image
Login / Sign Up

Indonesia Siap Pasok SDM Industri untuk Jepang

Dhera Arizona Pratiwi

Image

Balai Latihan Kerja | AKURAT.CO/Ambar Adi Winarso

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian akan memfasilitasi pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten dari Indonesia untuk bekerja di Jepang. Ini sebagai bagian dari respons terhadap regulasi mengenai visa kerja baru untuk tenaga kerja asing di Jepang pada 14 sektor bidang usaha, yang mulai berlaku pada 1 April 2019.

“Kami tentunya menyambut baik adanya peraturan tersebut. Ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia yang sedang menggalakkan program peningkatan kualitas SDM melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi industri,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto melalui keterangannya di Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Harjanto menyampaikan hal itu, setelah bertemu dengan perwakilan dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Perindustrian (Ministry of Economy, Trade and Industry/METI) Jepang, Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, serta Japan External Trade Organization (JETRO), beberapa waktu lalu. “Kami berharap, SDM industri Indonesia bisa dapat pengalaman kerja di industri Jepang. Ini sebagai wujud transfer pengetahuan,” imbuhnya.

baca juga:

Ia menjelaskan, Kemenperin mempunyai sejumlah program pendidikan dan pelatihan vokasi industri guna menghasilkan tenaga kerja terampil yang sesuai kebutuhan perusahaan saat ini, terutama dalam kesiapan memasuki era industri 4.0. “Misalnya, kami punya program pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri,” sebutnya.

Sejak diluncurkan tahun 2017, program tersebut telah menjangkau wilayah Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi dan akan terus dilanjutkan ke daerah lainnya. Hingga tahap kesembilan, Kemenperin sudah melibatkan sebanyak 2.350 SMK dan 899 perusahaan dengan total perjanjian kerja sama mencapai 4.351 yang telah ditandatangani.

“Pada bulan Maret ini, kami akan meluncurkan lagi untuk wilayah Jawa Barat, yang dilaksanakan di Sukabumi. Program ini juga mendorong peningkatan kompetensi guru produktif SMK dan fasilitasi silver expert dari perusahaan untuk SMK,” tuturnya.

Selain itu, Kemenperin menggelar program pelatihan industri berbasis kompetensi dengan sistem 3 in 1, yaitu pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja. Program Diklat 3 in 1 ini dapat juga dimanfaatkan oleh para penyandang disabilitas.

“Program link and match dengan SMK dan Diklat 3 in 1 bertujuan untuk meningkatkan atau upgrade kualitas SDM kita khususnya untuk memenuhi kebutuhan dunia industri,” jelasnya.

Oleh karena itu, dengan adanya kebutuhan tenaga kerja di Jepang, diyakini menjadi jembatan untuk penyerapan SDM industri Indonesia.

“Sebagai bentuk komitmen Kemenperin dalam peningkatan kualitas SDM, khususnya di sektor industri, kami telah membentuk unit eselon 1, yakni Badan Pengembangan SDM Industri. Jadi, kami berkomitmen untuk membantu permasalahan kekurangan SDM industri di Jepang,” paparnya.

Harjanto optimistis, SDM industri Indonesia akan menjadi pilihan terbaik bagi sejumlah industri di Jepang. “Sebab, SDM industri Indonesia terkenal sangat cocok bekerja di Jepang mengingat karakter masyarakat Indonesia yang selalu fokus, sopan, serta respect,” ungkapnya.

Ikeda mewakili METI menerangkan, selama ini permasalahan kekurangan tenaga kerja di Jepang sangat terbantu dengan adanya program pemagangan, termasuk peserta pemagangan dari Indonesia. Namun, jika mengandalkan dari peserta magang, tentu tidak bisa mencukupi kebutuhan tenaga kerja di Jepang.

Dengan diberlakukannya visa kerja baru, peserta magang yang telah menyelesaikan programnya berkesempatan untuk bekerja di Jepang dengan visa kerja keterampilan khusus. Dalam skema visa kerja tokuteiginou, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dari peserta magang yang telah kembali ke Indonesia.

Selain itu, ada juga jalur melalui pemegang visa pendidikan (ryugakusei), atau tenaga kerja baru yang belum pernah bekerja di Jepang, namun mempunyai kemampuan bahasa dan tingkat keterampilan (skill) yang sesuai dengan kebutuhan industri di Jepang.

“Kami berharap, untuk sourcing yang terakhir ini, ujian keterampilan bisa dilaksanakan di Indonesia, dengan standar yang ditetapkan sesuai kebutuhan industri di Jepang. Oleh karena itu, kami merasa perlu berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia, agar skema visa kerja baru tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan bermanfaat bagi berbagai pihak,” pungkasnya.

Berdasarkan catatan METI, total kebutuhan tenaga kerja di Jepang pada 14 bidang usaha pada tahun pertama ini akan mencapai 47.550 orang, yang terdiri dari sektor manufaktur sebanyak 15.400 orang meliputi industri bahan baku, manufaktur mesin industri, serta industri terkait listrik dan informasi elektronik.

Selanjutnya, industri galangan kapal dan industri kelautan, bengkel mobil, industri penerbangan, serta industri makanan dan minuman. Diproyeksi, pada lima tahun ke depan, total kebutuhan tenaga kerja di Jepang pada 14 bidang usaha, akan mencapai 345.150 orang, dengan sektor industri sebanyak 87.650 orang. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Jonan: Industri Petrokimia Masih Miliki Masa Depan Lebih Cerah

Image

Ekonomi

Pelantikan Presiden

Menperin: 5 Tahun Jokowi-JK, Kinerja Industri Manufaktur Masih Melaju

Image

Ekonomi

Pelantikan Presiden

Pengamat Harap Presiden Terpilih Terus Gencar Bangun Infrastruktur Pariwisata

Image

Olahraga

MotoGP Jepang 2019

Cetak Pole Kesepuluh, Marquez Dibuntuti Duo Petronas Yamaha SRT

Image

Olahraga

MotoGP Jepang 2019

Latihan Bebas IV: Marquez Tercepat Jelang Kualifikasi

Image

Olahraga

MotoGP Jepang 2019

Latihan Bebas III: Dibuntuti Marquez, Petrucci Catat Waktu Tercepat

Image

Olahraga

MotoGP Jepang 2019

Rossi Akui Motornya Mengalami Masalah di Latihan Kedua

Image

Ekonomi

Wall Street Melemah Imbas Beragamnya Laporan Kinerja Perusahaan

Image

Ekonomi

Rencana Ekonomi Jokowi Jilid II Malah Akan Hancurkan Masyarakat Pesisir

komentar

Image

1 komentar

Image
emil sampeno

Semoga menambah wawasan agar kembali membawa ilmu yang banyak

terkini

Image
Ekonomi

5 Alasan Kuat Kenapa Milenial Harus Terjun Ke Pertanian

Bisnis pertanian itu sangat menjanjikan jika ditekuni dengan tepat.

Image
Ekonomi

Nilai Kapitalisasi Meningkat, IHSG Sepekan Lompat 1,41 Persen

Nilai kapitalisasi pasar juga mengalami peningkatan sebesar 1,44 persen menjadi sebesar Rp7.119,477 triliun.

Image
Ekonomi

Menhub Nilai Indonesia Sentris Buka Keterisolasian Ekonomi

Program Indonesia Sentris yang dicanangkan pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla telah membuka akses keterisolasian.

Image
Ekonomi

4 Tips Keuangan Rencanakan Liburan, Bagi Kamu Para Orang tua Milenial

Kewajiban untuk bekerja, mengatur rumah tangga, serta mengelola keuangan tentu menjadi rutinitas yang menjemukan.

Image
Ekonomi
Indepth

Menanti Hasil Dari Upaya Jokowi Menggenjot Investasi

Investor tak perlu lagi keluar masuk kementerian/lembaga untuk memperoleh perizinan investasi.

Image
Ekonomi

Ini Kriteria Kepala Badan Otorita di IKN Baru versi Bambang Brodjonegoro

Lantas, kira-kira apa saja kriteria yang pantas menduduki kepala badan otorita di ibu kota negara yang baru nantinya?

Image
Ekonomi

Bambang Brodjonegoro Beberkan Peranan Penting Badan Otorita di IKN Baru

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah memiliki alasan sendiri dalam rencana membentuk badan otorita IKN.

Image
Ekonomi

PUPR Ingin Ibu Kota Baru Jadi Ibu Kota bagi Asia Tenggara

Kementerian PUPR ingin ibu kota baru di Kalimantan Timur bisa menjadi ibu kota di ASEAN sebagai representasi kemajuan bangsa Indonesia.

Image
Ekonomi

Jonan: Industri Petrokimia Masih Miliki Masa Depan Lebih Cerah

Petrokimia didorong menjadi salah satu industri hilir migas masa depan sebagai upaya peningkatan bisnis.

Image
Ekonomi
Pelantikan Presiden

Menperin: 5 Tahun Jokowi-JK, Kinerja Industri Manufaktur Masih Melaju

Industri pengolahan dinilai masih melaju menjadi salah satu motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Available

trending topics

terpopuler

  1. Ramai #BesokMatikanTVSeharian, Ferdinand: Kalian Pikir Pelantikan Presiden Akan Batal?

  2. Akun Rocky Gerung Diretas, Roy Suryo: Jelas-jelas Twitnya untuk Memberi Pandangan Demokrasi

  3. Analis Geopolitik: Erick Thohir Jadi Menteri Berbahaya akan Mewakili Kepentingan Korporasi

  4. 32 Tahun Berlalu, Ini 4 Fakta Tragis Tragedi Kecelakaan Kereta Api di Bintaro

  5. Hamil Besar, Selvi Ananda Tak Ikut Pelantikan Jokowi, Gibran: Jan Ethes Jagain Ibunya

  6. Hajatan Warga di Sragen Diboikot Tetangga, Ganjar: Selesai Kontestasi Segera Bersalaman

  7. Jelang Pelantikan Presiden, PDIP Ungkap Perubahan Komposisi Koalisi

  8. Miliki Setelit Bank Pertama di Dunia, BRI Sempat 'Dinasihati' Habibie

  9. Irwansyah Diancam 5 Tahun Penjara, Zaskia Sungkar: Time Will Tell

  10. Said Didu: Jokowi Bakal 'Cuci Piring' Atas Kesalahan-kesalahan Menteri BUMN Sebelumnya

Available

fokus

Menyambut Presiden-Wakil Presiden 2019-2024
Masa Lansia
Kisah dari Cilincing
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Rontoknya Kekuatan Oposisi

Image
Achmad Fachrudin

Memperbaiki Marwah DPD 2019-2024

Image
Abdul Aziz SR

Partai Politik Tuna Ideologi

Image
Dr. Moh. Saleh

Perpu KPK Berpotensi Inkonstitusional

Available

Wawancara

Image
News

Perjuangan Muh Aras, Pebisnis-Politisi yang Berhasil Masuk ke Senayan

Image
News

DPR RI

Apa Sih Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia? Farah Puteri Nahlia Akan Menjelaskannya untuk Kamu...

Image
News

DPR RI

Farah Puteri Nahlia, Politisi Termuda DPR RI yang Ingin Perjuangkan RUU KKS

Sosok

Image
News

Capai Rp15,5 Miliar, Ini 5 Sumber Kekayaan Mulan Jameela

Image
News

Dari Susi hingga Sri Mulyani, 8 Potret Kenangan Menteri Srikandi saat Jalankan Tugas

Image
News

Ciri Khas 7 Presiden RI dari Soekarno hingga Jokowi, Ada yang Lebih Suka Batik daripada Jas