image
Login / Sign Up

Disuguhi 'Nasi Mandi Ikan' di Abu Dhabi, Menteri Susi Bandingkan Indonesia dengan UEA

Aji Nurmansyah

Image

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti saat memberikan pidatonya usai melakukan perlombaan mengarungi danau Sunter, Jakarta Utara, Minggu (25/2). Dalam perlombaan mengarungi danau Sunter ini Menteri KKP Susi Pudjiastuti memenangkan pertandingan ini mengalahkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Gelaran Festival Danau Sunter adalah jawaban dari tantangan yang diberikan Menteri Susi kepada Pemprov DKI Jakarta soal pengelolaan Danau Sunter menjadi kawasan seperti di Jenewa, Swiss | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bertemu dengan masyarakat Indonesia (diaspora) yang tinggal di Abu Dhabi. Didampingi Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Abu Dhabi, Husin Bagis dan Konsulat Jenderal RI untuk Dubai, Ridwan Hassan, Menteri Susi bersilaturahmi dengan sekitar 200 warga Indonesia yang datang dari Abu Dhabi, Dubai, Al Ain, dan Ruwais di  Wisma Kedutaan Besar RI Abu Dhabi. 

Pada kesempatan tersebut, Menteri Susi berbagi pengalaman dan menyampaikan beberapa pesan bagi masyarakat Indonesia di sana. Diawali dengan lemparan pujian dari Menteri Susi atas menu ‘nasi mandi ikan’ yang disajikan.

“Tadi ada nasi mandi ikan. Saya pikir ini mungkin karena takut ditenggelamkan kali ya, disiapin juga nasi mandi ikan. Rasanya baru denger ada nasi mandi ikan, tapi terima kasih,” kelakar Menteri Susi yang disambut gelak tawa masyarakat yang hadir.

Menteri Susi menilai, menu ikan yang disajikan tersebut turut membantu menyukseskan program pemerintah untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat. Dia pun menceritakan, jika tahun 2018 lalu angka konsumsi ikan nasional telah mencapai 50,69 kg per kapita.

“Ini jauh lebih banyak dari target di tahun 2019 yang seharusnya kita 46 kg/kapita. (Target) tahun 2020 baru 50 kg/kapita. Tapi kemarin tahun 2018 sudah 50 kg (red-50,69 kg),” tuturnya. 

Susi menyebut, kenaikan angka konsumsi ikan nasional itu tak serta merta diikuti dengan kenaikan impor produk perikanan. Bahkan menurutnya impor ikan Indonesia berkurang. Hal ini terjadi karena ikan di perairan Indonesia jauh lebih banyak dari sebelumnya.

“Sekarang ikan banyak sekali. Di timur Indonesia nelayan pakai perahu kecil juga sudah bisa tangkap tuna,” lanjutnya.

Kendati demikian, Susi tak mau berpuas diri. Ia membandingkan keadaan Indonesia dengan Uni Emirat Arab (UEA).

Menurutnya, meskipun hanya negara kecil dengan perairan yang jauh lebih sedikit dibandingkan Indonesia, tetapi UEA mampu menjadi negara dengan populasi dugong kedua terbesar di dunia. Hal ini berkat tekad kuat yang dimiliki negara tersebut untuk maju di tengah kekurangan yang dimilikinya.

“Betapa negara kecil seperti mereka memiliki determination (red-tekad) yang luar biasa. Mereka memiliki keinginan yang kencang untuk membangun yang kecil ini bagaimana caranya menjadi besar dan terbesar. Sekarang dugong (red-UEA) sudah menjadi yang kedua populasinya di dunia,”pungkasnya.[]

baca juga:

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

IHSG Masih Akan Menguat Pasca Pelantikan, Incarlah Saham Ini

Image

Ekonomi

Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Tetes Air Mata Rini Saat Sertijab Menteri BUMN Ke Erick Thohir

Image

Olahraga

Bhayangkara FC 0-0 Persib Bandung

Pelatih Bhayangkara Puji Performa Nurhidayat

Image

News

Presiden Jokowi Diharapkan Lanjutkan Pembangunan di Papua

Image

Olahraga

Bhayangkara FC 0-0 Persib Bandung

Persib Ditahan Bhayangkara, Supardi Kritik Kepemimpinan Wasit

Image

News

MPR: Kabinet Indonesia Maju Cerminkan Persatuan-Regenerasi

Image

Hiburan

Jadi Pendekar hingga Pekerja Salon, 5 Karakter Tara Basro di Film Ini Wajib Kamu Tonton

Image

News

Pengamat: Hormati Hak Prerogatif Presiden Dalam Menyusun Kabinet

Image

News

PP Muhammadiyah Ingatkan Menag Terukur Dalam Menangani Radikalisme

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Emas Kinclong Didorong Pembelian Safe Haven

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 8,2 dolar AS atau 0,55 persen.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

PR Rini Untuk Erick Thohir, Apa Saja Itu?

Terdapat beberapa holding lainnya yang hampir terbentuk, bahkan sudah disetujui Presiden Jokowi.

Image
Ekonomi

IHSG Masih Akan Menguat Pasca Pelantikan, Incarlah Saham Ini

Pola long white closing marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Tetes Air Mata Rini Saat Sertijab Menteri BUMN Ke Erick Thohir

Rini berlinang airmata saat melakukan serah terima jabatan Menteri BUMN ke Erick Thohir di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta.

Image
Ekonomi

Wall Street Hanya Bisa Naik Tipis Karena Hal Ini

Karena investor menilai sejumlah hasil kinerja perusahaan yang beragam pada kuartal ketiga (Q3).

Image
Ekonomi

Dolar AS Berfluktuasi Imbas Gejolak Brexit

Karena pelaku pasar mencerna perkembangan mengenai ketidakpastian Brexit.

Image
Ekonomi

BPJS Buktikan Kenaikan Iuran Tak Memberatkan Pekerja, Ini Perhitungannya

Seperti diketahui, Pemerintah telah memutuskan bahwa iuran JKN-KIS akan mengalami kenaikan pada 2020.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Bos BPJS Yakin, Sri Mulyani dan Terawan Dukung Keberlangsungan Program JKN

Dia berharap agar koordinasi antar kementerian-lembaga yang sudah terjalin dalam pelaksanaan JKN-KIS bisa berjalan baik.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Tak Lagi Jadi Kepala BKPM, Ini Kesibukan Thomas Lembong

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebelumnya Thomas Lembong akan memberikan tips, trik, dan gosip positif pada Bahlil Lahadalia

Image
Ekonomi

Kenaikan Iuran BPJS Tak Memberatkan, Warga Miskin Bisa Daftar PBI

Rencana kenaikan iuran tidak memberatkan masyarakat yang memang tidak mampu untuk membayarnya.

Available

trending topics

terpopuler

  1. Tokoh Papua: Terimakasih Pak Jokowi, Kabinet Jilid II Tak Ada Keterwakilan Orang Asli Papua

  2. Kecewa Lantaran Prabowo Masuk Kabinet Indonesia Maju, Projo Bubar

  3. Baru Tiga Jam Dilantik, Menkominfo Johnny Lupa Kepanjangan Nama Kementeriannya

  4. Prabowo Jadi Menteri, Media Asing Anggap 'Bencana bagi Penegakan HAM'

  5. Aktivis Gereja Jadikan 240 Wanita Budak Seks, Paksa Korbannya Bercinta dengan Hewan

  6. Pelaku Teror Bom di Pelantikan Jokowi Ditangkap, Budiman: Pembunuh-pembunuh Berdarah Dingin

  7. Ditemui Sekjen Kemhan di Rumahnya, Jansen: Sikap Nge-Bossy Pak Prabowo Hilangkan Dikitlah

  8. Capai Rp20 T! Ini 7 Menteri Terkaya di Kabinet Indonesia Maju 2019-2024

  9. Kadernya Tak Masuk Kabinet Jokowi-Ma'ruf, Demokrat Pasrah

  10. Apresiasi Susunan Kabinet Indonesia Kerja Jokowi-Ma'ruf, PSI: Ini Menjanjikan!

Available

fokus

Kabinet Jokowi-Ma'ruf
Menunggu Eksekusi
Menyambut Presiden-Wakil Presiden 2019-2024
Available

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Berharap Kepada Parlemen Daerah

Image
Ujang Komarudin

Rontoknya Kekuatan Oposisi

Image
Achmad Fachrudin

Memperbaiki Marwah DPD 2019-2024

Image
Abdul Aziz SR

Partai Politik Tuna Ideologi

Available

Wawancara

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag-1)

'Suatu Hari Nanti Saya Ingin Melatih Timnas'

Image
News

DPR RI

Perjuangan Muh Aras, Pebisnis-Politisi yang Berhasil Masuk ke Senayan

Image
News

DPR RI

Apa Sih Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia? Farah Puteri Nahlia Akan Menjelaskannya untuk Kamu...

Sosok

Image
Gaya Hidup

Menteri PPPA Ingin Akrab dengan Media dan LSM

Image
Gaya Hidup

Sempat Kaget Ditunjuk Jadi Menteri PPPA, Bintang Tak Malu Bertanya ke Anak Buah

Image
News

Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Jumlah Kekayaan 5 Menteri Srikandi Kabinet Indonesia Maju, Ada yang 'Hanya' Miliki Rp4 Miliar