingga Rp30 juta. Nah kalau kita targetkan diatas 12 bulan, kita bisa kumpulkan dana sambil investasi di reksadana pasar uang misalnya kan masih 3 tahun lagi," pungkasnya.[]

baca juga:

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Berikut Suara dan Harapan Milenial pada Debat Pamungkas

Image

Ekonomi

Milenial Kini Sudah Ubah Cara Pandang Tinggal di Hunian Vertikal

Image

Ekonomi

Panasnya Pemilu RI Tak Pengaruhi Pasar Modal

Image

Ekonomi

Facebook - Twitter Terlibat Perang Cyber India - Pakistan

Image

Ekonomi

HK Siap Kolaborasi Kembangkan Usaha Milenial

Image

Ekonomi

Diskriminasi Sawit Uni Eropa Bisa Jadi Pelajaran Berharga Bagi Indonesia

Image

Ekonomi

IGJ Ingatkan Pemerintah Jangan Lengah Meski Indonesia Menang Atas IMFA

Image

Ekonomi

Gaji Pekerja Lepas Ini Ternyata Bisa Sampai Ratusan Juta Loh

Image

Ekonomi

India Jadi Konsumen Energi Terbesar di Dunia, Kalahkan AS dan China

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Beras Bulog 20.000 Ton Bakal Dibuang, Mantan Mentan: Out-nya Terlambat

Mantan Menteri Pertanian Anton Apriyantono menilai penurunan mutu 20.000 ton beras milik Perum Bulog, karena komoditas itu terlambat disalur

Image
Ekonomi

KIP Dukung 'Satu Data' Kementan Sebagai Bentuk Pelayanan Informasi Publik

Capaian prestasi tersebut adalah bukti bahwa Kementan komitmen menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008.

Image
Ekonomi

Pemerintah Siapkan Opsi Lain Selamatkan Jiwasraya

Kemenkeu menyatakan pemerintah sudah memiliki sejumlah opsi untuk menangani masalah kekurangan modal.

Image
Ekonomi

PNBP Hasil Pengelolaan BMN PKP2B 3 Tahun Terakhir Capai Rp38,139 Miliar

Rinciannya yakni Rp586,695 juta di tahun 2017, Rp26,598 miliar di tahun 2018, dan Rp10,953 miliar di tahun 2019.

Image
Ekonomi

Meski Iuran BPJS Naik, Ekonomi Bisa Tumbuh Hingga 5,2 Persen

Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 bisa 5,02%.

Image
Ekonomi

Liburan Natal dan Tahun Baru Bisa Hemat dengan Cara Ini

Awal bulan adalah waktu untuk menyiapkan anggaran bulanan. Namun sudahkan Anda menyiapkan anggaran untuk liburan panjang Nataru.

Image
Ekonomi

Kirim Karangan Bunga, IKAGI: Bentuk Kekecewaan yang Selama Ini Terpendam!

Awak kabin bakal tetap mengoreksi jika nantinya ada pengganti Ari Askhara menerapkan kebijakan yang juga merugikan awak kabin.

Image
Ekonomi

Pajak E-Commerce Maksimalkan Penerimaan Negara tapi Jangan Lenyapkan UMKM

Barang luar negeri yang dijual via e-commerce dapat dikenakan pajak.

Image
Ekonomi

Banyak Harapan dari Global dan Domestik, Rupiah Terus MelejitĀ 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pasar spot akhir perdagangan Kamis (5/12/2019) menguat 0,19% atau 27 poin ke Rp14.038.

Image
Ekonomi

Seperti Apa Peran Milenial di Era Ekonomi Digital 2020?

Generasi milenial berperan dalam lonjakan ekonomi digital melalui startup-startup yang kini makin menjamur.

Available

trending topics

jamkrindo umkm

terpopuler

  1. Emas Pertama Setelah 8 Tahun dari Nomor Tunggal Putri

  2. Setelah Ganda Putra dan Putri, Giliran Ganda Campuran yang Menyumbang Emas

  3. Sundram Moorthy: Melawan Indonesia adalah Pertandingan Berkualitas

  4. Cantik dan Modis, 10 Gaya Istri Airlangga Hartarto Memakai Kebaya

  5. Tidak Diunggulkan, Ganda Campuran Malah Sabet Emas dan Perunggu

  6. Soal Dirut Garuda, Pengamat: Jangan Sampai untuk Menyingkirkan dan Diganti dengan Kroni Menteri

  7. Dewas 'Pecat' Helmi Yahya dari TVRI, Jansen: Nyelundupkan Harley Juga Kah? Aneh!

  8. Penyelundupan Kargo, INACA Sayangkan Berujung pada Pemecatan Bos Garuda Indonesia

  9. 5 Film Bollywood Diboikot karena Singgung Agama, Ada Aktris yang Diancam Dipenggal

  10. Terjadi Penembakan di SMA AS, Kisah Seorang Siswi Muslim Lindungi 100 Temannya di Masjid

Available

fokus

Kursus Calon Pengantin
Puasa Plastik
Stop kekerasan
Available

kolom

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Menimbang Pencapresan Airlangga

Image
Siswanto Rusdi

Arah Bisnis Pelayaran Nasional

Image
Achsanul Qosasi

Beban Berat BUMN Perbankan

Image
Ujang Komarudin

Ujian Besar Partai Golkar

Available

Wawancara

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Image
Video

Joshua Rahmat, CEO Muda yang Menggawangi Mytours

Sosok

Image
News

Selundupkan Harley Davidson, 5 Fakta Eks Dirut Garuda Ari Askhara yang Dipecat Erick Thohir

Image
News

Cantik dan Modis, 10 Gaya Istri Airlangga Hartarto Memakai Kebaya

Image
News

Jarang Tersorot, 8 Potret Hangat Menko PMK Muhadjir Effendy bersama Keluarga