image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up

Peternak Ayam Minta Keterlibatan Ombudsman Atasi Penurunan Harga

Wayan Adhi Mahardika

Image

Pekerja memilah telur ayam yang akan dipasarkan ke tingkat pedagang di peternakan ayam petelur di kawasan Cilodong, Depok, Jawa Barat, Jum'at (26/1). Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan berencana mengatur harga referensi batas atas dan bawah maksimal 10 persen untuk mengatasi fluktuasi harga ayam dan telur di pasaran. | ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww/18.

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi peternak Ayam Nasional Sugeng Wahyudi meminta  Ombudsman untuk terlibat dalam  mengatasi permasalahan harga jual ayam yang turun dan berada di bawah harga produksi.

Sugeng, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Sabtu, menyatakan para peternak nasional sedang menghadapi kendala harga ayam yang terlalu murah, padahal biaya produksi naik karena banyaknya anak ayam yang beredar.

Hal yang makin memberatkan para peternak nasional adalah harga anak ayam tersebut tetap mahal dan tidak mengalami penurunan, seperti harga ayam.

baca juga:

"Harga pakan kita dan day old chick atau anak ayam tinggi. Selain itu, jumlah anak ayam per minggu, kebutuhan kita tidak lebih dari 60 juta. Karena harganya saat ini jauh di bawah, ini pasti karena jumlahnya lebih dari 60 juta," kata Sugeng seperti dilansir dari Antara.

Dalam mengatasi persoalan ini, ia mengatakan para peternak nasional sudah menjalin komunikasi dengan Kementerian Pertanian, apalagi Undang-Undang Peternakan Pasal 29 ayat 5 menegaskan perlindungan pemerintah kepada pelaku usaha atas persaingan tidak sehat.

Direktur Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi Yeka Hendra Fatika menambahkan iklim usaha yang tidak sehat menjadi penyebab murahnya harga ayam karena para peternak nasional tidak mempunyai daya saing yang memadai terhadap perusahaan ternak besar.

Saat ini, perusahaan ternak besar mempunyai akses lebih baik untuk menghasilkan anak ayam, memproduksi pakan, dan melakukan budi daya padahal korporasi itu masuk di lingkungan pasar yang sama dengan peternak nasional kecil.

Oleh karena itu, ia mengharapkan, adanya peran Ombudsman guna mencari solusi termasuk kemungkinan perlunya regulasi agar perusahaan ternak besar tidak terlalu mendominasi dan hanya memasok di ritel modern, pasar beku, atau keperluan ekspor.

"Harapannya Ombudsman bisa masuk dan memetakan, apakah butuh Peraturan Pemerintah, Perppu, atau Keputusan Presiden untuk hal ini. Dan bukan hanya sekedar regulasi, yang terpenting adalah kehadiran pemerintah dan konsisten bisa dilaksanakan," ujar Yeka.

Terhadap pengaduan ini, Komisioner Ombudsman Ahmad Alamsyah Saragih telah melakukan audiensi dengan sejumlah organisasi peternak unggas atas persoalan jatuhnya harga jual ay-am yang menyebabkan kerugian para peternak.

Menurut dia, terdapat indikasi dugaan mal-administrasi karena tidak ada regulasi yang memberikan perlindungan kepada peternak mandiri dan tidak ada perbedaan segmen pasar antara industri besar dengan peternak rakyat.

Meski demikian, Ombudsman masih akan memanggil pihak-pihak terkait untuk mengkaji dan mencari solusi dari permasalahan yang ada, mulai dari kemungkinan penyesuaian regulasi hingga pembenahan tata niaga unggas.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

Sumber: Antara

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

FOTO Pemasaran Susu Sapi Perah yang Terhambat Akibat PSBB

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Peternak Harap Kebijakan Pembelian Ayam Ras Mampu Beri Angin Segar

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Peternak Mandiri Apresiasi Langkah Pembelian Ayam Hidup di 6 Propinsi

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Legislator Minta Agar Refocusing Anggaran Pemerintah Mampu Diserap Peternak Ayam

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Budi Daya Ayam Sembawa, Alternatif Usaha Peternakan Menggiurkan di Tengah Pandemi

Image

Ekonomi

Kementan Sebut Pembelian Ayam Ras Dari Petani Mandiri Sudah Mulai Berjalan

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Kementan Gandeng Grab dan E-commerce Pertanian untuk Salurkan Produk Peternakan

Image

News

Wabah Corona

Gara-gara Corona, 2 Juta Liter Susu Segar di Inggris Dibuang Tiap Hari

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Kementan Klaim Realisasi Ekspor Sektor Peternakan Sentuh Rp538,12 Miliar

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pariwisata Dunia Tahun Ini Jadi Kejatuhan Terbesar Sejak 1950-an

UNWTO memperkirakan pariwisata internasional kemungkinan akan menyusut sebanyak 70 persen di tahun ini.

Image
Ekonomi

Airlangga: Sesuai Arahan Presiden, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Diperpanjang Hingga Surabaya

Rencana ekspansi untuk mengintegrasikan proyek konektivitas modern ini selanjutnya akan dikaji oleh Kementerian BUMN.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Kebijakan TKDD 2021 Akan Dukung Skema Pembiayaan Kreatif untuk Belanja Infrastruktur 

Kemenkeu mengatakan kebijakan TKDD tahun 2021 salah satunya mendukung skema pembiayaan kreatif untuk belanja infrastruktur daerah.

Image
Ekonomi

Perpres 64/2020 Tindak Lanjut Pembatalan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Perpres Nomor 64/2020 yang dikeluarkan pemerintah merupakan tindak lanjut putusan MA atas pembatalan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Image
Ekonomi

5 Kisah Buktikan Bisnis Rumah Tangga Enggak Bisa Dianggap Remeh!

Tapi karena satu dan lain hal, ternyata makanan bikinan mereka malah disukai banyak orang.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Kebijakan Stimulus Lanjutan OJK Disambut Baik

Ini untuk memberikan ruang likuditas dan permodalan perbankan sehingga stabilitas sektor keuangan tetap terjaga di tengah pandemi COVID-19.

Image
Ekonomi

Pasca Rugi, Akhirnya Krakatau Steel Cetak Laba Rp1,08 Triliun di Tengah COVID-19

Salah satu hasil positif yang dicapai perseroan adalah penurunan biaya operasi induk turun 31 persen menjadi USD46,8 juta.

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Almarhum Bob Sadino emang selalu jadi panutan siapa aja dalam berbisnis.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

New Normal Diyakini Dorong Pelaksanaan Program Sejuta Rumah

Kementerian PUPR optimistis kondisi new normal akan berdampak positif pada Program Sejuta Rumah.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Tengku Zul Serukan Gerakan 'New No Mall' Demi Bangkitkan Ekonomi Rakyat

Tengku Zulkarnain menyindir kebijakan pemerintah terkait new normal dengan mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan "new no mall".

terpopuler

  1. Sindir Mahfud, Ustaz Hilmi: Maaf Deh Pak, Istri Saya Tidak Seperti Corona

  2. Atas Nama Cinta, 5 Artis Cantik India Ini Menikah dengan Duda

  3. Sekolah Libur Karena Corona, Angka Kehamilan Pelajar di Jepang Makin Meningkat

  4. Romantis Abis! Intip 6 Gaya Pacaran Anak Tommy Soeharto, Darma Mangkuluhur Hutomo

  5. 5 Kisah Cinta Segitiga Rumah Tangga Artis Bollywood yang Bikin Publik Heboh!

  6. Anak Pindah Agama, Ulama Uganda Nekat Bakar Putrinya Hidup-hidup

  7. Pemudik Berduit yang Dikarantina di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Bisa Pulang Lebih Cepat

  8. OJK Keluarkan Paket Kebijakan Lanjutan Stimulus Covid-19

  9. Kritik Soal Penggunaan Istilah New Normal, Atiqah Hasiholan Sebut Hanya Transisi

  10. Warga yang Terlanjur di Luar Jabodetabek, Silakan di Sana Dulu, Bangun Kampung, Kalau Balik Bawa SIKM

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Ujang Komarudin

New Normal

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Pertama)

Image
Sunardi Panjaitan

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit

Image
News

Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton